Senin, 22 Mei 2017

CD Jurang Pemisah - Chrisye & Jockie Suryoprayogo (new press 'May 2017)

CD Jurang Pemisah - Chrisye & Jockie Suryoprayogo (new press 'May 2017) 

Album: CD Jurang Pemisah
Artist: Chrisye & Jockie S.
Kode: APC AQM 22-2
Label: Pramaqua & Aquarius Musikindo
Tahun: Mei 2017
Harga (saat rilis): 50.000,-

Di tengah kelesuan nasib penjualan album dalam format rilisan fisik, beberapa label rekaman masih tetap bersemangat mencetak dan merilisnya, walau porsinya tak sebanyak era terdahulu. Sesuatu yang meresahkan sebenarnya, bahwa kemungkinan besar dimasa yang akan datang album klasik legendaris maupun lagu bagus di era tersebut tak akan lagi ada format fisiknya, apalagi di tambah dengan khabar bahwa label besar dunia sekelas Warner dan Sony Music saja sudah memutuskan tutup buku untuk merilis album dengan format fisik baik kaset maupun CD.

Label lokal Indonesia seperti Aquarius Musikindo adalah salah satu label rekaman yang wajib di acungi jempol, masih optimis dengan album rilisan fisik, baru baru ini kembali merilis ulang album Jurang Pemisah milik Jockie S. dan Chrisye yang di rilis ditahun 1977 silam. Sebenarnya album ini telah dirilis ulang ditahun 2004 (ulasan versi format KASETnya disini) dengan beberapa perubahan dari rilisan awalnya, salah satunya adalah pada cover yang mengalami penyempurnaan + penambahan teks lagu yang di kerjakan desain grafisnya oleh Lesin. Kemudian yang terpenting adalah album ini telah di mastering ulang sehingga sound menjadi lebih bagus, tempat masteringnya pun tak main main yaitu di Studio 301 Sydney Australia, mastering oleh Don Bartley dan David MacQuarie. Label Aquarius memang terlihat sangat serius dalam project merilis ulang album klasik ini.

Untuk rilisan 2004 saat itu tersedia dalam format kaset dan CD, dan harganya hingga saat ini telah merangkak naik, untuk format CD nya saja harganya telah tembus hingga satu juta rupiah. Beruntung saja label Aquarius faham dengan kondisi tersebut, dan pada bulan Mei ini akhirnya merilis ulang album ini (tetapi dalam format CD nya saja, sementara kaset tak lagi di produksi) sehingga tidak perlu merogoh kantong terlalu dalam untuk mendapatkan sekeping album legendaris ini. Rilisan sekarang ini sama persis dengan versi rilisan tahun 2004, karena memang masih satu master baik audio maupun covernya.










..............

Music director - Yockie
Guest star - Chrisye
Aransemen lagu - Yockie
Penata suara - Stanley/ Yockie
Studio rekaman - Irama Mas
Desain cover - Lesin
Produksi - PT. Pramaqua

Distribusi dan pemasaran - PT. Aquarius Musikindo
Studio mastering - Studio 301
Mastering - Don Bartley
Sonic solution - David Macquarie
Mastering & sonic solution supervision - Iman S

Terimakasih untuk Ian Antono dan Teddy Sudjaya dalam lagu lagu Putri Malam, Dia dan Mesin Kota


Tracklist:
01 Jeritan Seberang vocal Chrisye
     Cipt. James F. Sundah
02 Jurang Pemisah vocal Chrisye
     Cipt. Yockie/ James F. Sundah
03 Sirna vocal Chrisye
     Cipt. Yockie
04 Mesin Kota vocal Chrisye
     Cipt. Yockie/ James F. Sundah
05 Putri Malam vocal Chrisye
     Cipt. Yockie/ Temmy Lesanpura
06 Dendam vocal Chrisye
     Cipt. Yockie
07 Gerutu Menggerutu vocal Yockie
     Cipt. Yockie
08 Harapan vocal Yockie
     Cipt. Yockie
09 Dia vocal Chrisye
     Cipt. Yockie/ Theodore KS


Salam...

Kamis, 18 Mei 2017

Orang Pinggiran/ O.. Ea.. Eo.. - Franky Sahilatua/ Iwan Fals/ Ian Antono (1995)

Orang Pinggiran/ O.. Ea.. Eo.. - Franky Sahilatua/ Iwan Fals/ Ian Antono (1995) 

Album: Orang Pinggiran
Artist: Iwan Fals/ Franky Sahilatua/ Ian Antono
Kode: -
Label: Ken Project dan Metrotama Records
Tahun: 1995
Harga (saat rilis): 7.000,-

Setelah sukses dengan project lagu single Terminal, trio ini kembali bekerjasama mengerjakan lagu dengan judul Orang Pinggiran, lirik dan melodi dasar dibuat oleh Franky Sahilatua bersama Iwan Fals, kemudian ditangan Ian Antono lirik dan melodi dasar itu segera di ramu untuk di jadikan sebuah komposisi musik. Lagu ini sendiri dinyanyikan secara duet oleh mereka berdua. Tidak seperti lagu Terminal dimana Iwan Fals hanya sebagai vocal tamu saja, disini porsi mereka dibagi sama rata dan saling melengkapi. Seperti yang di katakan Ian Antono dalam prakata di album ini: ''..tantangannya adalah bagaimana menyeimbangkan vocal Franky yang manis dan Iwan yang punya vokal tebal dan keras''. Hasilnya memang sangat menggembirakan, album ini di terima dan di tanggapi positif oleh penggemar.

Lagunya sendiri bercerita tentang kehidupan orang pinggiran yang nasibnya selalu terpinggirkan diantara riuhnya kota, mereka ada dimana saja setiap sudut kota, ada yang berada di trotoar jalan, di bawah terik mentari, di jalan becek, di pabrik pabrik, sebuah potret perjuangan orang kelas menengah ke bawah yang dengan gigih bekerja keras untuk menghidupi kehidupannya dan mengatasi permasalahan yang ada, semua usaha telah dilakukan hanya nasib saja yang belum berpihak. Pesan positif inilah yang coba di ungkapkan secara tersirat melalui lagu ini, teruslah bekerja dan berusaha, sesulit apapun kondisi yang di tengah hadapi.

Sebenarnya album ini lebih tepatnya adalah album solo Franky Sahilatua, ada 10 komposisi lagu baru didalamnya dengan berbagai arranger yang menanganinya seperti Totok Tewel, Edi Kemput, Ovy U'Camp (sekarang gitaris /rif). Sementara untuk penggarapan lirik beberapa diantaranya dibantu oleh teman lamanya yaitu Hare dan Teguh Esha pemilik tokoh karakter ''Ali Topan Anak Jalanan'' yang ngetop di tahun 1977. Lagu Orang Pinggiran memang lebih ditonjolkan sebagai lagu andalan dan di jadikan judul album karena lebih berpotensi menjadi hits. Bukan tanpa alasan, tiga nama besar tersebut dengan segala macam track recordnya pasti akan berdampak kepada angka penjualan album, sehingga selain mencantumkan judul lagu tersebut pada cover luar, foto mereka bertiga juga ikut terpampang pada cover luar. Tujuannya jelas, agar orang yang melihat menjadi penasaran dan akhirnya berkeinginan untuk membelinya.

Lagu ini pada akhirnya berhasil menjadi hits pada saat itu dan tetap lestari hingga sekarang, istilah lainnya adalah hits ever green, tetap enak di nikmati walaupun masa tersebut telah berlalu, pesan yang disampaikan juga tetap kekinian hingga saat ini. Untuk mendukung promosi album ini, lagu Orang Pinggiran juga di buatkan video klipnya, digarap dengan sangat apik oleh Franky Sahilatua sendiri selaku sutradara, jika penasaran silahkan intip saja di You Tube. Lagu ini sering muncul dalam album kompilasi milik Iwan Fals maupun Franky Sahilatua dan juga kompilasi keroyokan yang dirilis oleh label Metrotama/ Harpa Records maupun SKI Records.









...............................

Prakata:

'' Aku perlu bantuan Iwan Fals dalam pembuatan lagu Orang Pinggiran ini, karena untuk masalah masalah sosial, Iwan punya kepekaan luar biasa. Ini bukan kerja samaku yang pertama dengan dia. Dulu Iwan membawakan laguku, Kemesraan dan aku pernah membawakan lagu dia, Terminal yang juga bareng dia''
Franky Sahilatua

''Kalau di ibaratkan rumah, dalam album Franky ini, gua cuma tamu. Cuma ngebantu Franky, dan kebetulan juga lagunya bagus''
Iwan Fals

''Tantangan dalam menata musik lagu Orang Pinggiran, terletak pada bagaimana membuat imbang vocal kedua penyanyi ini. Bagaimana mengimbangi antara Franky yang punya vokal manis dan Iwan yang vokalnya tebal dan keras. Demikian juga sebaliknya, ini yang menarik. Musiknya sendiri bisa di bilang country''
Ian Antono

Executive Producer - Franky Sahilatua
Producer - Ayub Abdullah Adam
Produced by - Ken Project
Guest Star - Iwan Fals
Arranger - Ian Antono, Totok Tewel, Joseph Ramli, Ovy U'Camp, Teddy Riadi, Iram U'Camp, Edi Kemput
Musicians - Iwan Fals, Yudhi Grass Rock, Mando Grass Rock, Koko Kidnap, Masto Kidnap, Sandy U'Camp, Rere, Hendri Lamiri, Kamal
Photographed by - Ayub Abdullah Adam
Graphic Designed by - Teddy D. Atmana
Operators - Ferry (Ariesta), Harry (Triple M), Teddy (Jackson), Irsan (Jackson)
Distributed by - PT. Metrotama Musik Nusantara

....
Tracklist:

Side A
01 Orang Pinggiran
     Lyrics - Franky S. & Iwan Fals
     Song - Franky Sahilatua
     Arranger - Ian Antono
     String Guitar - Iwan Fals
     Vocals - Iwan Fals & Franky Sahilatua
     Backing Vocals - Ayub, Rudi, Iskandar, Gagu

02 Nyanyian Para Sopir
     Lyrics - Hare/ Franky/ Ayub
     Song - Franky Sahilatua
     Arranger - Totok Tewel

03 Bulan Tinggalkan Malam
     Lyrics - Hare
     Song - Franky Sahilatua
     Arranger - Edi Kemput

04 Tentang Janji Itu
     Lyrics - Teguh 'Ali Topan' Esha
     Song - Franky Sahilatua
     Arranger - Ovy U' Camp

05 Di Kedai Kedai
     Lyrics - Franky Sahilatua
     Song - Franky Sahilatua
     Arranger - Edi Kemput

Side B
01 Macan Dan Kursi
     Lyrics - Teguh 'Ali Topan' Esha, Franky Sahilatua, Ayub A. Adam
     Song - Jayus
     Arranger - Joseph Ramli

02 Udara Semakin Berat
     Lyrics - Hare
     Song - Franky Sahilatua
     Arranger - Edi Kemput

03 Gersang Tanah, Hitam Air
     Lyrics - Teguh 'Ali Topan' Esha
     Song - Franky Sahilatua
     Arranger - Edi Kemput

04 Disini
     Lyrics - Hare
     Song - Franky Sahilatua
     Arranger - Edi Kemput

05 Gadis, Jangan Termenung
     Lyrics - Hare
     Song - Joseph Ramli
     Arranger - Joseph Ramli


Salam..

Sabtu, 13 Mei 2017

Terminal - Iwan Fals/ Franky Sahilatua/ Ian Antono (1993)

Terminal - Iwan Fals/ Franky Sahilatua/ Ian Antono (1993)

Album: Terminal
Artist: Iwan Fals/ Franky Sahilatua/ Ian Antono
Kode: -
Label: Harpa Records dan Metrotama Records
Tahun: 1993
Harga (saat rilis): 5.000,-

Album yang dirilis pada april 1993 dengan  mengetengahkan satu lagu baru saja berjudul Terminal ciptaan Iwan Fals yang dinyanyikan Franky Sahilatua duet bersama Iwan Fals, sementara penata musik dikerjakan oleh Ian Antono. Kolaborasi yang melibatkan tiga nama besar ini menjanjikan sebuah kualitas lagu yang bagus, dan terbukti lagu ini berhasil menjadi hits dan abadi hingga sekarang.

Lagunya sendiri bercerita tentang suasana terminal di siang terik dengan berbagai objek fokus didalamnya, diantaranya ada pejalan kaki, jari jari seorang kondektur berdaki, bahkan WC umum pun tak luput dari perhatian, di sela deru suara mesin yang bising ada pencopet kecil mencari sasaran, pedagang kaki lima ramai menjajakan barang, pengemis yang meratap mengharap iba dari orang orang yang lewat. Suasana yang di bangun cukup untuk merasakan bahwa kita sedang berada didalam suasana terminal yang riuh rendah seperti ini. Ian Antono sebagai arranger cukup luwes dan jeli dalam meramu musik, disini musik yang di garapnya tidak murni rock, tetapi sedikit diaduk dengan corak country. Mantap..

Sukses dengan album ini kemudian berlanjut pada kerja sama berikutnya berupa single lagu Orang Pinggiran yang juga di kerjakan oleh mereka bertiga pada tahun 1995 dan untuk kedua kalinya berhasil menjadi hits. Tidak hanya itu di tahun 1998 mereka juga kembali bekerja sama dalam menggarap lagu berjudul ''Dibawah Tiang Bendera'' yang bertujuan untuk iklan layanan masyarakat sebagai himbauan untuk tetap damai, karena pada masa itu Bumi Pertiwi sedang tercabik oleh berbagai kerusuhan saat Reformasi.

Album ini hanya memuat satu lagu baru saja, selebihnya adalah lagu lagu lama milik penyanyi lainnya yang masih dibawah label Harpa Records sebagai pelengkap tracklist, diantaranya ada Bento (Rock Version) dan Pak Tua oleh Rummy Aziez, Jatuh Lagi dan Nyanyian Laut milik Nicky Astria, Gadis Tersesat oleh Grass Rock, Problema Cinta dari Anggun C. Sasmi, terakhir Langit Mendung milik Sawung Jabo. Terminal cukup sering muncul di album kompilasi Iwan Fals maupun Franky Sahilatua dan kompilasi various artist rilisan Harpa Records.







................

Produksi APRIL '93
Terminal
Ciptaan - Iwan Fals
Vocal - Franky Sahilatua
Vocal Tamu - Iwan Fals
Musik - Ian Antono

Tracklist:

Side A
01 Terminal - cipt. Iwan Fals
     vocal - Franky Sahilatua/ Iwan Fals/ Ian Antono
     bac. vocal - Hengky/ Iskandar
02 Bento - cipt. Iwan Fals/ Naniel
     vocal - Bento Group
03 Jatuh Lagi - cipt. Ote Abadi
     vocal - Nicky Astria
04 Gadis Tersesat - cipt. Dayan
     vocal - Grass Rock
05 Nyanyian Cinta - cipt. Franky S.
     vocal - Franky S.

Side B
01 Mereka Ada Dijalan - cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals
02 Pak Tua - cipt. Pitat Haeng
     vocal - Rummy Aziez
03 Langit Mendung - cipt. Sawung Jabo
     vocal - Sawung Jabo
04 Nyanyian Laut - cipt. Iwan Fals/ Sawung Jabo
     vocal - Nicky Astria
05 Problema Cinta - cipt. Kecuk CH/ Yudhie NH
     vocal. Anggun C. Sasmi


Salam...

Jumat, 12 Mei 2017

Bento (Rock Version '93) - Bento Group (1993)

Bento (Rock Version '93) - Bento Group (1993) 

Album: Bento Rock Version
Artist: Bento Group Dkk
Kode: -
Label: Harpa Records dan Metrotama Records
Tahun: 1993
Harga (saat rilis): 5.000,-

Tak ada lagu baru di album kompilasi keroyokan ini, hanya ada lagu lama milik Swami berjudul Bento yang dirubah aransemennya oleh Bento Group menjadi versi rock oktan tinggi. Bento Group sebenarnya bukan group band asli,  hanya sekedar kelompok musisi jam session saja untuk mengaransemen ulang lagu ini. Kemudian pemakaian nama Bento Group lebih kepada faktor keunikannya saja, sepertinya keren memakai nama tersebut sebagai sebuah kelompok band. Selain itu faktor kepopuleran nama Bento yang belum sirna dari ingatan masyarakat juga salah satu faktor pertimbangan agar orang penasaran dan kemudian membeli albumnya. Rummy Aziez adalah orang yang ada di belakangnya sebagai promotor dan penggagasnya, hanya nama beliau saja yang di ketahui sebagai anggota kelompok Bento Group ini, selebihnya inden.

Lagu selanjutnya adalah Pak Tua ciptaan Pitat Haeng (nama samaran Iwan Fals) yang juga dinyanyikan ulang oleh Rummy Aziez, lagu yang awalnya muncul di album Tato milik Elpamas ini tidak mengalami perubahan aransemen yang berarti dari versi awalnya, sama sama enak di simak. Namun nasib lagu yang di nyanyikan oleh Rummy Aziez ini lebih beruntung karena lebih tenar daripada versi aslinya, di sebabkan oleh berbagai hal salah satunya adalah sering ikutan muncul dalam album kompilasi the best Iwan Fals rilisan Harpa Records.

Kedua lagu ini baik Bento versi rock maupun Pak Tua akhirnya berhasil menjadi lagu yang dikenal masyarakat umum, bukan hanya karena lewat satu album ini saja, seperti yang saya utarakan di atas, promosi berkelanjutan karena seringnya ikut nimbrung dalam album kompilasi Iwan Fals maupun album kompilasi various artis yang di rilis oleh label Harpa Records/ SKI. Lagu lainnya sebagai pelengkap tracklist di ambil dari lagu milik Iwan Fals, Sirkus Barock, Sawung Jabo dan Gong 2000. Semua lagu tersebut masih dibawah label Harpa Records.

Rummy Aziez adalah orang yang banyak makan asam garam industri musik tanah air sejak era 80an hingga saat ini masih terus berkarya dan berkarir. Generasi jaman sekarang mungkin banyak yang tidak kenal dengan beliau, wajar saja karena pemberitaan tentang beliau sangat sedikit. Beberapa track recordnya selama ini adalah sebagai nara sumber, pengamat musik, pencipta lagu mulai dari Anggun C. Sasmi sampai era Citra Scholastika/ Inul Daratista, Produser berbagai album seperti Iwan Fals, Inka Cristie. Sutradara berbagai video klip musik dan film. Pengurus PAPPRI (Paguyuban Artis Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Idonesia) pada bidang Hubungan Industri, yang terbaru adalah sebagai A&R Director Suara Sangkar Emas berdiri tahun 2010 sebagai mitra distributor resmi seluruh album yang dijual di gerai waralaba KFC.







...............

Tracklist:

Side A
01 Bento - cipt. Iwan Fals/ Naniel
     BENTO GROUP
02 Besar dan Kecil - cipt. Iwan Fals/ Naniel
     Iwan Fals
03 Ayo Belajar - cipt. Sawung Jabo
     Sawung Jabo
04 Imitasi - cipt. Iwan Fals
     Iwan Fals
05 Anak Setan - cipt. Sawung Jabo
     Sirkus Barock

Side B
01 Rindu Damai - cipt. Ian Antono/ Ali Akbar
     Gong 2000
02 Badut - Sawung Jabo
     Sawung Jabo
03 Panggilan Dari Gunung - Iwan Fals
     Iwan Fals
04 Pak Tua - cipt. Pitat Haeng
     Rummy Aziez
05 Alamatnya Terlupa - cipt. Sawung Jabo/ Rendra
     Sirkus Barock


Salam...

Kamis, 11 Mei 2017

Pagi Putih - Jubing Kristianto (2015)

Pagi Putih - Jubing Kristianto (2015) 

Album: Pagi Putih
Artist: Jubing Kristianto
Kode: IMCCD 20082
Label: IMC Duta Record
Tahun: 2015
Harga (saat rilis): 70.000,-

Setelah merilis Kaki Langit di tahun 2010, Jubing memiliki jeda yang panjang untuk merilis album Pagi Putih ini, biasanya setiap tahun selalu merilis album yaitu 2007, 2008, 2009 dan 2010. Jeda yang panjang tersebut disebabkan oleh berbagai faktor antara lain kesibukan beliau dan kondisi industri rekaman fisik yang semakin tak pasti.

Album ini launching tanggal 3 Maret 2016 di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah Selatan, awalnya tidak ada niat untuk merilis dalam format fisik, hanya dijual format digitalnya saja. Namun setelah melihat banyak peminat rilisan fisik akhirnya Jubing mengusahakannya untuk dirilis dalam format fisik. Memang menurut saya pribadi pun ''lebih marem'' jika ada format rilisan fisik dari pada hanya sekedar memiliki format digitalnya saja, meskipun itu beli lewat jalur resmi sekalipun.

Pagi Putih sendiri berkisah tentang imaji akan suasana pagi yang sejuk, aroma khas pagi, embun, dedaunan, pepohonan, suasana dingin, menyegarkan. Untuk komposisi lagu ciptaan Jubing sendiri ada lima lagu. Warna berbeda yang ditawarkan kali ini adalah adanya Jubing membawakan ulang dari khazanah musik klasik seperti Sound Of The Bells, Salut D' Amor, Romance dan Hungarian Dance No. 5. Ada juga komposisi lagu lawas milik pianis Scott Joplin berjudul The Entertainer, versi asli lagu tersebut adalah memakai piano dan Jubing menggantinya menggunakan gitar.

Yang unik adalah jika menyebut Moliendro Cafe banyak diantara kita yang tidak faham itu adalah lagu apa, nah tetapi jika menyebut Kopi Dangdut pasti faham bukan..?? Ya, Kopi Dangdut adalah lagu yang di jiplak dari Moliendro Cafe milik Jose Manzo Perroni berkebangsaan Venezuela. Lagu daerah dan anak anak juga tetap di masukkan walau masing-masing hanya satu komposisi lagu yaitu Gethuk milik Manthous dan Naik Naik Ke Puncak Gunung dengan dua versi permainan gitar. Sementara lagu Sisa Bintang, Jubing mengiringi penyanyi wanita bernama Reda Gaudiamo.

Untuk lebih lengkapnya, mari disimak saja album keren ini, sejuta kata kata tak akan mampu untuk mengungkapkannya...

Thanks mas/ abang/ uda/ om Jubing atas karyamu, jangan lelah menemani kami dengan gitarmu.. 😍










....................................

Tentang Pagi Putih

Dengan mengucap syukur pada Tuhan YME, akhirnya lahir juga album gitar ke-5 ini, Apa beda ''Pagi Putih'' dari album album terdahulu? Misinya masih sama; menunjukkan betapa luar biasanya gitar sebagai instrumen tunggal. Hanya di track 10 dan 16 saya menggunakan dua gitar. Selebihnya satu gitar tanpa ''over dubb''

Hal baru tetap ada, antara lain ada empat karya dari khazanah musik klasik ataupun gitar klasik (track 7, 11, 14, 15). Kenapa? Hiruk-pikuk musik yang sekarang berkeliaran di sekitar kita sebagian besar berakar dari musik klasik. Dengan mengenal musik klasik, wawasan dan apresiasi kita terhadap musik akan meningkat.

Selain dalam bentuk CD, Anda bisa mengunduh album ini lewat I-Tunes. Untuk pemesanan CD dapat menghubungi IMC Records di www.facebook.com/IMCRecords.

Tetap dukung karya seniman musik Indonesia dengan membeli rekaman aslinya.
Semoga album baru ini bisa membahagiakan siapa pun yang mendengarnya.

Jakarta, 22 Juni 2015
Jubing Kristianto.

Produser Pelaksana - Jubing Kristianto/ Wandy Gaotama
Produksi dan Distribusi - PT. IMC Duta Record
Direkam di - Studio XV Jln. Musi 15. Jakarta Pusat
Operator Rekam - Adji ''studio XV''
Mixing dan Mastering - Leonard ''Nyo'' Kristianto Studio XV
Gitar - Yamaha NCX 900-FM (oleh Yamaha Musik Indonesia)
Senar - Hannabach 815-MT (oleh Dempo Musik Surabaya)
Vokalis (track 6) - Reda Gaudiamo
Busana dan Penata Gaya - Syahrindra Sofyan
Rias Wajah dan Rambut - Rosalia Setiawan
Fotografi - Rony Billbery
Desain Grafis - Vanda Yulianti
Diproduksi dan Diedarkan oleh - IMC Record
Promosi Multimedia - Oscar Satria
Booking Contact: jubingkristianto@gmail.com/ facebook: jubingkristianto

....
Tracklist:

01 Meliandro Cafe - H. Blanco/ J. Perroni
02 Pagi Putih - Jubing
03 Gethuk - Manthous
04 Naik Naik Kepuncak Gunung - NN
05 Don't Stop Me Now -F. Mercury
06 Sisa Bintang - Ivan Haris. feat - Reda Gaudiamo
07 Sound Of The Bells - J. Pernambuco
08 Make A Wish - Jubing
09 Neko-chan - Jubing
10 Fish and Chips - Jubing
11 Salut D'Amour - E. Elgar
12 The Entertainer - S. Joplin
13 Riversong - Jubing
14 Romance - J. K. Mertz
15 Hungarian Dance no.5 - J. Brahms
16 Naik Naik Kepuncak Gunung - NN (dua gitar)


Salam...