Thursday, September 29, 2016

CD Koleksi Terlengkap vol.3 - Ebiet G. Ade (2016)

CD Koleksi Terlengkap vol.3 - Ebiet G. Ade (2016)

Album: CD Koleksi Terlengkap vol.3
Artist: Ebiet G. Ade 
Kode: ARD 0280
Label: ARS Records 
Tahun: 2016
Harga (saat rilis): 60.000,-

ARS Records adalah label baru dengan spesialisasi merilis ulang album lama musisi Indonesia dalam bentuk kompilasi/ the best, lagu lawas tersebut biasanya berstatus evergreen atau masih enak di nikmati di masa sekarang walau lagu tersebut telah dirilis puluhan tahun yang lalu. Penggemar musik lawas mungkin bisa sedikit berbahagia dengan adanya label ini, sangat membantu sekali mendapatkan koleksi lagu lama dengan sound yang selayaknya, dahulu label ini bagian dari Musica Studio's selanjutnya memilih untuk berdiri sendiri terpisah dari label induk.

Nama 'Koleksi Terlengkap' salah satu andalan dari label ARS dalam merilis album kompilasi, banyak sudah musisi/ penyanyi yang dirilis dengan judul ini, seperti menjadi sebuah brand bagi label tersebut, sama  halnya ketika melihat kompilasi Best Of The Best era 2000an sudah dipastikan itu adalah milik Musica atau ketika melihat kompilasi The Very Best Of sudah pasti milik GNP Records.

Untuk Koleksi Terlengkap vol.3 Ebiet G. Ade ini sendiri baru dirilis bulan Juni/ Agustus 2016, berjarak tiga tahun dari volume 2 nya, berarti telah ada 3 seri album Ebiet dengan judul 'Koleksi Terlengkap' yaitu Vol.1 dan Vol.2 masing masingnya berformat double disc. Sepertinya baru Ebiet sendiri yang di rilis sampai dengan volume tiga, umumnya musisi/ penyanyi lainnya dirilis satu seri saja dan tak ada sambungannya. Mungkin peminatnya masih antusias untuk membeli sehingga label memutuskan untuk merilis vol.3 nya, jika respon pasar bagus bisa saja nanti di lanjutkan menjadi vol.4 dan seterusnya (ngarep_hehe) semoga saja.

Tidak seperti vol.1 dan 2, vol.3 ini dirilis format CD saja, tanpa format DVD karaoke. Untuk lagu didalamnya sangat beragam, banyak lagu yang tak pernah masuk pada rilisan album kompilasi lainnya masuk disini seperti Kita Hanya Bidak Bidak Catur, Doa Sepasang Petani Muda, Puisi Bulan Madu, Catatan Seorang Penyair, Mimpi Mimpi Yang Kandas dan satu lagu favorit saya juga disertakan disini, sangat susah mencari format digitalnya dengan kualitas bagus, lagu tersebut adalah Dendang Kita Bersama. Output Audio yang dihasilkan dari CD ini sangat mantaplah, lumayan jernih.

Di era yang seperti ini, nasib rilisan fisik yang ga jelas dan masih ada label yang mau memanjakan kita dengan merilis album musisi favorit, harus di apresiasi dan di acungi jempol, thanks...!!!












.....................................
Tracklist CD:

Disc 1
01 Camellia 4
02 Dia Lelaki Ilham Dari Surga
03 Cita Cita Kecil Sianak Desa
04 Hidup 1
05 Saksikan Bahwa Sepi
06 Kontradiksi Didalam
07 Jakarta II
08 Frustasi
09 Dzaffin
10 Seruling Malam
11 Hidup II
12 Hidup III
13 Ada Yang Tak Mampu Kulupa
14 Kita Hanya Bidak Bidak Catur
15 Kugandeng Tangan GaibMu

Disc 2
01 Kapankah Kita Kan Berlabuh
02 Doa Sepasang Petani Muda
03 Yang Telah Selesai
04 Dua Menit Ini Mistery
05 Taubat
06 Hidup V
07 Nyanyian Siang Dan Malam
08 Puisi Bulan Madu
09 Nyanyian Rindu Untuk Ibu
10 Catatan Seorang Penyair
11 Ayah Aku Mohon Maaf
12 Mimpi Mimpi Yang Kandas
13 Nyanyian Pendek Buat Anak Manis Berambut Panjang
14 Dendang Kita Bersama
15 KepadaMu Aku Pasrah
*semua lagu ciptaan Ebiet G. Ade


Salam..

Wednesday, September 28, 2016

Partai Bonek (album kompilasi) - Iwan Fals, Kantata & Swami (HP/ AIRO/ Musica Studio's 2004)

Partai Bonek (album kompilasi) - Iwan Fals, Kantata & Swami (HP/ AIRO/ Musica Studio's 2004)

Lagu Partai Bonek sebagai judul album dan lagu unggulan dalam album kompilasi ini, merupakan salah satu lagu dari album Kantata Revolvere yang dirilis pada tahun 1999 saat masih hangat hangatnya era Reformasi. Lagu tersebut masih sangat aktual untuk kondisi saat ini, sehingga saat menjelang pemilu 2004 album kompilasi ini di rilis dengan mengandalkan lagu tersebut sebagai unggulan, alasan lainnya adalah judul tersebut lebih menarik. Lagunya sendiri bercerita atau menyinggung soal fenomena ramai bikin partai dengan modal tokek, semua mau jadi presiden, presiden tanpa rakyat, sementara mastodon sibuk berebut kursi tak ada yang peduli. Selebihnya adalah lagu kompilasi yang diambil dari album Swami 1 & 2, Kantata Takwa, Kantata Samsara dan Kantata Revolvere.

Album ini dirilis oleh label HP Record bekerja sama dengan Musica Studio's sebagai penyalur dan AIRO Records selaku pemilik master. Untuk soundnya sangat jernih terutama untuk versi format CD. Kompilasi Partai Bonek ini merupakan seri ke tiga, sekitar tahun 2000 hingga 2005 ada sekitar 9 seri kompilasi seperti ini yang dirilis oleh label HP Record beberapa diantaranya adalah Anak Zaman, Kesaksian, Best Of Rock, Best Of Rock Ballad, 14 Best Iwan Fals Swami Kantata, dan Confilation Album Iwan Fals Takwa.


Format CD
..........................
Album: Partai Bonek 
Artist: Iwan Fals, Kantata & Swami
Kode: HPCD 0148
Label: HP Records, Airo Records & Musica Studio's
Tahun: 2004
Harga (saat rilis): -







Format CD rilisan Malaysia
..........................
Album: Partai Bonek 
Artist: Iwan Fals, Kantata & Swami
Kode: RITMA 51357-62432
Label: Ritma & Insictech Musicland Sdn. Bhd.
Tahun: 2004
Harga (saat rilis): RM.12,90







Tracklist CD:
01 Partai Bonek
02 Kebaya Merah
03 Kesaksian
04 Panji Panji Demokrasi
05 Bongkar
06 Anak Zaman
07 Orang Orang Kalah
08 Koran Koranku
10 Hio
11 Badut


Format KASET
..........................
Album: Partai Bonek 
Artist: Iwan Fals, Kantata & Swami
Kode: HPM0346
Label: HP Records, Airo Records & Musica Studio's
Tahun: 2004
Harga (saat rilis): 18.000,-








............................
Artis & Musisi

Setiawan Djody
Iwan Fals
Jockie S.
Sawung Jabo
WS. Rendra
Nanoe
Innisisri
Naniel
Totok Tewel

Executive Producer - Setiawan Djody
Production - PT. Multi Setdco Stupa (Airo Record)
Studio Record - Gin Studio

Tracklist KASET:

Side A
01 Partai Bonek (Revolvere)
     cipt. Jockie S./ S. Djody/ S. Jabo
02 Gelombang Pembebasan (Revolvere)
     cipt. Jockie S./ S. Jabo
03 Kebaya Merah (Swami)
     cipt. Iwan Fals
04 Kesaksian (Takwa)
     cipt. WS. Rendra/ Iwan Fals/ Jockie S./ S. Jabo
05 Panji Panji Demokrasi (Samsara)
     cipt. S. Jabo
06 Bongkar (Swami)
     cipt. Iwan Fals/ S. Jabo
07 Anak Zaman (Samsara)
     cipt. S. Jabo
08 Orang Orang Kalah (Takwa)
     cipt. S. Djody/ Jockie S.

Side B
01 Rog Rog Asem (Swami)
     cipt. Naniel
02 Koran Koranku (Swami)
     cipt. Jockie S.
03 Hio (Swami)
     cipt. S. Jabo
04 Badut (Swami)
     cipt. Iwan Fals/ S. Jabo/ Naniel
05 Walah Walah (Revolvere)
     cipt. Jockie S./ S. Jabo
06 Cinta (Swami)
     cipt. Iwan Fals/ S. Jabo/ Naniel
07 Kantata Bellavita (Revolvere)
     cipt. Jockie S./ WS. Rendra


Salam....

Tuesday, September 27, 2016

Otak Lelaki - Gong Dolly Gong feat. Sawung Jabo (2005)

Otak Lelaki - Gong Dolly Gong feat. Sawung Jabo (2005) 

Album: Otak Lelaki
Artist: Gong Dolly Gong
Kode: HQR-P00305
Label: HAQI Record
Tahun: 2005
Harga (saat rilis): 18.000,-


Di album ini Sawung Jabo lebih kepada berada dibalik panggung daripada menjadi frontman, beliau menjadi pengarah, menulis lirik dan melodi dasar. Kemudian aransemen finalnya di tentukan sendiri oleh group musik yang terdiri dari barisan anak muda berbakat berasal dari Surabaya ini.

Bukan Sawung Jabo namanya kalau musiknya mainstream, project ini juga bertujuan untuk mengeksplor kekayaan musik daerah Jawa Timur seperti Gamelan, Hadrah, Kempul Banyuwangi dipadu dengan unsur Rock. Liriknya juga boleh dibilang rada berani, menyingkap segala sisi Gang Dolly yang legendaris itu ke dalam lagu dari berbagai sudut pandang, tujuan awalnya adalah sebagai soundtrack teater dengan judul Dollywood, namun pada perkembangan selanjutnya lagu lagu tersebut kemudian di kumpulkan dan di rilis menjadi album pertama Gong Dolly Gong, yang jelas ini bukan konsumsi semua umur. Pada cover pun bisa kita lihat bagaimana gambaran isi dalam album ini, ada gambar sketsa otak yang jika diperhatikan lebih seksama maka akan lebih jelas maksudnya apa, klop dengan judul album ini.

Hanya satu lagu yang dinyanyikan oleh Jabo yaitu pada lagu ''Tergusur'' bercerita mengapa harus ada orang yang tergusur, terjungkir, tersingkir, terkubur, tentang kearifan memandang diri sendiri, bercermin pada kaca batin, kemudian berhenti berfikir bahwa dirimu yang terbaik. Sebuah pesan yang positif, bahwa jangan selalu berfikir bahwa aku yang terbaik, lebih baik merunduk melihat ke bumi, gunakan hati nurani.












..............................
Gong Dolly Gong

Matur Tenkyu boeat:
Sawung Jabo, Suzan Piper, Totok Tewel, Edi Darome, Innisisri, Anto Baret, Tondik, Kurt & Oppie, Bang Qomar, Arief Sukmahadi (Oppie), Naniel C. Yakin, Tompel, Jangan Asem, Macan, Dadoo, All Size, Nettocoustic, Boomerang & Crew, Power Metal, Irwan Natural, Firman Anane, Rellamart, Netty, Kambing, Ajib, Ambon, Mahar, Practica Studio, Pithik Walik Studio, STKW, Taman Budaya Surabaya, Balai Pemuda Surabaya, DKS, DKJT, BMS, Sanggar Pecantingan Sidoarjo, Joglo Jago Yogyakarta, Rumah Nusantara Bandung, Wapres Bulungan, Bengkel Teater Rendra, Network Audio, Parsi Jatim, Arif Affandi, Joko Irianto, Heri Lentoh & Gank, Cak Arif-Ning Yuni, Cak Sakran-Ning Tutik, Cak Sakek, Cak Rie, Bambang John, Kel.bes.KAAS, Arek2 Dollywood, Toro & Sri Sda, Mapalas, Konco2 pers baik media cetak & elektronik.
Serta konco, doeloer kabeh sak Indonesia Raya yang gak disebut disini..
Suwun cuuuookkk...!!

Distributed by - HAQI Record

Alfred - Vokal
Sari - Vokal
Ipoul - Gitar
Gatuk - Gitar
Ucok - Biola
Boz - Bass
Yon - Drum/ perkusi
Angga - Drum/ perkusi
Wandi - Saron/ terbang
Handhy - Saron/ terbang
Djoko - Saron/ terbang
Wawan - Kendang/ terbang

Doeloer tuwo - Sawung Jabo - Vokal/ gitar

Dibantu:
Firman Anane - Cello
Rellamart, Netty - Nyanyi latar

Rekam - Natural Studio by Irwan
Mixing - A System by Andy Ayunir
Mastering - Musica Mastering by Tonny Hawaii
Eksekutif Produser - Haqi Record
Produser - Boz
Pimpinan Produksi - Suherman
Art desain - Arif Kambing

Tracklist:

Side A
01 Mat Pleki Kaing-Kaing
02 Otak Lelaki
03 Marah dan Marah
04 Bersemilah
05 Beri Aku Matahari
06 Api, Air, Angin

Side B
01 Bangong Sang Gigolo
02 Senja Hari
03 Tetek Bengek
04 Rembulan Satu Lagi
05 Tergusur


Salam...

Monday, September 26, 2016

Camellia 4 - Ebiet G. Ade (Jackson Records 1980)

Camellia 4 - Ebiet G. Ade (Jackson Records 1980)

Album: Camellia 4
Artist: Ebiet G. Ade 
Kode: -
Label: Jackson Records & Tapes
Tahun: 1980
Harga (saat rilis): - 

Album yang dirilis pada tahun 1980 dan menjadi album seri terakhir dari tetralogi Camellia, untuk  album selanjutnya Ebiet G. Ade memilih nama lain sebagai judul album. Postingan sebelumnya juga telah membahas album ini yaitu versi rilisan ulang Musica Studio's + ulasan artikel lebih lengkap tentang album ini ada DISINI dan ulasan format CD rilisan Malaysia ada DISINI.

Ada beberapa perbedaan mendasar antara rilisan awal dan rilisan setelahnya, terutama sekali pada cover bagian dalam rilisan awal terdapat beberapa foto Ebiet G. Ade muda, menurut admin ini cukup menarik dan tidak akan kita temukan pada versi rilisan setelahnya yang memiliki desain lebih simpel, covernya juga mengalami penyeragaman menjadi dominan putih dan tidak terdapat gambar tambahan pada cover dalamnya.

Sama seperti album Camellia 3 tidak semua musisi yang terlibat dicantumkan pada credit title, hanya ada tiga nama saja yaitu Ebiet G. Ade sendiri, Billy JB dan R. Tony Suwandi. Kali ini penggarapan album ini dilakukan di luar negeri, baik rekaman dasar maupun mixing dan mastering, tepatnya di studio ''Cinema Audio'' Philipina dan para pemain musik maupun orkestrasi dialbum ini juga menggunakan musisi dari negara Philipina tersebut, seharusnya dicantumkan saja siapa saja musisi Philipina yang berkontribusi didalam credit title album ini sehingga nama nama tersebut tidak menjadi misteri hingga saat ini.














............................
Ebiet G. Ade
Album ''C A M E L L I A  I V''

Warna vokal, lirik dan lagu Ebiet G. Ade sudah begitu dikenal para penggemar musik di negeri ini dan sekaligus menjadi ciri khas yang tidak dipunyai oleh penyanyi lain. Setidaknya, Ebiet telah memberikan andil yang cukup besar untuk memajukan cita rasa musik pop Indonesia.
   Seperti pada album ''Camellia III'', lagu-lagu yang ada pada kaset inipun proses rekamannya dilakukan di luar negeri yaitu di studio ''Cinema Audio'', Manila Philipina. Para pengiring musiknya pun dari negara tetangga tersebut yang diperkuat oleh Billy Y. Budiarjo (music director) dan Ebiet sendiri pada gitar akustik.
   Musisi Philipina yang mendukung lagu-lagu ciptaan Ebiet ini sudah terbilang kawakan di negerinya. Mereka pernah mengiringi top artis Philipina berkaliber internasional seperti Freddy Aguilar. Sebagian besar dari lagu-lagu yang terdapat pada album ini merupakan hasil ciptaan Ebiet di tahun 1980, yang terlama adalah ''Camellia IV (1976)''. Ini membuktikan bahwa judul ''Camellia'' dalam empat serie itu bukanlah sekedar mengada ada. Ebiet sudah jauh sebelumnya menciptakan lagu-lagu dengan judul nama kekasihnya yang telah tiada itu, dan ''Camellia'' yang sekarang merupakan yang terakhir. Jelasnya, untuk rekaman-rekaman berikutnya (Insya Allah) akan menggunakan judul yang lain.
    Diharapkan, dengan pengalaman yang kedua kalinya rekaman di studio rekaman dengan musisi luar negeri yang sama, dapat mencapai hasil lebih sempurna lagi. Silahkan anda nilai sendiri !.
    Dua lagu di album ini yaitu ''Titip Rindu Buat Ayah'' dan ''Seberkas Cinta Yang Sirna'' sudah pernah di bawakan Ebiet dalam acara ''Telerama'' TVRI tahun 1980, diperkirakan akan menjadi hit !.
    Thema cinta nampaknya mendominir rekaman Ebiet yang ke empat ini dan di tandai pula oleh satu lagu dengan puisi terpendek ''Dua Menit Ini Mistery'' dan merupakan lagu ciptaannya yang terbaru (akhir 1980). Isi liriknya begitu mencekam, interprestasinya mungkin masih ada hubungannya dengan ''Camellia''...
    Hanya Ebiet yang tahu...


........
Puisi & Lagu - Ebiet G. Ade
Aransemen Musik - Billy J. Budiarjo & Ebiet G. Ade
Kecuali Lagu ''Titip Rindu Buat Ayah'' - R. Tony Suwandi
Design Cover/ Photo - Ivan Hariyanto, Surisman Marah
Rec. Engineer - Edwin Luna

Fans Adress
Ebiet G. Ade
C/O Jackson Records & Tapes
PO. BOX. 1090 JKT. Kota

Tracklist:

Side A
01 Nyanyian Rindu (Buat PM, Agustus 1980)
02 Camellia IV/ Requim (Februari 1976)
03 Titip Rindu Buat Ayah (Jakarta, Juni 1979)
04 Nyanyian Pendek Buat Anak Manis Berambut Panjang
     (Agustus 1980)
05 KepadaMu Aku Pasrah (Yogyakarta, Juli 1978)

Side B
01 Jakarta II (Mei 1980)
02 Dua Menit Ini Mistery (November 1980)
03 Doa Sepasang Petani Muda (Yogyakarta 1979-Kemarau 14 Bulan)
04 Seberkas Cinta Yang Sirna (Medio Desember 1979)
05 Senandung Jatuh Cinta (Buat PM, Agustus 1980)


Salam...

Saturday, September 24, 2016

Sore Tugu Pancoran - Iwan Fals (1985)

Sore Tugu Pancoran - Iwan Fals (1985)

Album: Sore Tugu Pancoran
Artist: Iwan Fals
Kode: MSC 7461
Label: Musica Studio's
Tahun: 1985
Harga (saat rilis): - 

Sore Tugu Pancoran, begitulah judul album yang dirilis pada tahun 1985 ini. Lagu yang juga dijadikan judul album ini bercerita tentang seorang anak kecil (sebut saja Budi) yang berjualan harian koran sore dari senja hari hingga malam menjelang dengan segala suka dukanya, mencari beberapa receh uang sekedar melanjutkan hidup membantu orang tua dan biaya sekolahnya. Sedikit potret kusut sudut kota besar dengan segala problemanya. Musik orkestrasi yang digarap oleh Willy Soemantri di lagu ini sangat pas dengan lirik lagunya, perpaduan yang cukup membawa kita ikut menundukkan kepala bersimpati kepada mereka yang tidak seberuntung ''KITA..''

Ujung Aspal Pondok Gede salah satu lagu anthem Iwan Fals yang kuat juga, sama dengan lagu Sore Tugu Pancoran, masih berhias orkestrasi yang menghanyutkan, bercerita tentang penggusuran warga Pondok Gede era 1984-1985an, ''....tersentuh sebuah rencana tentang serakahnya Kota'' begitu potongan liriknya. Desa yang damai dan asri tersebut harus digusur oleh pemerintah demi pengembangan kota yang entah untuk siapa, dengan ganti rugi yang mungkin tidak sebanding, mereka harus pergi mencari tempat dan kehidupan lainnya.

Damai kami Sepanjang Hari lagu berkisah tentang keluarga kecil yang bahagia, doa dan harapan semoga selamanya selalu begitu hendaknya. Lagu ini juga dijadikan sebagai judul film dengan Iwan Fals sebagai tokoh utamanya, bercerita tentang kehidupan keluarga kecil yang didera berbagai persoalan, Iwan Fals sebagai anak tertua di dalam film tersebut mencoba mengatasi hal tersebut, namun tak mudah banyak tantangan yang harus dihadapi. Di album ini potongan lirik ''...gurauan Istri dan Anakku'' demi keperluan film diganti menjadi ''...dengar canda Adik-adikku'' kemudian ''..antarkan segelas kopi susu'' dirubah menjadi ''..antarkan segelas kopi'' saja.

Untuk lagu lain sebenarnya sama bagusnya, hanya saja tiga lagu diatas adalah top hits dari album ini sehingga rasanya perlu diulas agak sedikit. Hal yang menarik lainnya tentang album ini adalah rancangan desain covernya yang digarap oleh Boedi Soesatio dan Photographer oleh Judo Salmun, cover depan gambar Iwan Fals berpose bersama ''si Budi'' penjual koran kemudian cover dalam gambar suasana Tugu pancoran atau nama lainnya Tugu Dirgantara dicapture pada masa yang sama, tempat dimana Iwan Fals mendapatkan inspirasi untuk menulis lagu tersebut. Pada rilisan kaset periode setelahnya yaitu era 90an kemudian 2000an desain cover dalam yang seperti ini sudah tidak bisa ditemukan lagi hanya teks lagu saja yang tertinggal, telah dipangkas dengan berbagai pertimbangan. Padahal dari cover tersebutlah kita bisa melihat siapa saja yang ikut membantu pengerjaan albumnya.










.....................
Sore Tugu Pancoran

Musisi:
Willy Soemantri - Penata musik, accoustic & electric guitar
Anto - Penata suara, perkusi
Sofyan Aldin - Bass
Norman - Drums
Arman Marah - Keyboards
Wachid Adjie - Solo Biola
Didiet - Banjo, Mandolin
Suriati Supilin, Suyin, Edo Braseros, Kwang Chu - Violins
Iwan Fals - Vocal, harmonica

Grafis - Boedi Soesatio
Photographer - Judo Salmun

.....
Tracklist:

Side A
01 Sore Tugu Pancoran
     cipt. Iwan Fals
02 Aku Antarkan
     cipt. Iwan Fals
03 Ujung Aspal Pondok Gede
     cipt. Iwan Fals
04 Tince Sukarti Binti Machmud
     cipt. Iwan Fals
05 Yang Tersendiri
     cipt. Tommy Marie

Side B
01 Angan & Ingin
     cipt. Oddie Agam
02 Berapa
     cipt. Iwan Fals
03 Aku Antarkan
     cipt. Iwan Fals
04 Damai Kami Sepanjang Hari
     cipt. Iwan Fals
05 Intermezo
     cipt. Iwan Fals
06 CIK
     cipt. Iwan Fals


Salam...

Thursday, September 22, 2016

20 Karya Emas - Doel Sumbang (2006)

20 Karya Emas - Doel Sumbang (2006) 

Album: 20 Karya Emas
Artist: Doel Sumbang
Kode: TCZ 1080
Label: Blackboard & EMI Indonesia
Tahun: 2006
Harga (saat rilis): 14.000,-

Rilisan awal album kompilasi ini seperti yang tertera pada covernya yaitu tahun 2001, setelah label Blackboard di akuisisi oleh label EMI album ini tetap dirilis dengan cover yang sama, sedikit perubahannya seperti penambahan label EMI pada cover kemudian perubahan tulisan ''dilarang mengcopy dst.. tanpa izin EMI Indonesia''. Untuk sound masih sama dengan rilisan awalnya.

Berisi kumpulan lagu the best Doel Sumbang dari berbagai albumnya, mulai dari lagu cinta yang meledak di era 90an seperti Malioboro, Kalau Bulan Bisa Ngomong, Arti Kehidupan dll, sampai dengan lagu bengal kocak era lama beberapa diantaranya juga dimasukkan disini seperti Aku Tikus & Kucing, Ceu Romlah, Martini, Didi Benjol, lumayan masih bisa membuat tersenyum hingga sekarang ketika mendengarnya. Awal mendengar album kompilasi ini ketika berada dirumah teman tahun 2004an, wah asik juga nih, baru sekitar tahun 2007 menemukan kembali secara tak sengaja di emperan toko kaset kecil di Pasar Raya kota Padang. Salah satu kaset yang memorable, menemani hari hari selama di kostan.








......................
Tracklist KASET:

Side A
01 Ema
02 Rindu Aku Rindu Kamu
03 Malioboro
04 Kalau Bulan Bisa Ngomong
05 Somse
06 Aku Cinta Kamu
07 Dor Dar
08 Ular Tangga
09 Bulan Kemah
10 Arti Kehidupan

Side B
01 Aku Tikus & Kucing
02 Ceu Romlah
03 Martini
04 Tek Kotek Kotek
05 Didi Benjol
06 Tono Yang Tini
07 Cuma Kamu
08 Laut
09 Bulan Batu Hiu
10 Cinta Di Super Market


Salam..

Thursday, September 15, 2016

Camellia 3 - Ebiet G. Ade (Jackson Records 1980)

Camellia 3 - Ebiet G. Ade (Jackson Records 1980)

Album: Camellia 3
Artist: Ebiet G. Ade 
Kode: -
Label: Jackson Records & Tapes
Tahun: 1980
Harga (saat rilis): -

Album ini berhasil melambungkan banyak hits yang menjadikan Ebiet G. Ade makin kuat bercokol di industri musik tanah air, selain lagu Camellia III, ada lagu Elegi Esok Pagi, Sepucuk Surat Cinta dan Untukmu Kekasih. Belum lagi ditambah dengan dua hits besarnya yang bertema sosial dalam lagu Dosa Siapa, Ini Dosa Siapa dan Kalian Dengarkah Keluhanku. Ada kata sambutan yang lumayan panjang didalam cover album ini, berisi penjelasan secara umum proses penggarapan album Camellia III yang ditulis oleh pihak label Jackson Records.

Kaset album Camellia III yang dirilis pada tahun 1980 ini masih tetap menghasilkan sound yang jernih hingga saat ini, tidak kalah dengan rilisan ulangnya atau versi rilisan CD. Pemilihan bahan yang berkualitas tentunya sangat mempengaruhi ketahanan hingga bertahan sampai berdekade lamanya, sedikit perawatan pada pita kasetnya dan ditambah player pemutar kaset yang selayaknya akan menghasilkan sound jernih seperti format CDnya.

Credit title pada cover album ini tidak memuat semua musisi yang ikut berkontribusi dalam pembuatan album ini, hanya nama Billy JB. dan Ebiet G. Ade saja yang tercantum di dalamnya, mungkin saja formasinya masih tidak jauh beda dengan musisi yang membantu dalam album Camellia sebelumnya.

Pada postingan sebelumnya juga telah membahas album ini, yang merupakan versi rilisan ulang oleh label Musica Studio's pada tahun 1993, ulasan + artikel lengkap pembahasan masing masing lagunya ada DISINI. Rilisan label Jackson Record ini tetap menjadi pilihan utama untuk dikoleksi karena beberapa alasan, salah satunya adalah rilisan awal memiliki kesan lebih klasik dan terdapat beberapa perbedaan dengan versi setelahnya. 












...............................

Ebiet G. Ade
Album CAMELLIA III

Dalam gemuruhnya ekspansi musik pop di tanah air, muncul wajah baru yang mengumandangkan kreasi barunya, Ebiet G. Ade si penyair Yogya yang mencoba memusikalisasikan puisi puisinya. Melalui lagu Ebiet yakin bahwa puisi akan lebih komunikatif dan cepat di terima masyarakat. Ternyata suguhan Ebiet lewat album ''Camellia''nya telah memberikan apa yang didambakan publik pop. Kedua albumnya ''Camellia I'' dan ''Camellia II'' telah sukses melampaui kesuksesan album album lainnya yang pernah sukses, yang merupakan rekor dalam sejarah musik pop di tanah air, maka tak heranlah kalau hasil karyanya dapat tembus ke seluruh lapisan masyarakat di tanah air. Dengan konstruksi musik yang mantap, hasil garapan pengaransir muda Billy J. Budiardjo telah tercipta warna musik ''khas Ebiet G. Ade''. Kedua anak muda ini memang sulit di pisahkan, saling mengikat dalam karya cipta.
   Kini Ebiet kembali datang lewat album barunya ''Camellia III'', kesuksesan yang telah diperolehnya telah menuntut kerja keras agar dapat mempertahankan apa yang telah didapat dengan kreasi yang lebih baik. ''Camellia'' nama yang tak pernah luntur dihati Ebiet. Dalam album inipun Ebiet tetap menggunakan judul yang sama, kenangan saat bersamanya telah di tuangkan Ebiet dalam lagu ''Camellia III''.
   Dalam album ini, vocal dan musiknya lebih matang, di tunjang pula dengan puisi yang mantap menggugah. Tidak saja unsur cinta, tapi segi sosial dan agama pun tidak luput dari sudut pandang Eiet. Coba simak lagu ''Kalian Dengarkah Keluhanku ?'' mengisahkan seseorang yang baru kembali dari ''Pengasingan'', demi terhenti tangis anaknya dan keluh ibunya, ia coba tawarkan nama, tapi apa yang di dapat?? semua mata memandangnya curiga, seperti hendak menguliti jiwanya, apakah sudah tak ada lagi tempat baginya? sedangkan Tuhan sang pencipta, dengan sinar mataNya yang lebih tajam dari matahari tak hendak menghukum dan menerima taubat hambaNya. Memang begitulah kenyataannya.
   Kisah lainnya, duka seorang ibu atas kehadiran anaknya terlahir menanggung noda. ''Dosa  Siapa, Ini Dosa Siapa?'' jawabnya ada di relung hati, begitu tutur Ebiet lewat puisinya. Puisi dan lagu ''Elegi Esok Pagi'' mengingatkan kita pada album perdananya ''Lagu Untuk Sebuah Nama''. Dalam album ini, Ebiet mengutarakan kebosanan bercumbu dengan bayang bayang dan mengharapkan suatu kenyataan bukan hanya mimpi diatas mimpi. Tentunya anda sependapat dengan Ebiet.
   Dalam lagu ''Lolong'' warna vocal Ebiet terdengar lebih mantap dan bersih, itupun di akui Ebiet ''Saya puas membawakan lagu Lolong'', dengan hanya di iringi gitar, lagu tersebut menjadi hidup dan syahdu di dengar, khas Ebiet lebih dominan. Begitu pula lagu ''Saksikan Bahwa Sepi'', perpaduan petikan harpa dengan ketukan piano menambah manisnya lagu tersebut. Tidaklah berlebihan kalau dinyatakan bahwa hampir semua lagu di dalam album ini mempunyai keistimewaan dan warna tersendiri, tapi tidak lepas dari ciri khas Ebiet G. Ade
   Silahkan anda simak dan nikmati.



 .... 

Puisi & Lagu - Ebiet G. Ade
Aransemen musik - Billy JB
Rec. Engineer - Edwin Luna, Dindo

Fans Adress
Ebiet G. Ade
C/O Jackson Records & Tapes
PO. BOX. 1090
JKT Kota

Tracklist:

Side A
01 Elegi Esok Pagi (yogyakarta, 1980)
02 Camellia III (jakarta, 1976)
03 Dosa Siapa Ini Dosa Siapa (yogyakarta, 1980)
04 Kalian Dengarkah Keluhanku? (yogyakarta, 1978)
05 Sepucuk Surat Cinta (yogyakarta, 1976)

Side B
01 Lolong (pekalongan, 1976)
02 Hidup IV yogyakarta, 1976)
03 Saksikan Bahwa Sepi (yogyakarta, 1980)
04 Ada Yang Tak Mampu Kulupa (yogyakarta, 1978)
05 Untukmu Kekasih (yogyakarta, 1980)  

Salam...

Wednesday, September 14, 2016

Barang Antik - Iwan Fals (1984)

Barang Antik - Iwan Fals (1984) 

Album: Barang Antik
Artist: Iwan Fals
Kode: MSC 7405
Label: Musica Studio's
Tahun: 1984
Harga (saat rilis): -

Album yang lahir untuk menjawab pertanyaan dari beberapa gelintir orang tentang bisakah seorang Iwan Fals menyanyikan lagu milik orang lain, karena memang selama periode 1981 sampai 1984 album Sugali, Iwan Fals lebih banyak menyanyikan lagu sendiri dan kalaupun beberapa diantaranya ada lagu ciptaan orang lain juga bukan tentang tema cinta kebanyakan.

Iwan Fals di album ini hanya menyertakan satu lagu ciptaannya berjudul ''Jangan Bicara'' memakai gitar dan harmonikanya saja, tetapi sangat cukup untuk mewakili dirinya di album ini, bahwa ia masih tetap concern dengan masalah sosial kehidupan walau di album ini menyanyikan lagu orang lain, salah satu lagu dengan sindiran yang lumayan pedas. Untuk lagu unggulan ''Barang Antik'' ciptaan Diat, sepertinya senada dengan lirik Iwan Fals, berkisah tentang nasib oplet tua yang masih beroperasi berjuang melawan modernitas, banyak angkutan umum yang lebih bagus seperti Bis Kota, Mikrolet dan Bajaj terhitung lebih modern kala itu. ''Sunatan Massal'' ciptaan Chilung Ramali yang pada album sebelumnya menciptakan lirik Sugali, cukup sukses dibawakan oleh Iwan Fals, liriknya bercerita tentang keriuhan bahagia sunatan massal dengan berbagai sudut angle pengambilan tema, tak ada beda rasanyanya dengan lagu lain ciptaan Iwan sendiri. Kemudian yang sedikit berbeda ada lagu ''Tante Lisa'' berkisah tentang janda muda yang hot tak mau kalah dengan gadis remaja hehe, bergonta ganti pasangan, lirik di tulis oleh Dama Gaok.

Selebihnya adalah lagu cinta ciptaan musisi lainnya, yang menarik adalah lagu ''Kumenanti Seorang Kekasih'' ciptaan Yoesyono salah satu hits album ini, kemudian di era awal tahun 2000an lagu ini diaransemen lebih fresh dan sound yang lebih keren, terdapat pada album Best Of The Best, berhasil kembali menjadi hits untuk kedua kalinya.

Departemen musik dibantu oleh Willy Soemantri sebagai penata musik dan beberapa nama yang terkenal seperti Dodo Zakaria dan Jelly Tobing.

Album ini juga dari tahun 1990an hingga akhir era kaset sekitar tahun 2013 masih dirilis ulang dalam bentuk kaset, tetapi cover dengan bentuk seperti ini hanya ada dalam versi rilisan pertamanya, foto Iwan Fals sedang duduk diatas peti, telanjang dada melihat ke arah samping, ditambah credit title para musisi yang ikut berkontribusi di album ini. Pada rilisan selanjutnya desain dalam yang seperti ini tak ada lagi, dipangkas dengan berbagai pertimbangan.

NB: Pada format PH (Piringan Hitam) yang bertujuan sebagai promo ke radio radio terdapat lagu dengan judul ''Luka'' diciptakan oleh Iwan Fals, tapi entah mengapa tidak dimasukkan juga dalam format kaset ini, padahal tujuan PH tersebut dibuat adalah promo ke radio radio sehingga di dengar oleh publik dan kemudian berkeinginan untuk membelinya.










..............................
Pendukung Musik:

Willy Soemantri - Penata musik, 6 + 12 accoustic & electric guitar, banjo, percussion
Dodo Zakaria - Electric piano, keyboard
Sofyan Aldin - Bass
Jelly Tobing - Drums pada lagu ''Asmara & Pancaroba'' dan ''Salah Siapa''
Zainuri - Drums
Luluk Purwanto - Biola
Dama G - Banjo pada lagu ''Oplet Tua'', back vocal
Iwan Fals - Harmonika, Accoustic guitar pada lagu ''Onani/ Jangan Bicara''
Rusmin/ Gerry - Juru rekam
Rusmin - Penata suara

Grafis - Boedi Soesatio
Photographer - Judo Salmun

Tracklist:

Side A
01 Barang Antik cipt. Diat
02 Kumenanti Seorang Kekasih cipt. Yoesyono
03 Sunatan Massal cipt. Chilung Ramali
04 Jangan Bicara cipt. Iwan Fals
05 Asmara & Pancaroba cipt. Jaya Susanto

Side B
01 Tante Lisa cipt. Dama G.
02 Salah Siapa cipt. Richard Kyoto
03 Nyanyianmu cipt. Yosi
04 Jalan Yang Panjang Berliku cipt. Tommy & Marie
05 Neraka Yang Asik cipt. Willy & Tommy


Salam..

Monday, September 12, 2016

Private Collection (album kompilasi) - Achmad Albar (2003)

Private Collection (album kompilasi) - Achmad Albar (2003) 

Album: Private Collection
Artist: Achmad Albar
Kode: HCD-012
Label: Harika & Genta Records
Tahun: 2003
Harga (saat rilis): 30.000,-

Mencari lagu lagu format digital dengan kualitas sound bagus apalagi musisi jaman dahulu memang terkadang sedikit susah, jika sekarang tinggal download dan selesai tanpa perlu bersusah payah, tetapi kualitas sound biasanya seadanya saja. Satu cara lama dengan membeli format CD originalnya, kemudian di ekstrak menjadi MP3 atau yang paling populer yaitu membeli format digitalnya lewat I-Tunes, Amazon dan semacamnya.

Untuk album Private Collection ini, versi rilisan awalnya adalah sekitar tahun 2003an, tetapi nampaknya masih terus di produksi hingga saat ini, versi yang di unggah sekarang adalah rilisan tahun 2012. Berisi kumpulan lagu-lagu hitsnya mulai dari album solo, group dan juga keroyokan bersama musisi lainnya seperti Ikang Fawzy, Nicky Astria atau Gito Rollies. Lumayan mantap, dengan sound yang jernih memuat lagu lagu hits dari beliau diantaranya Dunia Panggung Sandiwara, Syair Kehidupan, Sudahlah Aku Pergi, Bis Kota, Prahara dan Menanti Kepastian.








.............................
Tracklist CD:

01 Dunia Panggung Sandiwara
     cipt. Ian Antono/ Taufik Ismail
02 Syair Kehidupan
     cipt. Areng Widodo
03 Sudahlah Aku Pergi
     cipt. Youngky S./ Fajar Budiman
04 Wanita Indonesia
     cipt. Deddy Dhukun/ Dodo Zakaria
05 Dona-Dona (Achmad Albar & Gito Rollies)
     cipt. Mus Mudjiono/ Deddy Dhukun
06 Robek
     cipt. Deddy Dhukun/ Sam Bobo
07 Jangan Bedakan Kami (Pakarock)
     cipt. Andy Ayunir/ Yudhie NH.
08 Kartika (Achmad Albar & Gito Rollies)
     cipt. Mus Mudjiono/ Deddy Dhukun
09 Prahara
     cipt. Ian Antono/ Areng Widodo
10 Bis Kota
     cipt. Teddy Sudjaya/ Tantowi
11 Menanti Kepastian
     cipt. Rudy Gagola/ Pamungkas NM.
12 Satu Dalam Harapan (Pakarock)
     cipt. Dodo Zakaria
13 Cintaku Tak Sedikit
     cipt. Deddy Dhukun/ Bidin
14 Pengangguran
     cipt. Teddy Sudjaya/ Tantowi

*Pakarock adalah tiga vokalis dalam satu album, mereka adalah Nicky Astria. Achmad Albar dan Ikang Fawzy.


Salam...

Friday, September 9, 2016

Camellia 2 - Ebiet G. Ade (Jackson Records 1979)

Camellia 2 - Ebiet G. Ade (Jackson Records 1979)

Album: Camellia 2
Artist: Ebiet G. Ade 
Kode: -
Label: Jackson Records & Tapes
Tahun: 1979
Harga (saat rilis): -

Dirilis dalam tahun yang sama dengan album pertamanya, masih melanjutkan tema Camellia yang nantinya akan berlanjut sampai dengan volume 4. Album ini adalah rilisan awal album Camellia II, dan pada postingan sebelumnya juga telah dibahas album ini dalam versi berbeda, yaitu dalam format CD rilisan Malaysia DISINI dan dalam format kaset rilisan ulang Musica Studio's pada tahun 1993 dan tahun 2000 + ulasan lebih mendetail tentang album ini ada DISINI.

Rasanya perlu juga dibahas versi rilisan awal ini, karena rancangan grafis pada cover rilisan awal ini sangat berbeda dengan rilisan setelahnya, disini kita bisa melihat ada beberapa foto Ebiet G. Ade muda, sementara pada rilisan setelahnya, foto tersebut tidak disertakan kembali, hanya cover depan saja, kemudian cover diseragamkan menjadi warna dominan putih. Kualitas pita rilisan awal ini juga masih mantap, sampai saat ini masih menghasilkan suara yang sangat jernih, tentu saja dengan sedikit perawatan pada pita kasetnya. Kagum saja rasanya, mengingat telah berpuluh tahun album ini dirilis.

Dari album inilah lahir salah satu hits dahsyat yang dimiliki oleh Ebiet G. Ade, yaitu lagu Berita Kepada Kawan yang terilhami dari bencana gas beracun dari Kawah Sinila di Dataran Tinggi Dieng. Lagu yang awalnya hanya ditujukan khusus untuk bencana tersebut ternyata seiring berjalannya waktu masih sangat aktual dan cocok dengan berbagai bencana yang menimpa, bahkan hingga saat ini. Lagu ini sering muncul sebagai lagu pengingat dan penyemangat, ataupun sekedar back sound yang muncul ditelevisi kala menyiarkan berita yang berhubungan dengan bencana. Lagu ini memang memiliki aura membius dan memiliki pesan kuat agar menyayangi alam dan mengingatkan kita semua agar kembali kepada Tuhan, dzat tempat bergantung dan memohon.

Selain lagu hits dahsyat tersebut, seluruh lagu dialbum ini sepertinya memiliki kekuatannya masing masing, seperti Kontradiksi Didalam. Cita Cita Kecil Sianak Desa, Cinta Dikereta Biru Malam, Nyanyian Ombak dan tentu saja Camellia II sebagai tajuk utama.











.........................

Prakata:

  Dalam albumnya yang kedua ini, jelas terdengar Ebiet banyak menggunakan alat alat musik akustik, artinya dalam pengolahan sajian musik pengiring menghindari alat alat elektronis macam synthesizer, melotron dan semacamnya. Mengapa begitu? Ebiet rupanya merasa sangat prihatin akan gejala melandanya alat alat musik elektronis di tanah air kita. Seperti misalnya penggunaan melotron sebagai ganti alat alat gesek seperti biola, cello. Jelasnya, Ebiet berusaha untuk membangkitkan kembali keaslian dari pada musik musik yang akustik.
   Bila anda menikmati lagu demi lagu dari album ini, terasa adanya berbagai peningkatan dibandingkan dengan album ''Camellia I'' yang terkenal top disamping lagu ''Untuk Sebuah Nama''. Tiap tiap lagu mempunyai daya penarik tersendiri, sehingga untuk menentukan mana yang bakal hit, sulit ditebak.
   Lagu ''Berita Kepada Kawan'' merupakan lagu yang sederhana, ringan dan melodinya gampang dicerna kuping. ''Frustasi'' terbilang sebagai lagu yang manis walaupun lyriknya agak membingungkan. Judul ''Camellia'' muncul lagi dalam versi yang kedua dan terpedek diantara empat ''Camellia'' yang terdahulu, sekarang dan yang akan datang. Lagu ''Camellia II'' juga sederhana namun untuk memperkuat penampilannya dikerjakan full aransemen.
   Keseluruhan lagu-lagu dalam album ini memang sederhana, Ebiet berkeinginan agar karya-karyanya tidak mempunyai kesan yang megah. Pada umumnya orang berpendapat bahwa musik yang menggunakan alat gesek macam konset adalah sesuatu yang berkesan megah. Ebiet membuang kesan itu dengan 'menipiskan' suara biola. Coba anda perhatikan.
   Kerja sama antara Ebiet dengan Billy selaku music director terjalin demikian kompaknya dalam mengaransir. Jadi kalau ada sementara orang yang membayangkan bahwa Ebiet hanya sebagai pencipta lagu dan lyriknya saja adalah tidak tepat. Sebab musik yang Ebiet kerjakan bersama music director  dan pendukung pendukung musiknya adalah  musik yang punya karakter pribadi Ebiet. Ini jelas tergambar pada setiap melody yang ada dalam lagu lagunya.
    'Dalam pengerjaan aransemen, Billy punya fungsi yang sangat penting bagi saya, demikian pula sebaliknya' demikian kata Ebiet. Kehadiran Ebiet sebagai penyanyi memang lain dengan kebanyakan penyanyi solo. Dia punya fungsi rangkap, pencipta lagu, lyrik, penyanyi dan juga turut berperan dalam mengaransir lagu.
   Thema lagu lagu Ebiet masih juga lengkap seperti pada album perdananya, ada yang memperbincangkan atau mengisahkan hubungan Ebiet dengan agama yang dianutnya dan hubungan dengan Tuhan. Ada yang menceritakan kehidupan alam dan isinya, juga tentang cinta yang jadi sesuatu yang harus kita alami tentunya dalam hidup ini.
   'Dalam album saya yang kedua ini, saya telah berusaha sekuat mungkin, semampu otak saya, semampu ilmu saya, ya tentunya semampu fisik saya untuk menambal lobang lobang yang ada pada album Camellia I, sehingga semoga saja harapan saya bahwa album yang kedua ini lebih memuaskan...' demikian pesan Ebiet.



..........
Puisi & Lagu - Ebiet G. Ade
Aransemen Musik - Billy JB. & Ebiet G. Ade

Musisi Pendukung:
Billy JB. - Music Director/ Lead Guitar
Dodo - Piano/ Fender Rhodes
Herry - Bass
Norman - Drums
Lie Chung - Flute/ Trumpet
Amir K. - Contra Bass/ Trombone
Zulkifly - Cello
Suryati S. - Violin
Yap Cie Kian - Violin/ Viola
Achmad S. - Violin/ Viola
Ebiet G. Ade - Accoustic Guitar/ Harmonica
Sumo - Rec. Engineer

Fans Adress
Ebiet G. Ade
C/O Jackson Records & Tapes
PO. BOX 1090 JKT Kota

.....
Tracklist:

Side A
01 Berita Kepada Kawan (Yogyakarta, Juni 1979)
02 Camellia II (Oktober 1976)
03 Cita Cita Kecil Si Anak Desa (Wonodadi 1976)
04 Nyanyian Ombak (Jakarta, Mei 1979)
05 Cinta Di Kereta Biru Malam (Jakarta-Surabaya 1976)

Side B
01 Mimpi Di Parang Tritis (Yogyakarta, Mei 1977)
02 Hidup III (Yogyakarta, Februari 1977)
03 Kontradiksi Didalam (Yogyakarta, Agustus 1978)
04 Frustrasi (Yogyakarta, September 1978)
05 Sajak Pendek Bagi I.R. (Jakarta, April 1979)


Salam...

Tuesday, September 6, 2016

Sugali - Iwan Fals (1984)

Sugali - Iwan Fals (1984)

Album: Sugali
Artist: Iwan Fals
Kode: MSC 7353
Label: Musica Studio's
Tahun: 1984
Harga (saat rilis): -

Album ke empat Iwan Fals di label Musica Studio's, Sugali sebagai judul album dan salah satu lagu di dalamnya, bercerita tentang preman/ penjahat yang menjadi sasaran petrus alias penembak misterius yang sempat merebak di era 80an. Lagu lagu lain di album ini sepertinya tak usah dibahas, pokoknya komplit, lirik kuat di dukung dengan departemen musik yang mantap. Salah satu album klasiknya Iwan Fals.

Salah satu keunikan album ini adalah pada bagian cover album. Sebenarnya album ini di era 90an dengan cover box kemudian 2000an sampai dengan era masa kaset berakhir sekitar 2012an, versi kaset album ini masih terus dicetak ulang. Namun versi rilisan ulang ini covernya telah banyak dipangkas, terutama sekali cover dalam, versi terbaru hanya memuat teks saja. Sementara versi awal selain memuat teks lagu juga credit title dan beberapa foto Iwan Fals muda, boleh dibilang salah satu rancangan cover album Iwan Fals yang menarik, dikerjakan oleh Boedi Soesatio desainer cover kaset ternama pada masanya (di tahun 2007 juga kembali merancang cover album 50.50). Konsepnya juga bagus, cover depan menampilkan Iwan Fals telanjang dada dililit oleh seutas tali diseluruh tubuhnya.

Jika nanti suatu saat album klasik beliau di Musica di rilis ulang dalam bentuk CD, hendaknya berpatokan dari cover rilisan awalnya, karena selain lebih bagus dan terkesan klasik, credit title pendukung album juga tercantum disana.

Semoga segera...














...........................

Pada album ini
Saya mencoba untuk mengaransir sendiri,
Tentu banyak kekurangan....
Maaf

Sejahtera Sobat

(Iwan Fals)

Ma kasih buat sobat-sobat:
Oom Rusmin - Operator
Ferry Atmadibrata - Keyboards (alat pencet)
Iwan Aqank - Bass & gitar listrik
Harry - Beduk inggris/ drum
Didit - Banjo, mandolin, dobro
Wahid Adjie - Biola
Anto, Yono, Puji Tato - Nyanyi bareng pada lagu ''Tolong Dengar Tuhan''
Uka, Cece, Rosyid, Maman, Ucin, Topeh A.A - Ass. operator
Iwan Fals - Gitar bolong 6 & 12 tali, harmonica & genggong.

Grafis - Boedi Soesatio
Photographer - Judo Salmun

.....

Tracklist:

Side A
01 Sugali
02 Rindu Tebal
03 Siang Seberang Istana
04 Serdadu

Side B
01 Nak..
02 Berkacalah Jakarta
03 Maaf Cintaku
04 Tolong Dengar Tuhan
05 Azan Subuh Masih Ditelinga
*semua lagu ciptaan Iwan Fals
*khusus lagu Sugali lirik oleh Chilung Ramali


Salam...