Wednesday, August 30, 2017

Tragedi (album kompilasi) - Iwan Fals (Musica Studio's 1993)

Tragedi (album kompilasi) - Iwan Fals (Musica Studio's 1993) 

Album: Tragedi
Artist: Iwan Fals
Kode: MSC 7795
Label: Musica Studio's
Tahun: 1993
Harga (saat rilis): 4.500,-

Ini adalah satu dari sekian banyak album kompilasi Iwan Fals yang marak di rilis pada era 1990an hingga 2000an, jumlah album kompilasi tersebut sepertinya sulit untuk di hitung secara pasti karena sangat banyak, ratusan jumlahnya melebihi total album aslinya sendiri. Label yang merilis pun beragam, tapi secara umum dapat di kategorikan menjadi tiga bagian besar yaitu versi rilisan Musica Studio's, versi Harpa Records/ SKI Records dkk. dan versi AIRO Records, di luar label tersebut ada juga label yang merilis kompilasi Iwan Fals tetapi persentasenya sangat sedikit jika di bandingkan tiga label tersebut.

Kompilasi ini sendiri memiliki tema Tragedi bermakna ''kisah yang menyedihkan'' dan membuat haru, banyak lagu Iwan Fals memuat tema seperti ini yang terdapat dalam berbagai albumnya, nah album ini mencoba merangkum semuanya menjadi satu. Semua lagu di album ini berada di bawah label Musica Studio's era album Sarjana Muda (1981) hingga album 1910 (1988). Adalagi Yang Mati sebagai lagu andalan berada di urutan pertama side A.

Album ini pertama kali dirilis tahun 1993 dalam bentuk kaset dan CD, format kaset hingga saat ini masih mudah menemukannya baik rilisan pertama maupun rilisan setelahnya. Khusus untuk format CD saat ini sangat sukar menemukannya, karena tidak seperti format kasetnya yang selalu di rilis ulang, format CD hanya satu kali rilis saja dan jumlahnya pun tidak banyak, disebabkan oleh berbagai hal salah satunya jumlah penikmat musik dalam format CD kala itu sangat terbatas dan harganya sedikit mahal dari pada format kasetnya. Sekarangpun format CD album ini masih terus di buru oleh penggemarnya, hukum ekonomi pun berlaku yaitu jika semakin banyak permintaan sementara barang semakin langka maka harga otomatis akan meroket naik.










..................

Tracklist:

Side A
01 Adalagi Yang Mati
     cipt. Iwan Fals
02 Kuli Jalanan
     cipt. Iwan Fals/ Maman P./ Dama G.
03 Puing
     cipt. Iwan Fals
04 Columbia
     cipt. Iwan Fals/ Maman P./ Dama G.
05 Timur Tengah I
     cipt. Iwan Fals
06 Azan Subuh Masih Ditelinga
     cipt. Iwan Fals
07 Timur Tengah II
     cipt. Iwan Fals
08 Libur Kecil Kaum Kusam
     cipt. Iwan Fals
09 Berandal Malam Dibangku Terminal
     cipt. Iwan Fals

Side B
01 Nelayan
     cipt. Iwan Fals
02 Ethiopia
     cipt. Iwan Fals
03 Celoteh Camar Tolol & Cemar
     cipt. Iwan Fals
04 1910
     cipt. Iwan Fals
05 Sugali
     cipt. Iwan Fals/ Chilung R.
06 Bung Hatta
     cipt. Iwan Fals
07 Gali Gongli
     cipt. Iwan Fals
08 Sore Tugu Pancoran
     cipt. Iwan Fals
09 Potret Panen + Mimpi (Wereng)
     cipt. Iwan Fals/ Ma'mun


Salam..

Monday, August 14, 2017

CD Mark 1 - Giant Step (Bravo Musik 2013)

CD Mark 1 - Giant Step (Bravo Musik 2013)

Album: Mark 1
Artist: Giant Step
Kode: BMCD 01112
Label: Bravo Musik
Tahun: 2013
Harga (saat rilis): 40.000,-

Album ini pertama kali dirilis dalam bentuk kaset di tahun 1976 oleh label Lucky Record baru setelah beberapa dekade berlalu label Bravo Musik yang memang memiliki spesialisasi merilis album lawas legendaris Indonesia merilis pertama kalinya dalam bentuk CD. Sebuah langkah yang patut di apresiasi karena rahasia umum jika ingin menikmati musik legendaris Indonesia dalam bentuk fisik harus merogoh kantong dengan sangat dalam, hal itu disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya adalah kelangkaan album tersebut yang menyebabkan nilai album fisik berupa kaset atau piringan hitamnya menjadi melambung tinggi.

Giant Step sendiri adalah kelompok musik yang memiliki idealisme tinggi, saat itu banyak band yang melakukan ''cover version'' band ternama luar negeri seperti Black Sabbath, Led Zeppelin, Deep Purple, Rolling Stones ataupun Grand Funk, mereka lebih memilih untuk menyanyikan lagu ciptaan mereka sendiri dengan resiko penonton melongo karena tidak akrab dengan lagu lagunya, atau yang terparah di lempari dan di teriaki untuk menyudahi permainannya. Tetapi semua itu pelan pelan menarik perhatian dan diterima publik karena di dukung dengan permainan mereka yang kompak dan solid.

Di album ini memiliki formula yaitu pada side A sepertinya memang untuk lagu lagu idealisme yang banyak di kerjakan oleh Benny Soebardja bersama Deddy Dores dan lirik oleh Bob Dook, rata rata nomor keras terdapat pada lima lagu ini sedangkan sibe B untuk lagu lagu mellow yang banyak digawangi oleh Deddy Dores sendiri, istilah lainnya ini merupakan lagu jualan. Deddy Dores memang ahli dalam menciptakan lagu seperti ini, meskipun begitu jiwa rocker tetap tertanam didalam hatinya dan di era 90an kita bisa menyaksikan begitu populernya beliau dalam menciptakan lagu bercorak seperti ini. Total semua ada 10 lagu, spesial untuk lagu My Life sendiri merupakan lagu daur ulang yang di ambil dari album Sharkmove Ghedechokras, sebuah band project yang di prakasai oleh Benny Soebardja sebelum era Giant Step ada.

Sedikit berbeda dengan format kasetnya, di sini ada prakata sejarah singkat tentang Giant Step yang di tulis oleh MH Alfie Syahrine seorang pengamat musik dan seorang penyaksi kehebatan musik rock saat itu, terkhusus untuk kelompok musik yang berasal dari Bandung.














......................

Gentlemen, Here Comes The First Indonesian Prog Rock Band of 70's
Giant Step !

''Giant Step'' di proklamirkan di Bandung pada tahun 1973, adapun formasi pertama mereka terdiri dari Benny Soebardja (lead guitar), Yongkie atau sekarang lebih di kenal dengan Yockie Suryoprayogo yang saat itu baru saja cabut dari God Bless (keyboard), Deddy Sutansyah yang baru cabut juga dari The Rollies (bass) dan Sammi Zakaria mantan drummer Sharkmove (drum). Nama Giant Step dendiri menurut Benny di ambil dari sebuah stiker yang menempel di bungkus gitar milik Remy Silado.

Konon Benny dan temannya itu pada tahun 1973 hendak manggung di kampus ITB, namun ketika itu belum ada nama untuk band mereka, lalu Benny yang melihat stiker itu langsung mengusulkan nama Gian Step. Sejak saat itu Gian Step yang di manejeri Gandjar Suwargani (pemilik radio OZ Bandung) secara resmi di proklamirkan.

Di awal kariernya Giant Step lebih banyak membawakan lagu lagu milik group Inggris seperti King Crimson, Jethro Tull, Pink Flyod, Gentle Giant, Yess, Genesis dan Emerson Lake and Palmer (ELP). Ketika baru saja Gian Step berusaha untuk eksis dengan formasi perdananya, tetapi tidak lama kemudian pada tahun 1974 dengan tidak disangka sangka tiga personilnya hengkang yaitu Yockie dan Sammi Zakaria dan bermigrasi ke malang membuat group band Double Zero (singkatan dari nama sebuah pabrik rokok ''Orong Orong'') dan Deddy Sutansyah yang cabut juga dari Giant Step dan masuk God Bless maka formasi Giant Step mengalami perubahan, kedudukan Yongkie di ganti oleh Deddy Dores yang pulang kampung selepas cabut dari God Bless, dan kedudukan Deddy Sutansyah di gantikan oleh Adhy Haryadi yang hijrah dari Medan karena sudah tidak betah di group top rock Minstrel's dan posisi Sammy Zakaria di gantikan oleh Yanto Sudjono mantan drummer Philosophy Gang of Harry Roesli.

Yanto bisa di kategorikan sejajar dengan Fuad Hassan dari kehebatan permainan drumnya namun rovel rovelnya lebih rapi dan terarah sebagaimana puji  Martha Boerhan dari majalah musik TOP. Dengan formasi barunya Giant Step di tambah embel embel Rhapsodia, jadilah mereka Giant Step of Rhapsodia yang bukan saja membawakan lagu lagu milik King Crimson, Jethro Tull, Pink Flyod, Gentle Giant, Yes, Genesis dan Emerson Lake Palmer (ELP), melainkan mulai merambah membawakan lagu lagu Deep Purple dan pengaruh Gentle Giant mulai terasa.

Formasi ini di uji coba pada peringatan 100 hari meninggalnya Soman Lubis dan Fuad Hassan di Istora Senayan pada tahun 1974, pada saat itu yang tampil adalah God Bless dengan formasi baru posisi drum, keyboard dan gitar di isi oleh Nasution Bersaudara. AKA yang di rencanakan datang rupanya absen saat itu. Penulis sendiri menyaksikan acara yang di pandu oleh Rudy Jamil itu dan gaya panggung Giant Step memang sangat hidup, stage act Benny dan Deddy di atas panggung sangat dominan sedangkan Yanto Sudjono memang pantas di sejajarkan dengan Fuad Hassan (alm) dalam permainannya sebagaimana pendapat Martha Boerhan dari majalah musik TOP sedangkan Adhy masih mencari gaya dan nyaris statis di tempat walaupun permainannya bagus dan di puji Donny Fattah saat dia akan hengkang dari God Bless tahun 1976.

Pada tahun 1975 Giant Step memulai era bermusiknya dengan menampilkan double guitarist dengan masuknya Albert Warnerin, guitarist dari Philosopy Gang of Harry Rusli. Dengan formasi ketiga ini, Giant Step mulai aktif menciptkan lagu dan mengadakan konser konser di berbagai kota. Album pertama Giant Step di rilis di penghujung tahun 1975 dengan judul ''Giant Step - Mark 1'' dibawah label Lucky Record Bandung. Lewat album perdananya walaupun kualitas rekamannya masih dibawah standard namun seperti pendapat wartawan senior dari majalah TOP, Martha Boernan yang sangat mengagumi Giant Step saat itu bahwa Giant Step mampu mengukuhkan namanya menjadi salah satu super group rock Indonesia yang sejajar dengan God Bless, The Rollies, AKA atau SAS yang mana mereka pernah sepanggung dengan keempat band tersebut.

Giant Step Mark 1 menciptakan lagu lagunya sendiri dengan karakter khusus, diantara rock group yang paling banyak mengoleksi karya berbahasa Inggris adalah Giant Step yang paling wahid. Mereka sangat produktif dan tak tertandingi dalam originalitas musik maupun syairnya. Bagi para penggemar Giant Step, bilamana lagu Childhood and The Seabird dan Fortunate Paradise di kumandangkan di atas pentas mereka langsung histeris dan berjingkrak jingkrak karena lagu itu sudah begitu populer bagi para fans Giant Step. Maka tak heran jika banyak majalah musik dan koran menobatkan Benny Soebardja sebagai seorang super star saat itu.

Pada formasi pertama Giant Step yang terdiri dari Benny Soebardja, Yockie Suryoprayogo, Deddy Sutansyah dan Sammy Zakaria saat itu mereka belum sempat berfikir untuk membuat rekaman di samping order manggung mereka sangat padat, walhasil pada formasi ini belum sempat membuat rekaman mereka sudah bubar. Dan tidak lama setelah itu Adhy Haryadi dan Deddy Dores bergabung ke dalam Giant Step formasi II dan kemudian barulah mereka mulai membuat album rekaman, dengan judul yang cukup wah! Giant Step Mark 1 (Lucky Record 1975) yang berisikan lagu berteks Inggris antara lain Childhood and The Seabird, My Life, Fortunate Paradise, Far Away Keep A Smile dll. Kontribusi Bob Dook warga negara Inggris yang karibnya abang kandung Benny Soebardja itu sangat besar karena dialah yang menulis lyric lagu lagu Giant Step yang berbahasa Inggris termasuk dua album solo Benny Soebardja: Night Train dan Gimme Piece Of Gut Rock. Giant Step juga termasuk band rock yang produktif, setidaknya ada tujuh album yang di hasilkan dalam kurun waktu 1975-1985. Tentu bukan hanya itu, Giant Step pun termasuk dari sedikit band rock pribumi yang berkiblat pada jenis musik art rock (kini lebih di kenal sebagai progressive rock) yang di usung group Inggris seperti King Crimson, Jethro Tull, Pink Flyod, Gentle Giant, Yes, Genesis dan ELP. Giant Step pun memiliki duo gitaris yang bisa dianggap sebagai roh atau nyawa bagi group yaitu Benny Soebardja dan Albert Warnerin.

Benny dikenal sebagai pemain guitar dan penulis lagu yang produktif, sedangkan Albert Warnerin yang di sebut sebagai Jeff Beck nya Indonesia itu termasuk salah seorang guitarist handal Indonesia asal kota Kembang yang kemampuannya susah di cari tandingannya untuk saat itu. Albert pun piawai bermain flute, gaya permainan flutenya banyak yang mengatakan mirip dengan Ian Anderson vokalis Jethro Tull.

Kini Bravo Musik mendapat kepercayaan untuk mengedarkan kembali album Giant Step Mark 1 ini guna mengobati kerinduan para penggemar musik rock Indonesia era 70-an.
Welcome back to The Indonesian Rock World of 70's!

Penulis: MH Alfie Syahrine

......

Giant Step Mark 1
Deddy Dores - Keyboard
Benny Soebardja - Lead
Albert Warnerin - Guitar
Adhy - Bass Guitar
Janto - Drummer

Tracklist:
01 Child Hood and The Seabird - Deddy Dores
02 Far Away - Deddy Dores
03 Fortunate Paradise - Benny Soebardja
04 Keep A Smile - Benny Soebardja/ Deddy Dores
05 My Life - Benny Soebardja/ Deddy Dores
06 Hancurnya Sebuah Harapan II - Deddy Dores
07 Hati Yang Luka - Deddy Dores/ Group
08 Cinta Untukmu - Deddy Dores
09 Hay Manusia - Benny Soebardja/ Group
10 Cinta Terhina - Deddy Dores
*track 1 sd 5 composed by: Bob Dook


Salam...

Sunday, August 13, 2017

CD Orang Gila - Iwan Fals (Bravo Musik 2016)

CD Orang Gila - Iwan Fals (Bravo Musik 2016)

Album: CD Orang Gila
Artist: Iwan Fals
Kode: BMCD 01299
Label: Harpa Records & Bravo Musik
Tahun: 2016
Harga (saat rilis): 50.000,-

Setelah sebelumnya merilis album Belum Ada Judul dalam bentuk CD dan direspon positif oleh pasar, Bravo Musik di penghujung tahun 2016 akhirnya kembali merilis album Orang Gila dalam bentuk CD. Sebenarnya album Orang Gila ini pernah di rilis dalam bentuk CD oleh label Nirwana Records di tahun 1999 (ulasannya DISINI) namun memiliki desain cover berbeda dari cover aslinya yang terdapat pada format kaset rilisan pertamanya.

Album Orang Gila versi rilisan Bravo Musik ini rancangan covernya berpatokan dari kaset Orang Gila versi rilisan awalnya sehingga kesan yang di dapat lebih terasa, karakternya tentu berbeda dengan versi rilisan Nirwana Records. Dan lagi versi rilisan Nirwana Records sekarang sangat sulit untuk ditemukan, harganya pun telah jauh melambung tinggi. Momen/ waktu perilisan album ini sangat tepat di saat penggemar telah menanti sangat lama, bersamaan dengan perilisan album ini tak lama kemudian album Canda Dalam Nada juga dirilis dalam format CD oleh label Bravo Musik.

Lagu Orang Gila sendiri bercerita tentang Iwan Fals yang saat pulang tengah malam melihat orang gila di lampu penyebrangan, melewati zebra cross berambut gimbal kumis dan jenggotnya jarang jarang membawa sebuah gembolan, ia tidak mengganggu hanya menyapa setiap pengendara yang lewat. Pengalaman ini Iwan Fals tuangkan ke dalam lirik dan notasi hingga jadilah sebuah lagu berjudul Orang Gila. Setidaknya bisa menggugah atau mengingatkan kita yang terkadang lupa untuk empati kepada orang gila yang sebenarnya manusia biasa seperti halnya kita juga.

Terima kasih Bravo Musik, di tunggu perilisan album Iwan Fals yang lainnya seperti Canda Dalam Ronda, Yang Muda Yang Bercanda II atau mungkin album Amburadul/ Warung Rakyat aka Perjalanan aka 3 Bulan? hehehe album angker menurut kata sebagian penggemarnya..





...................

Iwan Fals'94

Penata Musik - Billy J. Budiarjo
Lyric - Sawung Jabo & Iwan Fals
Piano Akustik/ Synthesizer/ Synth Bass/ Gitar Akustik - Billy JB.
Drum/ Perkusi - Rere
Gitar Elektrik - Gideon Tengker
Keyboard Pendukung - Budi Bidhun
Gitar Pendukung - Edi Kemput
Bass Elektrik - Yudhi GrassRock
Backing Vocals - Dian PP./ Ancha Haiz/ Rere/ Sam Bobo
Koordinator Rekaman - Rummy Aziz
Recording Engineer - Tony Rioz
Mixing Engineer - Billy JB./ Tony Rioz
Studio - Gin's Studio

Terimakasih:
Sawung Jabo, Dian PP, Ancha, Sam Bobo dan kawan kawan di Gin's Studio terutama Denny Arantika untuk jadwalnya
Produced by - Harpa Records/ Metrotama Records
Distributed by - PT. Metrotama Musik Nusantara

Tracklist:
01 Orang Gila
     cipt. Billy JB./ Iwan Fals
02 Awang Awang
     cipt. Billy JB./ Iwan Fals
03 Satu Satu
     cipt. Billy JB./ Iwan Fals
04 Lagu Cinta
     cipt. Billy JB./ Iwan Fals
05 Doa Dalam Sunyi
     cipt. Billy JB./ Sawung Jabo
06 Lingkaran Hening
     cipt. Billy JB./ Sawung Jabo
07 Puisi Gelap
     cipt. Sawung Jabo
08 Menunggu Ditimbang Malah Muntah
     cipt. Iwan Fals



Salam...

Saturday, August 12, 2017

Original CD Audio Ekonomis ''Pudar'' - God Bless (Kharisma Jaya Mentari 2012)

Original CD Audio Ekonomis ''Pudar'' - God Bless (Kharisma Jaya Mentari 2012)

Album: Pudar
Artist: God Bless
Kode: - 
Label: Kharisma Jaya Mentari
Tahun: 2012
Harga (saat rilis): 25.000,-

Ini adalah reissue dari album God Bless 36th yang dirilis pada 2009 lalu, berbeda dengan versi rilisan awalnya, album ini dibuat dalam versi ekonomis memakai kemasan digipack tipis, di bandrol dengan harga lebih murah sekitar 20 ribu hingga 25 ribu rupiah saja, tujuannya jelas agar pembeli tertarik untuk membeli album originalnya karena harga yang di tawarkan lebih terjangkau dari pada rilisan normal. Sebuah terobosan baru dari record label dalam menyiasati melawan produk bajakan yang harganya sangat murah meriah.

Foto personil yang dipakai sebagai cover depan dan belakang di album ini masih di ambil dari foto yang terdapat di dalam cover dalam album God Bless 36th. Pengambilan judul Pudar sendiri tak lain karena lagu tersebut adalah salah satu hits dari album God Bless 36 th, berformat slow rock akustik seperti halnya lagu Balada Sejuta Wajah ataupun Huma Diatas Bukit, sebuah lagu yang akan segera cepat akrab ditelinga.

Hanya saja kelemahan untuk album kemasan ekonomis seperti ini, rancangan covernya banyak mengalami pemangkasan, tak ada lagi credit title, teks lagu maupun foto foto personil yang biasanya menghiasi sebuah album. Diluar itu semua hal positifnya adalah kita bisa memiliki album original dengan harga miring dan yang terpenting kualitas sound yang dihasilkan tidak jauh berbeda.







..........................

God Bless:
Achmad Albar - Lead Vocal
Donny Fattah - Bass & Backing Vocal
Ian Antono - Guitars & Backing Vocal
Abadi Soesman - Keyboard & Backing Vocal
Yaya Moektio - Drums & Backing Vocal

Tracklist:
01 Pudar
     Lagu - Ian Antono
     Lirik - Cahya Sadar
02 N.A.T.O.
     Lagu - Ian Antono
     Lirik - Cahya Sadar
03 Prahara Timur Tengah
     Lagu - Ian Antono
     Lirik - Ali Akbar
04 Karna Kuingin Kau Bahagia
     Lagu - Abadi Soesman
     Lirik Cahya Sadar
05 Biarkan Hijau
     Lagu - Donny Fattah
     Lirik - Donny Fattah/ Diah P.
06 Jalan Pulang
     Lagu - Ian Antono
     Lirik - Hans Miller Banureah
07 Sahabat
     Lagu - Donny Fattah
     Lirik - Diah P./ Donny Fattah
08 Syair Untuk Sahabat
     Lagu - Ian Antono
     Lirik - Yudhi F. Oktaviandi
09 Dunia Gila
     Lagu - Ian Antono
     Lirik - Ali Akbar
10 Rock'n Roll Hidupku
     Lagu - Abadi Soesman
     Lirik - Ali Akbar


Salam...

Friday, August 11, 2017

Kantata Takwa Samsara (album kompilasi) - Kantata (1997)

Kantata Takwa Samsara (album kompilasi) - Kantata (1997)

Album : Kantata Takwa Samsara
Artis: Kantata
Kode: A.031298
Label: Airo Records
Tahun: 1997
Harga (saat rilis): 12.000,-

Ini adalah album kompilasi berisi lagu lagu yang disunting dari album Kantata Takwa 1990 dan Kantata Samsara 1997, perilisannya sendiri tidak terlalu jauh dengan album Kantata Samsara. Prakata yang di tulis oleh Setiawan Djody pada album Kantata Samsara selaku leader group pun kembali di masukkan disini. Jika di perhatikan album Kantata Samsara maupun album ini memiliki kesan rancangan cover yang mirip/ senada tetapi tetap memiliki perbedaan, disini cover luar hanya mencantumkan tiga personil Kantata saja yaitu Iwan Fals, Sawung Jabo dan Setiawan Djody sementara di album Kantata Samsara pada cover luar memuat keseluruhan personil inti Kantata. Pada cover bagian dalam ukuran foto Setiawan Djody dan Iwan Fals lebih besar daripada personil lainnya. Perancang grafis pada album ini di kerjakan oleh Kacang Polong dengan berpatokan pada rancangan grafis album Kantata Samsara yang di kerjakan oleh Gauri Nasution sehingga hasilnya memang terkesan senada atau di sengaja untuk mirip.

Berisi dua belas lagu yang terdiri dari lima lagu dari album Kantata Takwa dan tujuh lagu dari album Kantata Samsara. Setelah disimak secara mendetail lagu lagu di dalamnya tak memiliki perbedaan dengan versi dari album aslinya, hanya lagu Kesaksian saja yang berbeda dengan versi rilisan awal, dan lagu ini telah terdapat dalam versi rilisan CD Kantata Takwa 2004, malahan untuk versi lagu Kesaksian rilisan awal sangat sulit didapatkan dalam format digitalnya, hanya bisa dinikmati pada kaset rilisan awalnya saja.









...................

Prakata:

Dunia telah menjadi lembaran tak terbatas, di telan logika universal.
Teknologi, ilmu pengetahuan, budi dan akal manusia membuahkan revolusi budaya abad melanium.
Budaya adalah mata air, budi dan akal.
Pembangunan adalah mata air budaya dan peradaban.
Pembangunan peradaban di lanjutkan.
Keadilan dan kepastian hukum di tegakkan.
Mata air daya hidup di pertahankan.
Solidaritas kebersamaan di gemakan.
Persatuan berbangsa di pertahankan.

Kupersembahkan untuk bangsa-ku dari Sabang sampai Merauke yang ku cintai

a/n KANTATA

Setiawan Djody

....
Executive Producer - Setiawan Djody
Production & Distribution - PT. Airo Swadaya Stupa
Music Director - Joki S. Prayogo
Record Equipment - PT. Sumber Ria
Studio Recording - Jade Studio/ Gin's Studio
Sound Engineer - Daness/ Rudra
Ass. Sound Engineer - Purnomo A.
Live Recording - Lawu Camping Resort
Mastering - Studio 301 Sydney, Australia
Mastering Engineer - David Macquarie
Photography - A. Darwis Triadi
Cover Design - Kacang Polong

Setiawan Djody - Lead & Accoustic Guitar/ Vocal
Iwan Fals - Accoustic Guitar/ Harmonica/ Vocal
Sawung Jabo - Accoustic Guitar/ Timpani/ Vocal
WS. Rendra - Lyric
Joki S. Prayogo - Keyboard/ Vocal
Toto Tewel - Rhytm Guitar
Innisisri - Drum/ Percussion
Doddy - Vocal
Donny Fattah - Bass Guitar

......
Tracklist:

Side A

01 Nyanyian Preman
Lirik - WS. Rendra
Lagu - S. Jabo/ Joki S.
Vocal - S. Jabo/ Iwan Fals/ Joki S.
Backing Vocal - Kantata Samsara

02 Asmaragama
Lirik - S. Djody/ WS. Rendra/ Iwan Fals
Lagu - S. Djody/ Iwan Fals/ Joki S.
Vocal - S. Djody/ Iwan Fals
Backing Vocal - Kantata Samsara

03 Air Mata
Lagu - Joki S.
Lirik Lagu - Iwan Fals
Vocal - Iwan Fals
Backing Vocal - Raidy Noor

04 Pangeran Brengsek
Lirik - S. Djody/ Iwan Fals/ S. Jabo
Lagu - Joki S.
Vocal - S. Jabo
Backing Vocal - Kantata Samsara

05 Kantata Takwa
Lirik - S. Djody
Lagu - S. Djody/ Iwan Fals/ Joki S.
Vocal - S. Djody/ Iwan Fals/ S. Jabo

06 Samsara
Lirik - S. Djody
Lagu - S. Djody
Vocal - S. Djody/ S. Jabo/ Iwan Fals
Backing Vocal - Kantata Samsara

Side B

01 Anak Zaman
Lirik - S. Djody/ Iwan Fals/ S. Jabo
Lagu - S. Jabo
Vocal - S. Djody/ Iwan Fals
Backing Vocal - Kantata Samsara

02 Orang Orang Kalah
Lirik - S. Jabo
Lagu - S. Djody/ Joki S.
Vocal - Iwan Fals

03 Gelisah
Lirik - WS. Rendra/ Iwan Fals
Lagu - Iwan Fals/ Joki S.
Vocal - Iwan Fals

04 Songsonglah
Lirik - Iwan Fals
Lagu - Iwan Fals
Vocal - Iwan Fals
Backing Vocal - Kantata Samsara

05 Kesaksian
Lirik - WS. Rendra
Lagu - Iwan Fals/ Joki S./ S. Jabo
Vocal - Iwan Fals

06 Lagu Buat Penyaksi
Lirik/ Lagu/ Vocal - Iwan Fals

Salam..

Thursday, August 10, 2017

Album Akustik Lelaki Dan Rembulan (new arransement) - Franky S./ Jane & Johnny S. (2012)

Album Akustik Lelaki Dan Rembulan (new arransement) - Franky S./ Jane & Johnny S. (2012)

Ini adalah album yang perilisannya di prakarsai oleh Johnny Sahilatua, untuk memperingati setahun kepergian Franky Sahilatua pada 20 April 2011 karena sakit kanker sumsum tulang belakang. Johnny Sahilatua sendiri adalah adik kandung dari Franky Sahilatua, ia juga seorang musisi dan menciptakan berbagai komposisi lagu dan lirik baik untuk Franky & Jane maupun musisi lainnya seperti Chrisye yang menyanyikan lagu ciptaannya berjudul Damai BersamaMu.

Lagu lagu di album ini semuanya merupakan materi lagu lama yang di aransemen ulang dengan format akustik, jika memang penyuka musik akustik pasti segera akrab dengan bebunyian yang keluar dari cakram padat ini. Musik akustik berpadu dengan sentuhan orkestrasi/ string, biola, dentingan gitar akustik yang merdu, ditambah suara flute semakin memperlengkap semuanya, mengarahkan ingatan kita pada imaji sebuah desa yang permai dan teduh seperti yang di gambarkan oleh Franky, Jane dan Johnny sejak pertama kemunculan mereka dalam industri musik pada tahun 75an. Pada beberapa lagu seperti dalam prakata yang di tulis oleh Johnny Sahilatua, suara Franky Sahilatua diambil dari pita rekaman pada saat lagu lagu tersebut dinyanyikan bersama Jane, ada empat lagu di album ini yang mengikutsertakan kembali suara Franky. Johnny sendiri biasanya jarang muncul sebagai vokalis, di album ini ia ikut menyanyikan beberapa lagu. Sementara untuk Jane porsinya sebagai vokalis utama, dari dua belas lagu di album ini hanya satu yang tidak terdapat suaranya.

Album akustik mantap seperti ini seharusnya memiliki kemasan yang lebih bagus, karena bagaimanapun kemasan juga mendukung isi yang terkandung di dalamnya.  Album ini sepertinya tidak maksimal dalam pengerjaan artworknya, hanya kemasan mika yang dibungkus dengan cover luar saja, sekilas mirip kemasan digipack tetapi bukan. Harusnya jika memang kemasan mika, maka maksimalkan saja rancangan cover dengan format kemasan mika tersebut, atau jika ingin dibuat versi digipack juga bagus, karena kemasan digipack memiliki ruang kreatifitas yang tak terbatas bahkan bisa lebih elegan dan mewah. Ini hanya sedikit uneg uneg yang terasa dari pemerhati album fisik, sayang saja karena materi di dalamnya baik lirik maupun aransemen sangat bagus, didukung dengan kemasan yang lebih bagus tentu akan menaikkan 'gengsi' album tersebut secara otomatis.

Satu hal lagi yang juga mungkin terlupakan, nama nama musisi yang ikut membantu dalam pengerjaan album ini tidak di cantumkan, sehingga kita sebagai penikmatnya tidak bisa mengetahuinya secara detail. Credit title didalamnya hanya berisi prakata, teks lagu dan foto dari Franky, Jane dan Johnny saja.

Terima kasih om Franky Sahilatua karya karyamu abadi, tetap menghiasi hari hari kami disini.

Album: Album Akustik Lelaki dan Rembulan
Artis: Franky S./ Jane & Johnny S.
Kode: CDDV-011
Label: Diva Records
Tahun: 2012
Harga (saat rilis): 70.000,-









.........................

Prakata:
Setahun sudah berlalu sejak kakak saya Franky Sahilatua telah pergi.
Saya dan Jane mencoba membuat rekaman bersama Franky.
Dan suara Franky yang ada di album ini diambil dari pita rekaman pada saat lagu lagu tersebut dinyanyikan oleh Franky bersama Jane.
Saya sengaja merubah aransemen musiknya agar memberikan nuansa baru, karena saya sadar bahwa musik lama pada lagu lagu yang ada di album ini telah hidup bersama kenangan para penggemar Franky & Jane pada saat lagu lagu tersebut menjadi populer di masanya bertahun tahun lalu.

Smoga persembahan kami dapat menghibur dan mengobati kerinduan kita semua pada Franky Sahilatua

Johnny Sahilatua

...
Tracklist:

01 Lelaki dan Rembulan
Lagu & lirik - Franky Sahilatua
Vocal - Franky/ Jane & Jhonny

02 Perjalanan
Lagu - Franky Sahilatua
Lirik - Yudhis AM
Vocal - Jane

03 Kemesraan
Lagu & lirik - Franky/ Johnny
Vocal - Jane & Johnny

04 Biarkan Hujan
Lagu - Franky Sahilatua
Lirik - Yudhis AM
Vocal - Franky & Jane

05 Kepada Angin dan Burung Burung
Lagu - Franky Sahilatua
Lirik - Yudhistira AM
Vocal - Jane & Johnny

06 Bis Kota
Lagu & lirik - Franky Sahilatua
Vocal - Jane & Johnny

07 Memanggil Namamu
Lagu - Franky Sahilatua
Lirik - Hare Rumemper/ Johnny
Vocal - Jane

08 Pada Bukit Pedesaan
Lagu - Johnny Sahilatua
Lirik - Hare Rumemper
Vocal - Franky & Jane

09 Jangan Pergi
Lagu & lirik - Johnny
Vocal - Johnny

10 Diladang Bunga
Lagu & lirik - Franky Sahilatua
Vocal - Franky/ Jane & Johnny

11 Damai BersamaMu
Lagu & lirik - Johnny Sahilatua
Vocal - Johnny & Jane

12 Musim Bunga
Lagu & lirik - Franky Sahilatua
Vocal - Jane & Johnny


Salam...

Sunday, August 6, 2017

Life's Not The Same - Giant Step (2017)

Life's Not The Same - Giant Step (2017)

Ini adalah album terbaru Giant Step yang telah lama mati suri dan mencoba kembali menampakkan dirinya dengan mengusung musik musik yang sama seperti dahulu yaitu Progressive/ Psychedelic Rock. Album Life's Not The Same ini memiliki jarak cukup jauh yaitu sekitar 32 tahun dari album sebelumnya berjudul Geregetan yang di rilis pada tahun 1985 dibawah bendera JK Records, setelah perilisan album tersebut kabar tentang band ini seperti menghilang di telan bumi. Walaupun begitu apresiasi terhadap musik musik mereka tak begitu saja sirna, pemerhati karya karya mereka tetap ada bahkan pada tahun 2007 label Jerman bernama Shaddoks Music merilis ulang album Benny Soebardja bersama Sharkmove berjudul Ghede Chokras 1970 dalam bentuk Piringan Hitam dan CD, di lanjutkan dengan perilisan ulang album Giant Step Giant On The Move 1976 dalam bentuk CD dan kaset oleh label Rockpod Records, sebuah label independen yang berada di Singapura, didirikan oleh Rhama Nalendra yang tak lain adalah putra Benny sendiri dan juga seorang musisi. Apresiasi positif penggemar terhadap album beliau walaupun telah lama tidak merilis album baru dan ditambah interaksi dengan musisi muda dalam diskusi maupun moment panggung membuat keinginan beliau untuk merilis album semakin besar.

Di rilis pada bulan Maret 2017 berisi tujuh komposisi lagu, enam lagu baru dan satu lagu lama berjudul Evil War di ambil dari album Sharkmove Ghedechokras. Bob Dook teman lama Benny Soebardja yang pada album terdahulu sering membantu dalam pembuatan lirik, di album ini ikut berkontribusi di lagu Life's Not The Same yang juga di jadikan sebagai judul album.

Personil asli yang tersisa hanya Benny Soebardja seorang, di dukung Debby Nasution yang terkenal lewat group Gank Pegangsaan pada Keyboard, Hammond, Synth, Johannes Jordan Sebastian merupakan gitaris band Imanissimo yang juga bercorak progressive rock, Audi Adhikara pada bass dan Rhama Nalendra pada Drum dan perkusi.

Selain di edarkan oleh Rockpod Records untuk wilayah Asia dan Eropa, album ini juga di edarkan oleh label Vestibular Records untuk wilayah Amerika Serikat. Bisa di fahami juga karena penikmat musik mereka banyak terdapat di luar negeri, bukan hanya di Indonesia saja, apalagi mayoritas lirik mereka juga berbahasa Inggris sehingga mudah di terima dan difahami.

Album ini sendiri sepertinya dicetak terbatas dengan kode nomor seri pada belakang covernya, pada album ini tertulis 285-500 bermakna CD ke 285 dari 500 CD yang di produksi. Selain itu terdapat juga bonus gambar/ foto sebesar ukuran postcard berjumlah enam buah yang memiliki corak seperti lukisan simbolisme, mungkin saja ada makna yang ingin disampaikan dari gambar tersebut, bisa juga visualisasi dari lagu lagu di dalam album ini. Yang teristimewa tentu saja adanya tanda tangan asli beliau dalam setiap album terbarunya ini..

Album: Life's Not The Same
Artis: Giant Step
Kode: RRVR11US-GSLS-CD
Kode Nomor Seri: 285-500 
Label: Rockpod Records
Tahun: 2017
Harga (saat rilis): 150.000,-












......................

Giant Step:
Benny Soebardja - Lead Vocal/ Guitar
Johanes Jordan Sebastian - Guitar/ Flute
Audi Adhikara - Bass
Debby Nasution - Keys/ Hammond/ Synths
Rhama Nalendra - Drums/ Percussions

Produced by Rockpod Records/ Vestibular Records and Giant Step
Executive Producer - Jesse Ellis
Producer - Rhama Nalendra
Engineered - Dewa & Opit
Mastered by - Dewa at Porsea Studio
Recorded at - Porsea Studio Jakarta Indonesia
Song Written:
Lady With A Knife/ Humble Sorrow Man/ Fly Away/ Thoughts by Rhama Nalendra
Alam Tersiksa/ Evil War by Benny Soebardja
Life's Not The Same by Benny Soebardja & Bob Dook

Cover & Art Direction by Rhama Nalendra
Management: Rockpod Records
US Booking: Vestibular Records-Jesse Ellis
Contact: alovingstoneindustries@gmail.com
Europe & Asia booking: Rockpod Records
Contact: rockpodrecords@gmail.com

@2017 Rockpod Records (SG) - Vestibular Records (US). The copyright in this sound recording, owned by Rockpod Records (SG). All rights of the manufacturer and the owner of the work produced reserved. Unauthorised copying, hiring, lending, public performances and broadcasting of the recorded work prohibited. Made in USA.

Tracklist:
01 Lady With A Knife
02 Humble Sorrow Man
03 Fly Away
04 Life's Not The Same
05 Thoughts
06 Alam Tersiksa
07 Evil War


Salam..