Monday, August 14, 2017

CD Mark 1 - Giant Step (Bravo Musik 2013)

CD Mark 1 - Giant Step (Bravo Musik 2013)

Album: Mark 1
Artist: Giant Step
Kode: BMCD 01112
Label: Bravo Musik
Tahun: 2013
Harga (saat rilis): 40.000,-

Album ini pertama kali dirilis dalam bentuk kaset di tahun 1976 oleh label Lucky Record baru setelah beberapa dekade berlalu label Bravo Musik yang memang memiliki spesialisasi merilis album lawas legendaris Indonesia merilis pertama kalinya dalam bentuk CD. Sebuah langkah yang patut di apresiasi karena rahasia umum jika ingin menikmati musik legendaris Indonesia dalam bentuk fisik harus merogoh kantong dengan sangat dalam, hal itu disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya adalah kelangkaan album tersebut yang menyebabkan nilai album fisik berupa kaset atau piringan hitamnya menjadi melambung tinggi.

Giant Step sendiri adalah kelompok musik yang memiliki idealisme tinggi, saat itu banyak band yang melakukan ''cover version'' band ternama luar negeri seperti Black Sabbath, Led Zeppelin, Deep Purple, Rolling Stones ataupun Grand Funk, mereka lebih memilih untuk menyanyikan lagu ciptaan mereka sendiri dengan resiko penonton melongo karena tidak akrab dengan lagu lagunya, atau yang terparah di lempari dan di teriaki untuk menyudahi permainannya. Tetapi semua itu pelan pelan menarik perhatian dan diterima publik karena di dukung dengan permainan mereka yang kompak dan solid.

Di album ini memiliki formula yaitu pada side A sepertinya memang untuk lagu lagu idealisme yang banyak di kerjakan oleh Benny Soebardja bersama Deddy Dores dan lirik oleh Bob Dook, rata rata nomor keras terdapat pada lima lagu ini sedangkan sibe B untuk lagu lagu mellow yang banyak digawangi oleh Deddy Dores sendiri, istilah lainnya ini merupakan lagu jualan. Deddy Dores memang ahli dalam menciptakan lagu seperti ini, meskipun begitu jiwa rocker tetap tertanam didalam hatinya dan di era 90an kita bisa menyaksikan begitu populernya beliau dalam menciptakan lagu bercorak seperti ini. Total semua ada 10 lagu, spesial untuk lagu My Life sendiri merupakan lagu daur ulang yang di ambil dari album Sharkmove Ghedechokras, sebuah band project yang di prakasai oleh Benny Soebardja sebelum era Giant Step ada.

Sedikit berbeda dengan format kasetnya, di sini ada prakata sejarah singkat tentang Giant Step yang di tulis oleh MH Alfie Syahrine seorang pengamat musik dan seorang penyaksi kehebatan musik rock saat itu, terkhusus untuk kelompok musik yang berasal dari Bandung.














......................

Gentlemen, Here Comes The First Indonesian Prog Rock Band of 70's
Giant Step !

''Giant Step'' di proklamirkan di Bandung pada tahun 1973, adapun formasi pertama mereka terdiri dari Benny Soebardja (lead guitar), Yongkie atau sekarang lebih di kenal dengan Yockie Suryoprayogo yang saat itu baru saja cabut dari God Bless (keyboard), Deddy Sutansyah yang baru cabut juga dari The Rollies (bass) dan Sammi Zakaria mantan drummer Sharkmove (drum). Nama Giant Step dendiri menurut Benny di ambil dari sebuah stiker yang menempel di bungkus gitar milik Remy Silado.

Konon Benny dan temannya itu pada tahun 1973 hendak manggung di kampus ITB, namun ketika itu belum ada nama untuk band mereka, lalu Benny yang melihat stiker itu langsung mengusulkan nama Gian Step. Sejak saat itu Gian Step yang di manejeri Gandjar Suwargani (pemilik radio OZ Bandung) secara resmi di proklamirkan.

Di awal kariernya Giant Step lebih banyak membawakan lagu lagu milik group Inggris seperti King Crimson, Jethro Tull, Pink Flyod, Gentle Giant, Yess, Genesis dan Emerson Lake and Palmer (ELP). Ketika baru saja Gian Step berusaha untuk eksis dengan formasi perdananya, tetapi tidak lama kemudian pada tahun 1974 dengan tidak disangka sangka tiga personilnya hengkang yaitu Yockie dan Sammi Zakaria dan bermigrasi ke malang membuat group band Double Zero (singkatan dari nama sebuah pabrik rokok ''Orong Orong'') dan Deddy Sutansyah yang cabut juga dari Giant Step dan masuk God Bless maka formasi Giant Step mengalami perubahan, kedudukan Yongkie di ganti oleh Deddy Dores yang pulang kampung selepas cabut dari God Bless, dan kedudukan Deddy Sutansyah di gantikan oleh Adhy Haryadi yang hijrah dari Medan karena sudah tidak betah di group top rock Minstrel's dan posisi Sammy Zakaria di gantikan oleh Yanto Sudjono mantan drummer Philosophy Gang of Harry Roesli.

Yanto bisa di kategorikan sejajar dengan Fuad Hassan dari kehebatan permainan drumnya namun rovel rovelnya lebih rapi dan terarah sebagaimana puji  Martha Boerhan dari majalah musik TOP. Dengan formasi barunya Giant Step di tambah embel embel Rhapsodia, jadilah mereka Giant Step of Rhapsodia yang bukan saja membawakan lagu lagu milik King Crimson, Jethro Tull, Pink Flyod, Gentle Giant, Yes, Genesis dan Emerson Lake Palmer (ELP), melainkan mulai merambah membawakan lagu lagu Deep Purple dan pengaruh Gentle Giant mulai terasa.

Formasi ini di uji coba pada peringatan 100 hari meninggalnya Soman Lubis dan Fuad Hassan di Istora Senayan pada tahun 1974, pada saat itu yang tampil adalah God Bless dengan formasi baru posisi drum, keyboard dan gitar di isi oleh Nasution Bersaudara. AKA yang di rencanakan datang rupanya absen saat itu. Penulis sendiri menyaksikan acara yang di pandu oleh Rudy Jamil itu dan gaya panggung Giant Step memang sangat hidup, stage act Benny dan Deddy di atas panggung sangat dominan sedangkan Yanto Sudjono memang pantas di sejajarkan dengan Fuad Hassan (alm) dalam permainannya sebagaimana pendapat Martha Boerhan dari majalah musik TOP sedangkan Adhy masih mencari gaya dan nyaris statis di tempat walaupun permainannya bagus dan di puji Donny Fattah saat dia akan hengkang dari God Bless tahun 1976.

Pada tahun 1975 Giant Step memulai era bermusiknya dengan menampilkan double guitarist dengan masuknya Albert Warnerin, guitarist dari Philosopy Gang of Harry Rusli. Dengan formasi ketiga ini, Giant Step mulai aktif menciptkan lagu dan mengadakan konser konser di berbagai kota. Album pertama Giant Step di rilis di penghujung tahun 1975 dengan judul ''Giant Step - Mark 1'' dibawah label Lucky Record Bandung. Lewat album perdananya walaupun kualitas rekamannya masih dibawah standard namun seperti pendapat wartawan senior dari majalah TOP, Martha Boernan yang sangat mengagumi Giant Step saat itu bahwa Giant Step mampu mengukuhkan namanya menjadi salah satu super group rock Indonesia yang sejajar dengan God Bless, The Rollies, AKA atau SAS yang mana mereka pernah sepanggung dengan keempat band tersebut.

Giant Step Mark 1 menciptakan lagu lagunya sendiri dengan karakter khusus, diantara rock group yang paling banyak mengoleksi karya berbahasa Inggris adalah Giant Step yang paling wahid. Mereka sangat produktif dan tak tertandingi dalam originalitas musik maupun syairnya. Bagi para penggemar Giant Step, bilamana lagu Childhood and The Seabird dan Fortunate Paradise di kumandangkan di atas pentas mereka langsung histeris dan berjingkrak jingkrak karena lagu itu sudah begitu populer bagi para fans Giant Step. Maka tak heran jika banyak majalah musik dan koran menobatkan Benny Soebardja sebagai seorang super star saat itu.

Pada formasi pertama Giant Step yang terdiri dari Benny Soebardja, Yockie Suryoprayogo, Deddy Sutansyah dan Sammy Zakaria saat itu mereka belum sempat berfikir untuk membuat rekaman di samping order manggung mereka sangat padat, walhasil pada formasi ini belum sempat membuat rekaman mereka sudah bubar. Dan tidak lama setelah itu Adhy Haryadi dan Deddy Dores bergabung ke dalam Giant Step formasi II dan kemudian barulah mereka mulai membuat album rekaman, dengan judul yang cukup wah! Giant Step Mark 1 (Lucky Record 1975) yang berisikan lagu berteks Inggris antara lain Childhood and The Seabird, My Life, Fortunate Paradise, Far Away Keep A Smile dll. Kontribusi Bob Dook warga negara Inggris yang karibnya abang kandung Benny Soebardja itu sangat besar karena dialah yang menulis lyric lagu lagu Giant Step yang berbahasa Inggris termasuk dua album solo Benny Soebardja: Night Train dan Gimme Piece Of Gut Rock. Giant Step juga termasuk band rock yang produktif, setidaknya ada tujuh album yang di hasilkan dalam kurun waktu 1975-1985. Tentu bukan hanya itu, Giant Step pun termasuk dari sedikit band rock pribumi yang berkiblat pada jenis musik art rock (kini lebih di kenal sebagai progressive rock) yang di usung group Inggris seperti King Crimson, Jethro Tull, Pink Flyod, Gentle Giant, Yes, Genesis dan ELP. Giant Step pun memiliki duo gitaris yang bisa dianggap sebagai roh atau nyawa bagi group yaitu Benny Soebardja dan Albert Warnerin.

Benny dikenal sebagai pemain guitar dan penulis lagu yang produktif, sedangkan Albert Warnerin yang di sebut sebagai Jeff Beck nya Indonesia itu termasuk salah seorang guitarist handal Indonesia asal kota Kembang yang kemampuannya susah di cari tandingannya untuk saat itu. Albert pun piawai bermain flute, gaya permainan flutenya banyak yang mengatakan mirip dengan Ian Anderson vokalis Jethro Tull.

Kini Bravo Musik mendapat kepercayaan untuk mengedarkan kembali album Giant Step Mark 1 ini guna mengobati kerinduan para penggemar musik rock Indonesia era 70-an.
Welcome back to The Indonesian Rock World of 70's!

Penulis: MH Alfie Syahrine

......

Giant Step Mark 1
Deddy Dores - Keyboard
Benny Soebardja - Lead
Albert Warnerin - Guitar
Adhy - Bass Guitar
Janto - Drummer

Tracklist:
01 Child Hood and The Seabird - Deddy Dores
02 Far Away - Deddy Dores
03 Fortunate Paradise - Benny Soebardja
04 Keep A Smile - Benny Soebardja/ Deddy Dores
05 My Life - Benny Soebardja/ Deddy Dores
06 Hancurnya Sebuah Harapan II - Deddy Dores
07 Hati Yang Luka - Deddy Dores/ Group
08 Cinta Untukmu - Deddy Dores
09 Hay Manusia - Benny Soebardja/ Group
10 Cinta Terhina - Deddy Dores
*track 1 sd 5 composed by: Bob Dook


Salam...

No comments:

Post a Comment