Saturday, December 16, 2023

Album Anthology - God Bless (Rumah Musik Kita & Demajors 2023)

Album Anthology - God Bless (Rumah Musik Kita & Demajors 2023)
 
Album: Anthology
Artist: God Bless
Kode: -
Label: Rumah Musik Kita & Demajors
Tahun: 2023
Harga (saat rilis): 100.000,-
 
Album ini sebenarnya sudah sampai ditangan admin pada sekitaran tanggal 17 bulan November lalu, dengan sebelumnya telah memesan lebih dahulu kepada seller langganan, syukurlah ternyata mendapat bonus poster yang lumayan ciamik juga, dengar dengar itu hanya untuk 1000 pembeli pertama saja. Karena berbagai kesibukan hingga baru bisa diposting saat ini, sudah telat sekitar sebulanan, tak apalah, minimal ikut meramaikan dan memberi warna jagad review musik Indonesia agar lebih semarak. Seperti tema utama yang diangkat, album ini hadir untuk merayakan ulang tahun kelompok legendaris ini yang memasuki usia ke 50 tahun, pada cover sebenarnya telah tergambar secara jelas, memuat lima lingkaran emas yang saling terkoneksi di udara. Patokan 50 tahun album ini sendiri dapat dibaca pada liner notes yang di tulis oleh Denny MR, disana tertulis 05 Mei 1973 pada saat tampil pertama kali pada Teater Terbuka TIM, Jakarta dengan tajuk 'Rock 'N Blues' dua malam berturut turut. Konser ini mendapat sambutan meriah sehingga membuat mereka semakin bersemangat untuk melanjutkan kelompok ini, meskipun diperjalanan banyak hambatan yang terjadi, ternyata mereka mampu bertahan dan pada Mei tahun ini telah mencecah usia 50 Tahun.

Album ini memang dipersiapkan sejak lama, Ian Antono sendiri bercerita, apa lagi ya yang akan di lakukan untuk project selanjutnya, karena musik musik God Bless ini ada aroma atau nuansa klasiknya, sehingga bagaimana jika album nanti ada suntikan nuansa orkestrasinya. Kelompok ini kemudian bekerja sama dengan Tohpati sebagai produser dan juga penata orkestrasi untuk komposisi 12 lagu hits klasik yang di nukil dari album sebelumnya. Tohpati sendiri tidak membuat banyak perubahan dari aransemen aslinya demi memasukkan unsur orkestrasi, ia sangat berhati hati karena lagu lagu God Bless sangat dikenal lekat oleh masyarakat luas. Untuk pengerjaan string/ orkestrasi juga tidak main main, dilakukan oleh Czech Philharmonic Orchestra dengan langsung mendatanginya ke Praha, Ceko, dilanjutkan mastering di Studio 301 Sydney, Australia, sungguh merupakan pekerjaan besar dan membutuhkan dana yang tidak sedikit namun hasilnya sangat luar biasa. Para personil God Bless sendiri dalam album ini bermain ciamik, usia tak mampu menggerus skill mumpuni para mbah mbah maestro ini, minus Fajar Satritama tentunya yang termuda.
 
Pada bulan Juni silam album ini dilaunching, fokus kepada layanan streaming dan baru di bulan November tersedia format fisiknya. Admin memang sengaja tidak menikmati secara utuh lewat platform digital tersebut, setengah setengah saja demi mendapatkan vibes macam era tahun 2000an kebawah, antara rasa penasaran dan tidak sabar menunggu album fisiknya tiba di toko musik. Ternyata untuk album ini cukup berhasil, memutar musik relax sambil membaca inlay covernya sangat nikmat. Proses menunggu itu indah, hal yang sangat jarang saya pribadi rasakan untuk saat ini, hal kecil namun bermakna, ia perlahan hilang kini karena faktor kemajuan teknologi. Sering skip lagu juga merusak feel, bisa jadi pembaca juga merasa seperti itu, tetapi ini hanya pengalaman personal saja.
 
Kemasan album ini juga membuat lega, karena memakai kemasan mika atau jewel case yang menurut admin masih menjadi cover terbaik untuk sebuah kemasan album CD, ditambah cover selongsong luar keemasan sudah menampakkan keeleganannya. Rancangan covernya dikerjakan oleh Bharata Dwi Putra termasuk ilustrasi lukisan cover album ini yang cukup mempesona, alam liar yang perkasa dengan deretan perbukitan batu terjal dikanan kirinya. Garapan cover belakang juga cukup menarik, wajah kelima personil terlukis di awan yang tinggi. Lima lingkaran bola emas yang saling terkoneksi melambangkan usia karier mereka dalam industri musik tanah air. Sungguh luar biasa, di usia saya yang sudah tidak muda, masih menjadi penyaksi para musisi legendaris masih berkarya, merupakan sebuah anugrah yang tidak terhingga.
 









Bonus Poster:


 
..........................
God Bless - Anthology
Fifty Years Anniversary Celebration
 
Album ini merupakan wujud penghormatan kepada seluruh keluarga, para penggemar setia, serta kawan kawan lintas profesi dan generasi yang tanpa putus memberi dukungan.
 
Semoga dapat menjadi persembahan terbaik dari perjalanan panjang kami di dunia musik.
 
Mari merayakan 50 tahun kebersamaan kita.
 
God Bless.
 
.....
God Bless are:
Achmad Albar - Lead Vocals
Ian Antono - Guitars
Donny Fattah - Bass
Abadi Soesman - Keyboards
Fajar Satritama - Drums

.....
Produced by - Tohpati & Ian Antono
Executive Producer - Hendra Lie

Additional Musicians:
Anindya Dimas & Bima Zeno - Backing Vocals on Menjilat Matahari, Bla Bla Bla, Kehidupan, Semut Hitam, Srigala Jalanan, Maret 89
Bima Zeno, Yandi Gunawan & Humpi Tampubolon - Backing Vocals on Overture, Musisi, Rumah Kita, Jalan Pulang

Band Recording Session:
Performed by - God Bless
Recorded at - Slingshot Studio & Rumah Kita Studio

Orchestra Recording Session:
Performed by - Czech Philharmonic Orchestra
Conducted by - Michaela Rozsa Ruzickova
Recorded at - Czech Television Studio, Praque

All Tracks Mixed by - Stephan Santoso
At Slingshot Studio, Jakarta
All Tracks Mastered by - Steve Smart at 301 Studio, Sydney, Australia
All Tracks Published by - PT. Aquarius Pustaka Musik, except Srigala Jalanan by PT. Musica Publisher Indonesia, PT. Aquarius Pustaka Musik & PT. Harmoni Digital Publisherindo

Business Manager - Rocky Antono
Album Description - Denny MR
Photography - Evan Antono, John Sani & Aditya Nugroho Putro
Graphic Design & Illustration - Barata Dwi Putra
Official Website - www.godblessrocks.com
Official Twitter/ Instagram/ Threads - @godblessrocks
Youtube Channel - God Bless Official
Merchandise - www.godblessrockstore.com
Management - +62 811 855 6988
Media Relationship - +62 877 70178016

P.2023 Rumah Musik Kita
C.2023 Demajors
All Right Reserved. Manufactured and distributed by Demajors Independent Musik Industry (DIMI). www.demajors.com.
Printed in Indonesia
 
...
Tracklist Album:
01 Overture
      Medley Instrumental: Anak Adam/ Cermin/ Rumah Kita
02 Menjilat Matahari
     cipt. Yockie Suryo Prayogo
03 Bla Bla Bla
     cipt. Ian Antono/ Remy Soetansyah
04 Huma Diatas Bukit
     cipt. Donny Fattah/ Sjumandjaja
05 Kehidupan
     cipt. Yockie Suryo Prayogo
06 Srigala Jalanan
     cipt. Eet Sjahranie/ Sawung Jabo/ Teddy Sudjaya
07 Jalan Pulang
     cipt. Ian Antono/ Hans Miller Banurea
08 Balada Sejuta Wajah
     cipt. Ian Antono/ Theodore KS.
09 Musisi
     cipt. Donny Fattah
10 Rumah Kita
     cipt. Ian Antono/ Theodore KS.
11 Semut Hitam
     cipt. Donny Fattah/ Yockie Suryo Prayogo
12 Maret 89
     cipt. Yockie Suryo Prayogo/ Donny Fattah

......
LINER NOTES:

Album 'Anthology' dapat dimaknai sebagai medium permenungan God Bless dalam rangka memperingati 50 tahun perjalanan karirnya di dunia panggung dan rekaman. Berisi sebelas karya masterpiece dengan satu buah medley berbentuk instrumental, hasil seleksi dari enam buah album yang pernah beredar sejak kurun waktu 1976 hingga 2009.

Seluruh materi direkam ulang bekerjasama dengan Tohpati dengan melibatkan Czech Symphony Orchestra. Sekaligus memperlihatkan karakteristik God Bless dalam mengangkat berbagai tema lagu melalui sudut pandang makro, sehingga memiliki dimensi yang sangat luas.

Sebagai produser, tidak mudah bagi Tohpati untuk memasukkan elemen orkestra kedalam lagu lagu yang struktur melodinya sendiri sudah menawarkan elemen orkestrasi melalui bebunyian gitar dan keyboard. Ia dihadapkan kepada dua pilihan, membongkar materi dasar setiap lagu atau mengembangkan secara maksimal untuk melahirkan nilai estetika baru. Memproduksi ulang karya karya yang popularitasnya telah berurat akar di kalangan masyarakat luas memperlihatkan keseriusan God Bless dalam menyikapi setengah abad usia bandnya. Ini proses elaborasi dari para pemusik yang seluruh hidupnya didedikasikan kepada dunia seni.

Sebagai sebuah entitas, God Bless resmi berdiri pada 5 Mei 1973 melalui pergelaran berjudul 'Rock 'N Blues' di Teater Terbuka TIM, Jakarta. Laiknya embrio, periode awal ini dilalui dengan membawakan versi cover lagu lagu rock mancanegara, sehingga secara alamiah menjadikannya kelompok musik yang mentalnya terlatih di atas panggung.

Proses pencarian jati diri ini kemudian melahirkan keakuan yang kukuh. Mereka tumbuh menjadi sekelompok pemusik yang menolak dogma. Ketika industri rekaman diarahkan oleh sebuah kekuatan untuk hanya menghasilkan musik pop dengan musik dan lirik cenderung linear, God Bless melakukan perlawanan kreatif dengan merilis album 'Cermin' 1980. Langkah beresiko yang mengundang reaksi ambigu dari publik. Sebagian kesulitan mencerna musikalitasnya, sebagian lagi menilai album ini terlahir mendahului zamannya. Keengganan didikte inilah yang selanjutnya mengundang perjalanan penuh warna. Selama 14 tahun sejak didirikan mereka tidak eprnah menghasilkan finansial yang berarti. Alih alih mencemari spirit bandnya, setiap personel memilih berkarir solo, yang terbukti berhasil mencetaks ejumlah bintang rock. Sekaligus memperlihatkan level kemampuan musikal dari para individunya.

Lalu, muncullah dinamika itu. Dihempas beragam rupa konflik, musisi datang dan pergi silih berganti. Berkali kali mengalami mati suri namun berkali kali pula bangkit kembali. God Bless tumbuh dalam situasi yang tidak pernah stabil. Dukungan tanpa henti dari seluruh lapisan keluarga adalah nyawa. Titik cerah baru muncul pasca dirilisnya 'Semut Hitam' 1988, album tersukses secara komersil.

God Bless adalah band yang terbiasa bermusik dengan naluri. Diksi ini untuk menjawab kenapa dalam rentang waktu lima dekade hanya menghasilkan enam buah album saja, ditambah dua album re-aransemen. Hukum kuantitas bukan segalanya. Waktu yang panjang hanya berhasil menggerogoti ragawi, tidak pada komitmen.

Pernyataan Achmad Albar, salah seorang pendiri yang sampai hari ini tidak pernah beranjak, sangat menggetarkan untuk diresapi:

''Saya hanya berhenti bermusik kalau sudah mati.''

Selama 50 tahun parapersonelnya dengans etia memeluk komitmen. Tidak ada badai yang dapat membubarkan God Bless. Mari kita bergandengan tangan dalam perayaan ini, mengenang kenangan dan alunan yang tak terlupakan, sambil mengapresiasi konsistensi dan dedikasi mereka di dunia musik.
(Denny MR).

...
1976 God Bless (self titled)
Formation:
Achmad Albar - Lead Vocals
Ian Antono - Guitar
Donny Fattah - Bass
Yockie Suryo Prayogo - Keyboards
Teddy Sudjaya - Drum

Imbas pemberitaan sepanggung dengan supergrup Deep Purple di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta 5 Desember 1975, setelah sebelumnya dengan Suzi Quatro di Convention Hall, 15-16 November, membuka jalan bagi God Bless untuk mendapatkan kesempatan rekaman sekaligus menjadi band rock pertama yang diproduksi perusahaan Pramaqua (Prambos-Aquarius). Untuk pertama kalinya pula label kolaborasi tersebut memproduksi piringan hitam meski sebatas untuk keperluan promosi.

Sebelum memasuki industri rekaman, nama God Bless terlebih dahulu berhasil menembus dunia perfileman nasional. Lagu 'Huma Diatas Bukit' berasal dari film 'Laela Majenun' 1975, arahan sutradara Sumandjaja yang sekaligus menuliskan liriknya berdasarkan komposisi ciptaan Donny Fattah. Bisa dibilang inilah satu satunya karya God Bless bertema romantisme.

Lagu lain dalam album ini yang juga berasal dari film adalah 'Sesat' dari 'Laila Majenun' dan 'Setan Tertawa' dari 'Semalam Di Malaysia'. Semuanya diaransemen ulang untuk kebutuhan format band.

...
1980 Cermin
Formation:
Achmad Albar - Lead Vocals
Ian Antono - Guitars
Donny Fattah - Bass
Abadi Soesman - Keyboards
Teddy Sudjaya - Drums

Re-recorded 2016
Formation:
Achmad Albar - Lead Vocals
Ian Antono - Guitars
Donny Fattah - Bass
Abadi Soesman - Keyboards
Fajar Satritama - Drums

God Bless melakukan perubahan struktur musikalitasnya di album kedua. Melalui album yang diberi judul 'Cermin', mereka mengirim pesan atas ketegasan sikapnya sebagai band. Sebuah antitesis pada kekuatan industri rekaman saat itu yang cenderung mendikte musisi rock untuk hanya memproduksi lagu lagu pop linear.

Album inimemperlihatkan masuknya pengaruh progresif rock yang dibawa oleh Abadi Soesman, mantan personil Guruh-Gipsy, yang menggantikan Yockie Suryo Prayogo. Kompisisi aransemennya cenderung rumit dengan durasi lagu yang menabrak kelaziman. Penjualannya gagal, namun kini termasuk album yang paling dicari oleh kolektor.

Lagu 'Musisi' merupakan karya monumental Donny Fattah yang tidak pernah lekang oleh waktu. Tercipta ketika Sang Bassist terombang ambing diantara dua pilihan: menjadi musisi atau tidak sama sekali. Sedangkan 'Balada Sejuta Wajah' bicara tentang mimpi, harapan dan kenyataan di balik kerasnya deru kehidupan.

'Cermin' menjadi satu satunya album yang diremake secara utuh oleh God Bless dengan judul 'Cermin 7' yang dirilis pada 2016. Album ini sekaligus merupakan debut rekaman drummer Fajar Satritama.

...
1988 Semut Hitam
Formation:
Achmad Albar - Lad Vocals
Ian Antono - Guitars
Donny Fattah - Bass
Yockie Suryo Prayogo - Keyboards
Teddy Sudjaya - Drums

Pasca pengembaraan kreatf para personelnya dalam berbagai proyek solo, God Bless kembali berkumpul untuk mengerjakan materi baru. Duet Yockie Suryo Prayogo dan Ian Antono berhasil memperlihatkan kelas mereka sebagai para virtuoso dalam kesempurnaan harmony. Akumulasi pengalaman semua individu berkelindan menghasilkan album yang bertabur hit. Empat diantaranya: Bla Bla Bla, Kehidupan, Rumah Kita dan Semut Hitam.

Lagu 'Semut Hitam' akhirnya menjadi sebuah anthem bagi para pencinta God Bless, di samping 'Kehidupan' dan 'Rumah Kita' yang juga menjadi lagu ikonik berkat kesederhanaan notasi lagu lagunya, mudah di nyanyikan, namun memiliki kedalaman dalam hal pemilihan tema. Dua judul terakhir, masuk dalam daftar '150 Lagu Indonesia Terbaik' versi Majalah Rolling Stone Indonesia pada tahun 2009.

Sihir album 'Semut Hitam' terletak pada struktur nada nada melodius yang bersenyawa dengan distorsi gitar. Secara keseluruhan materinya merupakan parade bebunyian keras namun tetap nyaman di telinga. Hasil penjualan album ini tersukses dalam sejarah karir God Bless.

...
1989 Raksasa
Formation:
Achmad Albar - Lead Vocals
Eet Sjahranie - Guitars
Donny Fattah - Bass
Yockie Suryo Prayogo - Keyboards
Teddy Sudjaya - Drums

Album yang lebih bertenaga, kesan sangar terwakili oleh 'Menjilat Matahari' dan 'Maret 89" yang tampil menderu deru. Eet Sjahranie bergabung utnuk menggantikan Ian Antono. Keindahan melodi menjadi ruh God Bless digantikan oleh permainan skill. Sama sama bermagnet namun dengan impresi berbeda.

Pengolahan tema tetap menyentuh isu serius. Mulai mengangkat fakta sejarah tentang kontroversi buku 'The Satanic Verse' karya Salman Rusdhie yang mengguncang dunia internasional hingga kepada penggunaan frasa bernuansa sastra yang mengundang tingkat kesulitan tertentu dalam menyelaraskannya dengan aransemen bertempo cepat dan keras.

...
1997 Apa Kabar?
Formation:
Achmad Albar - Lead Vocals
Ian Antono - Guitars
Eet Sjahranie - Guitars
Donny Fattah - Bass
Yockie Suryo Prayogo - Keyboards
Teddy Sudjaya - Drums

Album ini lebih merupakan medium reuni, alih alih pertaruhan sebuah karya musik. Nama nama yang sudah pergi karena tersekat oleh perbedaan sudut pandang kembali berkumpul. Nuansa kekeluargaan pun mudah terbaca dari pemilihan judul albumnya.

Mereka, para pemusik yang masing masing sudah meninggalkan banyak jejak penting dalam khasanah musik pop dan rock tanah air, tidak berkumpul untuk memaksimalkan kapasitas individu menjadi posisi tawar. Melainkan untuk bermusik dalam suasana baru. Suasana penuh tenggang rasa. Ini bertolak belakang dengan ekspektasi tinggi para pencinta musik rock, bahwa formasi reuni ini akan membuahkan sebuah maha karya yang dahsyat. Dalam album 'Apa Kabar?' pembuktian jati diri sudah tidak lagi menempati skala prioritas.

...
2009 36th
Formation:
Achmad Albar - Lead Vocals
Ian Antono - Guitars
Donny Fattah - Bass
Abadi Soesman - Keyboards
Yaya Moektio - Drums

Jika 'Semut Hitam' dan 'Raksasa' dirilis pada tahun yang berurutan, maka '36th' muncul satu dekade setelah God Bless absen dari dunia rekaman, dan memilih aktif di dunia panggung. Dalam periode ini kembali terjadi pergantian personel. Teddy Sujaya mengundurkan diri diri digantikan oleh Yaya Moektio, sedangkan Abadi Soesman kembali menggantikan Yockie Suryo Prayogo.

Mengawal album rekaman sebanyak empat volume, menjadikan karakter pukulan Teddy Sudjaya yang kuat dan terstruktur telah menjadi bagian dari nafas God Bless. Sedangkan kehadiran Yaya Moektio lebih menawarkan kelincahan permainan yang tidak terbantahkan. 'Jalan Pulang' yang terdapat dialbum ini juga muncul sebagai soundtrack di film 'Alangkah Lucunya Negeri Ini'.


 
Salam...

No comments:

Post a Comment

Seluruh komentar pada blog ini akan di MODERASI untuk mengantisipasi kemungkinan komentar yang tidak sesuai dengan topik postingan, spam, kata kata kasar, ujaran kebencian dan semacamnya.

Salam..