Sunday, August 23, 2026

Yang Kunanti - Inka Christie (Musica Studio's 1995)

Yang Kunanti - Inka Christie (Musica Studio's 1995)

Album: Yang Kunanti
Artist: Inka Christie
Kode: MSC 7989
Label: Musica Studio's
Tahun: 1995
Harga (saat rilis): 6.000,-

Tidak semua album Inka Christie admin mengikuti secara intens, awalnya hanya memiliki album kompilasi Best Of The Best Inka Christie 2005 saja, dan kemudian setelah ditelusuri lebih lanjut, para musisi pendukung dibelakangnya, ternyata sebagian besar nama tersebut terdapat didalam tag labels blog ini, jadi sekalian sajalah, diputuskan untuk didalami dan dilanjut sebagai bahan postingan blog juga, mengingat credit title dan catatan kecil dalam album ini sebagian besar belum di tulis secara lengkap di blog manapun, setidaknya bisa menjadi bahan tambahan bacaan bagi yang tidak memiliki album fisiknya, dan syukur jika ada yang termotivasi, tergerak untuk memiliki format album fisiknya. Karena dizaman sekarang, akses kepada lagu tidak terbatas, sementara akses mendapatkan informasi album terkadang sangat sulit jika tidak memiliki album fisiknya.

Pada album ketiga ini, semua musisi dan pencipta lagu berasal dari dalam negeri, Ithinx yang sebelumnya juga selalu ikut serta, kali ini menciptakan lagu Yang Kunanti, dan dijadikan sebagai judul album dan lagu unggulan, lagu ini cukup menggaung dan berhasil melejit menjadi hits besar nan abadi dari album ini, dengan Teddy Riadi sebagai penata musiknya. Para pendukung musik pada beberapa lagu tercatat merupakan formasi lama dari album Gambaran Cinta 1991, yaitu pada lagu Mencari Jalan Pulang dan Anak Bara, bisa jadi ini adalah stok lagu lama yang belum dirilis. Hanya pada tiga track saja yang dicatatkan secara utuh nama nama musisi pendukung dibelakangnya, sisanya hanya nama penata musiknya saja, tanpa ada tambahan apapun, nama tersebut adalah Ronald dengan dua lagu, Teddy Riadi satu lagu dan Indra Q dengan total tiga lagu.

Sayang saja, jika para pembantu penata musik ini tidak dicatatkan dengan jelas, karena pada beberapa kasus ada karakter yang mirip sehingga jika tidak membaca credit title didalamnya, maka ditakutkan akan terjadi salah tafsir, seperti siapa yang memainkan gitar pada lagu Yang Kunanti, terasa sangat familiar dan khas dengan pola permainan dari Pay Burman, tetapi ternyata yang bermain adalah Dongki yang juga memiliki pola permainan yang kurang lebih sama, untung saja dilagu ini dimuatkan secara komplit, sehingga misinformasi tidak terjadi. Permasalahannya ada pada enam lagu lainnya, terutama Indra Q yang biasanya jika terdapat project semacam ini ia selalu memilih tandem Thomas, Ronald dan juga Pay, apalagi Ronald juga mengaransir dua lagu dalam album ini, apakah mereka juga memakai tim yang sama? Bagi yang memiliki info, boleh tambahkan di kolom komentar dibawah ini. Sementara Teddy Riadi kemungkinan memakai tim yang sama dengan saat ia menggarap project lagu bersama Franky Sahilatua.

Kemasan cover album ini digarap dengan sangat menarik, berkesan kontemporer dengan menabrak idiom yang ada, menggabungkan huruf besar dan kecil, tebal dan tipis tersusun secara acak namun terlihat segar, seperti tidak beraturan diantara foto yang ada. Konsep ini dirancang oleh Dik Doank yang saat itu masih sangat muda dengan membawa banyak ide ide segar saat menggarap artwork cover album. Admin hanya mempunyai versi kasetnya saja, seandainya format CD juga sepanjang ini, maka keindahan cover tersebut dipastikan lebih memanjakan mata, terasa megah dan luas. Sayangnya, sang empunya album malah lupa menuliskan prakata ucapan terima kasih pada album ini. Kualitas pita dari album ini masih tergolong sangat baik, masih menghasilkan output audio yang stabil dan jernih, khas dari label Musica Studio's. Sementara untuk format streaming digitalnya sudah dapat dinikmati di platform manapun dengan sangat mudah.





.................
Inka Christie - Yang Kunanti

Pimpro - Rummy Aziez
Penata Vocal - Heirrie Buchaery
Mixed by - Heirrie Buchaery/ Danny Lisapaly
Sound Engineered - Ronald Parinsi/ Kang Maman
Photo & Design - Dik Doank

...
Tracklist Album:

Side A
01 Yang Kunanti
     cipt. Ithinx
     Teddy Riadi - Penata Musik/ Keyboards
      Heirrie Buchaery - Bass Guitar
      Dongki - Gitar Akustik & Listrik
      Kamal - Drums
      Noor Bersaudara - Vokal Latar
02 Mencari Jalan Pulang
     cipt. Heirrie Buchaery/ Dossy Iskandar
     Heirrie Buchaery - Penata Musik/ Bass Guitar
     Iwang noorsaid - Piano/ Synthesizer
     Jerry Soedianto - Guitar Listrik
     Uce Hariono - Drums
     Three's - Vocal Latar
03 Cinta Pertama
     cipt. Lody Hinonaung
     Musik - Ronald
04 Nirwana
     cipt. Daeng Jamal Purba
     Musik - Teddy Riadi

Side B
01 Cukuplah
     cipt. Dede Anwar Poetra
     Musik - Indra Q.
02 Bicaralah
     cipt. Tedjo Melawai/ Andy Hidayat
     Musik - Ronald
03 Terbawa Angin
     cipt. Irman S. A.
     Musik - Indra Q.
04 Anak Bara
     cipt. Heirrie Buchaery/ Dossy Iskandar
     Heirrie Buchaery - Penata Musik/ Bass Guitar/ Vokal Latar
     Iwang Noorsaid - Piano/ Synthesizer
     Jerry Soedianto - Guitar Listrik
05 Kenyataan Cinta
     cipt. Dadang S. Manaf
     Musik - Indra Q.


Salam...

Sunday, July 12, 2026

CD The Best Of - Iwan Fals (Nirwana Record 1995)

CD The Best Of - Iwan Fals (Nirwana Record 1995)

Album: The Best Of
Artist: Iwan Fals
Kode: NCD 940607
Label: Nirwana Record
Tahun: 1995
Harga (saat rilis): -

Perilisan album bertajuk kompilasi kumpulan lagu terbaik milik Iwan Fals ini merupakan project kedua setelah perilisan ulang album Orang Gila dalam format CD untuk pertama kalinya oleh label Nirwana Record, label lokal dari Surabaya tetapi produknya telah merambah secara nasional, sebagai label lokal posisinya cukup kuat dan tetap bertahan hingga sekarang, bahkan label ini termasuk terdepan dalam usaha perilisan ulang album lokal dalam negeri berbentuk CD pada pertengahan dekade 90an, disaat mayoritas CD kala itu merupakan import dan berisi lagu lagu asing. Suatu langkah yang tergolong baru kala itu, karena banyak album lokal hanya tersedia dalam format kaset saja tanpa ada pilihan format lainnya.

Perilisan album kompilasi ini jika dilihat dari kode album ini yaitu NCD 940607, cukup berdekatan dengan perilisan album Orang Gila yang memiliki kode NCD 940605, berjarak dua nomor saja, begitu juga dengan kode DYNTARRA pada kepingan cakramnya, pada album ini tertulis 20432 sementara Orang Gila 20430. Kualitas audio yang dihasilkan dari album ini boleh dibilang lumayan, namun masih terasa sedikit datar. Isi didalamnya memuat gabungan beberapa lagu Iwan Fals dari album Belum Ada Judul, Frustrasi dan juga single Terminal milik label Harpa Records ditambah album Mata Dewa dan Kantata Takwa dari label Airo Records, dengan total track berjumlah 12 lagu.

Rancangan desain cover album ini formatnya masih sama dengan versi CD album Orang Gila, yaitu kertas glossy berjumlah dua lekukan saja, tanpa teks lagu maupun tambahan tulisan apapun pada bagian dalamnya, cover depan menggunakan wajah Iwan Fals dari album Belum Ada Judul 1992 bercorak hitam putih bergaris garis, meskipun dengan gambar yang sama, album ini masih cukup menarik perhatian dan terasa klasik. Pada cover belakang hanya memuat track lagu saja, berikut keterangan lagu, tetapi terdapat beberapa kesalahan, seperti lagu Kantata Takwa, Mata Dewa, Belum Ada Judul, Mereka Ada Dijalan, Frustasi, Imitasi dan Coretan Dinding tertulis dari 'group Swami', sehingga tidak akurat. Kepingan CD masih berupa tulisan dan belum terdapat gambar, dan pada masa tersebut memang seperti ini lazimnya.




................
The Best Of Iwan Fals
Under License of - Harpa Records
NCD 940607

....
Tracklist:
01 Kantata Taqwa
     cipt. Iwan Fals/ S. Djody/ Jockie
     vocal - Iwan Fals
02 Mata Dewa
     cipt. Iwan Fals/ S. Djody
     vocal - Iwan Fals
03 Belum Ada Judul
     cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals
04 Mereka Ada Dijalan
     cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals
05 Frustasi
     cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals
06 Besar Dan Kecil
     cipt. Iwan Fals/ Naniel
     vocal - Iwan Fals
07 Rajawali
     cipt. Jabo/ Iwan Fals/ Jockie/ Rendra
     vocal - Iwan Fals
08 Imitasi
     cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals
09 Terminal
     cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals/ Franky S.
10 Coretan Dinding
     cipt. Iwan Fals/ Mahesa Ibrahim
     vocal - Iwan Fals
11 Nona
     cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals
12 Aku Disini
     cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals

Salam...

Sunday, June 28, 2026

Album volume 7 'Rumah Kecil, Pinggir Sungai' - Franky & Jane (Jackson Records 1984)

Album volume 7 'Rumah Kecil, Pinggir Sungai' - Franky & Jane (Jackson Records 1984)

Album: Rumah Kecil, Pinggir Sungai
Artist: Franky & Jane
Kode: JR 118409
Label: Jackson Records & Tapes
Tahun: 1984
Harga (saat rilis): -

Series ketujuh ini sekaligus menjadi album penutup dari duo ini berada di label Jackson Recods, bukan karena sebuah permasalahan, tetapi dikarenakan label tersebut bangkrut dan terpaksa tutup operasional pada sekitaran tahun 1986, dua tahun jaraknya dari periode perilisan album ini. Sesuatu yang tidak disangka, bagaimanapun juga merupakan musibah bagi orang orang yang tergantung hidupnya dari keberlangsungan, juga dari fans pembeli setia produk label ini. Franky Sahilatua justru mengambil momen ini dengan mendirikan label rekaman sendiri bernama Ken Project yang kemudian cukup berhasil dengan berbagai rilisan album baik solo maupun duet duo ini, sistemnya cukup maju selangkah saat itu dengan memiliki semua master yang ada, dan label yang dititipi untuk berjualan hanya sebagai distributor saja.

Album ini sendiri di dukung oleh barisan musisi yang mumpuni, Yoseph R. dan Gum Gum yang sebelumnya mendukung di album 6 juga masih ikut serta disini. Nama baru yang ikut serta ada Bagoes AA yang memainkan keyboard, string, juga aransemen di beberapa lagu, plus memberikan satu lirik berjudul  Pagiku Tersenyum, dan terdapat kejutan berupa suaranya muncul di lagu Koran, duet bersama Franky, kemudian ada Yaya Moektio sebagai penabuh drum secara penuh, sementara Teddy Riadi yang nantinya banyak ikut menata musik milik Franky, disini ia belum memainkan peran pentingnya, ia hanya bermain perkusi saja bersama Ading.

Tematik lagunya sebagian besar masih memiliki genre country, tetapi mulai sedikit merambah pop, terutama di lagu Koran dan Pagiku Tersenyum, bisa jadi karena adanya Bagoes AA dalam project ini, sehingga bagaimanapun juga karakter musik aslinya masih dapat dikenali meskipun tidak mendominasi. Dalam album ini para barisan musisi yang memainkan string juga tercatat cukup banyak dan beberapa diantaranya merupakan nama nama lama yang memiliki jam terbang tinggi di bidang masing masing. Penata grafis untuk album ini dikerjakan oleh Lesin yang juga melukis duo ini dan kemudian digunakan sebagai sampul depan, berkesan klasik.

Beragam persoalan ditawarkan dalam album ini sebagai bahan perenungan, namun yang menjadi perhatian penuh adalah lirik dalam album ini semua di tulis oleh Franky Sahilatua sendiri, kecuali Koran yang di tulis oleh Djayus dan Pagiku Tersenyum oleh Bagoes AA. Setelah sekian lama, bisa jadi ia belajar dengan keras bagaimana menulis sebuah lirik dengan baik, kemudian menemukan momentumnya di album ini dan secara mandiri menghadirkan lirik plus lagu yang benar benar lahir dari alam pemikirannya sendiri, sehingga terasa lebih personal dan juga nyambung secara emosional, ia merasakan dan melakukan sendiri proses kedua penciptaan tersebut, komplit.

Tematik persoalan yang diangkat diantaranya adalah lagu yang dijadikan sebagai judul album berjudul Rumah Kecil, Pinggir Sungai yang justru ditulis oleh Franky di Bintaro, berisi kerinduan akan alam desa yang teduh dan malam hanya menyisakan keheningan saat pintu rumah tetangga telah tertutup, bahkan daun jatuh hanyut di aliran sungai pun nampak indah dimata. Track kedua Nyanyian Anak Jalanan memuat persoalan fenomena sosial tentang anak jalanan yang kesehariannya harus berjuang bertahan melewati hari, berjualan koran, berjualan kaki lima, membersihkan sepatu, sementara yang lain ada juga yang merokok, berjoget seperti bajingan kecil calon preman dimasa depan.

Banyak lagu Franky meskipun  berkisah tematik percintaan, tetapi tetap dibalut oleh nuansa alam yang kental, seperti track ketiga berjudul Bulan Tenggelam tentang kisah cinta yang sedih, nuansa yang terbangun saat mendengar lagu ini tergambar seperti itu, dalam imajinasi terbentuk seorang gadis tengah sakit, ia tengah terbaring dan angin dari beranda menghembus rambutnya, sementara kekasih berada disampingnya, terasa sejuk namun perih. Begitu juga dengan track kelima berjudul Seperti Daun Jatuh yang berisi penyesalan, terkadang cinta menjadi lebih indah setelah sang kekasih pergi, disini ia tetap menggunakan idiom idiom alam yang dekat dengan pendengar, kemudian menjelma sebagai sebuah ilustrasi hidup dalam fikiran, juga dengan lagu Gadisku dan Jendela Yang Berembun.

Track berjudul Koran yang dibawakan duet bersama Bagoes AA, bercerita tentang koran yang saat itu merupakan salah satu alat komunikasi terdepan dalam mengabarkan berbagai macam berita paling aktual saat itu, setiap orang kala itu membutuhkan koran demi mengetahui berita terbaru. Lagu Ketika Pulang menceritakan seseorang yang telah lama tidak pulang ke kampung halaman, ia sangat merasakan perbedaan jauh antara keduanya, kota penuh kebisingan dan desa penuh kesunyian, di kota ia tak bahagia tetapi di desa ia tidak memiliki pilihan. Track terakhir berjudul Orang Orang Dusun berkisah tentang duka petani desa yang didera banyak persoalan, tanaman tumbuh merana, sisa panen tidak seberapa, sang petani hanya mampu meratapi kesedihan dirumahnya masing masing tanpa sesiapa peduli.





..............
Franky & Jane vol.7 - Rumah Kecil, Pinggir Sungai

Bagoes AA. - Music Arrangements:
'Bulan Tenggelam, Gadisku, Pagiku Tersenyum, Koran'
String Arrangements/ All Keyboards/ Effects

Franky Sahilatua - Music Arrangements/ Guitars
Yoseph R. - Electric Bass/ Guitars/ Lyra Bell
Yaya M. - Drums
Gum Gum - Banjo/ Harmonica/ Ukulele
Yudianto - Flute/ Oboe/ Block Flute

Violins - Jap Tji Kien/ Suryati Supilin/ Edo Braseros/ Tjan Kuang Tju
Cello - Zulkifli Arifin
Percussion - Ading/ Teddy Riadi

Irsan - Recording Engineer
Alpha One - Duplicating
Lesin - Illustration & Graphic Design
Jackson Recording Studio - Recording Studio

Fans Adress
Jackson Records Tapes
P.O. BOX 1090 JKT. Kota

....
Tracklist:

Side A
01 Rumah Kecil, Pinggir Sungai
     cipt. Franky Sahilatua
02 Nyanyian Anak Jalanan
     cipt. Franky Sahilatua
03 Bulan Tenggelam
     cipt. Franky Sahilatua
04 Koran (dengan Bagoes AA.)
     cipt. Djayus
05 Seperti Daun Jatuh
     cipt. Franky Sahilatua

Side B
01 Gadisku
     cipt. Franky Sahilatua
02 Pagiku Tersenyum
     cipt. Bagoes AA.
03 Jendela Yang Berembun
     cipt. Franky Sahilatua
04 Ketika Pulang
     cipt. franky sahilatua
05 Orang Orang Dusun
     cipt. Franky Sahilatua


Salam...

Wednesday, May 27, 2026

Album Format CD 'Pantulan Cita 1981' - Chrisye (Reissue Musica Studio's 2004)

Album Format CD 'Pantulan Cita 1981' - Chrisye (Reissue Musica Studio's 2004)

Album: Pantulan Cita
Artist: Chrisye
Kode: MSCD 0252
Label: Musica Studio's
Tahun: 2004
Harga (saat rilis): 35.000,-

Album inilah yang memiliki status penjualan paling tidak menggembirakan di sepanjang karier Chrisye, album keempat di label Musica Studio's ini ditanggapi dingin di pasar dan tidak menghasilkan hits apapun, Chrisye cukup gamang karena pada album keduanya bertajuk Percik Pesona 1979 juga mengalami hal yang sama, tetapi masih terdapat satu atau dua hits yang mengudara, kali ini benar benar zonk, padahal angin segar sempat hadir dengan laris manisnya album ketiga berjudul Puspa Indah 1980, yang merupakan album soundtrack dari film berjudul sama. Dalam buku Sebuah Memoar Musikal karya Alberthiene Endah 2007, Chrisye mengungkapkan bahwa ia mulai melihat bayang bayang kritis, dan juga sempat mempertanyakan kebersamaan bersama Yockie sebagai tandemnya selama ini, ia harus kembali mencari warna musik yang bisa mendobrak, hal yang tidak mudah karena Yockie juga terkenal keras, memiliki konsep pemikiran sendiri terhadap project mereka bersama yang terkadang tidak sejalan antar keduanya, untuk sementara Chrisye memilih mengalah.

Dalam album ini, peran Chrisye masih seperti biasa, memainkan gitar bassnya untuk seluruh lagu, tetapi ia hanya menciptakan satu lagu untuk lirik Pantulan Cita karya Harry Sabar yang kemudian dijadikan sebagai judul album. Isi keseluruhan lagu dalam album ini sebenarnya tidak semua bernuansa keras, hanya track Perkasa Manusia yang sedikit kencang dan terasa nuansa progresif rock. Memang faktor luck saja yang belum menyertai kehadiran album ini, selain itu sepertinya di tahun tahun era tersebut persaingan dalam industri musik cukup sengit, sehingga butuh lagu dengan hook kuat untuk mengangkat album pada posisi teratas. Menurut admin, lagunya cukup asik untuk disimak, apalagi pada periode awal ini Chrisye masih memainkan bass dan terkadang juga gitar, sementara pada era setelahnya, ia sepenuhnya hanya take vocal saja, jadi bagi penikmat karya karya beliau, untuk melihat sosok Chrisye secara utuh, semuanya dapat dilihat dari album album periode awal ini, totalitasnya sungguh luar biasa, apalagi selalu dapat dipastikan jika setelah merilis sebuah album, ia  selalu dipastikan jatuh sakit setelahnya karena drop karena kurang istirahat.

Okelah, untuk nasib penjualan album ini mungkin tidak sebagus album lainnya, tetapi bagi admin, rancangan cover album ini sungguh cantik, bersama album Percik Pesona, keduanya berada di posisi teratas dengan cover paling estetik di sepanjang kariernya. Apalagi dengan disain logo tulisan Chrisye karya Gari Nasution yang bergaya ala logo rock band klasik, logo ini kembali tampil disini setelah sebelumnya muncul pertama kali di sampul Percik Pesona yang juga sama sama bernasib 'kurang laku' dipasaran. Desain sampulnya sendiri dikerjakan oleh Ayik Soegeng yang sebelumnya juga mendesain album fenomenal berjudul Guruh Gipsy, cover bergambar seperti puzzle ini memang benar benar di garap menjadi puzzle yang sebenarnya, prosesnya foto Chrisye di tempel pada sehelai kayu lapis dan kemudian dipotong menggunakan gergaji kecil. Pada cover edisi kasetnya terdapat empat foto puzzle berurutan dari versi acak hingga tersusun rapi, sementara untuk format CD ini hanya memuat tiga gambar saja dan tidak berurutan, yaitu terdapat pada sampul depan, sampul dalam dan sampul belakang.

Album ini diedarkan pertama kali dalam format CD pada tahun 2004, setelah bertahun lamanya sejak tahun 1981, sayangnya untuk cover depan hanya berjumlah dua lembar saja, sehingga desain awal yang terdapat pada format kasetnya tidak dapat di masukkan sepenuhnya disini, seperti empat potong puzzle bergambar wajah chrisye yang di letakkan secara berurutan. Secara visual, kualitas cetakan album ini memiliki detail yang baik, meskipun dicetak hanya menggunakan kertas dua lembar saja, begitu juga dengan kepingan CD didalamnya yang masih memiliki kode D.TARRA. Secara audio, detail sound yang dihasilkan sangat baik, era tersebut label ini memang tengah berada di puncak, baik teknologi mapun teknisinya, berpuluh tahun berlalu setelahnya, kualitas album ini tetap terasa tak terkalahkan. Bagi pembaca yang tidak memiliki album ini secara fisik, layanan digital streaming telah memudahkan segalanya, silahkan bagi yang penasaran untuk mencoba mendengarkan di berbagai platform layanan streaming, terutama untuk menyimak sosok utuh Chrisye dimasa awal kariernya, sebagai vokalis, sekaligus pemain instrumen musik.





...........
Chrisye - Pantulan Cita 1981

Para Pendukung:
Yockie - Keyboard
Chrisye - Vocal/ Bass
Jerry - Electric/ Accoustic Guitar
Yaya M. - Drum/ Percussion

Indah Sukotjo - Backing vocal dalam 'Tragedi Badai'

Semua lirik ditulis oleh Yockie
Kecuali lagu Sentuhanmu, Kala Mega Kian Mendung dan Pantulan Cita
oleh Harry Sabar
Aransemen - Yockie

Fotografi & Pengarah Artistik - Nova Penta
Perancang Grafis - Ayik Soegeng
Disain Logo - Gauri Nasution

.....
Tracklist Album:
01 Kencana
     lirik - Yockie
     lagu - Yockie
02 Sentuhanmu
     lirik - Harry Sabar
     lagu - Jerry/ Yockie
03 Desah Kalbu
     lirik - Yockie
     lagu - Yockie
04 Kala Mega Kian Mendung
     lirik - Harry Sabar
     lagu - Harry Sabar
05 Tragedi - Instrumentalia
     lagu - Jerry/ Yockie
06 Tragedi Badai
     lirik - Yockie
     lagu - Jerry/ Yockie
07 Putri Ayu
     lirik - Yockie
     lagu - Yockie
08 Perkasa Manusia
     lirik - Yockie
     lagu - Yockie
09 Hening
     lirik - Yockie
     lagu - Yockie
10 Pantulan Cita
     lirik - Harry Sabar
     lagu - Chrisye

Salam..

Thursday, April 30, 2026

Kaset 'Suka/ Kau' - Nicky Astria (HP Record & Blackboard Ind. 1998)

Kaset 'Suka/ Kau' - Nicky Astria (HP Record & Blackboard Ind. 1998)

Album: Suka/ Kau
Artist: Nicky Astria
Kode: IND-949
Label: HP Record & Blackboard
Tahun: 1998
Harga (saat rilis): 12.000,-

Formula album ini masih memiliki racikan yang sama dengan album Negeri Khayalan - Nicky Astria 1995 baik dari segi penata musik, pencipta lirik maupun para barisan musisi pendukungnya, meskipun begitu terdapat beberapa nama baru yang muncul pada beberapa lagu, seperti adanya Johnny Sahilatua yang ikut berkontribusi memberikan lagu ciptaannya berjudul Jalan Panjang, juga memainkan akustik gitar dan keyboard, cukup menarik karena pada album Negeri Khayalan, sang kakak juga ikut sebagai komposer di lagu Karena Ketulusan, selain itu Johnny Sahilatua mengajak Totok Tewel mengisi elektrik gitar dan menggaet maestro Billy J. Budiardjo untuk mengisi bagian string. Kemudian ada Anang yang memberikan lagu berjudul Satu Hati, digarap di studionya sendiri bersama Punky, Edi Kemput dan Budhi Haryono.

Dalam album ini kembali mengetengahkan karya dari Ly, Baiduri dan Yusak berjudul Kau sebagai nomor unggulan, yang sebelumnya berhasil melejitkan lagu Mengapa menjadi hits. Perbedaan antara keduanya adalah, lagu Kau memang benar benar di kerjakan oleh musisi pendukung dan di rekam di Malaysia secara penuh, berbeda dengan lagu mengapa yang di kerjakan dan di rekam seutuhnya di dalam negeri. Musisi Ian Antono juga masih membantu dalam album ini, tetapi hanya dua track saja sebagai penata musik dan dua track lagi sebagai player pada karya Yockie Suryoprayogo. Terdapat dua lagu yang di kerjakan oleh Pay, satu lagu lirik oleh Rustam, dalam dua lagu ini nama para musisi pendukung tidak di cantumkan secara lengkap, bisa jadi formasinya masih sama persis dengan lagu Negeri Khayalan yang juga digarap olehnya.

Tematik yang ditawarkan kali ini seluruhnya berkisah tentang cinta, tidak ada yang mengangkat isu besar seperti Negeri Khayalan dari album sebelumnya, lazimnya pasti ada setidaknya satu lagu yang mengangkat isu sosial didalamnya. Sebenarnya Nicky Astria memiliki peluang bagus membawakan lagu dengan tematik seperti ini, apalagi di balut dengan nada nada rock nan gahar plus suaranya yang tinggi melengking, pesan yang ingin di sampaikan langsung diterima dengan baik, seperti halnya saat membawakan lagu berjudul Uang, atau pada album setelah ini dengan lagu Jangan Ada Angkara. Bisa jadi ini hanya soal momentum saja, trend saat itu memang tengah hits lagu cinta slow rock yang melenakan, album ini mampu mencetak hits besar seperti Suka, Kau dan Kupeluk Sepi.

Saat dirilis album ini juga dicetak dalam format CD, namun dengan jumlah yang tidak banyak karena memiliki segmen pembeli yang terbatas dan berharga sekitar tiga kali lipat dari format kasetnya, akibatnya album ini dalam format CD sangat langka dan berharga lumayan jika ingin memilikinya saat ini, kondisi ini justru berbalik jika dibandingkan dengan edaran CD versi edaran Malaysia yang ternyata tidak semahal edaran dalam negeri dan masih mudah di temukan hingga saat ini, dirilis oleh label Insistech Musicland Sdn. Bhd. Malaysia pada sekitaran tahun 2005. Untuk versi edaran dalam negeri sepertinya hanya mengalami satu kali periode perilisan saja dan belum pernah mengalami reissue hingga akhir periode rilisan fisik. Saat ini secara penuh, album ini sudah tersedia di berbagai platform  layanan streaming musik.  






................
Suka - Kau - Nicky Astria

Terima kasih Nicky untuk:
Tuhan YME atas segala rahmat serta bakat yang telah diberikan, album ini salah satu bukti kebesaranMu, Mamay dan Obit, ini semua untuk kalian, Pak Hadi Soenyoto dan Istri yang masih memberi kepercayaan, Denny MR untuk pertemanannya selama dua belas tahun (Gile Lu !), Mas Ian Antono & Mbak Titiek Saelan (Bongkar Terus !), Mas Joeckie Suryoprayogo, Mas Youngky Soewarno, Mas Andi Julias, Anang, Pay Slank (Kemana Aja Ente ?), Johnny Sahilatua, dan seluruh musisi pendukung yang tak sempat Nicky tulis.

Vita, Firdaus Fadlil, Arieasona untuk disain covernya, teman teman wartawan media cetak, radio, dan TV, staf HP Record, Terima kasih khusus Nicky untuk seluruh penggemar yang tetap setia.

Cuma ini yang bisa Nicky persembahkan untuk kalian semua, sekali lagi TERIMA KASIH !

....
Executive Producer - Hadi Soenyoto
Producer - HP Record
Distributor - Blackboard Ind.
Recorded at - Ariesta/ Hijau/ Syncro

.....
Tracklist:

Side A

01 Kau
Lirik - Ly/ Baiduri/ Yusak
Arr. - Ly/ Samad Lesthayned
Bass - Bong
Keyboard - Raja Iskandar
Studio - Singro Malaysia

02 Suka
Lagu - Ian Antono
Lirik - Ian Antono/ Ali Akbar
Arr. - Ian Antono
Gitar - Ian Antono
Drummer - Yaya Moektio
Keyboard - Harry Anggoman
Bass - Ian Antono
Studio - Ariesta
Mixing - Ian Antono/ Ferry

03 Jalan Panjang
Lagu/ Lirik/ Arr./ Keyboard/ Akustik Gitar - Johnny Sahilatua
Drummer - Rudy
Elektrik Gitar - Totok Tewel
Bass - Yoseph R.
String - Billy J. Budiardjo
Studio - Ariesta
Mixing - Ferry

04 Satu Hati
Lagu/ Lirik - Anang
Arr. - Pungky/ Anang
Gitar - Edi Kemput
Drummer - Budi Haryono
Bass - Bintang Indriarto
Keyboard - Pungky
Studio - Hijau/ Ariesta
Mixing - Ferry

05 Tak Terlintas
Lagu/ Lirik/ Arr. - Pay

Side B

01 Kupeluk Sepi
Lagu/ Arr./ Gitar/ Bass - Ian Antono
Lirik - Ian Antono/ Ali Akbar
Drummer - Yaya Moektio
Keyboard - Harry Anggoman
Studio - Ariesta
Mixing - Ian Antono/ Fery

02 Aku Dan Cintaku
Lagu/ Lirik/ Arr./ Keyboard - Jocky S. Prayogo
Gitar - Ian Antono
Bass - Ian Antono
Drummer - Yaya Moektio
Studio - Ariesta
Mixing - Ferry

03 Inikah Cinta
Lagu/ Lirik - Andy Julias/ Ipey
Drum - Ganesh
Gitar/ Programmer - Andy Satrio
Bass - Henry
Keyboard - Andy Irawan/ Andy Julias
Arr. - Andi Julias
Mixing - Andy Ayunir

04 Ketika Rinduku
Lagu/ Arr./ Keyboard - Jocky S. Prayogo
Lirik - Ali Akbar
Gitar/ Bass - Ian Antono
Drummer - Yaya Moektio
Studio - Ariesta
Mixing - Ferry

05 Semua Berganti
Lagu/ Lirik - Pay/ Rustam

Salam...