Album 'Musim Bunga' - Franky & Jane (Jackson Records & Tapes 1978)

Album 'Musim Bunga' - Franky & Jane (Jackson Records & Tapes 1978)
 
Album: Musim Bunga
Artist: Franky & Jane
Kode: -
Label: Jackson Records & Tapes
Tahun: 1978
Harga (saat rilis): -
 
Setelah berjuang melewati berbagai halangan sekuat tenaga dan sepenuh hati akhirnya duo duet kakak beradik ini mendapatkan tawaran kontrak rekaman album bersama label Jackson Records. Ketertarikan label dengan suara duo duet ini karena album Balada Ali Topan - Franky & Jane 1977 yang mendapatkan sambutan positif ditengah penikmat musik saat itu, mungkin saja label menangkap peluang bahwa duo duet ini akan sukses dengan warna musik yang mereka usung dan lagi pula untuk pangsa pasar dalam negeri belum ada duo duet semacam ini di Indonesia, jadi jika berhasil maka akan mencuatkan sebuah warna baru yang akan menjadi hits, dan tentu saja nantinya album album yang dijual akan laris manis. Sebuah terobosan sekaligus pertaruhan bagi label itu sendiri dengan mengorbitkan artis baru dengan warna berbeda dari label rekaman lainnya.

Pada tahun 1978 akhirnya meluncurlah album perdana Franky & Jane bertajuk Musim Bunga yang berisi 12 lagu dibawah label Jackson Records & Tapes, dan ternyata dugaan label tersebut tak meleset dari perkiraan, bahwa duo duet ini akhirnya mampu mengisi celah kosong dalam genre musik country yang mengandalkan harmonisasi vokal antara suara pria dan wanita, disana tidak ada yang lebih didepan atau dibelakang, keduanya sama sama dalam rangka membangun harmonisasi koor yang saling berpadu satu sama lain. Garapan musiknya masih dipegang secara penuh oleh Franky Sahilatua, dibantu beberapa musisi pendukung. Label sepertinya sangat mempercayai kemampuannya dan tidak terlalu banyak intervensi didalamnya. Musik yang dihasilkannya lebih sempurna daripada dua album sebelumnya yang berada dilabel Yukawi dan telah menemukan formula tepat sebagai pengiring duo duet ini.

Lagu yang syahdu berjalin indah dalam sebuah harmonisasi suara pria dan wanita ini menjadi semakin kuat kesan yang ditimbulkannya lewat lirik yang mengangkat tema tema tentang rakyat jelata, tentang kehidupan petani yang sederhana, keindahan alam desa, sawah hijau membentang, burung bangau terbang diantara petak sawah, gemericik air kali yang bening dipinggir desa, taman taman bunga, petani yang tengah bekerja diladang, sebuah oase yang menimbulkan imaji kerinduan terhadap alam dan penghibur bagi mereka yang berada dikota dengan segala kesibukan rutinitas yang sangat menyita waktu. Desa yang digambarkan duo ini selalu membangkitkan kerinduan akan desa yang permai, damai, tenteram, sejuk dan jauh akan hiruk pikuk kota yang bising tak ada habisnya.

Selain mengangkat tema alam, duo ini juga mengangkat tema sosial seperti nasib pengemis, kesedihan para buruh, potret para pekerja yang hiruk pikuk dikejar waktu setiap hari berdesakan dalam sebuah bis kota, potret pelabuhan yang ramai dan sebagainya. Duo ini juga ahi dalam meramu lagu bertema cinta yang tidak pasaran, lagu cinta yang dibawakannya terkadang berubah menjadi elegi sedih dan tak ketinggalan lagu dengan tema personal seperti perjalanan bathin yang dirasakan penulisnya. Pada periode awal ini Franky Sahilatua banyak dibantu penulis Yudhis dan Hare sebagai penulis lirik, untuk kemudian nantinya lebih banyak Franky Sahilatua sendiri yang menulis lirik dan juga dalam menggarap lagu lagunya, terutama saat lepas dari label Jackson Records dan mendirikan label sendiri bernama Ken Project.
 
Lagu hits untuk album ini adalah Musim Bunga, Bis Kota dan Perjalanan, lagu lagu lainnya juga sangat melenakan meskipun tidak menjadi hits seperti lagu Dari Sepi Kembali Kesepi, Pelangi Dimusim Bunga, Pelabuhan dan Pekerja. Saat label Jackson Records tutup sekitar tahun 1986, sebagian besar katalog dibeli oleh label Musica Studio's. Sebagai pemilik master, album ini kemudian dirilis ulang oleh label Musica Studio's sebanyak dua kali pada tahun 1994 dan kemudian ditahun awal 2000 dalam bentuk kaset, namun hingga saat ini belum pernah sekalipun dirilis dalam format CD. Meskipun telah ada rilisan ulangnya, versi rilisan awal album ini sangat berkualitas dan masih mampu menghasilkan suara yang jernih meskipun pita kaset telah kategori berumur, sementara banyak kaset lain yang dirilis dibawahnya telah rontok berkarat, lapuk termakan usia. Pemilihan bahan yang baik adalah faktor penentu ketahanan pada pita kasetnya dan membuatnya mampu bertahan puluhan tahun kedepan, hal itu mungkin juga tidak disangka oleh label yang bersangkutan, kaset tersebut ternyata bertahan lebih lama dari label yang merilisnya sendiri.








 
.....................
Franky & Jane - Musim Bunga 1978
 
JACKSON MUSICIAN LIFE LINE
 
FRANKY
     Nama lengkapnya Franklin Hubert Sahilatua. Kariernya sebagai pemusik dimulai tahun 1973. Dari hobbynya nonton film 'Western' yang diselingi musik ilustrasi lagu lagu 'Cowboy' itulah yang menggugah hatinya untuk dapat memainkan musik yang berirama 'Country'.
     Nyong Ambon ini lahir di Surabaya 16 Agustus. Tingginya 162 cm. Paul Mauriat, Nigel Olson, Seals & Croft dan terutama John Denver adalah musisi favorit utamanya. Franky yang mahasiswa Akademi Akutansi Surabaya ini optimis bahwa corak musik 'Country Folk' yang dibawakannya, sekaligus sebagai ciri musiknya itu akan menarik banyak penggemar.
 
JANE
     Adik kandung Franky ini nama lengkapnya, Jean Maureen Sahilatua. Muncul pertama kali diatas panggung tahun 1974 ketika ada show Bimbo Group di Surabaya. Postur tubuhnya ramping dengan tinggi 2 cm lebih pendek dari Franky.
      Joan Baez adalah vokalis favoritnya disamping The Carpenters, Melanie dan Elton John. Bagi fans Surabaya dapat berjumpa muka dengan Jane yang agak pemalu ini, dirumahnya Jl. Kebalen Timur 5/9 Surabaya.
 
WILLY SOEMANTRI
      Gitaris ini pernah memperkuat Band Kwantamer tahun 1964. Kemudian bergabung dengan Band Sonata, The Pizas, Che Kink, Disc, Aria The Tanker dan terakhir J Company.
      Wily mengagumi gitaris Jeff Beck dan dijadikan 'guru'nya. Untuk mengiringi Franky & Jane ini, dia memainkan alat musik gitar, mandolin dan gitar akustik. Bersama The Tanker's, Willy pernah mengadakan show di Amerika tahun 1975.

LULU SUMARYO
      Nama aslinya R. Kemal Effendy. Lahir di Yogyakarta 28 Mei. Karier musiknya dimulai tahun 1966 ketika masuk Band Quarta Nada, kemudian muncul sebagai pemegang alat alat musik tiup Band Aria, Pertamina, Gipsy dan terakhir J Company.
      Lulu pernah show di New York tahun 1973 selama 9 bulan bersama Band Gipsy. Stan Getz, Nick Mamahit, Benny Likumahuwa dan Paul Mc Cartney merupakan musisi favoritnya.

SOFYAN ALDIN
      Adin, begitu nama panggilan adik kandung Lulu Sumaryo ini. Pemain bass gitar dan keyboard ini karier musiknya banyak bersamaan dengan Lulu, baik waktu session maupun band band yang dimasukinya.
      Bedanya, Aldin pernah bergabung dengan Band The Tanker's selama 5 tahun. Dia juga pernah show di Amerika bersama The Tanker's tahun 1975.

Para pengiring musik Franky & Jane, dilengkapi musisi kenamaan lainnya yang terdiri dari:
Max Sapulette - Drums
Amir Katamsi - Contra Bass
Suryati Supilin - Biola
Umar Tam Tam - Tabla

Fans Adress
Franky & Jane
c/o Jackson Records
Pinangsia Raya
Glodok Plaza Blok B-19
Jakarta Kota
Indonesia

....
Tracklist KASET:

Side A
01 Musim Bunga
     cipt. Franky Sahilatua
02 Bis Kota
     cipt. Franky Sahilatua
03 Perjalanan
     cipt. Yudhis/ Franky Sahilatua
04 Pengemis
      cipt. Pepenk/ Franky Sahilatua
05 Dari Sepi Kembali Kesepi
     cipt. Yudhis/ Franky Sahilatua
06 Seorang Pelaut
     cipt. Tony/ Franky Sahilatua

Side B
01 Pelangi Dimusim Bunga
     cipt. Franky Sahilatua
02 Nyanyian
     cipt. Yudhis/ Franky Sahilatua
03 Benua Baru
     cipt. Yudhis/ Franky Sahilatua
04 Kisah Hidup
     cipt. Benny S./ Franky Sahilatua
05 Pelabuhan
     cipt. Yudhis/ Franky Sahilatua
06 Pekerja
     cipt. Yudhis/ Franky Sahilatua


Salam..

Album VCD Konser SWAMI volume 2 - Std. Gelora 10 November (Tambaksari) 05 Mei 1990 (Insictech Musicland Malaysia 2004)

Album VCD Konser SWAMI volume 2 - Std. Gelora 10 November (Tambaksari) 05 Mei 1990 (Insictech Musicland Malaysia 2004)

Album: VCD Konser SWAMI Std. Gelora 10 November (Tambaksari) vol. 2
Artist: Swami
Kode: 51357-62339
Label: Insictech Musicland Sdn. Bhd. Malaysia
Tahun: 2004
Harga (saat rilis): RM 12.90

Postingan kali ini masih merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya yang membahas tentang album VCD Rekaman Konser Swami di Stadion Tambaksari, Surabaya volume 1 pada tanggal 05 Mei 1990. Dalam album ini yang merupakan kelanjutan dari series sebelumnya, kerusuhan seperti yang terlihat pada pembuka konser dalam lagu Hio sudah tidak lagi terjadi, konser berjalan dengan lancar meskipun sesekali petugas penjaga konser masih wara wiri dengan pentungannya untuk menertibkan penonton yang nekad naik keatas panggung mencoba memeluk sang idola, sepertinya tidak semua terkena hajaran pentungan petugas karena dalam video ini juga terlihat penonton yang mungkin berprilaku baik baik tengah asyik duduk dibibir panggung tanpa harus terkena pentungan.

Lagu Burung Putih yang diambil dari album Bukan Debu Jalanan milik Sirkus Barock langsung mengalun tatkala memutar series kedua ini, masih seperti volume pertamanya, semua personil sangat ekspresif dan lepas dalam membawakan setiap repertoar yang ada. Bahkan saking spontannya, Iwan Fals kembali mengulangi lagi lagu Burung Putih ini tatkala telah habis coda dengan gitar akustiknya, personil lainnya terlihat tidak menyangka karena Sawung Jabo sendiri telah menyebut Bongkar sebagai lagu selanjutnya, sambil tertawa personil lainnya akhirnya meladeni kembali lagu tersebut hingga coda untuk kedua kalinya. Sedikit flasback, Iwan Fals sendiri ikut serta dalam pengerjaan album Bukan Debu Jalanan sebagai backing vocal dengan nama samaran Pitat Haeng karena tertarik dengan proses kreatif yang Sawung Jabo dan kawan kawan lakukan, berawal dari project pertunjukan konsernya bertajuk Peristiwa Manusia sekitar 88-89 dan kemudian dalam versi rekaman albumnya.

Pada lagu kedua mereka telah memakai ikat kepala dari kain putih bertuliskan Bongkar dan sepertinya memang disengaja memakai ikat kepala saat repertoar lagu Bongkar akan dibawakan, sangat terasa aura perlawanan dalam arena sepakbola ini yang telah berubah menjadi tempat luahan perasaan, dengan semangat menggebu dan ekspresif seperti tak peduli dengan pita suara yang telah menjadi serak. Iwan Fals bahkan kepleset karena lupa saat menyanyikan bait '..ternyata kita mesti kejalan, robohkan setan setan ^j%j&j$#@*x yang berdiri mengangkang dst...', membuat tersenyum kita yang menonton, tidak mengganggu bahkan menambah greget karena terlarut dengan suasana yang ada. Sangat jarang dalam pertunjukan bersama Kantata Takwa mereka memiliki totalitas edan edanan seperti ini, dari 10 serial VCD yang dirilis, admin merasa album inilah yang memiliki greget emosi paling luar biasa sejak awal hingga akhir pertunjukan.

Setiawan Djody sang maesenas dan produser dari Swami akhirnya naik ke panggung dan memainkan gitarnya dengan kecepatan penuh, ia memang biasa menjadi bintang tamu saat konser Swami, dalam konser kali ini ia tampil di dua lagu terakhir yaitu Perjalanan Waktu dan Cinta. Konser ini ditutup dengan lagu Cinta yang diambil dari album Swami volume pertama, admin selalu was was saat melihat mereka menyanyikan lagu Cinta secara live, penghayatan mereka begitu luar biasa terutama saat bagian terakhir ketika membawakan lirik hoh-hah berulang ulang seperti merapal doa, seperti kesurupan kemudian masuk ke dimensi berbeda, terasa seperti ada nuansa magis saat mereka membawakan lagu ini, bahkan saat Iwan Fals melakukan pertunjukan tanpa Swami pun masih seperti kesetanan kala membawakan lagu ini. Pada bagian akhir pertunjukan saat lagu telah habis, penonton berusaha mengejar personil Swami, terutama Iwan Fals untuk sekedar bersalam atau memeluk, karena jumlahnya sangat banyak, hal tersebut tentu membahayakan jiwa Iwan Fals yang seperti tidak banyak melawan, petugas kemudian tak tinggal diam dengan sigap mengamankan membentuk barikade dan kembali menggunakan senjata pentungan dengan sangat keras kepada penonton yang nekat mendekat.
 
Rancangan grafis volume kedua ini menggunakan cover yang diambil dari album Swami 2 bertajuk Kuda Lumping. Keseluruhan album VCD Rekaman Konser KANTATA & SWAMI yang berjumlah 10 keping ini memiliki desain yang sangat bagus, sehingga sangat layak untuk dikoleksi. Berkah tersendiri karena admin mendapatkan series album ini pada tahun 2006 saat dimana album rekaman Kantata Takwa dan Swami sangat langka dipasaran, apalagi You Tube saat itu masih merintis dan tak banyak pilihan untuk ditonton. Berbeda dengan saat ini, bahkan keseluruhan series VCD ini telah banyak yang mengunggahnya di laman tersebut secara penuh, namun format fisik album ini sendiri saat ini sangat langka dipasaran. Saran admin masih sama, jika ada yang menjualnya dengan harga bersahabat, lebih baik segera disikat.
 







Screenshot beberapa adegan dalam album ini:




































 
.....................
Live Concert - Iwan Fals/ SWAMI
Stadion Gelora 10 November (Tambaksari)
05 Mei 1990
 
Iwan Fals - Vokal/ Harmonika/ Gitar Akustik
Sawung Jabo - Vokal/ Tympani/ Gitar Akustik
Naniel - Vokal/ Flute
Nanoe - Bass
Innisisri - Drum/ Perkusi
Yockie Suryoprayogo - Keyboard
Toto Tewel - Gitar Listrik
Setiawan Djody - Bintang Tamu/ Gitar Listrik
 
.......
Tracklist VCD volume 2:
01 Burung Putih
     lagu - Sawung Jabo
     lirik - Sawung Jabo
02 Bongkar
     lagu - Iwan Fals
     lirik - Iwan Fals/ Sawung Jabo
03 Bento
     lirik - Iwan Fals/ Naniel
04 Oh.. Ya...
     lirik - Iwan Fals/ Sawung Jabo/ Naniel
05 Perjalanan Waktu
     lirik - Iwan Fals/ Sawung Jabo/ Naniel
06 Cinta
     lirik - Iwan Fals/ Sawung Jabo/ Naniel
 
 
Salam..

Album VCD Konser SWAMI volume 1 - Std. Gelora 10 November (Tambaksari) 05 Mei 1990 (Insictech Musicland Malaysia 2004)

Album VCD Konser SWAMI volume 1 - Std. Gelora 10 November (Tambaksari) 05 Mei 1990 (Insictech Musicland Malaysia 2004)
 
Album: VCD Konser SWAMI Std. Gelora 10 November (Tambaksari) vol. 1
Artist: Swami
Kode: 51357-62329
Label: Insictech Musicland Sdn. Bhd. Malaysia
Tahun: 2004
Harga (saat rilis): RM 12.90
 
Dari sekian banyak konser yang pernah dijalani kelompok fenomenal Swami di berbagai daerah, hanya satu seri konser ini saja yang bisa kita nikmati jejaknya secara full. Album ini merupakan bagian dari series album memuat Rekaman Konser Live Kantata dan Swami rilisan Malaysia yang terbagi kedalam 10 keping album VCD di enam lokasi berbeda. Dari enam seri tersebut hanya satu seri ini saja yang memuat murni konser Swami secara khusus, selebihnya adalah rekaman dari kelompok Kantata Takwa. Sedikit meluruskan pada cover ini tercantum Swami, Surabaya Gelora 10 November 1990, sehingga kebanyakan orang akan menangkap informasi bahwa konser ini diadakan pada tanggal 10 November 1990, maksud yang sebenarnya adalah Konser Swami di Stadion Gelora 10 November a.k.a Stadion Tambaksari pada tanggal 05 Mei 1990. Hanya berjarak tiga bulan dari konser ini, Stadion Tambaksari kemudian kedatangan lagi kelompok yang sama namun dengan nama berbeda yaitu Kantata Takwa untuk mengadakan konser selama dua malam berturut turut pada tanggal 11 dan 12 Agustus 1990.
 
Antara Kantata Takwa dan Swami, meskipun berbeda nama namun keduanya kurang lebih memiliki personel inti yang hampir sama, namun begitu antara keduanya ketika melakukan pagelaran akan kita dapati beberapa perbedaan yang sangat jelas. Sebagai contoh saat Kantata Takwa melakukan pertunjukan maka terasa lebih terstruktur, dialog dan urutan lagu lebih tertata dan terasa ada jarak dengan penonton karena memiliki panggung yang lumayan megah, sementara pada kelompok Swami akan terasa lebih ekspresif dan bebas karena komunikasi dengan penonton lebih terjalin salah satunya disebabkan oleh ukuran panggung yang tidak terlalu besar, ditambah pada zaman dahulu belum ada pagar pembatas antara panggung dan penonton, sehingga ikatan emosional terasa lebih intens.
 
Konser ini dimulai dengan lagu Hio yang merupakan lagu baru untuk album kedua mereka, dibuka dengan sapaan oleh Sawung Jabo '.... ini lagu untuk album kami yang kedua', dilanjutkan oleh Iwan Fals '..selamat malam Surabaya 2x, mari menari mari bernyanyi bersama sama, hioo..', melihat penonton sedikit brutal disambung lagi oleh Sawung Jabo '...tetap tenang', Iwan Fals pun tak kalah dengan spontan berkata '..oo... jangan lempar lemparan hioo.., Aku percaya pasti teman teman akan menari dengan baik baik saja hio.., bapak bapak jangan kasar kasar hio..' Bapak bapak jangan kasar tersebut adalah merujuk kepada para petugas yang tengah wara wiri diatas panggung menggunakan pentungan dengan sangat ganas untuk mengamankan penonton yang nekat berusaha naik keatas panggung.
 
Iwan Fals dan Sawung Jabo yang sejak awal konser memilih telanjang dada nampak lebih ekpresif ketika bernyanyi dan terkadang berteriak, seakan tidak takut dengan penonton yang rata rata buas dan tak henti hentinya menjerit histeris, pada zaman tersebut masih membolehkan penonton membawa kembang api kedalam arena konser sehingga kedua pentolan Swami pada pertengahan lagu Hio kembali mengingatkan dengan berimprovisasi menciptakan lirik spontan untuk menenangkan massa, agar tidak mengarahkan keatas panggung saat mereka menyalakan kembang api, '...ooo kawan kembang apinya jangan arahkan kepanggung, ini kain nanti terbakar hioo, kita tidak bisa main musik lagi' oleh Iwan Fals, kemudian ditimpali oleh Sawung Jabo 'Jangan melukai temanmu, mereka juga saudaramu' secara berulang ulang. Pada awal pertunjukan sangat terlihat sekali mereka kerepotan dengan antusiasme penonton yang lebih mengarah kepada kericuhan.

Didukung personil lainnya yang tak kalah all out, mereka sangat lepas kala membawakan setiap repertoar lagu lagu dalam konser ini. Suasana panas diawal konser untung saja perlahan menurun saat memasuki lagu kedua dan seterusnya, sehingga konser dapat dilaksanakan dengan baik. Untuk para penikmat musik legendaris Indonesia khususnya bagi pengemar Iwan Fals maupun Sawung Jabo, album ini merupakan rekomendasi utama untuk ditonton, disini kita dapat melihat secara utuh bagaimana mereka tampil paripurna dalam sebuah pertunjukan, Bahwa musik bisa lebih dari sekedar hiburan belaka, bahwa musik bisa menjadi sarana ungkapan ekspresi dan alat perjuangan mengabarkan sebuah berita keseluruh penjuru dunia.
 
Pada series pertama ini memuat 7 lagu dengan perincian dua lagu dari album Swami 2 dan 4 lagu dari album Swami 1 plus satu lagu baru karya Sawung Jabo berjudul Awan Putih. Rancangan desain album ini digarap dengan cukup baik sehingga sangat layak koleksi, seri pertama disesuaikan menggunakan cover dari album Swami 1 BENTO dan series kedua menggunakan cover Swami 2 Kuda Lumping. Admin mendapatkan VCD ini sekitar tahun 2006, sebuah berkah tersendiri karena saat itu video rekaman konser Iwan Fals masih sangat sulit didapatkan dengan kualitas baik. Saat ini keseluruhan video dalam album ini dapat dengan mudah dijumpai di laman You Tube secara lengkap, bagi yang penasaran dan belum menontonnya admin persilahkan untuk melipir kesana. Dan bagi yang ingin memiliki sekeping VCD ini, jika ada yang menawarkan dengan harga yang bersahabat, admin sarankan untuk sikat saja, karena saat ini sudah sangat langka dan hanya sekali produksi oleh label Malaysia tersebut.
 







Screenshot beberapa adegan dalam album ini:

















 
...........................
Live Concert - Iwan Fals/ SWAMI
Stadion Gelora 10 November (Tambaksari)
05 Mei 1990
 
Iwan Fals - Vokal/ Harmonika/ Gitar Akustik
Sawung Jabo - Vokal/ Tympani/ Gitar Akustik
Naniel - Vokal/ Flute
Nanoe - Bass
Innisisri - Drum/ Perkusi
Yockie Suryoprayogo - Keyboard
Toto Tewel - Gitar Listrik
Setiawan Djody - Bintang Tamu/ Gitar Listrik
 
........
Tracklist VCD volume 1:
01 H I O
     lagu/ lirik - Sawung Jabo
02 Badut
     lagu/ lirik - Iwan Fals/ Naniel/ Sawung Jabo
03 Potret
     lagu/ lirik - Iwan Fals/ Naniel/ Sawung Jabo
04 Nyanyian Jiwa
     lagu - Iwan Fals
     lirik - Sawung Jabo
05 Awan Putih
     lagu/ lirik - Sawung Jabo
06 Esek Esek Uduk Uduk
     (Nyanyian Ujung Gang)
     lagu/ lirik - Iwan Fals/ Sawung Jabo/ Naniel
07 Bunga Trotoar
     ide lagu - Setiawan Djody
     lagu/ lirik - Iwan Fals/ Sawung Jabo/ Naniel
 
 
Salam...

Album 'Potret' - Johnny Sahilatua (Ria Cipta Abadi 1984)

Album 'Potret' - Johnny Sahilatua (Ria Cipta Abadi 1984)
 
Album: Potret
Artist: Johnny Sahilatua
Kode: -
Label: RCA (Ria Cipta Abadi)
Tahun: 1984
Harga (saat rilis): -
 
Mendengarkan Johnny Sahilatua bernyanyi dalam satu album penuh semacam ini seperti mendapatkan segerobak harta karun, sebuah moment langka yang sangat jarang ditemui, album ini sedikit terlupakan bahkan di internet pun sepertinya belum ada yang mengulasnya. Saat mencoba searching tak banyak informasi yang bisa didapatkan, mayoritas hasil pencarian adalah Potret versi yang dinyanyikan ulang oleh Franky & Jane. Beruntung saja saat ini media sosial telah menyentuh semua kalangan, efek positifnya kita bisa berinteraksi langsung dengan pelaku sejarah, dalam hal ini adalah musisi yang bersangkutan. Karena penasaran tidak mendapatkan keterangan lewat covernya, admin kemudian menanyakan informasi kepada beliau langsung tentang tahun perilisan album Potret ini dan mendapatkan jawaban dirilis sekitar tahun 1984 setelah album perdana berkonsep rumit bernuansa full orkestra berjudul Sengketa Keraton Demak kala masih memakai nama Johnny Alexander pada tahun 1980. Total keseluruhan album solonya hanya dua ini saja yang kemudian dilanjutkan dengan beberapa project album bersama kedua kakaknya, setelah itu ia lebih banyak bergerak dibalik layar sebagai pencipta lagu maupun musik, penata musik, mixing dan juga mastering sehingga gaungnya terdengar samar.
 
Meskipun memilih berada dibalik panggung, kemampuan yang ia miliki dalam bermusik juga sangat istimewa, selain gitar ia menguasai alat musik lainnya secara paripurna. Lewat penguasaannya dalam memainkan banyak alat musik, kemampuan daya kreativitasnya meracik musik dan lirik, kemudian pemahaman teknologi tentang mixing dan mastering membuatnya mampu menciptakan karya karya hebat. Jejaknya sebagai hits maker ulung dapat terlihat dari berbagai lagu hits hasil ciptaannya yang dibawakan oleh Franky Sahilatua baik solo maupun duet bersama Jane Sahilatua, kemudian oleh penyanyi lain seperti Damai BersamaMu lewat suara merdu Chrisye, Jalan Panjang yang dibawakan Nicky Astria atau Kemesraan yang ngetop oleh Iwan Fals bersama artis artis Musica Studio's dan masih banyak lagi lainnya.
 
Dalam album ini ada beberapa lagu yang sangat familiar, terutama bagi yang suka mendengarkan karya karya dari Franky & Jane. Tercatat ada dua lagu yang sangat familiar, yaitu pertama Potret yang juga digunakan sebagai judul album, versi dari lagu ini disini memiliki lirik lebih panjang, bercerita tentang seseorang yang kehilangan orang yang dicintai karena pergi untuk selamanya menghadapNya, dalam lagu ini diungkap lebih jelas ternyata sosok yang kehilangan tersebut adalah seorang penyandang tuna netra dan yang pergi adalah orang yang selalu menemani selama ini dalam suka dan duka, teman bercerita tentang apa saja, sehingga setelah kepergiannya hidup menjadi sepi dan ia hanya sendiri berteman tongkat dalam kegelapan panjang. Dalam versi daur ulang oleh Franky & Jane yang dirilis tahun 1991 teks lagu dibuat lebih ringkas dan tidak lagi membahas tentang kesedihan penyandang tuna netra secara khusus namun cakupannya dibuat lebih luas, berupa kesedihan secara umum mereka yang ditinggalkan oleh orang terkasih untuk selamanya.

Lagu familiar kedua adalah lagu berjudul Nyanyian Cinta yang liriknya merupakan ciptaan Abdul Hadi WM dan lagu oleh Johnny Sahilatua. Tidak seperti lagu Potret, ia tidak banyak perubahan baik dalam segi aransemen maupun tatanan lirik saat diolah kembali oleh Franky Sahilatua untuk album Franky & Jane berjudul Lelaki dan Rembulan tahun 1992. Lagunya sendiri memang cukup melodius, menggunakan bebunyian akustik sebagai senjata utamanya. Lagu lainnya dalam album ini memang kurang familiar namun sangat asik, penyuka musik bernuansa balada pasti akan cepat akrab. Sepertinya lagu yang terdapat dalam album ini tidak terdapat dalam album lainnya, jika ingin mendengarkan secara utuh maka harus mencari album ini sebagai jalan satu satunya, biasanya pada laman You Tube memiliki segalanya, maka khusus untuk album ini sebagai pengecualian, ia belum ada yang mengunggahnya.
 
Garapan musiknya boleh dibilang sama meskipun tidak persis dengan hasil racikan Franky Sahilatua dalam album Franky & Jane seperti dominasi dentingan gitar akustik dan alat tiup, tema yang diusung didalamnya juga memiliki kesamaan warna, seperti mengangkat tentang alam, cinta, tragedi, persahabatan dan juga tentang pergolakan bathin. Dalam album ini Johnny Sahilatua memainkan gitar akustik dan elektrik, keyboard, penata musik, penata vocal merangkap sebagai vokal utama, kemudian dibantu oleh Bagoes A. Aryanto pada akustik dan elektrik piano, Yoseph R pada bass, Uce Haryono pada drum dan perkusi, Yudhianto pada oboe, rekorder dan flute. Sementara Jane dan Antie membatu dalam harmoni vokal atau suara latarnya.
 






 
 
 
........................
Potret - Johnny Sahilatua 1984
 
Johnny Sahilatua - Semua Vocal/ Accoustic & Electric Guitar/ Keyboards/ Penata Musik & Penata Vocal
Yudhianto - Oboe/ Recorder/ Flute
Yoseph R - Fender Bass
Bagoes A. Aryanto - Accoustic & Electric Piano
Uce Haryono - Drums/ Perkusi
Jane & Antie - Harmonic Vocal
 
............
Tracklist KASET:
 
Side A
01 Potret
     lagu & lirik - Johnny Sahilatua
02 Bangunkan Jiwamu
     lagu & lirik - Johnny Sahilatua
03 Tragedi 
     lagu & lirik - Johnny Sahilatua
04 Drama 
     lagu & lirik - Johnny Sahilatua
05 Desember
     lagu & lirik - Johnny Sahilatua 
 
Side B
01 Suara Seruling 
     lagu & lirik - Johnny Sahilatua
02 Nyanyian Cinta
     lagu - Johnny Sahilatua
     lirik - Abdul Hadi WM.
03 Sahabatku 
     lagu & lirik - Johnny Sahilatua
04 Damai Disini 
     lagu & lirik - Johnny Sahilatua
05 Selamat Tinggal Remaja
     lagu & lirik - Johnny Sahilatua
 
 
Salam...

VCD Ekonomis Best Of The Best - Ebiet G. Ade (MIM/ Musica Studio's 2019)

VCD Ekonomis Best Of The Best - Ebiet G. Ade (MIM/ Musica Studio's 2019)
 
Album: VCD Ekonomis Best Of The Best
Artist: Ebiet G. Ade
Kode: MIM-00042A
Label: MIM & Musica Studio's
Tahun: 2019
Harga (saat rilis): ekonomis
 
Sebenarnya untuk album Best Of The Best Ebiet G. Ade ini telah admin posting pada tahun 2015 silam dalam berbagai macam jenis rilisan dan berbagai macam tahun terbitan, ulasannya disini: Album Best Of The Best Ebiet G. Ade 1999. Bedanya dengan postingan kali ini adalah ini merupakan versi kemasan ekonomisnya yang diedarkan oleh label MIM (Mitra Indo Musik) atas izin lisensi dari label Musica Studio's selaku pemilik hak siar dan master rekaman. Versi rilisan ekonomis namun original ini adalah strategi dari label rekaman dalam mensiasati pasar yang terus berubah, terutama dengan kehadiran musik digital yang secara otomatis dari tahun ketahun membuat angka penjualan album fisik semakin menurun. Keadaan itu membuat label menciptakan berbagai macam alternatif produk untuk bertahan, selain keharusan ikut serta dalam pusaran arus digital, label juga merilis album berlabel ekonomis semacam ini, ia asli namun tetap terjangkau sehingga diharapkan nanti banyak yang akan tertarik dan membelinya.
 
Perilisan album semacam ini sepertinya juga menyasar mereka yang masih menggunakan perangkat player musik dirumah rumah dan lagi bahwa versi rilisan CD atau VCD dalam bentuk regular seperti kemasan jewel case sudah sangat sukar ditemukan, sehingga kehadiran VCD ekonomis ini dapat mengisi celah tersebut. Album bertajuk Best Of The Best milik Ebiet G. Ade ini sendiri jika kita jeli maka akan mengetahui bahwa disitus You Tube pada akun milik Musica Studio's bernama Musica Klasik ternyata telah diposting dalam bentuk satu album full berisi 15 lagu persis seperti yang terdapat dalam album format CD dengan kualitas HQ, artinya sound yang dimiliki bukan kacangan, sangat jernih dan layak dengar. Selain album ini, admin mendapatkan beberapa judul album kompilasi Ebiet G. Ade juga telah di posting disana.
 
Album ini sendiri memiliki track yang sama dengan versi rilisan lawasnya, hanya memiliki perbedaan pada track 7 yang diganti dengan lagu Camellia III dari sebelumnya lagu Menjaring Matahari dan track 13 diganti lagu Nyanyian Kasmaran yang sebelumnya lagu Masih Ada Waktu. Kualitas VCD ekonomis ini boleh dibilang bagus, proses sablon pada kepingannya digarap sangat detail dan bersih, isi video klip didalamnya juga sama persis dengan versi rilisan reguler yang memakai klip asli.
 




 
..................
Best Of The Best - Ebiet G. Ade
Lulus Sensor: 197/VCD/PA/04.2024/2019
 
Tracklist VCD:
01 Aku Ingin Pulang
02 Kupu Kupu Kertas
03 Cinta Sebening Embun
04 Camellia II
05 Kalian Dengarkah Keluhanku
06 Rembulan Menangis
07 Camellia III
08 Elegi Esok Pagi
09 Untuk Kita Renungkan
10 Titip Rindu Buat Ayah
11 Nyanyian Rindu
12 Seraut Wajah
13 Nyanyian Kasmaran
14 Lagu Untuk Sebuah Nama
15 Berita Kepada Kawan
     *semua lagu ciptaan Ebiet G. Ade
 
 
Salam...