Wednesday, September 30, 2026

Nadi Khatulistiwa - Arwana Band (Sony Music Indonesia 1999)

Nadi Khatulistiwa - Arwana Band (Sony Music Indonesia 1999)

Album: Nadi Khatulistiwa
Artist: Arwana
Kode: 494659.4
Label: Sony Music Indonesia
Tahun: 1999
Harga (saat rilis): -

Kelompok legendaris ini total merilis album penuh secara nasional hanya berjumlah dua saja, album pertama bertajuk Asa - Arwana 1997 dan di tanggapi pasar dengan hangat, kemudian dilanjut dengan album ini, yang juga cukup ngehits dan tetap meyakinkan sebagai band dengan masa depan cerah. Tetapi setelahnya mereka justru tidak melanjutkan kontrak dengan label, lazimnya sebagai percobaan di mulai dengan dua kontrak kerjasama album dan kemudian jika berkenan dapat kembali di lanjutkan. Mereka kemudian menjadi artis tanpa label, dan karena kesibukan masing masing personel dan ditambah dengan kondisi perpolitikan saat itu, akhirnya perilisan album selanjutnya menjadi molor dan tak kunjung terwujud, menurut Wikipedia, album ketiga mereka pada tahun 2004 adalah album indie khusus untuk wilayah Kalbar bertajuk PHTB alias Patah Tumbuh Hilang Berganti, tetapi hingga kini pun admin belum pernah melihat bentuk album ketiga ini seperti apa, bisa jadi karena indie hingga jumlahnya terbatas dan sangat rare tentunya, bahkan hingga kini belum ada yang menggunggah bentuk fisiknya secara lengkap di internet, pun dengan album ke empat mereka bertajuk Jangan Pergi 2010.

Dalam album ini sendiri terdapat hits Lamunanku yang masih senada dengan hits Kunanti pada album pertama, berhasil menyabet Predikat Pencipta Lagu Terbaik AMI Award 2002. Judul album kedua ini masih mengambil tematik ciri khas daerah asal mereka yaitu Pontianak yang di lewati oleh lintasan garis matahari, sehingga penamaan Nadi Khatulistiwa menjadi sangat cocok dan relevan dengan konsep album. Judul album ini juga menjadi judul lagu didalamnya yang bercerita tentang keindahan alam dibawah lintasan matahari, hutan belantara, sungai sungai tua dan juga beragam satwa didalamnya memanggil rasa cinta dan juga rindu bagi para penghuninya. Sebuah pesan yang amat baik, pengingat, apalagi dimasa sekarang, di seluruh penjuru negeri sedang dilanda kekeringan dan juga kabut asap akibat kebakaran hutan yang parah, selain di Kalimantan, pulau Sumatera pun mengalaminya, sementara Papua saat ini hutannya juga terancam. Setidaknya lagu lagu semacam ini mnjadi pengingat bahwa kita adalah manusia rapuh yang sangat bergantung pada alam, keserakahan kita hanya akan berujung pada kemusnahan kita juga.  

Meskipun lewat label besar mereka hanya menorehkan dua album saja, tetapi karya dan sejarah yang mereka torehkan sudah cukup untuk membuat kelompok ini menjadi sangat memorable dan abadi, kehadirannya selalu di tunggu, meskipun terdapat album lain namun tetap saja dua album klasik ini merupakan track yang paling di tunggu saat konser maupun pertunjukan. Permainan mereka dan juga jam terbang mereka sebagai sessionis merupakan sebuah jaminan pertunjukan yang mengesankan. Album ini selain dirilis dalam format kaset, juga di edarkan dalam bentuk CD, admin hanya menggunggah format kasetnya saja karena tidak mempunyai format CD tersebut. Pada album kedua ini penata grafisnya di kerjakan oleh Ari Dunda dan Edon Boutique, logo masih menggunakan karakter arwana kawat besi yang sama dari album pertama yang merupakan karya dari Lesin. Para penulis dan pencipta lagu di album ini mayoritas di kerjakan oleh para personilnya, hanya Eyang Zipro saja yang merupakan orang lama tercatat masih berkontribusi dalam album ini. Album ini dan juga album pertama sudah dapat dinikmati pada platform streaming manapun juga termasuk YouTube, bagi yang penasaran silahkan melipir kesana untuk mencoba mendengarkan secara penuh.

a

a

a

a

...........
Arwana - would like to thanks:
    Allah SWT, atas berkah dan rahmatNya hingga rampungnya album II ini, Bapak Jan Djuhana, Bapak Sutanto, serta seluruh staff dan karyawan Sony Music Indonesia, Nanang Abiar dan Eyang Zipro (Mbah/ Harry Dayak), yang nggak pernah capek ngeladenin Arwana.
   Stephan, Idha Restu, Sovie Djasmin yang setia dan nggak bosen ngurusin Arwana. Designer Ari Dunda dan Edon Boutique, Pak Benny Suherman terima kasih atas pinjaman alat (instrumen), Rekan rekan musisi yang telah memberikan ide dan masukannya yang amat positif buat kami.
    Semua rekan rekan wartawan media cetak dan elektronik. Sanak kerabat dan teman sejawat yang jauh di Pontianak Kal_Bar, atas support dan doanya. Semua fans Arwana di seluruh tanah air yang setia menunggu Arwana.

Salam Arwana.

........
Yudie Chaniago - Drums/ Percusi/ Vocal
Puji Syukur kepada Yang Maha Kuasa, Papa dan Mama (Yanis Chaniago), Lian, Yul, Yuza, special to KUM KUM Ytc, Rekan rekan musisi dan sanak kerabat yang jauh di Pontianak, Kalimantan Barat.

Hendri Lamiri - Violins/ Vocal
Terucap syukur kepada Allah SWT, Ibu beserta keluarga di Pontianak atas segala doa dan dukungannya, juga rekan rekan musisi atas supportnya, Ridho & Fitri, Mazmul atas saran sarannya, dan masih banyak lagi yang tak bisa disebutkan. Terima kasih semuanya.

Yan Machmud - Lead Vocal/ Accoustic Guitar
Puji syukur kepada Allah SWT, atas rahmatnya. Untuk Ucok Mahmud GS/ Fatimah Abbas, Adik adik Si'is, Mala, juga Si'er dan Eddie. Special buat yang tersayangYuniwati dan Inel, juga buat Pindi & Heri, then saudara saudara di Kalbar atas semua dukungan dan doanya.

Nono Soetomo - Bass Guitar/ Backing Vocal
Syukur tak terhingga kepada Allah SWT, Keluarga besar Soetomo, Keluarga besar H. Sa'ir, yang tercinta Ajeng & Angga, serta rekan rekan semua, atas segala doa dan dukungannya.

Wansyah - Lead Guitar/ Backing Vocal
Puji syukur kepada Allah SWT, atas segala rahmatnya hingga terselesainya album Arwana ke II ini. Terima kasih buat Bapak dan Ibu, saudara saudaraku di Pontianak yang ku cintai, Bang As, Mbak Arum, Edon, Agus serta Gank Pondok 21, Lilis D, dan tak lupa sahabat, teman, kenalan yang tak bisa aku sebutkan satu persatu. 

Delsy Ramadhan - Keyboard
Puji syukue kepada Allah SWT, Bapak Ibu dan adik adik tercinta, teman teman musisi, Indah juga Aldin YTS, tak ketinggalan saudara saudara yang ada di Pontianak Kal_Bar.

....
Arwana - Nadi Khatulistiwa
494659.4
P & C 1999
Sony Music Entertainment Indonesia

...
Tracklist KASET:

Side A
01 Pucuk Dicinta
     cipt. Yan Machmud & Yudie Chaniago
02 Lamunanku
     cipt. Yudie Chaniago & Wansyah
03 Nadi Khatulistiwa
     cipt. Yan Machmud
04 Rinduku
     cipt. Wansyah & Eyang Zipro
05 Kembalilah
     cipt. Yan Machmud

Side B
01 Jalan Masih Panjang
     cipt. Arwana
02 Hello (Apa Khabar)
     cipt. Yan Machmud
03 Jalan Terbaik
     Yudie Chaniago & Wansyah
04 Sungguh Mati
     cipt. Yudie Chaniago
05 Hati Yang Tertinggal
     cipt. Yudie Chaniago & Yan Macmud

Salam...

Sunday, August 23, 2026

Yang Kunanti - Inka Christie (Musica Studio's 1995)

Yang Kunanti - Inka Christie (Musica Studio's 1995)

Album: Yang Kunanti
Artist: Inka Christie
Kode: MSC 7989
Label: Musica Studio's
Tahun: 1995
Harga (saat rilis): 6.000,-

Tidak semua album Inka Christie admin mengikuti secara intens, mulanya hanya memiliki album kompilasi Best Of The Best Inka Christie 2005 saja. Pada perkembangan selanjutnya, terdapat fakta bahwa sebagian besar deretan musisi pendukung album beliau adalah nama nama yang admin kenal dan sudah tercantum didalam tag labels blog ini. Sehingga kemudian admin putuskan untuk lebih mendalami dan tentunya sebagai bahan postingan blog juga, mengingat credit title dan catatan kecil dalam album ini sebagian besar belum di tulis secara lengkap di blog manapun, setidaknya bisa menjadi bahan tambahan bacaan bagi yang tidak memiliki album fisiknya, dan syukur jika ada yang termotivasi, tergerak untuk memiliki format album fisiknya. Karena dizaman sekarang, akses kepada lagu tidak terbatas, sementara akses mendapatkan informasi album terkadang sangat sulit jika tidak memiliki album fisiknya.

Pada album ketiga ini, semua musisi dan pencipta lagu berasal dari dalam negeri, Ithinx yang sebelumnya juga selalu ikut serta, kali ini menciptakan lagu Yang Kunanti, dan dijadikan sebagai judul album dan lagu unggulan, lagu ini cukup menggaung dan berhasil melejit menjadi hits besar nan abadi dari album ini, dengan Teddy Riadi sebagai penata musiknya. Para pendukung musik pada beberapa lagu tercatat merupakan formasi lama dari album Gambaran Cinta 1991, yaitu pada lagu Mencari Jalan Pulang dan Anak Bara, bisa jadi ini adalah stok lagu lama yang belum dirilis. Hanya pada tiga track saja yang dicatatkan secara utuh nama nama musisi pendukung dibelakangnya, sisanya hanya nama penata musiknya saja, tanpa ada tambahan apapun, nama tersebut adalah Ronald dengan dua lagu, Teddy Riadi satu lagu dan Indra Q dengan total tiga lagu.

Sayang saja, jika para pembantu penata musik ini tidak dicatatkan dengan jelas, karena pada beberapa kasus ada karakter yang mirip sehingga jika tidak membaca credit title didalamnya, maka ditakutkan akan terjadi salah tafsir, seperti siapa yang memainkan gitar pada lagu Yang Kunanti, terasa sangat familiar dan khas dengan pola permainan dari Pay Burman, tetapi ternyata yang bermain adalah Dongki yang juga memiliki pola permainan yang kurang lebih sama, untung saja dilagu ini dimuatkan secara komplit, sehingga misinformasi tidak terjadi. Permasalahannya ada pada enam lagu lainnya, terutama Indra Q yang biasanya jika terdapat project semacam ini ia selalu memilih tandem Thomas, Ronald dan juga Pay, apalagi Ronald juga mengaransir dua lagu dalam album ini, apakah mereka juga memakai tim yang sama? Bagi yang memiliki info, boleh tambahkan di kolom komentar dibawah ini. Sementara Teddy Riadi kemungkinan memakai tim yang sama dengan saat ia menggarap project lagu bersama Franky Sahilatua.

Kemasan cover album ini digarap dengan sangat menarik, berkesan kontemporer dengan menabrak idiom yang ada, menggabungkan huruf besar dan kecil, tebal dan tipis tersusun secara acak namun terlihat segar, seperti tidak beraturan diantara foto yang ada. Konsep ini dirancang oleh Dik Doank yang saat itu masih sangat muda dengan membawa banyak ide ide segar saat menggarap artwork cover album. Admin hanya mempunyai versi kasetnya saja, seandainya format CD juga sepanjang ini, maka keindahan cover tersebut dipastikan lebih memanjakan mata, terasa megah dan luas. Sayangnya, sang empunya album malah lupa menuliskan prakata ucapan terima kasih pada album ini. Kualitas pita dari album ini masih tergolong sangat baik, masih menghasilkan output audio yang stabil dan jernih, khas dari label Musica Studio's. Sementara untuk format streaming digitalnya sudah dapat dinikmati di platform manapun dengan sangat mudah.





.................
Inka Christie - Yang Kunanti

Pimpro - Rummy Aziez
Penata Vocal - Heirrie Buchaery
Mixed by - Heirrie Buchaery/ Danny Lisapaly
Sound Engineered - Ronald Parinsi/ Kang Maman
Photo & Design - Dik Doank

...
Tracklist Album:

Side A
01 Yang Kunanti
     cipt. Ithinx
     Teddy Riadi - Penata Musik/ Keyboards
      Heirrie Buchaery - Bass Guitar
      Dongki - Gitar Akustik & Listrik
      Kamal - Drums
      Noor Bersaudara - Vokal Latar
02 Mencari Jalan Pulang
     cipt. Heirrie Buchaery/ Dossy Iskandar
     Heirrie Buchaery - Penata Musik/ Bass Guitar
     Iwang noorsaid - Piano/ Synthesizer
     Jerry Soedianto - Guitar Listrik
     Uce Hariono - Drums
     Three's - Vocal Latar
03 Cinta Pertama
     cipt. Lody Hinonaung
     Musik - Ronald
04 Nirwana
     cipt. Daeng Jamal Purba
     Musik - Teddy Riadi

Side B
01 Cukuplah
     cipt. Dede Anwar Poetra
     Musik - Indra Q.
02 Bicaralah
     cipt. Tedjo Melawai/ Andy Hidayat
     Musik - Ronald
03 Terbawa Angin
     cipt. Irman S. A.
     Musik - Indra Q.
04 Anak Bara
     cipt. Heirrie Buchaery/ Dossy Iskandar
     Heirrie Buchaery - Penata Musik/ Bass Guitar/ Vokal Latar
     Iwang Noorsaid - Piano/ Synthesizer
     Jerry Soedianto - Guitar Listrik
05 Kenyataan Cinta
     cipt. Dadang S. Manaf
     Musik - Indra Q.


Salam...

Sunday, July 12, 2026

CD The Best Of - Iwan Fals (Nirwana Record 1995)

CD The Best Of - Iwan Fals (Nirwana Record 1995)

Album: The Best Of
Artist: Iwan Fals
Kode: NCD 940607
Label: Nirwana Record
Tahun: 1995
Harga (saat rilis): -

Perilisan album bertajuk kompilasi kumpulan lagu terbaik milik Iwan Fals ini merupakan project kedua setelah perilisan ulang album Orang Gila dalam format CD untuk pertama kalinya oleh label Nirwana Record, label lokal dari Surabaya tetapi produknya telah merambah secara nasional, sebagai label lokal posisinya cukup kuat dan tetap bertahan hingga sekarang, bahkan label ini termasuk terdepan dalam usaha perilisan ulang album lokal dalam negeri berbentuk CD pada pertengahan dekade 90an, disaat mayoritas CD kala itu merupakan import dan berisi lagu lagu asing. Suatu langkah yang tergolong baru kala itu, karena banyak album lokal hanya tersedia dalam format kaset saja tanpa ada pilihan format lainnya.

Perilisan album kompilasi ini jika dilihat dari kode album ini yaitu NCD 940607, cukup berdekatan dengan perilisan album Orang Gila yang memiliki kode NCD 940605, berjarak dua nomor saja, begitu juga dengan kode DYNTARRA pada kepingan cakramnya, pada album ini tertulis 20432 sementara Orang Gila 20430. Kualitas audio yang dihasilkan dari album ini boleh dibilang lumayan, namun masih terasa sedikit datar. Isi didalamnya memuat gabungan beberapa lagu Iwan Fals dari album Belum Ada Judul, Frustrasi dan juga single Terminal milik label Harpa Records ditambah album Mata Dewa dan Kantata Takwa dari label Airo Records, dengan total track berjumlah 12 lagu.

Rancangan desain cover album ini formatnya masih sama dengan versi CD album Orang Gila, yaitu kertas glossy berjumlah dua lekukan saja, tanpa teks lagu maupun tambahan tulisan apapun pada bagian dalamnya, cover depan menggunakan wajah Iwan Fals dari album Belum Ada Judul 1992 bercorak hitam putih bergaris garis, meskipun dengan gambar yang sama, album ini masih cukup menarik perhatian dan terasa klasik. Pada cover belakang hanya memuat track lagu saja, berikut keterangan lagu, tetapi terdapat beberapa kesalahan, seperti lagu Kantata Takwa, Mata Dewa, Belum Ada Judul, Mereka Ada Dijalan, Frustasi, Imitasi dan Coretan Dinding tertulis dari 'group Swami', sehingga tidak akurat. Kepingan CD masih berupa tulisan dan belum terdapat gambar, dan pada masa tersebut memang seperti ini lazimnya.




................
The Best Of Iwan Fals
Under License of - Harpa Records
NCD 940607

....
Tracklist:
01 Kantata Taqwa
     cipt. Iwan Fals/ S. Djody/ Jockie
     vocal - Iwan Fals
02 Mata Dewa
     cipt. Iwan Fals/ S. Djody
     vocal - Iwan Fals
03 Belum Ada Judul
     cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals
04 Mereka Ada Dijalan
     cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals
05 Frustasi
     cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals
06 Besar Dan Kecil
     cipt. Iwan Fals/ Naniel
     vocal - Iwan Fals
07 Rajawali
     cipt. Jabo/ Iwan Fals/ Jockie/ Rendra
     vocal - Iwan Fals
08 Imitasi
     cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals
09 Terminal
     cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals/ Franky S.
10 Coretan Dinding
     cipt. Iwan Fals/ Mahesa Ibrahim
     vocal - Iwan Fals
11 Nona
     cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals
12 Aku Disini
     cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals

Salam...

Sunday, June 28, 2026

Album volume 7 'Rumah Kecil, Pinggir Sungai' - Franky & Jane (Jackson Records 1984)

Album volume 7 'Rumah Kecil, Pinggir Sungai' - Franky & Jane (Jackson Records 1984)

Album: Rumah Kecil, Pinggir Sungai
Artist: Franky & Jane
Kode: JR 118409
Label: Jackson Records & Tapes
Tahun: 1984
Harga (saat rilis): -

Series ketujuh ini sekaligus menjadi album penutup dari duo ini berada di label Jackson Recods, bukan karena sebuah permasalahan, tetapi dikarenakan label tersebut bangkrut dan terpaksa tutup operasional pada sekitaran tahun 1986, dua tahun jaraknya dari periode perilisan album ini. Sesuatu yang tidak disangka, bagaimanapun juga merupakan musibah bagi orang orang yang tergantung hidupnya dari keberlangsungan, juga dari fans pembeli setia produk label ini. Franky Sahilatua justru mengambil momen ini dengan mendirikan label rekaman sendiri bernama Ken Project yang kemudian cukup berhasil dengan berbagai rilisan album baik solo maupun duet duo ini, sistemnya cukup maju selangkah saat itu dengan memiliki semua master yang ada, dan label yang dititipi untuk berjualan hanya sebagai distributor saja.

Album ini sendiri di dukung oleh barisan musisi yang mumpuni, Yoseph R. dan Gum Gum yang sebelumnya mendukung di album 6 juga masih ikut serta disini. Nama baru yang ikut serta ada Bagoes AA yang memainkan keyboard, string, juga aransemen di beberapa lagu, plus memberikan satu lirik berjudul  Pagiku Tersenyum, dan terdapat kejutan berupa suaranya muncul di lagu Koran, duet bersama Franky, kemudian ada Yaya Moektio sebagai penabuh drum secara penuh, sementara Teddy Riadi yang nantinya banyak ikut menata musik milik Franky, disini ia belum memainkan peran pentingnya, ia hanya bermain perkusi saja bersama Ading.

Tematik lagunya sebagian besar masih memiliki genre country, tetapi mulai sedikit merambah pop, terutama di lagu Koran dan Pagiku Tersenyum, bisa jadi karena adanya Bagoes AA dalam project ini, sehingga bagaimanapun juga karakter musik aslinya masih dapat dikenali meskipun tidak mendominasi. Dalam album ini para barisan musisi yang memainkan string juga tercatat cukup banyak dan beberapa diantaranya merupakan nama nama lama yang memiliki jam terbang tinggi di bidang masing masing. Penata grafis untuk album ini dikerjakan oleh Lesin yang juga melukis duo ini dan kemudian digunakan sebagai sampul depan, berkesan klasik.

Beragam persoalan ditawarkan dalam album ini sebagai bahan perenungan, namun yang menjadi perhatian penuh adalah lirik dalam album ini semua di tulis oleh Franky Sahilatua sendiri, kecuali Koran yang di tulis oleh Djayus dan Pagiku Tersenyum oleh Bagoes AA. Setelah sekian lama, bisa jadi ia belajar dengan keras bagaimana menulis sebuah lirik dengan baik, kemudian menemukan momentumnya di album ini dan secara mandiri menghadirkan lirik plus lagu yang benar benar lahir dari alam pemikirannya sendiri, sehingga terasa lebih personal dan juga nyambung secara emosional, ia merasakan dan melakukan sendiri proses kedua penciptaan tersebut, komplit.

Tematik persoalan yang diangkat diantaranya adalah lagu yang dijadikan sebagai judul album berjudul Rumah Kecil, Pinggir Sungai yang justru ditulis oleh Franky di Bintaro, berisi kerinduan akan alam desa yang teduh dan malam hanya menyisakan keheningan saat pintu rumah tetangga telah tertutup, bahkan daun jatuh hanyut di aliran sungai pun nampak indah dimata. Track kedua Nyanyian Anak Jalanan memuat persoalan fenomena sosial tentang anak jalanan yang kesehariannya harus berjuang bertahan melewati hari, berjualan koran, berjualan kaki lima, membersihkan sepatu, sementara yang lain ada juga yang merokok, berjoget seperti bajingan kecil calon preman dimasa depan.

Banyak lagu Franky meskipun  berkisah tematik percintaan, tetapi tetap dibalut oleh nuansa alam yang kental, seperti track ketiga berjudul Bulan Tenggelam tentang kisah cinta yang sedih, nuansa yang terbangun saat mendengar lagu ini tergambar seperti itu, dalam imajinasi terbentuk seorang gadis tengah sakit, ia tengah terbaring dan angin dari beranda menghembus rambutnya, sementara kekasih berada disampingnya, terasa sejuk namun perih. Begitu juga dengan track kelima berjudul Seperti Daun Jatuh yang berisi penyesalan, terkadang cinta menjadi lebih indah setelah sang kekasih pergi, disini ia tetap menggunakan idiom idiom alam yang dekat dengan pendengar, kemudian menjelma sebagai sebuah ilustrasi hidup dalam fikiran, juga dengan lagu Gadisku dan Jendela Yang Berembun.

Track berjudul Koran yang dibawakan duet bersama Bagoes AA, bercerita tentang koran yang saat itu merupakan salah satu alat komunikasi terdepan dalam mengabarkan berbagai macam berita paling aktual saat itu, setiap orang kala itu membutuhkan koran demi mengetahui berita terbaru. Lagu Ketika Pulang menceritakan seseorang yang telah lama tidak pulang ke kampung halaman, ia sangat merasakan perbedaan jauh antara keduanya, kota penuh kebisingan dan desa penuh kesunyian, di kota ia tak bahagia tetapi di desa ia tidak memiliki pilihan. Track terakhir berjudul Orang Orang Dusun berkisah tentang duka petani desa yang didera banyak persoalan, tanaman tumbuh merana, sisa panen tidak seberapa, sang petani hanya mampu meratapi kesedihan dirumahnya masing masing tanpa sesiapa peduli.





..............
Franky & Jane vol.7 - Rumah Kecil, Pinggir Sungai

Bagoes AA. - Music Arrangements:
'Bulan Tenggelam, Gadisku, Pagiku Tersenyum, Koran'
String Arrangements/ All Keyboards/ Effects

Franky Sahilatua - Music Arrangements/ Guitars
Yoseph R. - Electric Bass/ Guitars/ Lyra Bell
Yaya M. - Drums
Gum Gum - Banjo/ Harmonica/ Ukulele
Yudianto - Flute/ Oboe/ Block Flute

Violins - Jap Tji Kien/ Suryati Supilin/ Edo Braseros/ Tjan Kuang Tju
Cello - Zulkifli Arifin
Percussion - Ading/ Teddy Riadi

Irsan - Recording Engineer
Alpha One - Duplicating
Lesin - Illustration & Graphic Design
Jackson Recording Studio - Recording Studio

Fans Adress
Jackson Records Tapes
P.O. BOX 1090 JKT. Kota

....
Tracklist:

Side A
01 Rumah Kecil, Pinggir Sungai
     cipt. Franky Sahilatua
02 Nyanyian Anak Jalanan
     cipt. Franky Sahilatua
03 Bulan Tenggelam
     cipt. Franky Sahilatua
04 Koran (dengan Bagoes AA.)
     cipt. Djayus
05 Seperti Daun Jatuh
     cipt. Franky Sahilatua

Side B
01 Gadisku
     cipt. Franky Sahilatua
02 Pagiku Tersenyum
     cipt. Bagoes AA.
03 Jendela Yang Berembun
     cipt. Franky Sahilatua
04 Ketika Pulang
     cipt. franky sahilatua
05 Orang Orang Dusun
     cipt. Franky Sahilatua


Salam...

Wednesday, May 27, 2026

Album Format CD 'Pantulan Cita 1981' - Chrisye (Reissue Musica Studio's 2004)

Album Format CD 'Pantulan Cita 1981' - Chrisye (Reissue Musica Studio's 2004)

Album: Pantulan Cita
Artist: Chrisye
Kode: MSCD 0252
Label: Musica Studio's
Tahun: 2004
Harga (saat rilis): 35.000,-

Album inilah yang memiliki status penjualan paling tidak menggembirakan di sepanjang karier Chrisye, album keempat di label Musica Studio's ini ditanggapi dingin di pasar dan tidak menghasilkan hits apapun, Chrisye cukup gamang karena pada album keduanya bertajuk Percik Pesona 1979 juga mengalami hal yang sama, tetapi masih terdapat satu atau dua hits yang mengudara, kali ini benar benar zonk, padahal angin segar sempat hadir dengan laris manisnya album ketiga berjudul Puspa Indah 1980, yang merupakan album soundtrack dari film berjudul sama. Dalam buku Sebuah Memoar Musikal karya Alberthiene Endah 2007, Chrisye mengungkapkan bahwa ia mulai melihat bayang bayang kritis, dan juga sempat mempertanyakan kebersamaan bersama Yockie sebagai tandemnya selama ini, ia harus kembali mencari warna musik yang bisa mendobrak, hal yang tidak mudah karena Yockie juga terkenal keras, memiliki konsep pemikiran sendiri terhadap project mereka bersama yang terkadang tidak sejalan antar keduanya, untuk sementara Chrisye memilih mengalah.

Dalam album ini, peran Chrisye masih seperti biasa, memainkan gitar bassnya untuk seluruh lagu, tetapi ia hanya menciptakan satu lagu untuk lirik Pantulan Cita karya Harry Sabar yang kemudian dijadikan sebagai judul album. Isi keseluruhan lagu dalam album ini sebenarnya tidak semua bernuansa keras, hanya track Perkasa Manusia yang sedikit kencang dan terasa nuansa progresif rock. Memang faktor luck saja yang belum menyertai kehadiran album ini, selain itu sepertinya di tahun tahun era tersebut persaingan dalam industri musik cukup sengit, sehingga butuh lagu dengan hook kuat untuk mengangkat album pada posisi teratas. Menurut admin, lagunya cukup asik untuk disimak, apalagi pada periode awal ini Chrisye masih memainkan bass dan terkadang juga gitar, sementara pada era setelahnya, ia sepenuhnya hanya take vocal saja, jadi bagi penikmat karya karya beliau, untuk melihat sosok Chrisye secara utuh, semuanya dapat dilihat dari album album periode awal ini, totalitasnya sungguh luar biasa, apalagi selalu dapat dipastikan jika setelah merilis sebuah album, ia  selalu dipastikan jatuh sakit setelahnya karena drop karena kurang istirahat.

Okelah, untuk nasib penjualan album ini mungkin tidak sebagus album lainnya, tetapi bagi admin, rancangan cover album ini sungguh cantik, bersama album Percik Pesona, keduanya berada di posisi teratas dengan cover paling estetik di sepanjang kariernya. Apalagi dengan disain logo tulisan Chrisye karya Gari Nasution yang bergaya ala logo rock band klasik, logo ini kembali tampil disini setelah sebelumnya muncul pertama kali di sampul Percik Pesona yang juga sama sama bernasib 'kurang laku' dipasaran. Desain sampulnya sendiri dikerjakan oleh Ayik Soegeng yang sebelumnya juga mendesain album fenomenal berjudul Guruh Gipsy, cover bergambar seperti puzzle ini memang benar benar di garap menjadi puzzle yang sebenarnya, prosesnya foto Chrisye di tempel pada sehelai kayu lapis dan kemudian dipotong menggunakan gergaji kecil. Pada cover edisi kasetnya terdapat empat foto puzzle berurutan dari versi acak hingga tersusun rapi, sementara untuk format CD ini hanya memuat tiga gambar saja dan tidak berurutan, yaitu terdapat pada sampul depan, sampul dalam dan sampul belakang.

Album ini diedarkan pertama kali dalam format CD pada tahun 2004, setelah bertahun lamanya sejak tahun 1981, sayangnya untuk cover depan hanya berjumlah dua lembar saja, sehingga desain awal yang terdapat pada format kasetnya tidak dapat di masukkan sepenuhnya disini, seperti empat potong puzzle bergambar wajah chrisye yang di letakkan secara berurutan. Secara visual, kualitas cetakan album ini memiliki detail yang baik, meskipun dicetak hanya menggunakan kertas dua lembar saja, begitu juga dengan kepingan CD didalamnya yang masih memiliki kode D.TARRA. Secara audio, detail sound yang dihasilkan sangat baik, era tersebut label ini memang tengah berada di puncak, baik teknologi mapun teknisinya, berpuluh tahun berlalu setelahnya, kualitas album ini tetap terasa tak terkalahkan. Bagi pembaca yang tidak memiliki album ini secara fisik, layanan digital streaming telah memudahkan segalanya, silahkan bagi yang penasaran untuk mencoba mendengarkan di berbagai platform layanan streaming, terutama untuk menyimak sosok utuh Chrisye dimasa awal kariernya, sebagai vokalis, sekaligus pemain instrumen musik.





...........
Chrisye - Pantulan Cita 1981

Para Pendukung:
Yockie - Keyboard
Chrisye - Vocal/ Bass
Jerry - Electric/ Accoustic Guitar
Yaya M. - Drum/ Percussion

Indah Sukotjo - Backing vocal dalam 'Tragedi Badai'

Semua lirik ditulis oleh Yockie
Kecuali lagu Sentuhanmu, Kala Mega Kian Mendung dan Pantulan Cita
oleh Harry Sabar
Aransemen - Yockie

Fotografi & Pengarah Artistik - Nova Penta
Perancang Grafis - Ayik Soegeng
Disain Logo - Gauri Nasution

.....
Tracklist Album:
01 Kencana
     lirik - Yockie
     lagu - Yockie
02 Sentuhanmu
     lirik - Harry Sabar
     lagu - Jerry/ Yockie
03 Desah Kalbu
     lirik - Yockie
     lagu - Yockie
04 Kala Mega Kian Mendung
     lirik - Harry Sabar
     lagu - Harry Sabar
05 Tragedi - Instrumentalia
     lagu - Jerry/ Yockie
06 Tragedi Badai
     lirik - Yockie
     lagu - Jerry/ Yockie
07 Putri Ayu
     lirik - Yockie
     lagu - Yockie
08 Perkasa Manusia
     lirik - Yockie
     lagu - Yockie
09 Hening
     lirik - Yockie
     lagu - Yockie
10 Pantulan Cita
     lirik - Harry Sabar
     lagu - Chrisye

Salam..