Sunday, July 12, 2026

CD The Best Of - Iwan Fals (Nirwana Record 1995)

CD The Best Of - Iwan Fals (Nirwana Record 1995)

Album: The Best Of
Artist: Iwan Fals
Kode: NCD 940607
Label: Nirwana Record
Tahun: 1995
Harga (saat rilis): -

Perilisan album bertajuk kompilasi kumpulan lagu terbaik milik Iwan Fals ini merupakan project kedua setelah perilisan ulang album Orang Gila dalam format CD untuk pertama kalinya oleh label Nirwana Record, label lokal dari Surabaya tetapi produknya telah merambah secara nasional, sebagai label lokal posisinya cukup kuat dan tetap bertahan hingga sekarang, bahkan label ini termasuk terdepan dalam usaha perilisan ulang album lokal dalam negeri berbentuk CD pada pertengahan dekade 90an, disaat mayoritas CD kala itu merupakan import dan berisi lagu lagu asing. Suatu langkah yang tergolong baru kala itu, karena banyak album lokal hanya tersedia dalam format kaset saja tanpa ada pilihan format lainnya.

Perilisan album kompilasi ini jika dilihat dari kode album ini yaitu NCD 940607, cukup berdekatan dengan perilisan album Orang Gila yang memiliki kode NCD 940605, berjarak dua nomor saja, begitu juga dengan kode DYNTARRA pada kepingan cakramnya, pada album ini tertulis 20432 sementara Orang Gila 20430. Kualitas audio yang dihasilkan dari album ini boleh dibilang lumayan, namun masih terasa sedikit datar. Isi didalamnya memuat gabungan beberapa lagu Iwan Fals dari album Belum Ada Judul, Frustrasi dan juga single Terminal milik label Harpa Records ditambah album Mata Dewa dan Kantata Takwa dari label Airo Records, dengan total track berjumlah 12 lagu.

Rancangan desain cover album ini formatnya masih sama dengan versi CD album Orang Gila, yaitu kertas glossy berjumlah dua lekukan saja, tanpa teks lagu maupun tambahan tulisan apapun pada bagian dalamnya, cover depan menggunakan wajah Iwan Fals dari album Belum Ada Judul 1992 bercorak hitam putih bergaris garis, meskipun dengan gambar yang sama, album ini masih cukup menarik perhatian dan terasa klasik. Pada cover belakang hanya memuat track lagu saja, berikut keterangan lagu, tetapi terdapat beberapa kesalahan, seperti lagu Kantata Takwa, Mata Dewa, Belum Ada Judul, Mereka Ada Dijalan, Frustasi, Imitasi dan Coretan Dinding tertulis dari 'group Swami', sehingga tidak akurat. Kepingan CD masih berupa tulisan dan belum terdapat gambar, dan pada masa tersebut memang seperti ini lazimnya.




.................
The Best Of Iwan Fals
Under License of - Harpa Records
NCD 940607

....
Tracklist:
01 Kantata Taqwa
     cipt. Iwan Fals/ S. Djody/ Jockie
     vocal - Iwan Fals
02 Mata Dewa
     cipt. Iwan Fals/ S. Djody
     vocal - Iwan Fals
03 Belum Ada Judul
     cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals
04 Mereka Ada Dijalan
     cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals
05 Frustasi
     cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals
06 Besar Dan Kecil
     cipt. Iwan Fals/ Naniel
     vocal - Iwan Fals
07 Rajawali
     cipt. Jabo/ Iwan Fals/ Jockie/ Rendra
     vocal - Iwan Fals
08 Imitasi
     cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals
09 Terminal
     cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals/ Franky S.
10 Coretan Dinding
     cipt. Iwan Fals/ Mahesa Ibrahim
     vocal - Iwan Fals
11 Nona
     cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals
12 Aku Disini
     cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals

Salam...

Sunday, June 28, 2026

Album volume 7 'Rumah Kecil, Pinggir Sungai' - Franky & Jane (Jackson Records 1984)

Album volume 7 'Rumah Kecil, Pinggir Sungai' - Franky & Jane (Jackson Records 1984)

Album: Rumah Kecil, Pinggir Sungai
Artist: Franky & Jane
Kode: JR 118409
Label: Jackson Records & Tapes
Tahun: 1984
Harga (saat rilis): -

Series ketujuh ini sekaligus menjadi album penutup dari duo ini berada di label Jackson Recods, bukan karena sebuah permasalahan, tetapi dikarenakan label tersebut bangkrut dan terpaksa tutup operasional pada sekitaran tahun 1986, dua tahun jaraknya dari periode perilisan album ini. Sesuatu yang tidak disangka, bagaimanapun juga merupakan musibah bagi orang orang yang tergantung hidupnya dari keberlangsungan, juga dari fans pembeli setia produk label ini. Franky Sahilatua justru mengambil momen ini dengan mendirikan label rekaman sendiri bernama Ken Project yang kemudian cukup berhasil dengan berbagai rilisan album baik solo maupun duet duo ini, sistemnya cukup maju selangkah saat itu dengan memiliki semua master yang ada, dan label yang dititipi untuk berjualan hanya sebagai distributor saja.

Album ini sendiri di dukung oleh barisan musisi yang mumpuni, Yoseph R. dan Gum Gum yang sebelumnya mendukung di album 6 juga masih ikut serta disini. Nama baru yang ikut serta ada Bagoes AA yang memainkan keyboard, string, juga aransemen di beberapa lagu, plus memberikan satu lirik berjudul  Pagiku Tersenyum, dan terdapat kejutan berupa suaranya muncul di lagu Koran, duet bersama Franky, kemudian ada Yaya Moektio sebagai penabuh drum secara penuh, sementara Teddy Riadi yang nantinya banyak ikut menata musik milik Franky, disini ia belum memainkan peran pentingnya, ia hanya bermain perkusi saja bersama Ading.

Tematik lagunya sebagian besar masih memiliki genre country, tetapi mulai sedikit merambah pop, terutama di lagu Koran dan Pagiku Tersenyum, bisa jadi karena adanya Bagoes AA dalam project ini, sehingga bagaimanapun juga karakter musik aslinya masih dapat dikenali meskipun tidak mendominasi. Dalam album ini para barisan musisi yang memainkan string juga tercatat cukup banyak dan beberapa diantaranya merupakan nama nama lama yang memiliki jam terbang tinggi di bidang masing masing. Penata grafis untuk album ini dikerjakan oleh Lesin yang juga melukis duo ini dan kemudian digunakan sebagai sampul depan, berkesan klasik.

Beragam persoalan ditawarkan dalam album ini sebagai bahan perenungan, namun yang menjadi perhatian penuh adalah lirik dalam album ini semua di tulis oleh Franky Sahilatua sendiri, kecuali Koran yang di tulis oleh Djayus dan Pagiku Tersenyum oleh Bagoes AA. Setelah sekian lama, bisa jadi ia belajar dengan keras bagaimana menulis sebuah lirik dengan baik, kemudian menemukan momentumnya di album ini dan secara mandiri menghadirkan lirik plus lagu yang benar benar lahir dari alam pemikirannya sendiri, sehingga terasa lebih personal dan juga nyambung secara emosional, ia merasakan dan melakukan sendiri proses kedua penciptaan tersebut, komplit.

Tematik persoalan yang diangkat diantaranya adalah lagu yang dijadikan sebagai judul album berjudul Rumah Kecil, Pinggir Sungai yang justru ditulis oleh Franky di Bintaro, berisi kerinduan akan alam desa yang teduh dan malam hanya menyisakan keheningan saat pintu rumah tetangga telah tertutup, bahkan daun jatuh hanyut di aliran sungai pun nampak indah dimata. Track kedua Nyanyian Anak Jalanan memuat persoalan fenomena sosial tentang anak jalanan yang kesehariannya harus berjuang bertahan melewati hari, berjualan koran, berjualan kaki lima, membersihkan sepatu, sementara yang lain ada juga yang merokok, berjoget seperti bajingan kecil calon preman dimasa depan.

Banyak lagu Franky meskipun  berkisah tematik percintaan, tetapi tetap dibalut oleh nuansa alam yang kental, seperti track ketiga berjudul Bulan Tenggelam tentang kisah cinta yang sedih, nuansa yang terbangun saat mendengar lagu ini tergambar seperti itu, dalam imajinasi terbentuk seorang gadis tengah sakit, ia tengah terbaring dan angin dari beranda menghembus rambutnya, sementara kekasih berada disampingnya, terasa sejuk namun perih. Begitu juga dengan track kelima berjudul Seperti Daun Jatuh yang berisi penyesalan, terkadang cinta menjadi lebih indah setelah sang kekasih pergi, disini ia tetap menggunakan idiom idiom alam yang dekat dengan pendengar, kemudian menjelma sebagai sebuah ilustrasi hidup dalam fikiran, juga dengan lagu Gadisku dan Jendela Yang Berembun.

Track berjudul Koran yang dibawakan duet bersama Bagoes AA, bercerita tentang koran yang saat itu merupakan salah satu alat komunikasi terdepan dalam mengabarkan berbagai macam berita paling aktual saat itu, setiap orang kala itu membutuhkan koran demi mengetahui berita terbaru. Lagu Ketika Pulang menceritakan seseorang yang telah lama tidak pulang ke kampung halaman, ia sangat merasakan perbedaan jauh antara keduanya, kota penuh kebisingan dan desa penuh kesunyian, di kota ia tak bahagia tetapi di desa ia tidak memiliki pilihan. Track terakhir berjudul Orang Orang Dusun berkisah tentang duka petani desa yang didera banyak persoalan, tanaman tumbuh merana, sisa panen tidak seberapa, sang petani hanya mampu meratapi kesedihan dirumahnya masing masing.





..............
Franky & Jane vol.7 - Rumah Kecil, Pinggir Sungai

Bagoes AA. - Music Arrangements:
'Bulan Tenggelam, Gadisku, Pagiku Tersenyum, Koran'
String Arrangements/ All Keyboards/ Effects

Franky Sahilatua - Music Arrangements/ Guitars
Yoseph R. - Electric Bass/ Guitars/ Lyra Bell
Yaya M. - Drums
Gum Gum - Banjo/ Harmonica/ Ukulele
Yudianto - Flute/ Oboe/ Block Flute

Violins - Jap Tji Kien/ Suryati Supilin/ Edo Braseros/ Tjan Kuang Tju
Cello - Zulkifli Arifin
Percussion - Ading/ Teddy Riadi

Irsan - Recording Engineer
Alpha One - Duplicating
Lesin - Illustration & Graphic Design
Jackson Recording Studio - Recording Studio

Fans Adress
Jackson Records Tapes
P.O. BOX 1090 JKT. Kota

....
Tracklist:

Side A
01 Rumah Kecil, Pinggir Sungai
     cipt. Franky Sahilatua
02 Nyanyian Anak Jalanan
     cipt. Franky Sahilatua
03 Bulan Tenggelam
     cipt. Franky Sahilatua
04 Koran (dengan Bagoes AA.)
     cipt. Djayus
05 Seperti Daun Jatuh
     cipt. Franky Sahilatua

Side B
01 Gadisku
     cipt. Franky Sahilatua
02 Pagiku Tersenyum
     cipt. Bagoes AA.
03 Jendela Yang Berembun
     cipt. Franky Sahilatua
04 Ketika Pulang
     cipt. franky sahilatua
05 Orang Orang Dusun
     cipt. Franky Sahilatua


Salam...

Wednesday, May 27, 2026

Album Format CD 'Pantulan Cita 1981' - Chrisye (Reissue Musica Studio's 2004)

Album Format CD 'Pantulan Cita 1981' - Chrisye (Reissue Musica Studio's 2004)

Album: Pantulan Cita
Artist: Chrisye
Kode: MSCD 0252
Label: Musica Studio's
Tahun: 2004
Harga (saat rilis): 35.000,-

Album inilah yang memiliki status penjualan paling tidak menggembirakan di sepanjang karier Chrisye, album keempat di label Musica Studio's ini ditanggapi dingin di pasar dan tidak menghasilkan hits apapun, Chrisye cukup gamang karena pada album keduanya bertajuk Percik Pesona 1979 juga mengalami hal yang sama, tetapi masih terdapat satu atau dua hits yang mengudara, kali ini benar benar zonk, padahal angin segar sempat hadir dengan laris manisnya album ketiga berjudul Puspa Indah 1980, yang merupakan album soundtrack dari film berjudul sama. Dalam buku Sebuah Memoar Musikal karya Alberthiene Endah 2007, Chrisye mengungkapkan bahwa ia mulai melihat bayang bayang kritis, dan juga sempat mempertanyakan kebersamaan bersama Yockie sebagai tandemnya selama ini, ia harus kembali mencari warna musik yang bisa mendobrak, hal yang tidak mudah karena Yockie juga terkenal keras, memiliki konsep pemikiran sendiri terhadap project mereka bersama yang terkadang tidak sejalan antar keduanya, untuk sementara Chrisye memilih mengalah.

Dalam album ini, peran Chrisye masih seperti biasa, memainkan gitar bassnya untuk seluruh lagu, tetapi ia hanya menciptakan satu lagu untuk lirik Pantulan Cita karya Harry Sabar yang kemudian dijadikan sebagai judul album. Isi keseluruhan lagu dalam album ini sebenarnya tidak semua bernuansa keras, hanya track Perkasa Manusia yang sedikit kencang dan terasa nuansa progresif rock. Memang faktor luck saja yang belum menyertai kehadiran album ini, selain itu sepertinya di tahun tahun era tersebut persaingan dalam industri musik cukup sengit, sehingga butuh lagu dengan hook kuat untuk mengangkat album pada posisi teratas. Menurut admin, lagunya cukup asik untuk disimak, apalagi pada periode awal ini Chrisye masih memainkan bass dan terkadang juga gitar, sementara pada era setelahnya, ia sepenuhnya hanya take vocal saja, jadi bagi penikmat karya karya beliau, untuk melihat sosok Chrisye secara utuh, semuanya dapat dilihat dari album album periode awal ini, totalitasnya sungguh luar biasa, apalagi selalu dapat dipastikan jika setelah merilis sebuah album, ia  selalu dipastikan jatuh sakit setelahnya karena drop karena kurang istirahat.

Okelah, untuk nasib penjualan album ini mungkin tidak sebagus album lainnya, tetapi bagi admin, rancangan cover album ini sungguh cantik, bersama album Percik Pesona, keduanya berada di posisi teratas dengan cover paling estetik di sepanjang kariernya. Apalagi dengan disain logo tulisan Chrisye karya Gari Nasution yang bergaya ala logo rock band klasik, logo ini kembali tampil disini setelah sebelumnya muncul pertama kali di sampul Percik Pesona yang juga sama sama bernasib 'kurang laku' dipasaran. Desain sampulnya sendiri dikerjakan oleh Ayik Soegeng yang sebelumnya juga mendesain album fenomenal berjudul Guruh Gipsy, cover bergambar seperti puzzle ini memang benar benar di garap menjadi puzzle yang sebenarnya, prosesnya foto Chrisye di tempel pada sehelai kayu lapis dan kemudian dipotong menggunakan gergaji kecil. Pada cover edisi kasetnya terdapat empat foto puzzle berurutan dari versi acak hingga tersusun rapi, sementara untuk format CD ini hanya memuat tiga gambar saja dan tidak berurutan, yaitu terdapat pada sampul depan, sampul dalam dan sampul belakang.

Album ini diedarkan pertama kali dalam format CD pada tahun 2004, setelah bertahun lamanya sejak tahun 1981, sayangnya untuk cover depan hanya berjumlah dua lembar saja, sehingga desain awal yang terdapat pada format kasetnya tidak dapat di masukkan sepenuhnya disini, seperti empat potong puzzle bergambar wajah chrisye yang di letakkan secara berurutan. Secara visual, kualitas cetakan album ini memiliki detail yang baik, meskipun dicetak hanya menggunakan kertas dua lembar saja, begitu juga dengan kepingan CD didalamnya yang masih memiliki kode D.TARRA. Secara audio, detail sound yang dihasilkan sangat baik, era tersebut label ini memang tengah berada di puncak, baik teknologi mapun teknisinya, berpuluh tahun berlalu setelahnya, kualitas album ini tetap terasa tak terkalahkan. Bagi pembaca yang tidak memiliki album ini secara fisik, layanan digital streaming telah memudahkan segalanya, silahkan bagi yang penasaran untuk mencoba mendengarkan di berbagai platform layanan streaming, terutama untuk menyimak sosok utuh Chrisye dimasa awal kariernya, sebagai vokalis, sekaligus pemain instrumen musik.





...........
Chrisye - Pantulan Cita 1981

Para Pendukung:
Yockie - Keyboard
Chrisye - Vocal/ Bass
Jerry - Electric/ Accoustic Guitar
Yaya M. - Drum/ Percussion

Indah Sukotjo - Backing vocal dalam 'Tragedi Badai'

Semua lirik ditulis oleh Yockie
Kecuali lagu Sentuhanmu, Kala Mega Kian Mendung dan Pantulan Cita
oleh Harry Sabar
Aransemen - Yockie

Fotografi & Pengarah Artistik - Nova Penta
Perancang Grafis - Ayik Soegeng
Disain Logo - Gauri Nasution

.....
Tracklist Album:
01 Kencana
     lirik - Yockie
     lagu - Yockie
02 Sentuhanmu
     lirik - Harry Sabar
     lagu - Jerry/ Yockie
03 Desah Kalbu
     lirik - Yockie
     lagu - Yockie
04 Kala Mega Kian Mendung
     lirik - Harry Sabar
     lagu - Harry Sabar
05 Tragedi - Instrumentalia
     lagu - Jerry/ Yockie
06 Tragedi Badai
     lirik - Yockie
     lagu - Jerry/ Yockie
07 Putri Ayu
     lirik - Yockie
     lagu - Yockie
08 Perkasa Manusia
     lirik - Yockie
     lagu - Yockie
09 Hening
     lirik - Yockie
     lagu - Yockie
10 Pantulan Cita
     lirik - Harry Sabar
     lagu - Chrisye

Salam..

Thursday, April 30, 2026

Kaset 'Suka/ Kau' - Nicky Astria (HP Record & Blackboard Ind. 1998)

Kaset 'Suka/ Kau' - Nicky Astria (HP Record & Blackboard Ind. 1998)

Album: Suka/ Kau
Artist: Nicky Astria
Kode: IND-949
Label: HP Record & Blackboard
Tahun: 1998
Harga (saat rilis): 12.000,-

Formula album ini masih memiliki racikan yang sama dengan album Negeri Khayalan - Nicky Astria 1995 baik dari segi penata musik, pencipta lirik maupun para barisan musisi pendukungnya, meskipun begitu terdapat beberapa nama baru yang muncul pada beberapa lagu, seperti adanya Johnny Sahilatua yang ikut berkontribusi memberikan lagu ciptaannya berjudul Jalan Panjang, juga memainkan akustik gitar dan keyboard, cukup menarik karena pada album Negeri Khayalan, sang kakak juga ikut sebagai komposer di lagu Karena Ketulusan, selain itu Johnny Sahilatua mengajak Totok Tewel mengisi elektrik gitar dan menggaet maestro Billy J. Budiardjo untuk mengisi bagian string. Kemudian ada Anang yang memberikan lagu berjudul Satu Hati, digarap di studionya sendiri bersama Punky, Edi Kemput dan Budhi Haryono.

Dalam album ini kembali mengetengahkan karya dari Ly, Baiduri dan Yusak berjudul Kau sebagai nomor unggulan, yang sebelumnya berhasil melejitkan lagu Mengapa menjadi hits. Perbedaan antara keduanya adalah, lagu Kau memang benar benar di kerjakan oleh musisi pendukung dan di rekam di Malaysia secara penuh, berbeda dengan lagu mengapa yang di kerjakan dan di rekam seutuhnya di dalam negeri. Musisi Ian Antono juga masih membantu dalam album ini, tetapi hanya dua track saja sebagai penata musik dan dua track lagi sebagai player pada karya Yockie Suryoprayogo. Terdapat dua lagu yang di kerjakan oleh Pay, satu lagu lirik oleh Rustam, dalam dua lagu ini nama para musisi pendukung tidak di cantumkan secara lengkap, bisa jadi formasinya masih sama persis dengan lagu Negeri Khayalan yang juga digarap olehnya.

Tematik yang ditawarkan kali ini seluruhnya berkisah tentang cinta, tidak ada yang mengangkat isu besar seperti Negeri Khayalan dari album sebelumnya, lazimnya pasti ada setidaknya satu lagu yang mengangkat isu sosial didalamnya. Sebenarnya Nicky Astria memiliki peluang bagus membawakan lagu dengan tematik seperti ini, apalagi di balut dengan nada nada rock nan gahar plus suaranya yang tinggi melengking, pesan yang ingin di sampaikan langsung diterima dengan baik, seperti halnya saat membawakan lagu berjudul Uang, atau pada album setelah ini dengan lagu Jangan Ada Angkara. Bisa jadi ini hanya soal momentum saja, trend saat itu memang tengah hits lagu cinta slow rock yang melenakan, album ini mampu mencetak hits besar seperti Suka, Kau dan Kupeluk Sepi.

Saat dirilis album ini juga dicetak dalam format CD, namun dengan jumlah yang tidak banyak karena memiliki segmen pembeli yang terbatas dan berharga sekitar tiga kali lipat dari format kasetnya, akibatnya album ini dalam format CD sangat langka dan berharga lumayan jika ingin memilikinya saat ini, kondisi ini justru berbalik jika dibandingkan dengan edaran CD versi edaran Malaysia yang ternyata tidak semahal edaran dalam negeri dan masih mudah di temukan hingga saat ini, dirilis oleh label Insistech Musicland Sdn. Bhd. Malaysia pada sekitaran tahun 2005. Untuk versi edaran dalam negeri sepertinya hanya mengalami satu kali periode perilisan saja dan belum pernah mengalami reissue hingga akhir periode rilisan fisik. Saat ini secara penuh, album ini sudah tersedia di berbagai platform  layanan streaming musik.  






................
Suka - Kau - Nicky Astria

Terima kasih Nicky untuk:
Tuhan YME atas segala rahmat serta bakat yang telah diberikan, album ini salah satu bukti kebesaranMu, Mamay dan Obit, ini semua untuk kalian, Pak Hadi Soenyoto dan Istri yang masih memberi kepercayaan, Denny MR untuk pertemanannya selama dua belas tahun (Gile Lu !), Mas Ian Antono & Mbak Titiek Saelan (Bongkar Terus !), Mas Joeckie Suryoprayogo, Mas Youngky Soewarno, Mas Andi Julias, Anang, Pay Slank (Kemana Aja Ente ?), Johnny Sahilatua, dan seluruh musisi pendukung yang tak sempat Nicky tulis.

Vita, Firdaus Fadlil, Arieasona untuk disain covernya, teman teman wartawan media cetak, radio, dan TV, staf HP Record, Terima kasih khusus Nicky untuk seluruh penggemar yang tetap setia.

Cuma ini yang bisa Nicky persembahkan untuk kalian semua, sekali lagi TERIMA KASIH !

....
Executive Producer - Hadi Soenyoto
Producer - HP Record
Distributor - Blackboard Ind.
Recorded at - Ariesta/ Hijau/ Syncro

.....
Tracklist:

Side A

01 Kau
Lirik - Ly/ Baiduri/ Yusak
Arr. - Ly/ Samad Lesthayned
Bass - Bong
Keyboard - Raja Iskandar
Studio - Singro Malaysia

02 Suka
Lagu - Ian Antono
Lirik - Ian Antono/ Ali Akbar
Arr. - Ian Antono
Gitar - Ian Antono
Drummer - Yaya Moektio
Keyboard - Harry Anggoman
Bass - Ian Antono
Studio - Ariesta
Mixing - Ian Antono/ Ferry

03 Jalan Panjang
Lagu/ Lirik/ Arr./ Keyboard/ Akustik Gitar - Johnny Sahilatua
Drummer - Rudy
Elektrik Gitar - Totok Tewel
Bass - Yoseph R.
String - Billy J. Budiardjo
Studio - Ariesta
Mixing - Ferry

04 Satu Hati
Lagu/ Lirik - Anang
Arr. - Pungky/ Anang
Gitar - Edi Kemput
Drummer - Budi Haryono
Bass - Bintang Indriarto
Keyboard - Pungky
Studio - Hijau/ Ariesta
Mixing - Ferry

05 Tak Terlintas
Lagu/ Lirik/ Arr. - Pay

Side B

01 Kupeluk Sepi
Lagu/ Arr./ Gitar/ Bass - Ian Antono
Lirik - Ian Antono/ Ali Akbar
Drummer - Yaya Moektio
Keyboard - Harry Anggoman
Studio - Ariesta
Mixing - Ian Antono/ Fery

02 Aku Dan Cintaku
Lagu/ Lirik/ Arr./ Keyboard - Jocky S. Prayogo
Gitar - Ian Antono
Bass - Ian Antono
Drummer - Yaya Moektio
Studio - Ariesta
Mixing - Ferry

03 Inikah Cinta
Lagu/ Lirik - Andy Julias/ Ipey
Drum - Ganesh
Gitar/ Programmer - Andy Satrio
Bass - Henry
Keyboard - Andy Irawan/ Andy Julias
Arr. - Andi Julias
Mixing - Andy Ayunir

04 Ketika Rinduku
Lagu/ Arr./ Keyboard - Jocky S. Prayogo
Lirik - Ali Akbar
Gitar/ Bass - Ian Antono
Drummer - Yaya Moektio
Studio - Ariesta
Mixing - Ferry

05 Semua Berganti
Lagu/ Lirik - Pay/ Rustam

Salam...

Tuesday, March 17, 2026

Dinding Dinding Kota - Elpamas (Logiss Records 1989)

Dinding Dinding Kota - Elpamas (Logiss Records 1989)

Perjalanan kelompok ini boleh di bilang cukup unik, ada dan bergerak karena di sponsori oleh toko bernama Elektronik Payung Mas yang menyediakan berbagai peralatan elektronik, nama toko tersebut kemudian disingkat menjadi Elpamas, dan diputuskan menjadi entitas nama band. Memulai mimpi dengan cara sederhana, tampil di panggung berskala kecil dan juga acara hajatan kampung, semua disikat tanpa pandang bulu. Nyelenehnya lagi mereka ini sebelumnya bermain orkes dangdut dan baru beralih ke musik rock karena saat itu tergoda oleh hadiah dari acara gelaran Festival Rock se-Indonesia besutan Log Zhelebour yang mulai dilaksanakan pada tahun 1984, sebuah acara bergengsi yang akan membuka banyak peluang untuk memasuki industri musik tanah air, terutama jalur rock yang tengah semarak saat itu. Pada tahun pertama pelaksanaan festival ini ditahun 1984 mereka mendapatkan peringkat ketiga, kemudian pada tahun 1985 mereka mendapatkan peringkat pertama dan dipertahankan pada tahun 1986. Moment ini tentunya membuka peluang besar untuk menuju label rekaman dan juga dunia panggung rock. Era ini mereka sangat sibuk dengan berbagai kegiatan, termasuk salah satunya persiapan album perdana yang benar benar dibawah label Logiss Records, tidak seperti  Grassrock yang 'terlepas' memegangnya saat itu, dan baru pada album keempat mereka didapatkan kembali dan rekaman dibawah label ini.

Album ini sengaja di kebut dan di rilis pada tahun 1989, hal ini bukan tanpa alasan, nantinya Elpamas akan menjadi salah satu band pendamping Godbless saat tour panjang kala itu, dengan tajuk Godbless - Tour Raksasa Gudang Garam, dengan banyak tampil di berbagai ajang musik besar kala itu secara tidak langsung Elpamas telah menjelma menjadi ikon musik rock pendatang baru potensial, apalagi dengan materi baru yang fresh dan bukan sekedar materi cover yang dibawakan sebagai repertoarnya, tentunya menjadi nilai tambah dimata pendengar dan calon fans potensial dimasa depan. Apalagi dalam album ini, vokal dari Baruna cukup enak didengar, setelah album ini sayangnya ia keluar dari band ini dan kemudian di gantikan oleh Doddy Keswara aka Doddy Katamsi, kemudian di gantikan lagi oleh Ecky Lamoh, dan ternyata terus berulang, posisi vokalis silih berganti dan tak bertahan lama. Personil tetap yang tidak pernah meninggalkan posisinya meskipun juga sering ngobyek di artis lain adalah Toto Tewel, Edi Darome dan Rush Tato.

Materi lagu dalam album ini sebanyak 9 track dengan tematik yang menyoroti banyak sisi kehidupan, kebanyakan adalah realitas sosial seperti pada track Dinding Dinding Kota ciptaan Tontowi dan lagu oleh Rudi Gagola yang membahas tentang nasib para perantauan yang menjadi kuli kasar di berbagai sudut kota, di paksa tegar disaat rapuh menghimpit, uniknya lagu unggulan ini di letakkan di sisi side B track ke 4. Secara selintas, pada track pertama berjudul Angan Angan ciptaan Areng Widodo berkisah tentang kenangan tentang seseorang yang masih terlupa sementara ia telah jauh pergi. Track kedua berjudul Dunia ciptaan Bobby Diano dan lagu oleh Totok Tewel mengajak kita merenung tentang dunia, meredakan nafsu angkara demi dunia yang lebih damai. Track Semu lirik oleh Giponk dan lagu oleh Didik Sucahyo membahas tentang kebimbangan menunggu kekasih dan kekhawatiran semua akan musnah seperti lamunan. Track keempat berjudul Orang Malam lirik oleh Areng Widodo dan lagu oleh Didik Sucahyo menceritakan tentang kesendirian di tengah kota yang ramai, kebimbangan diri dan proses pencarian jalan menuju kebenaran.

Track pertama pada side B berjudul Anak Durhaka (Brutal) yang merupakan lirik karya Remy Soetansyah dan lagu oleh Didik Sucahyo bercerita tentang anak durhaka yang sering berbuat onar yang sering membuat gempar. Track kedua berjudul Tinggal Landas lirik Bobby Diano dan lagu oleh Didik Sucahyo bercerita tentang sikap optimisme pemuda akan masa depan, admin sangat menyukai lagu lagu penyemangat semacam ini, seperti halnya Kebyar Kebyar milik Gombloh atau Bangunlah Putra Putri Pertiwi milik Iwan Fals. Track ketiga berjudul Tegar lirik oleh Kenny Koeswoyo dan Bambang, lagu oleh Totok Tewel berkisah tentang optimisme ketegaran seseorang dalam menghadapi segala persoalan kehidupan yang mendera, dan tetap memilih maju daripada sekedar meratapi hidup. Kemudian track terakhir sebagai penutup yang merupakan sub judul album ini berjudul Untukmu Generasiku lirik oleh Dollah Gowi dan lagu oleh Didik Sucahyo, masih satu benang merah dengan lagu Tinggal Landas yang memberikan semangat optimisme kepada seluruh warga, bukan hanya pemuda, bumi pertiwi menunggu hasil karya terbaik untuk kemajuan bangsa.

Lirik lirik dalam album ini sangat bernas dan juga memberikan semangat positif bagi yang mendengarnya, garapan musiknya juga sangat baik membungkus menjadi satu kesatuan yang baik, sebagian besar di garap dengan format live recording agar menemukan penjiwaan yang utuh. Sayangnya saat album ini dirilis, nasibnya juga sama dengan album perdana Godbless yang memiliki kemiripan part dengan lagu dari luaran sana, sehingga tentunya ada penggemar yang kecewa. Angka penjualan album ini juga sedikit kurang namun bisa di fahami karena mereka adalah kelompok pendatang baru yang butuh penetrasi lebih jauh agar albumnya tersebar dengan baik. Setidaknya seperti yang admin bahas saat membahas album pertama Godbless, diatas semua persoalan ini, album ini sudah 100% menjadi milik mereka, salah satunya karena faktor lirik yang kuat. Terbukti dimasa depan mereka juga sudah menjelma menjadi salah satu legenda rock yang di miliki negeri ini.

Kesalahan pada album pertama ini kemudian di perbaiki pada album kedua bertajuk Elpamas - Tatto 1991 yang melambungkan hits Pak Tua yang merupakan karya milik Pitat Haeng yang tak lain adalah Iwan Fals, saat itu kelompok ini sering ngumpul di Markas Bengkel Teater Rendra, bahkan Sawung Jabo juga dengan senang hati memberikan lagu dan lirik pada album tersebut. Kelak dari persenyawaan ini, terutama Totok Tewel, Didik Sucahyo dan Edi Darome selalu membackup kelompok Sirkus Barock  baik dalam rekaman maupun panggung. Bahkan Totok Tewel jauh sebelumnya juga sudah diikutsertakan dalam kelompok Swami nan legendaris itu, keberadaannya paling awet dengan di lanjutkan dalam project album Kantata Samsara dan Kantata Revolvere pada era 1999. Side project yang ternyata statusnya mega project ini sedikit banyaknya tentu berpengaruh kepada kelangsungan band, sedikit oleng namun tetap bertahan. Sepanjang karier, album terklasik dari kelompok ini adalah album kedua tersebut, dan lagu terhits berjudul Pak Tua, kemudian ada RSS dari album Negeriku.

Rancangan desain album ini cukup unik dengan foto para personil di balik reruntuhan bangunan, mereka berlima terbingkai kusen jendela yang telah rapuh, selaras dengan nama Dinding Dinding Kota sebagai judul album, foto ini diambil oleh Yoga dari majalah remaja Gadis. Dilanjutkan dengan rancangan grafis oleh  Irawan Saleh yang juga mendesain beberapa cover album Godbless. Pada periode setelahnya, album ini dirilis dalam format CD oleh label Logiss Records, secara lengkap bersama album Elpamas lainnya. Untuk format kaset edisi awal ini, admin tentunya mendapatkan secara second, entah tangan keberapa, namun kualitas kasetnya sangat baik dan terjaga, masih jernih dan tidak terdapat kendala untuk di putar harian meskipun tertulis merek pita BASF - ferro extra, bisa jadi bahan pemilihan album ini berbeda dari BASF kebanyakan yang saat ini telah rontok. Versi format digitalnya saat ini juga telah tersedia di berbagai platform media streaming dan juga YouTube, saat ini semuanya sudah sangat mudah, namun tentunya ada yang hilang, antara lain credit title album pada bagian cover yang tidak disertakan pada edaran format digitalnya, dan itulah tujuan keberadaan blog ini, memuat hal pernak pernik kecil pada cover album.


Format KASET
.................
Album: Dinding Dinding Kota
Artist: Elpamas
Kode: - 
Label: LOGISS Records
Tahun: 1989
Harga KASET (saat rilis): 3.500,-





............
ELPAMAS - DINDING DINDING KOTA
Untukmu Generasiku
P & C 1989

SEKAPUR SIRIH
Sejak menyabet predikat Juara 1 'Festival Rock se-Indonesia '85' versi Log Zhelebour di Surabaya - Malang, Elpamas berpeluang di berbagai Rock Show di tanah air selama hampir 4 tahun.

Mereka membuktikan diri sebagai 'Group Rock Yunior' terbaik saat ini, yang nama kehadirannya diperhitungkan dalam blantika showbiz Indonesia setelah Godbless.

Untuk mengukuhkan keberadaannya dalam kancah musik rock negeri ini, maka dirilislah album perdana mereka yang diberi titel 'Dinding Dinding Kota'. Yang lebih menonjolkan segi musikalitas yang rumit daripada lagu yang ngebeat.

Jangan kaget apabila mutu sound yang dihasilkan agak berbeda dengan album lain. Sebab Elpamas memang ingin menyajikan sesuatu album yang direkam secara 'live' (bersama sama) pada waktu recording, agar penjiwaan terhadap lagu lagunya lebih terungkap dalam live show mereka.

Coba simak dengans eksama, bagaimana kekompakan sebuah grup tangguh yang menghasilkan sebuah album yang patut di miliki pecinta musik di tanah air.

Salam, Logiss Records
Project Officer - Log Zhelebour

.....
Personil Elpamas:
Totok Tewel - Guitar/ Backing Vocal
Baruna - Vocal/ Harmonica
Didik Sucahyo - Bass/ Backing Vocal
Eddy Darome - Keyboard/ Backing Vocal
Rush Tato - Drum/ Percussion

Produksi - Logiss Records
Koordinator - Log Zhelebour
Studio Rec. - Jackson
Sound Engineer - Irsan
Mix. Engineer - Teddy/ Iskandar
Studio Mixing - Billboard/ Jackson
Photographer - Yoga 'Gadis'
Graphic Designer - Irawan Saleh

DJARUM Super - Topnya Kretek Filter

.....
Tracklist

Side A
01 Angan Angan
     lagu - Areng Widodo
     lirik - Areng Widodo
02 Dunia
     lagu - Totok Tewel
     lirik - Bobby Diano
03 Semu
     lagu - Didik Sucahyo
     lirik - Giponk
04 Orang Malam
     lagu - Didik Sucahyo
     lirik - Areng Widodo

Side B
01 Anak Durhaka (Brutal)
     lagu - Didik Sucahyo
     lirik - Remy Soetansyah
02 Tinggal Landas
     lagu - Didik Sucahyo
     lirik - Bobby Diano
03 Tegar
     lagu - Totok Tewel
     lirik - Kenny Koeswoyo/ Bambang
04 Dinding Dinding Kota
     lagu - Rudy Gagola
     lirik - Tontowi
05 Untukmu Generasiku
     lagu - Didik Sucahyo
     lirik - Dollah Gowi


Salam....