Thursday, May 23, 2024

Album 'AkustiChrisye' - Chrisye (Musica Studio's 1996)

Album 'AkustiChrisye' - Chrisye (Musica Studio's 1996)
 
Setelah sukses dengan project konser solo Chrisye bertajuk Sendiri di Plenary Hall pada tahun 1994, kebersamaan antara Chrisye dan Erwin Gutawa berlanjut dengan mengerjakan banyak project lainnya, salah satunya adalah album AkustiChrisye ini, berisi hits lagu klasik dan lagu materi baru yang dikemas dengan format akustik plus orkestra yang pengerjaan orkestrasinya dikerjakan di Australia. Album ini juga boleh dibilang sebagai album perdana Chrisye bernuansa akustik - orkestra pertama kalinya, sebelumnya jika ada bernuansa orkestrasi biasanya bersumber dari instrumen organ saja, bukan murni string. Bersama Erwin Gutawa, project pengerjaan orkestrasi untuk keperluan album menjadi kebiasaan dan terus berlanjut hingga album Dekade 2002
 
Dalam buku Chrisye - Sebuah Memoar Musikal karya Alberthiene Endah tahun 2007, halaman 300 disebutkan bahwa Erwin merupakan jodoh yang penuh sensasi, ia main tembak langsung saja kepada Aciu sang boss Musica saat itu, ''Saya mau menggarap album Chrisye ini kalau diiringi okestra dari Australia''. Dengan permintaan 'edan' tersebut, ternyata Aciu mengiyakan, meskipun dalam hati juga terkejut, terbayang cost yang sangat mahal. Pada halaman 356 ia dengan jelas mengatakan bahwa Chrisye adalah jaminan sebuah karya yang bagus dan laris. Prediksi ini kemudian terbukti, album ini cukup meledak dan laris, beberapa melesat menjadi hits terutama untuk lagu Damai BersamaMu yang merupakan karya dari Johnny Sahilatua, adik kandung dari Franky Sahilatua, sebuah lagu religi yang cukup memukau, memiliki makna kedamaian jiwa seorang hamba bila dekat dengan Tuhannya.

Kala Sang Surya Tenggelam adalah karya selanjutnya yang digarap ulang dalam album ini dan mampu melesat menjadi hits kembali, dengan aransemen yang cukup berbeda dari versi klasiknya, diawali bebunyian gitar akustik, cukup melenakan telinga yang dimainkan oleh Tohpati 'Bontot', pun begitu dengan lagu Kesan Dimatamu. Sementara lagu Anak Jalanan menjadi keren dengan tambahan suara harmonika. Bebunyian suara tradisional seperti saluang cukup menambah mewah garapan album ini. Bagi saya pribadi album ini sangat outstanding, bisa jadi karena pada dasarnya sudah suka dengan bebunyian akustik dan string. Meskipun begitu, ada juga yang beranggapan bahwa versi baru ini 'merusak' versi klasiknya, hal tersebut dapat dimaklumi karena soal selera sangatlah personal.
 
Tampilan cover untuk album ini juga sangat menarik, menampilkan foto Chrisye dengan busana berwarna putih dihiasi semburat awan putih tipis dibelakangnya, seperti menggambarkan seorang wiseman. Ia telah melalui banyak ujian tahapan kehidupan, dalam hal ini tentu saja kariernya yang telah dimulai sejak lama, setiap tempaan menjadikannya lebih baik dan bijak. Bagian cover depan juga tidak neko-neko, hanya menuliskan AkustiChrisye saja tanpa tambahan keterangan lainnya, dan itu sudah cukup membuat penasaran dan tentunya sangat menjual. Foto Chrisye satu satunya dalam album ini merupakan hasil jepretan dari Jay Subiakto, rancangan desain cover oleh rumah produksi Headline Creative Communications. Album ini hanya memuat teks lagu dan credit tittle para pendukung musiknya saja, tanpa menghadirkan kata pengantar dari sang empu album, yang lazimnya ada dalam sebuah album.

Format kaset dan CD yang admin miliki ini adalah versi edaran awalnya, untuk kaset sepertinya hanya mengalami satu kali cetak, sementara CD selain dari cetakan awal ini, pada tahun 2004 album ini juga dicetak ulang dan terus berlanjut hingga boxset Masterpiece Trilogi Chrisye 2007. Pada era vinyl revival sekarang ini, album ini juga dicetak ulang oleh Musica Studio's dalam bentuk vinyl. Sementara format digitalnya juga sudah tersedia di banyak platform digital streaming. Jika dibandingkan dengan versi digital, format fisik semacam ini masih memiliki keunggulan berupa data catatan credit title para musisi pendukung, ucapan terimakasih, foto foto dsb, juga kenangan yang menyertainya dimulai saat pertama membelinya.

Format CD edaran awal
...............
Album: AkustiChrisye
Artist: Chrisye
Kode: MSCD 0100
Label: Musica Studio's
Tahun: 1996
Harga (saat rilis): 20.000,-






Format KASET edaran awal
...............
Album: AkustiChrisye
Artist: Chrisye
Kode: MSC 8039
Label: Musica Studio's
Tahun: 1996
Harga (saat rilis): 8.000,-





....................
AkustiChrisye

Produser Eksekutif - Sendjaja Widjaja - Musica Studio's
Konsep Album - Erwin Gutawa & Chrisye
Produser - Erwin Gutawa & Chrisye
Aransemen Musik - Erwin Gutawa
Koordinator Pelaksana Produksi - Bass Production
Kontraktor Untuk Orkestra - Philip Hartl (String Plus) Australia
Koordinator Rekaman di Australia - Elena Zachnas
Studio Rekam - Musica Studio's - Jakarta
Juru Rekam - Danny Lisapaly
Studio Rekam Untuk Orkestra - 301 Studio Sydney, Australia
Juru Rekam - Guy Gray
Ass. Juru Rekam - Trent Willianson
Studio Ramu Untuk Suara - 301 Studio Sydney, Australia
Juru Ramu Suara - Guy Gray
Ass. Juru Ramu Suara - David Pascoe
Studio Pemitaan Induk - 301 Studio Sydney. Australia
Juru Pemitaan Induk - Don Bartley
Juru Sunting - Dave Macquare
Foto - Jay Subiakto
Desain dan Perwajahan Kaset - Headline Creative Communications
 
......
Musisi Pendukung:
 
Tohpati 'Bontot' - Gitar Akustik
Indro - Bass Gitar tanpa fret & Bass Upright
Aminoto Kosin - Piano Akustik/ Organa
Iwan Wiradz - Perkusi
Uce Hariono - Drum pada lagu: Pagi/ Anak Jalanan, Symbal pada lagu: Smaradhana/ Damai BersamaMu/ Gita Cinta dan Surya Tenggelam
Ronald 'Gigi' - Drum pada lagu: Aku Suka/ Zamrud Khatulistiwa
Embong Rahardjo - Saksofon kecil pada lagu: Kesan Dimatamu, Saksofon Sopran pada lagu: Aku Suka
Hendri Lamiri - Biola pada lagu: Aku Suka/ Pagi
Khrisna - Harmonika pada lagu: Anak Jalanan
Erizal - Saluang dan Bansi pada lagu: Pagi
 
The Horn Section - Pada Lagu: Anak Jalanan/ Smaradhana
Didit Maruto - Trompet & Flugel Horn
Pramono - Trombon
Yuyun - Saksofon Alto & Seruling Logam
Mono - Saksofon Bariton

Erwin Gutawa
Piano Akustik pada lagu: Gita Cinta
Akordeon pada lagu: Surya Tenggelam
Seruling pada lagu: Zamrud Khatulistiwa
Bass tanpa fret pada lagu: Dimana

Talenta (Ivan/ Boy/ Gideon) - Suara latar pada lagu: Zamrud Khatulistiwa

Antony Morgan - Cello pada lagu: Surya Tenggelam
 
The Chamber Orchestra:
Phillip Hartl/ Rebecca Daniels/ Justine Wickham - Biola
Carla Thackrah/ Christine Draeger - Seruling
Antony Morgan - Cello
Peter Jenkin - Klarinet
Saul Champbell - French Horn

The Australian Concert Orchestra
pada lagu: Kesan Dimatamu/ Gita Cinta/ Damai BersamaMu
Biola - Phillip Hartl (Concert Master), Rebecca Daniel, George Lentz, Nicola Lewis, Maja Verunica, Fiona Ziegler, Martin Lass, Emma Hayes, Martin Silverton, Elizabeth Gajewska, Philippa Paige, Narine Melconian
Biola Alto - Justine Wickham, Rudi Crivici, Valmai Coggins, Jill Quin
Cello - Antony Morgan, Fenela Gill, Wendy Brawley, David Wickham
Kontra Bass - Kristy Mc Cahon, Richard Durie
Seruling Logam - Christine Draeger, Carla Thackrah
Oboe/ Oboe Tenor - Judith Elliot
Klarinet - Peter Jenkin
French Horn - Geoffrey Collinson, Saul Campbell
Trombon Tenor - Nigel Crocker, Nicholas Byrne

Terima kasih kepada Rida, Sita, Dewi atas dukungannya
Ivan Nestorman untuk lagu: Dimana & Tambahan lirik pada Zamrud Khatulistiwa
Irawan Karseni untuk Akordeonnya

........
Tracklist:

01 Kala Sang Surya Tenggelam
     cipt. Guruh Soekarno Putra
02 PAGI
     cipt. Chrisye/ Adjie Soetama
03 Dimana
     cipt. Chrisye & Lulu
04 Zamrud Khatulistiwa
     cipt. Guruh Soekarno Putra
05 Gita Cinta - Puspa Indah
     cipt. Guruh Sukarno Putra & Eddy D. Iskandar
06 Smaradhana
     cipt. Guruh Soekarno Putra
07 Damai BersamaMu
     cipt. Johnny Sahilatua
08 Aku Suka
     cipt. Cecep AS./ Sam Bobo
09 Kesan Dimatamu
     cipt. Chossy Pratama
10 Anak Jalanan
     cipt. Guruh Soekarno Putra


Salam...

No comments:

Post a Comment

Seluruh komentar pada blog ini akan di MODERASI untuk mengantisipasi kemungkinan komentar yang tidak sesuai dengan topik postingan, spam, kata kata kasar, ujaran kebencian dan semacamnya.

Salam..