Album: Potret Zaman
Artist: Suket
Kode: -
Label: Metrotama Musik Nusantara
Tahun: 1993
Harga (saat rilis): 5.000,-
Bekerja sama dengan sederet musisi asal Surabaya, Jockie Suryoprayogo selaku leader membentuk kelompok suket dengan fokus utama mengangkat isyu tema tema problema sosial yang tengah terjadi ditengah masyarakat desa maupun kota. Pada periode tersebut Jockie S. memang tengah bersemangat dengan berbagai ide bermusik yang ada didalam ruang kreativitasnya, ia terus bergerak dan tak berhenti dengan pencapaian fenonemal dari band legendaris macam God Bless, Swami maupun Kantata Takwa. Disaat teman teman eks group Swami reuni kembali membentuk Dalbo, Jockie S. memilih mendirikan kelompok ini yang memiliki corak musik berbeda dengan project musiknya terdahulu, dialbum ini lebih kaya akan bebunyian perkusi seperti gendang yang dimainkan oleh Jalu dan flute yang dimainkan oleh Naniel.
Mengambil filosofi suket/ rumput sebagai konsep album, suket yang merupakan tanaman liar, tumbuh subur dimana mana tanpa perawatan khusus, jika pun ada salah satu yang mati karena tercerabut, maka akan segera tumbuh rumput lain yang lebih banyak sebagai gantinya. Rumput liar ini sering dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Sebuah konsep album yang menarik, mengambil filosofi rumput dengan segala tantangannya tersebut diharapkan album ini hendaknya bertahan lama dan berkembang dengan pesat. Pelan pelan konsep tersebut terbukti, meskipun telah dirilis berpuluh tahun lalu, lagu lagu didalam album ini tetap everlasting, aktual dan sesuai dengan kondisi yang terjadi ditengah masyarakat saat ini.
Dialbum ini Naniel yang ikut reuni bersama Dalbo, masih menyempatkan diri ikut bersama kelompok ini dengan posisi penting, selain sebagai peniup flute dan backing vocal, ia juga berposisi sebagai pencipta mayoritas lirik didalam album ini, enam dari sepuluh lagu diantaranya merupakan karya ciptanya. Lirik ciptaan Naniel merupakan hasil pengamatan secara aktual tentang berbagai fenomena yang sedang terjadi ditengah masyarakat, seperti pada lagu Kontradiksi yang bercerita tentang sekelompok anak desa tengah bermain dengan asiknya di tepian sungai telanjang dada tanpa prasangka, sementara anak anak seusianya yang berada di kota tidak memiliki kemewahan tersebut, mereka tumbuh dengan praduga, kecurigaan dan ketidak percayaan terhadap dunia sekelilingnya sebagai akibat dari sifat individualisme yang berkembang dikota kota besar.
Kemudian ada lagu berjudul Potret Jaman yang menyoroti bobroknya sistem dinegeri ini, kalau kebodohan dianggap kecelakaan, akan semakin banyak pohon tumbang, kalau kekuasaan dianggap jalan keluar, akan semakin banyak kejanggalan. Selanjutnya ada lagu berjudul Nyanyian Urban yang menyoroti para pengadu nasib, mereka meninggalkan desa yang dicintainya untuk mencoba menangkap sinar gemerlap kota yang menyilaukan, namun pada akhirnya mereka tidak menemukan cahaya tersebut dan justru terlindas oleh kekejamana kota besar yang tak mengenal ampun.
Empat lirik lainnya dengan pembagian masing masing dua lagu merupakan ciptaan dari Fajar Budiman dan Remy Soetansyah. Dilagu Harapan Sang Fajar, Ian Antono juga ikut berkontribusi didalamnya, bukan sebagai pemain gitar tetapi ikut serta menyumbangkan suaranya sebagai backing vokal dilagu tersebut. Garapan covernya juga digarap sangat apik oleh Dik Doank, seorang perancang grafis spesialisasi album kaset dan CD dengan hasil karya yang memiliki ciri khas dan tak biasa. Dik Doank mengkombinasikan warna hijau dan hitam sebagai warna dominan pada cover album ini, setiap foto personil Suket juga digarap sedemikian rupa seakan akan dibentuk dari tumpukan rumput hingga membentuk wajah para masing masing personil.
Album kelompok Suket ini hanya ada satu album ini saja dan hanya dirilis dalam format kaset dan tak tersedia dalam format CD. Hingga saat ini album ini belum pernah dirilis ulang, baik dalam format kaset maupun dalam format CD. Semoga saja ada label yang berkenan untuk merilis kembali album unik ini.
........................
''...Hati yang tulus dan jiwa yang merdeka,
hanya itulah semangat dan pedomanku,
semoga dapat kau terima apa adanya..''
Suket.
Jockie S. - Vocalist/ Piano/ Akustik Gitar/ Accordion
Naniel - Flute/ Block Flute/ Backing Vocal
Jalu - Gendang/ Tradisional Perkusi
Edie Kemput - Guitarist/ Backing Vocal
Rere - Drummer/ Backing Vocal
Didiet - Bassist/ Backing Vocal
Ancha Haiz - Backing Vocal
Ian Antono - Backing Vocal lagu ''Harapan Sang Fajar''
Operator Studio- Irsan/ Jackson Record
Studio - Gin/ Jackson Studio
Mixing Operator - Irsan/ Teddy/ Jockie S.
Mixing Studio - Jackson Studio
Graphic Design/ Photo/ Typography - Dik Doank
Bengkel Musik Gong (BMG)
Terimakasih Untuk:
Setiawan Djody, Ian Antono, Billy J. Budiardjo, Santo, Remy Soetansyah, Fajar Budiman, Iman, Sahabat - sahabat kita.
Tracklist:
Side A
01 Kontradiksi
cipt. Jockie S.
lirik. Naniel
02 Potret Zaman
cipt. Jockie S.
lirik. Naniel
03 Nyanyian Urban
cipt. Jockie S.
lirik. Naniel
04 Renungan
cipt. Jockie S.
lirik. Naniel
05 Spekulasi
cipt. Jockie S.
lirik. Naniel
Side B
01 Dunia Asmara
cipt. Jockie S.
lirik. Fajar Budiman
02 Doa Pada Cinta
cipt. Jockie S.
lirik. Naniel
03 Harapan Sang Fajar
cipt. Jockie S.
lirik. Fajar Budiman
04 Tangkiwood
cipt. Jockie S.
lirik. Remy Soetansyah
05 Oksigen Hitam
cipt. Jockie S.
lirik. Remy Soetansyah
Salam...
No comments:
Post a Comment
Seluruh komentar pada blog ini akan di MODERASI untuk mengantisipasi kemungkinan komentar yang tidak sesuai dengan topik postingan, spam, kata kata kasar, ujaran kebencian dan semacamnya.
Salam..