Sunday, October 18, 2015

Hijau - Iwan Fals (Pro Sound 1992)

Hijau - Iwan Fals (Pro Sound 1992)

Pada album ini, Iwan Fals kembali mencoba formula baru dalam membuat album, eksperimen tidak selesai pada album sebelumnya yaitu Cikal, kali ini dalam proses pembuatan albumnya memakai sistem rekam secara langsung (Live Recording) di studio Musica Studio's pada Juni 1992. Warna musiknya kental dengan nuansa perkusi dan bebunyian tradisional seperti kendang, bel sapi dan rebana. Bagi sebagian orang yang mendengarnya akan terasa asing, jauh dari trade mark Iwan Fals selama ini dan butuh waktu untuk menikmati album ini tapi tidak se-ekstrim album Cikal yang dengan berkali kali mendengar baru mendapat feel untuk menikmati lagu tersebut. Jangan berharap menemukan lagu lagu yang seperti era label Musica lama, sepertinya Iwan Fals tidak ingin mengulang formula lama, ia semakin memperluas jangkauan musiknya, bukan hanya pada wilayah country ataupun rock, semua corak musik coba direngkuh, soal hasil akhir tentu sangat relatif, Iwan Fals bisa sangat puas dengan hasil yang dicapai pada album ini dan fans yang tidak siap dengan perubahan beliau pastinya akan bertanya tanya, kok begini, kok begitu, ya embuh hehehe..

Secara umum konsep penulisan lirik tidak jauh berbeda dengan album pada periode Musica lama, masih berkisah tentang diri, sosial, keresahan dan lingkungan, hanya musik pembungkusnya saja sedikit berbeda. Untuk judul lagu juga berbeda dari album albumnya yang terdahulu, menggunakan judul Lagu Satu, Lagu Dua dst, dan hanya lagu terakhir saja yang berjudul Hijau sebagai pembeda dan judul album. Alasan Iwan Fals sederhana saja, biar berbeda dari yang lain. Durasi waktu untuk tiap lagu di album ini juga cukup menarik untuk dibahas, tidak seperti kebanyakan lagunya yang lain, di album ini patokan empat atau lima menit untuk standar durasi perlagu tidak berlaku. Seperti pada Lagu Dua yang mencapai durasi 12 menit 24 detik, menurut admin ini adalah lagu terpanjang sepanjang karir milik beliau, topiknya sendiri fokus menyoroti tentang keruwetan permasalahan Jakarta, mulai dari lingkungan hingga sosial, ada nuansa frustrasi dari untaian nada yang dilontarkan disana. Lagu terpanjang kedua ada pada track ke tujuh, disana ada lagu Hijau yang juga dipakai sebagai judul album dengan durasi 11 menit 24 detik, liriknya sendiri sangat pendek dan dibacakan berulang ulang seperti rapalan mantra, ini merupakan keresahan Iwan Fals terhadap kondisi alam yang secara khusus membahas tentang pemanasan global, lapisan ozon yang menipis, dan tentang pencemaran lingkungan, admin masih menangkap aura frustrasi dan juga luapan kemarahan dilagu ini.

Setelah dua lagu tersebut, lagu terpanjang ketiga ada Lagu Enam dengan durasi 8 menit 24 detik yang bercerita tentang mainan anak anak, ini juga merupakan satire tentang trend zaman tersebut dimana mainan anak anak hasil dari pabrik yang dijual ternyata berharga sangat mahal dan tidak terjangkau, peran mainan yang dahulu dibuat sebagai pengasah kreativitas anak tidak berlaku lagi, anak anak menjadi seorang pribadi yang cengeng dan manja. Lagu ini masih sangat faktual hingga sekarang bahkan semakin parah pada zaman sekarang dengan adanya mainan modern bernama android. Dari lagu inilah sumber inspirasi diambil dan digarap menjadi cover album yang sangat artistik oleh Dik Doank. Lagu keempat ada Lagu Lima dengan durasi 8 menit 47 detik yang bercerita tentang Anjing Hitam, sebuah lagu satire dalam artian bukan anjing yang sebenarnya, ada tema besar yang diangkat lewat perumpamaan ini, penindasan, korban atas ambisi penguasa, sang anjing penuh luka, kesepian, kemudian hanya bisa melolong protes pada keadaan.

Tiga lagu sisanya dalam album ini memiliki durasi standar namun masih memiliki tema berat dan masih sangat aktual dan faktual hingga saat ini yaitu Lagu Satu berdurasi  6 menit 56 detik yang bercerita tentang semangat hidup meski selalu dihantam permasalahan seperti layaknya karang dihantam gelombang. Lagu selanjutnya ada Lagu Tiga dengan tema persoalan dalam kehidupan, masih senada dengan Lagu Satu yang memberi petuah kepada kita untuk mulai bekerja karena berbagai persoalan menantang perlu untuk segera diselesaikan. Lagu terakhir yang memiliki durasi terpendek dalam album ini adalah Lagu Empat dengan durasi 4 menit 31 detik, bertema sangat menggigit yaitu tentang kemenangan dalam hidup. Ternyata banyak yang ingin menang dengan mengabaikan kebenaran yang ada. Petuah bijaknya disini ada pada potongan lirik 'aku tidak ingin menang, aku hanya ingin benar'. Sungguh luar biasa, lagu ini bisa mengingatkan kita semua, betapa kita terkadang sering menutup mata menghalalkan segala cara demi kehidupan pribadi, apalagi diera modern saat ini yang semakin mengutamakan individualisme pribadi saja.

Album ini juga di dukung oleh para musisi dengan kemampuan mumpuni dan maestro dibidangnya masing masing. Desain cover artworknya sendiri sangat artistik dan unik seperti dibahas pada paragraf keempat diatas, dikerjakan oleh Dik Doank, dengan mengambil inspirasi dari Lagu Enam yang bertema mainan anak anak. Dik Doank sangat jeli dengan memilih objek bergambar anak anak sedang bermain mainan tradisi lompat lompatan engklek, sebuah mainan tradisi khas Nusantara untuk kemudian dieksekusi menjadi cover pada album ini. Saat ini banyak mainan tradisi yang telah langka dimainkan anak anak zaman sekarang dan terancam punah bersama mainan tradisi lainnya, dan telah digantikan mainan buatan pabrik yang lebih melenakan. Warna pada covernya yang bernuansa hijau tumbuh tumbuhan juga menyiratkan pesan bahwa album ini memiliki misi untuk mengajak semua umat manusia untuk menjaga bumi agar tetap hijau selamanya dan layak ditinggali oleh generasi penerus selanjutnya.

NOTE: Format CD album Hijau ini baru dirilis pertama kali tahun 2004, karena pada tahun 1992 format album ini hanya rilis dalam bentuk kaset saja. CD ini memiliki kualitas sangat baik, cover dan desain artworknya dibuat semirip mungkin dengan kaset rilisan pertamanya, pengerjaannya dibuat sedetail mungkin. Tidak seperti album Cikal, Dalbo maupun Anak Wayang yang di rilis ulang hampir bersamaan dengan album ini oleh label RPM yang pengerjaannya, baik audio dan covernya sangat asal asalan. Versi cetakan awal jika membeli pada saat pertama kali diedarkan dahulu, akan mendapatkan ekstra bonus poster yang lumayan besar, sementara untuk edaran selanjutnya bonus sudah ditiadakan.


Format CD HIJAU Rilisan 2004
.....................
Album: HIJAU
Artist: Iwan Fals
Kode: PRO SOUND 20612-57
Label: PRO SOUND Records
Tahun: 2004
Harga (saat rilis): 35.000,-






Format Kaset HIJAU Rilisan Awal 1992
.....................
Album: HIJAU
Artist: Iwan Fals
Kode: PRO SOUND 9245-505
Label: PRO SOUND Records
Tahun: 1992
Harga (saat rilis): 6.000,-






Format Kaset HIJAU Rilisan Kedua 2004
.....................
Album: HIJAU
Artist: Iwan Fals
Kode: PRO SOUND 20322-505
Label: PRO SOUND Records
Tahun: 2004
Harga (saat rilis): 17.000,-





................
H i J a U

Hutanku rusak
Langitku bocor
Udara yang aku hisap, tercemar
Makanan yang aku makan, racun..
Hijau hijau hijauku
Hijau hijau hijau dunia

 ...............
MUSISI:
IWAN FALS - Penyanyi utama, gitar listrik, gitar bolong
HEIRRIE BUCHAERY - Gitar bolong, bass gitar, suara latar, penyanyi, gongseng, patri, tamborin, bel sapi
JERRY SUDIANTO - Penyanyi, gitar listrik,suara latar, gitar bolong +12 senar
COK RAMPAL - Penyanyi, gitar bolong, mandolin, suara latar
BAGOES AA - Strings, shynthelead, shynthebrass, suara latar, penyanyi, organs, vibra phones, piano
IWANG NOORSAID - Keyboards, shyntheziser, piano shynte, suara latar, penyanyi, lead shyntheziser, rebana
ARIE AYUNIR - Rebana, tom tom, cymbals, drum, bell, suara latar, tamborin, gongseng, klontongan sapi, penyanyi, china bell, kendang
JALU - Penyanyi, rebana, kendang, tom tom, cymbals, tamborin, suara latar, budhist pot, wood block

PENDUKUNG ALBUM;
Juru rekam suara - DANNY LISAPALY, RONALD PARINSI
Tata suara - HEIRRIE BUCHAERY
Pendukung artistik - COK RAMPAL
Photography + desain sampul - DIK DOANK
Terimakasih buat - ENDI ARAS, FAJAR BUDIMAN, YOS, KARNO, RIDWAN, ROSID, UKA DKK
Distributor - PRO SOUND

Album ini direkam secara langsung (LIVE RECORDING) pada bulan Juni 1992 di MUSICA STUDIO'S Jakarta Indonesia
Terima kasih buat Sawung Jabo atas tema melodik bas pada lagu 'Lagu Lima'

Tracklist:

01 Lagu Satu lirik Iwan Fals
02 Lagu Dua lirik Iwan Fals
03 Lagu Tiga lirik Iwan Fals
04 Lagu Empat lirik Fajar Budiman
05 Lagu Lima lirik lirik Iwan Fals
06 Lagu Enam lirik Fajar Budiman
07 H i j a u lirik Iwan Fals

Salam...

2 comments:

  1. Dalam kaset rilisan awal dibagian belakang terdapat tulisan Berikut Poster, apakah album ini masih ada yang menyimpan posternya? Saya sendiri belum pernah lihat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya benar, versi edaran pertama dengan bonus ekstra poster, saya ada melihatnya di postingan instagram, jika nanti menemukannya akan saya posting disini.

      Delete

Seluruh komentar pada blog ini akan di MODERASI untuk mengantisipasi kemungkinan komentar yang tidak sesuai dengan topik postingan, spam, kata kata kasar, ujaran kebencian dan semacamnya.

Salam..