God Bless untuk saat ini statusnya bukan hanya nama sebuah band saja, tetapi ia telah melesat jauh menjadi sebuah aikon legendaris dari sebuah guratan panjang perjalanan musik Indonesia dari masa kemasa. Berawal darti kepulangan Achmad Albar untuk berlibur dari Belanda bersama Ludwig Lemans temannya satu band bernama Clover Leaf, rencana liburan mereka akhirnya berubah menjadi keinginan membuat band rock setelah melihat beberapa pertunjukan musik rock di Indonesia yang penuh dengan aura euphoria atau nuansa kemeriahan ditengah tengah penonton ketika salah satu band berhasil memainkan repertoar lagu rock terutama lagu lagu dari luar dengan sangat baik.
Singkatnya setelah bertemu Fuad Hassan dan Donny Fattah mereka kemudian memutuskan untuk mendirikan sebuah group, beberapa nama untuk identitas sebuah band coba diketengahkan, namun belum ada nama yang sesuai, sempat memakai nama Crazy Wheels tetapi tidak bertahan lama. Disuatu kesempatan secara tidak sengaja dirumah Camellia Malik yang merupakan adik Achmad Albar, Donny dan Achmad Albar melihat sebuah kartu ucapan selamat natal dan tahun baru, yang berbunyi ..may God Bless you !. Terinsipirasi dari sana, mereka kemudian menyepakati God Bless menjadi nama band tersebut dan ternyata terus bertahan hingga saat ini. Bisa jadi pemilihan nama yang mengandung makna baik inilah yang membuat hoki atau berkah pada band ini hingga sebesar dan selegendaris sekarang. Selain faktor hoki, yang sangat berpengaruh sekali adalah para personil didalam album ini merupakan para maestro dibidangnya masing masing dan telah ditempa oleh kenyang asam garam kehidupan, menjadikan mereka raksasa yang kuat berjalan menghadapi segala rintangan yang menghantam.
Pada tahun 1975 dengan berbagai upaya dan persiapan yang menurut mereka sangat minim disela sela latihan dan konser, kelompok yang sebelumnya telah mengalami beberapa kali perubahan formasi anggota ini akhirnya merilis album perdana bertajuk self titled dibawah label Pramaqua yang merupakan label kerja sama antara radio Prambors dan Aquarius Musikindo. Sebagai tambahaan info, album ini juga sebagai debut perdana dari label Pramaqua sebagai label rekaman. Karena mereka sering memainkan repertoar dari luar seperti Genesis, Jethro Tull, Kong Cromson dll, wajar jika mereka ter-influens oleh berbagai band tersebut dan memasukkannya didalam berbagai lagu dialbum ini, salah satunya Huma Diatas Bukit yang menurut pengamat memiliki kemiripan melodi dengan salah satu lagu dari band Genesis. Meskipun banyak yang kecewa karena album ini seperti album tambal sulam, comot sana sini, namun album ini telah berhasil menjadi milik mereka seutuhnya tanpa kompromi dengan para cukong kaset yang banyak mencukur habis idealisme para musisi pendatang baru. Banyak musisi rock seangkatan atau bahkan lebih tua dari God Bless, garang di panggung ternyata mellow di rekaman, silahkan baca saja di berbagai artikel lawas yang tersebar dijagad maya ini.
Album yang berisi delapan lagu ini, sepertinya hanya lagu Rock Di Udara, Gadis Binal dan She Passed Away saja yang dipersiapkan khusus untuk album ini, selebihnya ada tiga lagu yang dipetik dari filem yang dibintangi oleh Achmad Albar seperti Huma Diatas Bukit dan Sesat yang pernah muncul di film Laela Majenun garapan Sjuman Djaya tahun 1975, kemudian lagu Setan Tertawa yang diambil dari film Semalam Di Malaysia garapan Nico Pelamonia yang dibintangi Sam Bimbo tahun 1975. Dua lagu lainnya merupakan lagu milik The Beatles dan Easy Beat yang diaransir ulang. Waktulah yang akhirnya berhasil membuktikan bahwa lagu lagu dialbum ini memiliki status evergreen hingga saat ini. Untuk memperkuat eksistensinya, kemudian lagu Huma Diatas Bukit, Setan Tertawa dan She Passed Away kembali di aransir ulang ditahun 1990 pada album The Story Of God Bless, tiga lagu inipun berhasil melesat dan kembali mencuat deras menjadi hits dimana mana pada saat itu.
Setelah terendap lama sejak tahun 1975, ditahun 2004 album ini oleh label Aquarius Musikindo kembali dirilis ulang dalam bentuk kaset dan CD dengan sentuhan mastering ulang yang bukan main main, dikerjakan secara khusus di Studio 301, Sydney, Australia, dengan operator ternama Don Bartley. Menghasilkan suara yang lebih jernih dari rilisan era awal ataupun setelahnya, jika dari kaset era awal suara Achmad Albar sedikit tenggelam diantara bebunyian musiknya, maka pada rilisan kali ini suara vokalnya terdengar sangat jelas. Desain cover pada rilisan remastering inipun kembali di retouch oleh Lesin sehingga menghasilkan cover yang lebih elegan dengan tidak mengurangi kesakralan cover versi awalnya. Rilisan kali ini terasa lebih mantap dengan kertas lebih panjang dan adanya teks lagu yang tidak ada pada rilisan sebelumnya.
Semoga pihak Aquarius Musikindo berminat merilis ulang album ini dalam bentuk CD seperti halnya pada beberapa waktu lalu merilis kembali album monumental CD Jurang Pemisah untuk kedua kalinya pada tahun 2017. Hal tersebut tak lain karena banyaknya penggemar yang mencari format rilisan CD album ini, namun terhambat karena faktor langka dan harganya telah jauh melambung fantastis, semoga saja.
Format KASET
.....................
Album: Self Titled God Bless
Artist: God Bless
Kode: APC AQM23-4 P9207
Label: Aquarius Musikindo
Tahun: 2004
Harga (saat rilis): -
................
God Bless Self Titled
Achmad Albar - Lead Vocal
Donny Fatah - Bass/ Vocal
Ian Antono - Lead Guitar/ Vocal
Teddy Sudjaya - Drum
Yockie Suryoprayogo - Organ/ Moog/ Electric Piano/ Piano
Aransemen Lagu - God Bless
Penata Suara - Stanley
Studio Rekaman - Tri Angkasa
Original Desain Cover - Markoes D.
Modifikasi Desain Cover - Lesin
Produksi - Pramaqua
Distribusi dan Pemasaran - PT. Aquarius Musikindo
Sttudio Mastering - Studio 301
Mastering - Don Bartley
Sonic Solution - David Macquaries
Mastering dan Sonic Solution Supervision - Iman S.
Tracklist:
Side A
01 Huma Diatas Bukit
cipt. Donny/ A. Albar/ Sjumanjaya
dipetik dari film Laela Majenun 1975
02 Rock Di Udara
cipt. Donny/ A. Albar
03 Sesat
cipt. Donny/ A. Albar/ Sjumanjaya
dipetik dari film Laela Majenun 1975
04 Eleanor Rigby
cipt. Lennon/ Mc. Cartney
Side B
01 Gadis Binal
cipt. Ian Antono
02 Friday On My Mind
cipt. Easy Beast
03 Setan Tertawa
cipt. Donny/ A. Albar
dipetik dari film Semalam Di Malaysia
04 She Passed Away
cipt. Donny/ A. Albar
Salam...




musiknya jadul banget ya jadi kangen nostalgia GodBlezz XD
ReplyDeleteKunjungi ya : FestMagz
hehe ini indonesia klasik
Deletespesial terutama iwan fals, ebiet g. ade dan achmad albar
terimakasih sudah mampir..
blog FestMagz nya bagus..