Album Format CD 'Pantulan Cita 1981' - Chrisye (Reissue Musica Studio's 2004)
Album: Pantulan Cita
Artist: Chrisye
Kode: MSCD 0252
Label: Musica Studio's
Tahun: 2004
Harga (saat rilis): 35.000,-
Album inilah yang memiliki status penjualan paling tidak menggembirakan di sepanjang karier Chrisye, album keempat di label Musica Studio's ini ditanggapi dingin di pasar dan tidak menghasilkan hits apapun, Chrisye cukup gamang karena pada album keduanya bertajuk Percik Pesona 1979 juga mengalami hal yang sama, tetapi masih terdapat satu atau dua hits yang mengudara, kali ini benar benar zonk, padahal angin segar sempat hadir dengan laris manisnya album ketiga berjudul Puspa Indah 1980, yang merupakan album soundtrack dari film berjudul sama. Dalam buku Sebuah Memoar Musikal karya Alberthiene Endah 2007, Chrisye mengungkapkan bahwa ia mulai melihat bayang bayang kritis, dan juga sempat mempertanyakan kebersamaan bersama Yockie sebagai tandemnya selama ini, ia harus kembali mencari warna musik yang bisa mendobrak, hal yang tidak mudah karena Yockie juga terkenal keras, memiliki konsep pemikiran sendiri terhadap project mereka bersama yang terkadang tidak sejalan antar keduanya, untuk sementara Chrisye memilih mengalah.
Dalam album ini, peran Chrisye masih seperti biasa, memainkan gitar bassnya untuk seluruh lagu, tetapi ia hanya menciptakan satu lagu untuk lirik Pantulan Cita karya Harry Sabar yang kemudian dijadikan sebagai judul album. Isi keseluruhan lagu dalam album ini sebenarnya tidak semua bernuansa keras, hanya track Perkasa Manusia yang sedikit kencang dan terasa nuansa progresif rock. Memang faktor luck saja yang belum menyertai kehadiran album ini, selain itu sepertinya di tahun tahun era tersebut persaingan dalam industri musik cukup sengit, sehingga butuh lagu dengan hook kuat untuk mengangkat album pada posisi teratas. Menurut admin, lagunya cukup asik untuk disimak, apalagi pada periode awal ini Chrisye masih memainkan bass dan terkadang juga gitar, sementara pada era setelahnya, ia sepenuhnya hanya take vocal saja, jadi bagi penikmat karya karya beliau, untuk melihat sosok Chrisye secara utuh, semuanya dapat dilihat dari album album periode awal ini, totalitasnya sungguh luar biasa, apalagi selalu dapat dipastikan jika setelah merilis sebuah album, ia selalu dipastikan jatuh sakit setelahnya karena drop karena kurang istirahat.
Okelah, untuk nasib penjualan album ini mungkin tidak sebagus album lainnya, tetapi bagi admin, rancangan cover album ini sungguh cantik, bersama album Percik Pesona, keduanya berada di posisi teratas dengan cover paling estetik di sepanjang kariernya. Apalagi dengan disain logo tulisan Chrisye karya Gari Nasution yang bergaya ala logo rock band klasik, logo ini kembali tampil disini setelah sebelumnya muncul pertama kali di sampul Percik Pesona yang juga sama sama bernasib 'kurang laku' dipasaran. Desain sampulnya sendiri dikerjakan oleh Ayik Soegeng yang sebelumnya juga mendesain album fenomenal berjudul Guruh Gipsy, cover bergambar seperti puzzle ini memang benar benar di garap menjadi puzzle yang sebenarnya, prosesnya foto Chrisye di tempel pada sehelai kayu lapis dan kemudian dipotong menggunakan gergaji kecil. Pada cover edisi kasetnya terdapat empat foto puzzle berurutan dari versi acak hingga tersusun rapi, sementara untuk format CD ini hanya memuat tiga gambar saja dan tidak berurutan, yaitu terdapat pada sampul depan, sampul dalam dan sampul belakang.
Album ini diedarkan pertama kali dalam format CD pada tahun 2004, setelah bertahun lamanya sejak tahun 1981, sayangnya untuk cover depan hanya berjumlah dua lembar saja, sehingga desain awal yang terdapat pada format kasetnya tidak dapat di masukkan sepenuhnya disini, seperti empat potong puzzle bergambar wajah chrisye yang di letakkan secara berurutan. Secara visual, kualitas cetakan album ini memiliki detail yang baik, meskipun dicetak hanya menggunakan kertas dua lembar saja, begitu juga dengan kepingan CD didalamnya yang masih memiliki kode D.TARRA. Secara audio, detail sound yang dihasilkan sangat baik, era tersebut label ini memang tengah berada di puncak, baik teknologi mapun teknisinya, berpuluh tahun berlalu setelahnya, kualitas album ini tetap terasa tak terkalahkan. Bagi pembaca yang tidak memiliki album ini secara fisik, layanan digital streaming telah memudahkan segalanya, silahkan bagi yang penasaran untuk mencoba mendengarkan di berbagai platform layanan streaming, terutama untuk menyimak sosok utuh Chrisye dimasa awal kariernya, sebagai vokalis, sekaligus pemain instrumen musik.
...........
Chrisye - Pantulan Cita 1981
Para Pendukung:
Yockie - Keyboard
Chrisye - Vocal/ Bass
Jerry - Electric/ Accoustic Guitar
Yaya M. - Drum/ Percussion
Indah Sukotjo - Backing vocal dalam 'Tragedi Badai'
Semua lirik ditulis oleh Yockie
Kecuali lagu Sentuhanmu, Kala Mega Kian Mendung dan Pantulan Cita
oleh Harry Sabar
Aransemen - Yockie
Fotografi & Pengarah Artistik - Nova Penta
Perancang Grafis - Ayik Soegeng
Disain Logo - Gauri Nasution
.....
Tracklist Album:
01 Kencana
lirik - Yockie
lagu - Yockie
02 Sentuhanmu
lirik - Harry Sabar
lagu - Jerry/ Yockie
03 Desah Kalbu
lirik - Yockie
lagu - Yockie
04 Kala Mega Kian Mendung
lirik - Harry Sabar
lagu - Harry Sabar
05 Tragedi - Instrumentalia
lagu - Jerry/ Yockie
06 Tragedi Badai
lirik - Yockie
lagu - Jerry/ Yockie
07 Putri Ayu
lirik - Yockie
lagu - Yockie
08 Perkasa Manusia
lirik - Yockie
lagu - Yockie
09 Hening
lirik - Yockie
lagu - Yockie
10 Pantulan Cita
lirik - Harry Sabar
lagu - Chrisye
Salam..




No comments:
Post a Comment
Seluruh komentar pada blog ini akan di MODERASI untuk mengantisipasi kemungkinan komentar yang tidak sesuai dengan topik postingan, spam, kata kata kasar, ujaran kebencian dan semacamnya.
Salam..