Album CD 'Sendiri Lagi' - Chrisye (Musica Studio's 1993)
Banyak nama nama besar yang ikut mendukung proses album Sendiri Lagi milik Chrisye yang dirilis pada tahun 1993 ini. Penata musiknya tidak lagi diracik oleh Younky Soewarno seorang, tetapi kali ini dikerjakan beramai ramai, terdapat beberapa nama terhitung kaliber berat seperti Erwin Badudu, keyboardis yang terkenal lewat band cadas Giant Step ini mengaransemen satu lagu berjudul Memori Kita. Budhi Bidhun mantan anggota kelompok Makara kebagian menata musik lagu Januari Yang Indah. Kelompok Guest Band yang pernah berkolaborasi dalam album Kuingin Kembali milik Iwa-K juga ikut mengaransir lagu berjudul Pergilah Kekasih, dari namanya secara sekilas memang seperti memiliki kesamaan judul dengan lagu Pergilah Kasih, tetapi sebenarnya ini adalah dua lagu yang berbeda. Musisi jazz kenamaan Indra Lesmana memberikan dan mengaransir lagu Seperti Dulu yang ia ciptakan bersama kakaknya Mira Lesmana. Terakhir ada nama besar Billy J. Budiardjo yang ikut serta dalam menggarap dua lagu yaitu Semua Sudah Lain dan Haruskah yang berada pada dua track terakhir. Kali ini Younky Soewarno memang tidak mengaransir secara penuh seperti halnya album Jumpa Pertama atau Pergilah Kasih, disini ia hanya mengaransir empat lagu saja dengan formasi musisi yang masih sama persis dengan dua album tersebut, selain itu project ini merupakan kerjasama terakhir bagi keduanya, karena Chrisye pada periode setelahnya menggandeng Erwin Gutawa sebagai penata musik dan berhasil menghasilkan karya karya monumental besar lainnya.
Album ini sendiri dirilis pada tahun 1993 dalam format kaset, baru ditahun 1996 label Musica Studio's merilisnya dalam bentuk CD. Keterlambatan perilisan sekitar tiga tahun itu bukan tanpa alasan, pada awal dekade 90an, perilisan album untuk CD memang lebih banyak untuk album asing dan mayoritas merupakan impor. Label dalam negeri masih belum terusik dengan keberadaan CD, salah satunya disebabkan faktor pembeli yang masih menyukai format kaset karena terhitung murah. Faktor teknologi yang dipunyai label lokal juga mempengaruhi keterlambatan perilisan album lokal dalam bentuk CD, baru sekitar tahun 1995/1996 label dalam negeri mulai menggeliat untuk mengusahakan perilisan album lokal dalam bentuk CD maupun VCD. Saat itu jumlah judul CD yang dirilis oleh label masih sangat sedikit, karena masih dalam status merintis dan memperkenalkan kepada publik. Album ini sendiri dirilis ulang dengan kode 0039 yang bermakna bahwa album ini merupakan judul rilisan ke 39 dari seluruh judul rilisan CD yang dirilis oleh label kala itu. Periode ini juga ditandai sebagai sebuah awal saat label Musica Studio's mulai menggalakkan perilisan album dalam format CD, sehingga produk yang ditawarkan menjadi lebih bervariatif, tidak hanya bergantung pada format kasetnya saja.
Untuk kedua kalinya album ini kembali dirilis oleh label Musica Studio's dalam bentuk CD bertajuk 'Album Koleksi Digitally Remastered' yang menandakan bahwa album ini telah dimastering ulang sehingga kualitas sound lebih baik dari format manapun pada sekitar tahun 2004 hingga 2006. Perilisan album ini bukan hanya untuk album Sendiri Lagi saja, tetapi berseri dan berkala dari seluruh album solo Chrisye yang berada dibawah naungan label Musica Studio's mulai dari album Sabda Alam tahun 1978 hingga album Senyawa tahun 2004. Sangat jarang bahkan hingga saat ini perilisan serial album semacam ini terjadi di negeri ini, baru Chrisye saja seorang menurut pengamatan admin. Mungkin terkait dengan perizinan yang sangat ribet bin belibet, baik menyangkut deal kepada musisi yang bersangkutan ataupun hal lainnya, sehingga tak jarang label menyerah dan membiarkan album legendaris dibawah naungannya terkubur selamanya. Tak berhenti pada perilisan dalam bentuk eceran semacam ini, pada tahun 2007 label kemudian kembali merilis album Chrisye dalam bentuk boxset bertajuk Trilogi MASTERPIECE berisi paket album komplit yang terbagi dalam tiga seri box besar mencakup album Sabda Alam hingga Senyawa.
Bentuk dari album CD format awal ini juga masih mengikuti bentuk format rilisan kasetnya, memakai empat lembar lekukan cover sehingga nuansa klasiknya terasa, jika dibandingkan dengan versi CD Sendiri Lagi versi rilisan terbaru tahun 2006 yang lebih hemat dengan hanya memakai dua lembar lekukan saja. Antara rilisan awal dan terbaru, pada bagian cover juga terdapat perbedaan meskipun selintas terlihat sama, posisi gambar Chrisye berada ditengah pada versi awal dan kemudian dirubah menjadi lebih ketepi sebelah kiri pada rilisan terbaru. Rancangan desain cover album ini dikerjakan oleh Dik Doank yang memiliki taste tersendiri dalam menggarap berbagai project cover album musik, sehingga semua garapannya terasa lebih berkelas dan ikut menaikkan nilai dari album itu sendiri.
Nah saatnya membahas bagian yang paling istimewa dalam album ini, pada versi CD rilisan awal yang selintas tidak memiliki perbedaan dengan rilisan terbaru, pada track ke 4 yang seharusnya memuat lagu Memori Kita, ternyata salah dan tertukar dengan lagu asing yang belakangan baru diketahui berjudul LIRIH karya Aryono Huboyo Djati. Awalnya Lirih memang direncanakan masuk dalam album ini namun ditangguhkan karena garapan musiknya dianggap belum selesai sementara jadwal mastering telah masuk. Lagu tersebut hanya terdapat dalam CD versi awal ini saja dan tidak terdapat pada format lainnya, bisa jadi karena faktor 'kecelakaan' di studio seperti ketidaktelitian operator karena harus lembur diburu deadline sehingga ia lolos dan masuk menggantikan Memori Kita pada track ke empat. Jika kita simak lagu tersebut secara menyeluruh sepertinya memang belum tuntas garapan musiknya, sehingga wajar mereka tidak ingin memasukkannya pada album meskipun berpotensi menjadi hits. Pada tahun 2007 setelah Chrisye wafat, secara tak sengaja label diingatkan oleh penciptanya tentang lagu tersembunyi tersebut, label kemudian segera merespon dan meminta Vicky Sianipar untuk mengolah ulang aransemen musiknya agar lebih kekinian, saat dirilis ternyata lagu tersebut mendapat tanggapan positif dari penggemar dan sukses melesat menjadi hits.
Format CD rilisan awal
..............
Album: Sendiri LagiArtist: Chrisye
Kode: MSCD 0039
Label: Musica Studio's
Tahun: 1996
Harga (saat rilis): -
Format CD rilisan 2006
..............
Album: Sendiri LagiArtist: Chrisye
Kode: MSCD 0278
Label: Musica Studio's
Tahun: 2006
Harga (saat rilis): -
......................
Sendiri Lagi - Chrisye 1993
Art Photography/ Montase/ Design - Dik Doank
Photo - Art Ru
Tracklist CD:
01 Sendiri Lagi
Cipt. Ryan Kyoto
Arrangement - Younky Soewarno
Keyboards/ Bass/ Drum - Younky Soewarno
Electric Guitar - Mus Mujiono
Background Vocal - B.U.90
Rec & Mixed By - Danny Lisapaly
02 Oh Cintaku
Cipt. Tito Soemarsono
Arr - Younky Soewarno
Keyboards/ Bass/ Drum - Younky Soewarno
Electric Guitar - Mus Mujiono
Rec & Mixed By - Danny Lisapaly
03 Masa Kecil
Cipt. Chrisye/ Rina RD.
Arr - Younky Soewarno
Keyboards/ Bass/ Drum/ Programmer - Younky Soewarno
Electric Guitar - Mus Mujiono
Background Vocal - B.U.90/ Chrisye
Rec & Mixed By - Danny Lisapaly
04 Memori Kita
Cipt. Dadang S. Manaf
Arr - Erwin Badudu
Rec & Mixed By - Danny Lisapaly
05 Januari Yang Indah
Cipt. Ryan Kyoto
Produced By - Budhi Bidhun
Keyboard/ Programmer - Budhi Bidhun
Backing Vocal Arr. - Budhi Bidhun & ROV
Backing Vocal - ROV
Rec Engineer - Bambang (Studio XV)
Rec & Mixed By - Danny Lisapaly
Studio - Musica & Studio XV
06 Pergilah Kekasih
Cipt. Yudis D & NTI
Produced - Guest
Programmer - Tori
Key & Programmer - NTI
Accoustic Guitar - Yudis
Backing Vocal - Rita Efendi/ Iwan Zen
Rec & Mixed By - Danny Lisapaly
07 Seperti Dulu
Cipt. Indra/ Mira Lesmana
Arr - Indra Lesmana
Keyboard - Indra Lesmana
Accoustic Guitar - Donny Suhendra
Percusi - Gilang Ramadhan
Backing Vocal - Indra & Sophia Lesmana
Rec & Mixed By - Danny Lisapaly
08 Cinta Kita
Cipt. Chrisye/ Rina RD.
Arr - Younky Soewarno
Background Vocal - B.U.90/ Chrisye
Keyboard/ Bass/ Drum - Younky Soewarno
Electric Guitar - Mus Mujiono
Rec & Mixed By - Danny Lisapaly
09 Semua Sudah Lain
Cipt. Billy J. Budiardjo
Lyric - Ancha Haiz
Arr - Billy J. Budiardjo
Keyboard/ Drum Programming - Billy J. Budiardjo
Accoustic/ Lead Guitar - Gideon Tengker
Rec & Mixed By - Danny Lisapaly
10 Haruskah
Cipt. Dian PP./ Dani Mamesah
Vocal Chrisye & Dian PP.
Background Vocal - Chrisye/ Dian PP./ Danny Lisapaly
Keyboards/ Drum Programming - Billy J. Budiardjo
Electric Guitar - Mus Mujiono
Rec & Mixed By - Danny Lisapaly
Khusus CD rilisan awal:
Track 04: LIRIH
Cipt. Aryono Huboyo Djati
Arr - Younky Soewarno
Salam...
singgah baca.
ReplyDeletepernah dengar nama penyanyi ini tapi tidak berapa tahu lagu-lagunya...
haha silahkan pak cik..
ReplyDeleteya pak cik, penyanyi ni hanya dikenal di indonesia saja, tak macam penyanyi lain seperti Ebiet G. Ade yang juga terkenal disana.
salam..
Tapi lagu lirih sempet dikasih oleh yana julio dan lagu lirih pun ditaruh dialbum yana julio yg berjudul jumpa lagi namun sayangnya sama yana julio lagunya tidak dijadikan sebagai hits singel
ReplyDeleteterimakasih bang,
Deleteya lagu lirih sempat dirilis di album 'jumpa lagi' aquarius musikindo tahun 2002 namun kurang meledak. mungkin sang penciptanya mencoba peruntungan dengan memberikan kepada musisi lain, karena nasibnya di musica terkatung katung entah dirilis kapan.
ternyata nasibnya memang berada ditangan chrisye juga, setelah melalui masa masa tidak pasti, lagu tersebut akhirnya tenar juga.
salam..