Wednesday, March 30, 2022

Album Mencari Tuhan - Kelompok Kampungan/ Bram Makahekum Dkk. (Akurama Records 1980)

Album Mencari Tuhan - Kelompok Kampungan/ Bram Makahekum Dkk. (Akurama Records 1980)
 
Album: Mencari Tuhan
Artist: Kelompok Kampungan
Kode: -
Label: Akurama Records
Tahun: 1980
Harga (saat rilis): -
 
Nyentrik dan unik, begitulah kesan untuk album ini selain sisi keberaniannya lewat lirik yang di usung tentunya, unik karena mengatas namakan seniman dari kampung, tidak malu dengan kata kampungan, dan tentunya ingin mengingatkan kembali dan bentuk perlawanan bahwa kata kampungan bukan konotasi negatif, nyentrik karena berusaha melabrak idiom musik yang ada, dengan semangat idealismenya ia berusaha menggunakan alat musik di luar alat musik standar seperti gitar, drum dan keyboard, tetapi juga mencakup benda apapun yang bisa menghasilkan bunyi dari jenis besi atau logam, kulit, kayu dan bebunyian alam lainnya, seperti yang tercantum dalam prakata pembuka album ini.

Album ini penuh dengan nuansa eksperimental, kelompok anak muda dengan semangat menggebu berusaha menunjukkan identitas yang berbeda dari musisi lainnya sebagai bentuk aktualisasi diri, pada era ini jika di teliti lebih lanjut banyak musisi muda bersemangat mengusung nuansa ekperimen dalam karya karyanya seperti Guruh Gipsy, Harry Roesli dan kelompoknya, atau mungkin Gombloh dengan album Sekar Mayang, kesemua album tersebut hanya bisa di nikmati oleh kalangan terbatas saja, sehingga tak terlalu menyeruak diantara hingar bingar gemerlap musik pop lainnya, istilahnya indie untuk jaman sekarang. Sangat beruntung mereka yang bisa bertemu dengan label seperti  Akurama Records, sehingga karya mereka terdokumentasi abadi. Sebuah album bercita rasa idealisme tinggi, cukup satu album untuk menjadi legenda.

Kelompok ini awalnya adalah band pengiring saat kelompok Bengkel Teater Rendra saat tampil atau manggung, kemudian mengerucut dan terbentuklah kelompok ini. Lagu Mencari Tuhan yang digunakan sebagai judul album adalah tema religius sebuah bentuk pencarian zat ketuhanan oleh seorang insan, ternyata ia ada dimana saja disekitar kita jika mau saja untuk merenungkannya, kebajikannya bisa saja menjelma lewat sosok seperti Sawito, Hamka, juga Hatta atau Sukarno. Namun lagu yang jadi tema utama dalam album ini adalah track berjudul Bung Karno yang letaknya ada pada urutan pertama side A, berisi pesan untuk mengenang jasa para pahlawan seperti sosok Bung Karno terhadap bangsa ini, sekaligus disana diselipkan pengingat bahwa ia juga manusia biasa yang penuh kekurangan, lagu ini sendiri diawali dengan cuplikan yang lumayan panjang dari pidato Bung Karno saat Peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W. di Istana Negara pada tahun 1964. Sebuah lagu yang sangat luar biasa mengingat pada masa tersebut segala yang berkaitan tentang beliau selalu dibatasi.

Lagu selanjutnya yang sangat unik menurut admin adalah lagu Aku Mendengar Suara yang merupakan puisi karya WS. Rendra. Berjarak 10 tahun sejak album ini di rilis pada tahun 1990, lagu ini kembali meledak lewat super group Kantata Takwa namun telah berganti nama menjadi Kesaksian yang liriknya mengalami beberapa penyesuaian plus penambahan lirik agar terdengar lebih sempurna dan melodius, khusus dalam album ini untuk liriknya tidak mengalami perubahan apapun seperti aslinya. Dalam album ini ia di letakkan sebagai penutup pada urutan terakhir side B.

Lagu lagu lainnya dalam album ini juga sangat menarik, suara vokal Bram Makahekum sangat jauh dari merdu sangat mendukung untuk tema tema yang kental dengan nuansa pemberontakan. Seperti lagu Catatan Perjalanan yang berisi cerita tentang seorang teman yang harus meregang nyawa saat ikut demonstrasi. Lagu Ratna adalah tentang sosok bernama Ratna yang menjadi kuat karena kepahitan dan kenyataan hidup saat mengadu nasib merantau di kota besar yang keras. Sawung Jabo sendiri tidak terlalu berperan dalam proses rekaman album ini karena ia tengah sibuk bolak balik Australia - Indonesia, ia hanya menyumbang lagu untuk lirik Berkata Indonesia Dari Yogyakarta, tentang idealisme anak muda yang mengatakan barat ya barat, kita ya kita, hiduplah dengan budaya sendiri, jangan terombang ambing oleh keadaan.

Album ini secara sempalan pernah dirilis kembali terutama untuk lagu Bung Karno dalam versi aransemen baru, namun untuk rilisan ulang secara original dan penuh, baru satu kali saja di tahun 2013 itupun oleh label dari Kanada bernama Strawberry Rain dalam format vinyl/ piringan hitam dan CD, sementara dari rilisan dalam negeri belum sekalipun di rilis hingga postingan ini di turunkan. Untuk format digitalnya sudah sangat banyak beredar pada berbagai platform layanan digital streaming resmi dan juga situs You Tube, silahkan saja bagi yang penasaran untuk melipir kesana. Hanya saja untuk format digital ini tidak selengkap format fisiknya, karena pada covernya memuat berbagai informasi yang berkaitan dengan proses pembuatan album, para personil dan hal lainnya yang tidak mungkin termuat dalam format digitalnya, untuk itulah blog ini ada.
 





 
...................
Kelompok Kampungan - Mencari Tuhan
 
    Apabila pemuda pemuda kampung berkumpul dan mencoba berkreasi dalam bidang kesenian bisa jadi keseniannya menjadi kampungan.
    Kampungan lahir dari orang orang kota yang mengartikan kampungan sebagai ungkapan dari ketidak siapan, lugu, bodoh, kurang ajar, dis harmonis dan masih banyak lagi.
    Kelompok ini bernama Kampungan karena bagaimanapun juga kami berasal dari kampung, kesenian kami bertolak dari spontanitas dalam menanggapi situasi yang mengelilingi dan melibatkan kami dalam permasalahan hidup sehari hari.
    Permasalahan hidup yang menantang adalah masalah kebudayaan, masalah pergaulan antar manusia, masalah ekonomi, masalah sosial, politik, ilmu pengetahuan yang kami serap semampu kami. Musik sebagai letusan pengalaman, lahir begitu saja dan menjadi tanggung jawab kami.
    Kami tidak berpretensi menggali musik tradisi ini dan itu, mencipta musik yang berkepribadian nasional, tapi yang jelas Kelompok Kampungan mencoba membuat musik berjiwa Kampungan, artinya kami siap dalam ketaksiapan, memanfaatkan peralatan yang bisa di jangkau, mempertanyakan keadaan sekarang dan masa depan. Lirik kami tidak manis manis, tinggi tinggi, seadanya saja.
    Usaha usaha ini terus dalam penyempurnaan, saran serta kritik dari anda anda, sungguh akan semakin menambah perbendaharaan pengetahuan kami.

Salam,

Bram M.
Bram Makahekum

Kelompok Kampungan
Jl. Taman Sari 52 Jogja
27 Juni 1980

.....
Dasar Pemikiran Musik:
 
Pernah di suatu pagi di sebuah kampung dekat pantai selatan, ombak menderu deru dan menghentak hentak bagai suara gendang di tabuh, deru angin menggesek pepohonan bagai gesekan biola berduet dengan cello, suara serangga dari bebukitan seperti bunyi alat alat kecil perkusi terbuat dari besi dan kayu, suara ayam ayam jantan berkokok bersahut sahutan seperti suara bass yang sesekali muncul, burung burung berkicau di udara seperti melodi yang bersahut sahutan,s emuanya menjadi satu keseluruhan, begitu harmoni terdengar di telinga.
 
Suasana ini begitu kuat mencekam indera pendengaran sehingga seakan akan indera lainnya seperti tak ada. Dalam keadaan asyik mendengar ini tiba tiba terlintas dalam benak suatu kesadaran bahwa semua bentuk musik itu berasal dari bunyi, jadi dengan alat apapun asal bisa menimbulkan bunyi dapat menjadi musik, tergantung selera, ingin memakai alat alat yang berasal dari jenis besi, kulit, logam, kayu, yang ditiup atau ditabuh, atau di genjreng dsb.

Rasa terima kasih kami untuk:
Ukik/ Yohannes/ Indra/ Keluarga Cipto Tawakal XI/37 Rakhmat Somawijaya/ Purwanto/ Mas Lakon/ Yose Rizal/ Yayat/ Rusli/ Mas Willy/ Iman Subardi/ Tabah Wicaksono saudara di Bengkel Teater/ Mbak Narti/ Nani Makahekum/ Mas Andi katak ketik/ Albert/ Manto/ Mas Marjuki/ Dannes Item, dan Bung Hartanto direktur Akurama Records yang telah membantu sehingga terlaksananya rekaman ini.
Wahh.. hampir lupa pada Ron Reeves yang meminjamkan alat alat perkusinya, thanks Ron. Dan juga pada Ian Antono untuk guitar string (12 snar)nya.

.....
Pidato yang ada didalam lagu Bung Karno adalah cuplikan pidato beliau pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W. tahun 1964 di Istana Negara (dari dokumentasi: Mardjuki)
 
....
Bram Makahekum - Vokal Utama/ Guitar
Edi Haryono - Kendang Jawa/ Rebana
Agus Murtono - Biola Utama/ Gambang Bali/ Kabassa
Rudra Setiabudi - Flute/ Oboe/ Kempul/ Guitar 6-12 senar/ Lagu Gong Jawa
Agus Salim - Cello/ Bonang/ Kenong
Kelik - Guitar Melodi/ Akustik/ Kentongan
Joko Surendo - Demung/Guitar/ Saron/ Biola 2
Areng Widodo - Bass Listrik/ Kentongan
Dody Precil - Vokal II/ Ecek Ecek/ Vokal III/ Kentongan/ Tamborin
Innisisrie - Bedug Bali/ Kendang Cina/ Goudag Batak/ Temple Block, Cabassa/ Tambourin/ Tri Angle Symbals/ Tom Tom/ Snare Drums/ Gong Cina Bell Tree/ Put Put Kereta Api
Bujel - Flute/ Gong Jawa
 
Sutradara Musik - Agus Murtono
Penata Sound - Toni/ Andy/ Herman/ Annes
di bantu oleh Rick Warsiman
 
Photo dan Gambar - Hardi
Gamelan - Nyai Pilis
Studio Rekaman - Gelora Seni Jakarta
Produksi - Akurama Records
Printed by - Surya Emas
 
...
Tracklist Album:
 
Side A
01 Bung Karno
     lagu & syair - Bram Makahekum
02 Ratna
     lagu & syair - Bram Makahekum
03 Mereka Mencari Tuhan
     lagu & syair - Bram Makahekum
04 Catatan Perjalanan
     lagu & syair - Joko Haryono/ Bram Makahekum/ Dodo
 
Side B
01 Hidup Ini Seperti Drama
     lagu & syair - Bram Makahekum
02 Berkata Indonesia Dari Yogyakarta
     lagu & syair - Sawung Jabo/ Bram Makahekum
03 Wanita
     lagu & syair - Bram Makahekum
04 Terlepas Dari Frustrasi
     lagu & syair - Bram Makahekum
05 Aku Mendengar Suara
     lagu & syair - Bram Makahekum/ Rendra
 
 
Salam...

2 comments:

  1. apakah lagu Ratna ada kaitanya dengan SAAT 1973 dari Sawung jabo di album Kanvas Putih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya belum menemukan cerita tentang itu, tetapi keduanya sama sama bercerita tentangmerantau, namun keduanya berbeda pencipta.

      saat 1973 bercerita dari sudut jabo sang penciptanya, kesedihan berpisah dg kekasih saat harus merantau, sementara lagu ratna ciptaan bram, ia hanya menceritakan sosok wanita bernama ratna yang menjadi tangguh karena merantau.

      oh ya, nama nama personil total ada 11 dan ada disini semua keterangannya. yang berambut panjang didepan duduk itu bukan jabo seperti yang di isyukan selama ini, ia hanya ikut membantu mencipta satu lagu saja disini.

      Delete

Seluruh komentar pada blog ini akan di MODERASI untuk mengantisipasi kemungkinan komentar yang tidak sesuai dengan topik postingan, spam, kata kata kasar, ujaran kebencian dan semacamnya.

Salam..