Album volume 2 'Kepada Angin & Burung Burung' - Franky & Jane (Jackson Records & Tapes 1978)
Album: Kepada Angin & Burung Burung
Artist: Franky & Jane
Kode: -
Label: Jackson Records & Tapes
Tahun: 1978
Harga (saat rilis): -
Artist: Franky & Jane
Kode: -
Label: Jackson Records & Tapes
Tahun: 1978
Harga (saat rilis): -
Setelah sukses dengan album Musim Bunga 1978 - Franky & Jane dibawah label Jackson Record, duo duet ini kembali melepas album pada paruh semester kedua di tahun 1978, sepertinya jarak pengerjaan antara album pertama dan kedua ini tidak jauh, setelah selesai project album pertama langsung dikebut dengan album kedua, selain karena faktor semangat muda, tentunya hal terpenting selanjutnya adalah adanya stok lagu yang mencukupi. Berisi formula sama dengan album sebelumnya yang bernafaskan nuansa country, mengetengahkan harmonisasi vokal rancak kakak beradik mewartakan tema keseharian, keindahan alam, sosial, pergulatan batin dan cinta dari sudut pandang rakyat jelata.
Dalam album ini yang menjadi hits tentu saja lagu Kepada Angin dan Burung Burung, sebuah ungkapan kecintaan sang penyair terhadap sesuatu, sepertinya tentang alam yang ia nyatakan kepada angin dan burung burung, matahari, daun dan embun yang jatuh kebumi. Lagu ini membawa kita kepada imajinasi tentang alam yang teduh, matahari telah bersinar namun embun masih banyak menempel di dedaunan, perlahan menetes dan cuaca masih berkabut. Admin ada juga menangkap secara tersirat sebuah kesenduan dalam kesendirian saat menunggu kekasih, namun sepertinya ini lebih kepada ungkapan kecintaan terhadap alam.
Lagu lagu bernuansa semacam inilah bagi seorang pecinta alam atau naturalis, tidak akan sanggup untuk menolak untuk tidak menyukainya. Judul yang di ketengahkan saja sudah membawa berimajinasi, seperti Menunggu Bumi Senja atau Lambaian Perdu. Tanaman perdu adalah tumbuhan semak, yang biasanya tumbuh subur ditepian bukit, ilustrasinya menjadi syahdu bahkan bisa menjadi momen asupan jiwa terbaik jika menunggu matahari terbit maupun terbenam berlatar rona jingga keemasan diantara barisan perbukitan, dihiasi tarian lambaian perdu tertiup angin, terasa damai di jiwa.
Selain lagu lagu tersebut, tema lain yang diangkat juga tidak kalah unik seperti Semusim Sekali yang juga menjadi hits dalam album ini, bercerita tentang keriangan saat musim panen tiba. Lagu Di Pelabuhan Gilimanuk bercerita tentang kerinduan kampung halaman saat merantau ke pulau seberang. Lagu Jaka Tarub mengambil kisah legenda Jaka Tarub yang mengambil selendang Dewi Nawang Wulan dari Kahyangan saat mereka turun mandi di sebuah sendang/mata air, lagunya juga sangat asik dengan memuat unsur notasi musik tradisional Jawa.
Lagu Jangan Menangis Untukku Ratih berisi pesan kekuatan dalam mengarungi bahtera cinta dan tidak terbawa suasana dengan hanya bermanja duduk berdua bersama kekasih. Lagu tentang seseorang yang menjalani kerasnya hidup setiap harinya dalam lagu Senandung Sehari hari. Cerita filosofis dalam Sejoli Burung Dara tentang sepasang burung dara yang terluka, kelaparan karena jagungnya habis, anaknya belajar terbang namun terjatuh tak kembali, kepedihan sangat terasa disini terutama dengan bumbu gesekan biola di belakangnya, tak ada penyelesaian dalam lagu ini, hanya mengabarkan duka saja, menumbuhkan rasa empati, masih membuat kita terfikirkan akan nasib burung dara ini meskipun lagu telah habis.
Lagu Gembala bercerita tentang kesedihan seorang gembala yang jauh dari sanak saudara, namun ia juga bimbang untuk pulang karena kehidupan lama juga banyak membuat luka, sebuah kegamangan yang sering kita rasakan saat menjalani kehidupan ini, tak ada teman untuk sekedar berbagi kepedihan. Terakhir ada lagu berjudul Lagu Orang Jakarta yang tentu saja bercerita tentang riuh rendahnya warga kota dalam berburu nasib, tak kenal waktu siang dan malam, mereka memiliki semboyan dalam diam tiada permata, maknanya tidak akan memiliki uang atau kejayaan jika hanya berdiam diri saja di rumah.
Franky Sahilatua tetap menjadi penata musik untuk album ini, formasi para musisi yang membantu juga sama dengan album pertama plus beberapa nama baru sebagai personil tambahan seperti Christ Kayhatu pada keyboard/ piano, Pak Amat pada biola, Zulkifli pada Cello, dan beberapa nama dari Pelajar SMA IX Jakarta sebagai backing koor pada lagu Jaka Tarub dan Gilimanuk. Sementara Sofyan Aldin dan Willy Soemantri yang biasanya hanya bertugas sebagai pemain musik saja, pertama kalinya dalam album ini di percaya sebagai penata musik untuk lagu Lambaian Perdu yang hasilnya cukup memuaskan dan melodius.
Dalam prakata pada cover bagian dalam dapat kita baca secara jelas tentang latar belakang project album ini dan siapa saja yang ikut berperan didalamnya. Tidak tercantum siapa penulisnya, sepertinya memang inisiatif pihak label saja yang membuat semacam ini, seperti halnya prakata panjang yang termuat dalam album Ebiet G. Ade dari album vol. 1 hingga vol. 4. Harusnya semua album seperti ini hingga kita bisa memahami setiap lagu ataupun bagaimana proses di sebalik layar tentang pengerjaan sebuah project musik atau album, namun sayangnya tidak semuanya seperti ini, hanya label Jackson Record saja yang mau bersusah payah, apalagi biaya percetakan dengan detail tulisan kecil semacam ini saat itu boleh di bilang tidak murah dan mudah.
Setelah label Jackson Record tutup, sebagian besar master termasuk master lagu lagu Franky & Jane ini di miliki atau akuisisi oleh label Musica Studio's, pada tahun 1993 dan kedua kalinya pada tahun 2000 dengan memakai selongsong luar, album album mereka kembali dirilis dalam format kaset tetapi dengan perubahan cover menjadi bercorak dominan putih. Hingga saat ini album album mereka belum pernah di rilis ulang sekalipun secara penuh dalam bentuk album berformat CD, hanya kompilasi saja yang beredar hingga saat ini. Bahkan di situs layanan streaming resmi ataupun You Tube, label Musica Studio's sepertinya lupa untuk memposting album Franky & Jane secara lengkap per album, sementara musisi lain yang seirama seperti Iwan Fals maupun Ebiet G. Ade telah banyak sekali varian album maupun kompilasi yang bisa kita dengar dengan kualitas baik. Semoga saja label memperhatikan ini dan syukur jika ada nantinya format fisik berupa CD, meskipun sudah sangat telat untuk zaman sekarang.
................
'KEPADA ANGIN DAN BURUNG BURUNG'
Seperti dalam album 'Musim Bunga', corak musik Country tetap di pertahankan sebagai ciri khas Franky & Jane dengan penggarapan yang lebih sempurna tentunya, terutama pada peningfkatan permainan musik, aransemen dan lirik yang kuat.
Dalam lagu 'Jaka Tarub', Franky mengutamakan perpindahan ketukan bas 3/4 ke 4/4 kemudian pada interlude di sisipkan 'trick' Jawa dengan menggantikan alat musik tradisional oleh instrumen modern, seolah meminjam notasi gamelan Jawa. Syairnya berisi legenda rakyat Jawa yang di ungkapkan secara tidak konvensionil atau boleh di katakan kontemporer.
Penulisan lirik lagu 'Semusim Sekali', imajinasi Franky di tuangkan dengan baik oleh Hare yang isinya menggambarkan dambaan Franky pada petani bercelana blue jean, bekerja dengan traktor atau alat modern lainnya, memiliki TV berwarna dll. Penonjolan alat musik banjo dan flute yang lincah memberi lagu ala 'Country Western'.
Lepas dari keberhasilan Jane membawakan lagu 'Perjalanan' (album 'Musim Bunga'), Franky khusus menciptakan lagu 'Menunggu Bumi Senja' yang benar benar cocok dengan warna suara Jane adiknya. Lagu ini terasa benar benar berbau folk seperti yang di bawakan Melanie dengan penekanan spiritual, falsafah dengan tendensi sodial dalam isi syairnya. 'Total power saya ada pada lagu ini..' demikian Franky.
Lagu 'Kepada Angin Dan Burung Burung' terasa melankolik tapi tidak cengeng dengan lirik yang kuat, di tunggangi solo biola yang dominan oleh Suryati Supilin seolah bernyanyi menggantikan suara Franky & Jane. Duet gesekan biolanya bukan sekedar improvisasi !, disini menunjukkan kelainan cara Franky menciptakan lagu yang benar benar utuh.
Penggunaan sound effect dapat di dengarkan pada lagu 'Ganasnya Ombak Tak Selalu Membuat Luka' dengan kesan suasana pantai, kicauan burung camar. Terasa paduan 3 unsur (sound effect - musik - syair)
Kebisingan dan keramaian Jakarta sebagai kota Metropolitan dimana waktu terus bertingkah, orang terus bergerak mencari keseimbangan, bis kota, taxi, helicak, bemo, gedung semua menjadi ilustrasi sebuah kota dengan segala kebisingannya di ungkapkan dalam lagu 'Orang Jakarta' dengan gaya Country West. Franky menyesuaikan kebisingan dari lirik dengan kebisingan dari aransemen dimana gesekan biola dominan sekali.
Keunikan album ini terdapat pula pada lagu 'Sejoli Burung Dara' yang mana tidak terdengar pukulan drum. Dominasi tampak sekali pada gesekan cello yang di padukan dengan petikan double gitar akustik, elektrik bass dan di permanis oleh gesekan biola yang terdengar lembut.
Sound effect keributan jalan raya (bunyi klakson, suara mesin, dll.) terdengar pula pada lagu 'Senandung Sehari hari' dengan iringan musik berorientasi pada type Paul Simon dengan gaya menyanyi Franky seperti yang di miliki Gordon Lightfoot.
Corak musik 'Country' benar benar mewarnai album ini, ada country folk, country west, dan... country rock, jelas terasa pada lagu 'Lambaian Perdu' dimana petikan melodi gitar Willy mengarah pada type Bellamy Brothers yang dimainkan seperti duet gitar melodi, khusus pada lagu ini aransemen di garap oleh Willy dan Aldin.
Keseluruhan isi lirik lagu album ini mengandung ajakan pada pendengar sesuai dengan misi Franky & Jane yang di arahkan pada tema spritual. Para pengiring musik sebagian besar di dukung oleh musisi yang menggarap album 'Musim Bunga' yaitu:
Aldin - Bass Gitar
Willy - Melodi Gitar/ Banjo
Lulu - Flute
Max - Drum
Franky - Gitar Akustik
Dilengkapi oleh:
Christ Kayhatu - Keyboard/ Piano
Suryati Supilin - Biola
Pak Amat - Biola Cowboy
Zulkifli - Cello
Para pemain alat gesek adalah anggota Orkes Simphoni RRI Jakarta
Khusus untuk lagu 'Jaka Tarub dan 'Gilimanuk' di lengkapi backing koor yang terdiri dari Ana Karenina, Ketty Octi'ifny, dan Nunny Hersiana pelajar SMA IX Jakarta.
Ada baiknya bagi anda yang belum memiliki kaset album 'Musim Bunga' untuk segera memilikinya sebagai bahan perbandingan sampai dimana perbedaan dan peningkatan mutu musik hasil ciptaan komponis muda berbakat Franky Sahilatua yang di lengkapi penulis lirik lagu yang terdiri dari Yudhistira, Hare dan Nurinwa.
Selamat menikmati !
Album ini terdiri dari lagu lagu untuk di dengarkan dan di nilai.
Saran dan komentar anda di persilakan kirim kepada:
Franky & Jane
c/o Jackson Records & Tapes
Pinangsia Raya
Glodok Plaza Blok B-19
Jakarta - Indonesia
.....
Tracklist Album:
Side A
01 Kepada Angin & Burung Burung
lagu - Franky
lirik - Yudhis
02 Semusim Sekali
lagu - Franky
lirik Nurinwa
03 Menunggu Bumi Senja
lagu - Franky
lirik - Nurinwa
04 Lambaian Perdu
lagu - Franky
lirik - Hare
05 Jaka Tarub
lagu - Franky
lirik - Yudhis
06 Ganasnya Ombak Tak Selalu Membuat Luka
lagu - Franky
lirik - Hare
Side B
01 Pelabuhan Gilimanuk
lagu - Franky
lirik - Nurinwa
02 Jangan Menangis Untuk Ratih
lagu - Franky
lirik - Hare
03 Senandung Sehari hari
lagu - Franky
lirik - Yudhis
04 Sejoli Burung Dara
lagu - Franky
lirik - Yudhis
05 Gembala
lagu - Franky
lirik Yudhis
06 Lagu Orang Jakarta
lagu - Franky
lirik - Yudhis
Salam...
No comments:
Post a Comment
Seluruh komentar pada blog ini akan di MODERASI untuk mengantisipasi kemungkinan komentar yang tidak sesuai dengan topik postingan, spam, kata kata kasar, ujaran kebencian dan semacamnya.
Salam..