Thursday, January 29, 2026

CD Sandiwara Cinta versi reissue 2016 - Nike Ardilla (Music Plus/ ARS Records 2016)

CD Sandiwara Cinta versi reissue 2016 - Nike Ardilla (Music Plus/ ARS Records 2016)

Postingan kali ini masih berkaitan dengan unggahan sebelumnya yang membahas tentang album Sandiwara Cinta milik Nike Ardilla dalam format kaset dan CD edaran awal, khusus kali membahas versi terbaru, rilisan keduanya alias versi reissue yang di rilis oleh label ARS Records pada sekitaran tahun 2016 silam, rasanya baru kemarin tetapi ternyata sudah satu dekade lamanya. Perilisan album ini tak lain karena demand yang tinggi bahkan terhadap semua katalog Nike Ardilla sehingga label mencoba peruntungan untuk merilis ulang, di mulai dari album Sandiwara Cinta ini pada tahun 2016. Penyebabnya saat itu adalah versi edaran awal yang admin bahas pada postingan sebelumnya, disini: Album Sandiwara Cinta - Nike Ardilla 1995 versi awal sudah sangat langka dan berharga fantastis, semakin lama semakin naik harganya, butuh effort dan juga dana yang lumayan untuk mendapatkannya.

Usaha perilisan ulang ini bukan usaha yang pertama, pada periode sebelumnya di tahun 2005 juga telah dimulai dengan merilis ulang CD Tinggallah Kusendiri dan sangat sukses di pasaran, publik terutama fans Nike Ardilla tentunya berharap banyak dengan adanya usaha ini, setidaknya mendekati edaran awalnya. Kelompok NAFC yang merupakan komunitas penggemar Nike Ardilla saat itu sangat mendukung dan berkomunikasi intens dengan label dalam rangka usaha perilisan ini, nantinya juga ikut mendistribusikan lewat jaringan penggemarnya, selain label sendiri juga mendistribusikannya ke gerai musik. Singkat cerita album ini akhirnya di lepas ke pasaran dengan harga sekitar seratus ribu rupiah plus bonus poster yang lumayan besar dan keren menurut admin pribadi, hanya saja permasalahan kemudian timbul, yaitu pada bagian cover depan dicetak hanya dua lembar saja dari yang semula berjumlah sekitar lima tekukan, dan pada bagian belakang space dibiarkan kosong putih begitu saja, tanpa memuat teks lagu, kualitas cetakannya juga terasa sangat kejar tayang sekali, pudar dan tidak detail, sangat jauh dari harapan.

Hal ini tentu saja membuat penggemar terutama kelompok NAFC bertanya tanya, dan label kemudian merespons cepat, mengganti cover depan tersebut dengan cara scan langsung dari versi edaran awal, sehingga boleh dapat di katakan versi perbaikan ini sudah sangat mirip, tetapi tetap saja kalah dari sisi detail ketajaman gambar. Jika diperhatikan dengan teliti, terdapat detail yang sedikit mengganggu pada cover, yang bisa jadi hal ini tidak pernah terjadi pada rilisan sebelumnya. Pada versi panjang ini cover depan memang benar benar scanan mentah tanpa retouch, semisal menyamakan logo label dengan mengganti MSC dengan ARD, agar sama dengan cover belakang dan kepingan discnya. Selintas mungkin tidak masalah, namun detail kecil semacam ini perlu, meskipun keduanya adalah label dari pemilik yang sama. Semua harus seragam dengan memutuskan apakah memakai label MSC atau ARD pada setiap sisi albumnya agar selaras.

Selain perbedaan panjang cover antara versi satu dan versi kedua edaran 2016 ini, terdapat juga beberapa perbedaan warna sebagai cirinya, versi satu cover pendek lebih ke dominasi warna hijau tua kebiruan dan sedikit lebih buram, versi kedua cover scanan lebih ke dominasi warna hijau terang kekuningan, lebih cerah dan secara tampilan terasa lebih baik. Jika pada bagian depan cover murni scanan tanpa retouch, ternyata pada bagian cover dalam di sisi teks lagu ada mengalami sedikit sentuhan, seperti pada tulisan Nike Ardillla di sepanjang bawah teks lagu telah ditulis ulang menggunakan font berbeda dari sebelumnya dan terdapat foto Nike Ardilla di ujung cover. Sementara untuk back cover pada bagian belakang mika untuk versi satu dan versi scanan masih sama persis, berwarna hijau terang.

Tibalah untuk pembahasan yang paling utama, yaitu persoalan kualitas sound dari album reissue ini. Setelah admin dengarkan dan amati dan kemudian juga dengan mendiskusikan bersama teman yang memiliki pemahaman, maka didapatkan kesimpulan bahwa sound album ini tidak buruk namun juga tidak sebaik edaran awalnya. Pada CD edaran 1995 jika kita memutar dengan volume yang sama, sound yang keluar dari CD edisi awal terdengar sedikit lebih kecil namun terasa utuh, bulat dan sangat detail. Untuk edaran reissue ini kualitas volumenya terdengar lebih besar namun detail soundnya sedikit kurang, terasa ada sember atau berbunyi pecah pada beberapa lagu, plus ada sedikit desis seperti bunyi rippingan dari kaset, sepertinya terlupa untuk di retouch, kemudian antara satu track dengan track lainnya tidak memiliki volume sama rata. 

Kejadian ini sebenarnya bisa dihindari, apalagi hubungan antara label dan komunitas NAFC sudah terjalin dengan sangat baik. Label hanya tinggal menanyakan kepada komunitas, adakah yang  memiliki album edaran awalnya untuk dijadikan master, ini adalah cara paling logis sebagai shorcut mencari source master album ini secara cepat, alias dengan cara copy CD saja dari edaran awalnya. Mengingat master asli album ini telah terbakar dalam tragedi kerusuhan 1998 silam, sehingga label tidak perlu bersusah payah dalam mencari source sumber lain yang ternyata tidak jelas kualitasnya. Setelah CD master tersebut didapatkan, label tinggal me-remastering ulang dan memperbanyak, kerja pun beres, dan yang pasti adalah kualitas sound sama dengan versi edaran awal. Mungkin saja label terlupa untuk melakukan itu, dan sudah terlanjur naik cetak dengan jumlah copy yang tentu saja sangat banyak. Dari hati penggemar pasti ada rasa kecewa, berharap rilisan ini seperti edaran awal atau setidaknya mendekati, selayaknya edaran ulang CD Tinggallah Kusendiri pada tahun 2005 silam, antara cover dan isi sama sama berkualitas prima. 

Beruntungnya hanya album ini saja yang bernasib seperti itu. Saat Musica Studio's secara penuh kembali menangani master album Nike Ardilla dan kemudian memulai project merilis dalam format fisik seperti CD dan vinyl, kesalahan fatal ini sudah dihindari. Sehingga kemungkinan rasa ketidakpuasan fans bisa di minimalisir, dan hal itu itu cukup terbukti dari umpan balik positif kepada label. Project dimulai dari album Bintang Kehidupan pada tahun 2020, Biarkan Cintamu Berlalu 2021 dan Matahariku pada 2022, kualitas sound yang di hasilkan sudah cukup baik dan memenuhi harapan fans secara umum, juga pada kualitas desain cover yang semakin lebih baik. Setelah sekian lama, baru pada Desember 2021 album ini menyusul dirilis dalam format piringan hitam atau vinyl, berjarak lima tahun dari rilisan format CD reissue ini. Selain dalam format fisik, album ini juga tersedia dalam format digital yang disebar pada berbagai platform layanan streaming musik termasuk laman You Tube.

Format CD reissue versi 1
.......
Album: Sandiwara Cinta
Artist: Nike Ardilla
Kode: ARD 0279
Label: Music Plus & ARS Records
Tahun: 2016
Harga (saat rilis): 100.000,-





Format CD reissue versi 2
.......
Album: Sandiwara Cinta
Artist: Nike Ardilla
Kode: ARD 0279
Label: Music Plus & ARS Records
Tahun: 2016
Harga (saat rilis): 100.000,-





...............
Nike Ardilla - Sandiwara Cinta reissue 2016
ARS Records 2016
ARD 0279

....
Tracklist Album:
01 Sandiwara Cinta
     cipt Deddy Dores
02 Deru Debu
     cipt. Dwiki Dharmawan
03 Kau Bukan Untukku
     cipt. Erens F. Mangalo
04 Sanggupkah Aku
     cipt. Dadang S. Manaf
05 Cintaku Suci
     cipt. Yonnie Dores
06 Menyibak Tirai Kelabu
     cipt. Deddy Dores
07 Bila
     cipt. Teddy Riadi
08 Pudar
     cipt. Harry Minggoes
09 Bayang Dirimu
     cipt. Jati
10 Menanti Kejujuran
     cipt. Ian Antono/ Fajar Budiman


Salam....

No comments:

Post a Comment

Seluruh komentar pada blog ini akan di MODERASI untuk mengantisipasi kemungkinan komentar yang tidak sesuai dengan topik postingan, spam, kata kata kasar, ujaran kebencian dan semacamnya.

Salam..