Showing posts sorted by relevance for query serenade. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query serenade. Sort by date Show all posts

Thursday, November 23, 2017

CD Serenade versi Digipack - Ebiet G. Ade (EGA Productions 2017)

CD Serenade versi Digipack - Ebiet G. Ade (EGA Productions 2017)

Album: Serenade (versi Digipack)
Artist: Ebiet G. Ade 
Kode album: -
Label: EGA Productions
Tahun: 2017
Harga (saat rilis): 50.000,-

Album ini mulai dikerjakan tahun 2013 dan dirilis saat malam pergantian tahun 2014 bertempat di Saung Angklung Udjo, sementara lirik dan melodi dasarnya telah dikerjakan jauh sebelum itu, beberapa diantaranya adalah materi lawas bahkan ada yang di buat tahun 1979. Pertama dirilis album ini memiliki kemasan eksklusif, berbentuk seperti buku tebal, didalamnya terdapat foto foto sang legenda, cerita dibalik penggarapan album dan tanda tangan asli beliau, kemasan eksklusif seperti ini tentu saja dibandrol dengan harga yang tidak biasa karena cost produksinya menjadi berlipat lipat, dan lagi kemasan seperti ini sepertinya memang ditujukan khusus untuk para penggemar/ apresiator karya beliau sebagai koleksi limited edition (ulasannya disini: Serenade versi Limited Edition).

Berjarak sekitar 3 tahun baru ditahun 2017 album ini kembali dirilis dalam format digipack dan dibandrol lebih murah dari versi limited edition, seharga Rp. 50.000,- saja, sebuah harga yang standar untuk CD rilisan baru saat ini. Moment perilisan album ini adalah saat konser Pagelaran Musik Puisi: Renungan Cinta Untuk Indonesia Damai bertempat di TIM pada 6 September 2017. Kemasannya sangat mirip dengan Serenade versi Promo Album baik cover luar maupun dalam, perbedaannya hanya pada ukuran panjang kemasan album ini lebih pendek dan pada versi promo terdapat tulisan Not For Sale - Promotion Use Only. Tracklist lagu didalamnya pun sama persis berisi delapan lagu, sementara lagu 'Menjadi Bara Kebersamaan' tidak disertakan disini karena memang dikhususkan sebagai bonus track di album Serenade versi Deluxe Edition, ditujukan untuk apresiator karya beliau, menjadi theme song untuk kelompok MemBers EGA yang bermakna Membumi Bersama Ebiet G. Ade.

Jika harus dibandingkan maka keduanya memiliki keunggulan tersendiri, bagi yang ingin cerita secara full dibalik penggarapan album Serenade kemudian melihat foto foto ekslusif Ebiet G. Ade beserta 'tanda tangan asli' beliau, ditambah satu lagu bonus theme song Members EGA maka Serenade versi Deluxe Edition jawabannya. Namun jika hanya ingin menikmati karya beliau dan kebetulan kantong lagi ga kompromi maka versi digipack inilah jawabannya. Kualitas sound sama persis dan tidak ada beda diantara keduanya. Cover album ini memakai sampul cover dalam booklet album Serenade versi limited edition, dan tetap menyelipkan kertas teks lagu dan musisi pendukung pada kertas sleevenya.







Tiga versi album Serenade:
 

.....................

''Serenade'' 

   Terima kasih untuk Istri tercinta, atas ide dan dengan kekuatan cinta, selalu berdoa, mendampingi dengan kesetiaan tak terbatas, kritik yang konstruktif dan terus menerus mendorong terwujudnya album ini.
   Terima kasih untuk anak anak yang sangat membanggakan, Abie selaku produser, Yayas yang bermain piano di beberapa lagu. Adera dan Dega yang selalu bertukar fikiran, memberi masukan berharga sesuai dengan kapasitas masing masing.
   Terima kasih untuk seluruh musisi yang terlibat dalam pengerjaan album ini.
   Terima kasih untuk para sahabat yang tergabung dalam komunitas apresiator karya karya saya, keberadaan komunitas apresiator telah mendorong saya untuk terus berkarya.
Semoga album ini layak dimiliki dan menjadi koleksi yang bernilai untuk para apresiator atau siapapun juga yang memiliki keyakinan bahwa cinta sejati tak akan pudar meskipun digilas waktu.

Produced & published by - EGA Productions
Executive producer/ producer - Abietyasakti K. K

Music arrangement, electric guitars, accoustic guitars, piano, keyboard and synth on '' ENGKAULAH YANG MEREBUT HATIKU, GEMURUH DEBURAN OMBAK - CINTAKU HANYA UNTUKMU and TUHAN TAK PERNAH HENTI'' Credited to - ANDRE DINUTH
String arranged by - ANDRE DINUTH & EBIET G. ADE
Bass - ADITHYA PRATAMA
Drums - AGUNG YUDHA ASMARA
Violin - ALVIN WITARSA, YOHANES HANDOKO PURNOMO
Viola - YACOBUS WIDODO SAKTI HANDOYO
Cello - DIMAWAN
All instrument recorded at - BLACKBEAT STUDIO (engineered by - ANGGI ANGGORO & YUSUF ALBANTANI)
All instrument recorded at - KAKA THE CAT STUDIO (engineered by - ANDRE DINUTH)

Music arrangement, strings arrangement, piano, keyboard and synth on ''SERENADE, BILA KITA IKHLAS, DISUDUT RUMAHMU'' Credited to - IR. PURWACARAKA
Drums - HENTRIESA YULMEDIA
Accoustic & electric guitars - YOES
Violins - YOHANES HANDOKO PURNOMO, DESSY SAPTANI PURI
Cello - DWIPA HANGGANA PRATALA
All instruments recorded at - PURWACARAKA STUDIO (engineered by - VANO)

Piano arrangement & performance on ''MAKA REKATLAH CINTA KITA, TANAH AIR MATA'' Credited to - BYATRIASA PAKARTI LINUWIH
Recorded at SGN Studio (engineered by - ABIETYASAKTI K. KINASIH)
All solo violin in this album arranged & performed by - HENDRI LAMIRI
Redecorate- BROTHERLAND STUDIO (engineered by - ANTHONY SUGIANTO PRAJOGO)
Vocal & accoustic guitar performed by - EBIET G. ADE
Recorded at - BROTHERLAND STUDIO (engineered by - ANTHONY SUGIANTO PRAJOGO)
All song mixed by - EKO SULISTYO at EG SUDIO
Album mastered by - KHO HOK LAIJ at BROTHERLAND STUDIO
Photos taken and enhanced by - ARTHA DAYU
Album cover design by - PRAMBUDI YOGA PERDANA (PERANCANG AKSARA.COM)

EGA PRODUCTIONS
Jln. Ciganjur Raya no. 1
Jakarta Selatan 12630
Telp. 021 7271086
Fax. 021 7863074
management@ebietgade.com

www.ebietgade.com

Tracklist:

01 Serenade (4.56)
Jakarta, November 1979
Lagu ini lahir, beberapa waktu setelah saya merasakan sesuatu yang tidak biasa, ketika pertama kali bertemu di rumahnya. Saya yakin itulah pertama kalinya dalam hidup, saya jatuh cinta yang sesungguhnya.

02 Di Sudut RumahMu (4.53)
Disempurnakan: November 2011

03 Engkaulah Yang Merebut Hatiku (4.25)
Jakarta, Februari 1981
Lagu ini lahir, pada saat saya telah benar benar yakin, bahwa dialah satu satunya wanita yang telah merebut hati saya.

04 Bila Kita Ikhlas (4.53)
Jakarta, 1984

05 Gemuruh Deburan Ombak... Cintaku Untukmu (5.00)
Jakarta, Mei 1980
Lagu ini lahir, ketika saya mendadak berkunjung ke rumahnya, ia tengah bermain piano, sekilas ia tengadah menatap saya, maka seketika jiwa terasa terbang melayang.

06 Maka Rekatlah Cinta Kita (4.19)
4 Februari 2007
Lagu ini lahir, pada saat ulang tahun pernikahan kami yang ke 25. Ritual pagi saya adalah mencium keningnya untuk memperbaharui sel sel cinta kasih kami.

07 Tuhan Tak Pernah Henti (6.11)
Jakarta, 1998

08 Tanah Air Mata (5.52)
Jakarta, 1998


Salam...

Friday, February 6, 2015

Serenade (versi Promo Album) - Ebiet G. Ade (EGA Productions 2013)

Serenade (versi Promo Album) - Ebiet G. Ade (EGA Productions 2013)

Album: Serenade (versi Promo Album)
Artist: Ebiet G. Ade 
Kode: -
Label: EGA Productions
Tahun: 2013
Harga (saat rilis): -

Ini adalah album yang dirilis oleh label EGA Productions untuk tujuan promosi, agar penggemar atau masyarakat mengetahui bahwa Ebiet G. Ade telah merilis album baru dengan tajuk Serenade. Promosi ini ditujukan kepada pihak yang rasanya bisa menyebarkan berita dengan baik seperti radio dan para jurnalis, kemudian album ini juga dijadikan souvenir agar peredaran kabar tersebut menjadi lebih luas. Pada cover luar tertulis Not For Sale - Promotion Use Only, yang bermakna album ini memang bukan untuk orientasi jual, hanya sebagai bahan promo saja.

Album ini dirilis sebelum album Serenade versi Deluxe Edition dilepas dipasaran, dibuat hanya dengan menggunakan kertas biasa berbentuk digipack tipis. Jika dibandingkan dengan versi deluxe edition maka album ini seperti tidak ada apa apanya, maklum saja karena hanya sebagai ajang promosi dan biasanya hanya berupa gift yang tak menghasilkan laba. Tracklist didalamnya memuat delapan lagu, sementara bonus lagu tambahan berjudul 'Menjadi Bara Kebersamaan' tidak terdapat disini, dan hanya terdapat didalam album versi deluxe edition. Lagu tersebut dibuat khusus oleh Ebiet G. Ade dan diharapkan nantinya menjadi lagu mars untuk komunitas penggemar Ebiet G. Ade yang tergabung dalam group MemBers EGA.

Terima kasih khusus admin ucapkan kepada Mba Yayu EGA yang dengan senang hati telah memberikan album ini sebagai kenang kenangan, untuk kemudian akhirnya bisa tayang di blog ini, selanjutnya kepada Mas Kustara Ind dan Mba Yani Handayani yang ikutan repot mengirimkan album ini hingga sampai ke tangan admin. Semoga segala kebaikan dibalas oleh Yang Maha Esa, Aamiin.. Untuk edaran versi regular album Serenade ini nantinya kira kira bentuknya seperti versi promo ini, berbentuk digipack, bukan jewel case seperti lazimnya.



....................
''Serenade''

Produced & published by - EGA Productions
Executive producer/ producer - Abietyasakti K. K

Music arrangement, electric guitars, accoustic guitars, piano, keyboard and synth on '' ENGKAULAH YANG MEREBUT HATIKU, GEMURUH DEBURAN OMBAK - CINTAKU HANYA UNTUKMU and TUHAN TAK PERNAH HENTI'' Credited to - ANDRE DINUTH
String arranged by - ANDRE DINUTH & EBIET G. ADE
Bass - ADITHYA PRATAMA
Drums - AGUNG YUDHA ASMARA
Violin - ALVIN WITARSA, YOHANES HANDOKO PURNOMO
Viola - YACOBUS WIDODO SAKTI HANDOYO
Cello - DIMAWAN
All instrument recorded at - BLACKBEAT STUDIO (engineered by - ANGGI ANGGORO & YUSUF ALBANTANI)
All instrument recorded at - KAKA THE CAT STUDIO (engineered by - ANDRE DINUTH)

Music arrangement, strings arrangement, piano, keyboard and synth on ''SERENADE, BILA KITA IKHLAS, DISUDUT RUMAHMU'' Credited to - IR. PURWACARAKA
Drums - HENTRIESA YULMEDIA
Accoustic & electric guitars - YOES
Violins - YOHANES HANDOKO PURNOMO, DESSY SAPTANI PURI
Cello - DWIPA HANGGANA PRATALA
All instruments recorded at - PURWACARAKA STUDIO (engineered by - VANO)

Piano arrangement & performance on ''MAKA REKATLAH CINTA KITA, TANAH AIR MATA'' Credited to - BYATRIASA PAKARTI LINUWIH
Recorded at SGN Studio (engineered by - ABIETYASAKTI K. KINASIH)
All solo violin in this album arranged & performed by - HENDRI LAMIRI
Redecorate- BROTHERLAND STUDIO (engineered by - ANTHONY SUGIANTO PRAJOGO)
Vocal & accoustic guitar performed by - EBIET G. ADE
Recorded at - BROTHERLAND STUDIO (engineered by - ANTHONY SUGIANTO PRAJOGO)
All song mixed by - EKO SULISTYO at EG SUDIO
Album mastered by - KHO HOK LAIJ at BROTHERLAND STUDIO
Photos taken and enhanced by - ARTHA DAYU
Album cover design by - PRAMBUDI YOGA PERDANA (PERANCANG AKSARA.COM)

EGA PRODUCTIONS
Jln. Ciganjur Raya no. 1
Jakarta Selatan 12630
Telp. 021 7271086
Fax. 021 7863074
management@ebietgade.com

www.ebietgade.com


Tracklist:
01 Serenade
02 Di Sudut RumahMU
03 Engkaulah Yang Merebut Hatiku
04 Bila Kita Ikhlas
05 Gemuruh Deburan Ombak... Cintaku Untukmu
06 Maka Rekatlah Cinta Kita
07 Tuhan Tak Pernah Henti
08 Tanah Air Mata

 
Salam...

Sunday, January 25, 2015

Serenade (versi Deluxe Edition) - Ebiet G. Ade (EGA Productions 2013)

Serenade (versi Deluxe Edition) - Ebiet G. Ade (EGA Productions 2013)

Album: Serenade
Artist: Ebiet G. Ade 
Kode Nomor Seri: #01166 (untuk setiap album berbeda)
Label: EGA Productions
Tahun: 2013
Harga (saat rilis): Istimewa

Album dari sang maestro Ebiet G. Ade setelah lama tak merilis album sejak tahun 2008, berjudul Serenade yang jika kita coba artikan bermakna ''Musik untuk seseorang yang spesial, melodi lembut dan lirik puitis, romantis'', tentu disini yang spesial yang di maksud adalah istri beliau tercinta Yayu Sugianto dan album ini memang di tujukan khusus sebagai hadiah teruntuk istri tercinta. Pada perkembangan selanjutnya, album ini yang awalnya merupakan album privat akhirnya dirilis juga dengan dorongan dari berbagai pihak termasuk istri dan anak tercinta. Tujuannya tak lain agar semangat positif tersebut bisa tersebar ke seluruh penggemar kemudian sama sama memetik banyak makna yang terkandung di dalamnya, seperti yang tercantum didalam prakata album ini oleh Ebiet G. Ade sendiri ''Meskipun album ini awalnya sangat personal, tetapi ditengah perjalanan, saya mendapat dukungan dari para apresiator pemelihara karya karya saya, sehingga saya memutuskan untuk berbagi, barangkali ada yang bisa dipetik dari kisah perjalanan kasih sayang saya dengan istri tercinta, mungkin ada serpihan nilai nilai yang bermanfaat dan bisa di jadikan panduan, terutama untuk anak anak kami tersayang''. Album yang sangat layak di koleksi, kita layak menyambutnya dengan gembira dan album versi deluxe edition ini dicetak sangat terbatas oleh label EGA Productions dan album ini belum beredar di store manapun. Ini merupakan album indie yang dijual dengan sistem direct, untuk mendapatkannya dipersilahkan untuk memesan kepada manajemen langsung.

Album ini berisi sembilan komposisi lagu, liriknya diciptakan dalam rentang waktu yang beragam, ada yang dari tahun 1979, sepertinya ini merupakan stok lagu lama yang belum sempat dirilis, kemudian 1981, 1984, 1997 sampai dengan periode sekarang. Dialbum ini ada juga beberapa lagu yang dahulu sempat dinyanyikan ketika perform live dan belum sempat dialbumkan, seperti Bila Kita Iklhas, Tuhan Tak Pernah Henti dan Tanah Air Mata, kali ini dihadirkan kembali dengan aransemen baru yang lebih fresh. Ada satu lagu tentang perjalanan spritual beliau saat menunaikan ibadah haji, dan empat lagu khusus sebagai persembahan untuk sang istri sebagai poin utama album ini. Kemasan album dibuat sangat spesial seperti sebuah buku tebal, memiliki kesan exclusive, di dalamnya terdapat booklet berisi cerita dibalik album, teks lagu, credit title, foto foto Ebiet G. Ade terbaru, memiliki nomer seri unik pada setiap rilisannya dan satu hal yang paling menarik adalah adanya tanda tangan asli yang dibuat oleh Ebiet G. Ade pada bagian dalam cover album ini.
 
Pengerjaan album ini sebenarnya memakan waktu yang cukup lama, terutama pada materi dasar lagu kemudian baru memasuki proses finishing secara detail pada tahun 2012 hingga 2013. Banyak pihak membantu dalam project ini, seperti teman lama beliau Ir. Purwacaraka yang ikut membantu dalam aransemen musik, aransemen orkestrasi, piano dan keyboard pada lagu Serenade, Bila Kita Ikhlas dan Disudut RumahMu. Kemudian ada nama Hendri Lamiri yang berkontribusi dalam mengaransir dan memainkan solo violin pada setiap lagu didalam album ini. Putri Ebiet G. Ade bernama Byatriasa Pakarti Linuwih juga ikut membantu dengan memainkan keyboardnya pada lagu Maka Rekatlah Cinta Kita dan Tanah Air Mata. Andre Dinuth yang merupakan gitaris The Bakuucakar juga memegang peranan penting dalam album ini, ia mengaransir musik, bermain gitar listrik, gitar akustik, piano, keyboard dan synthesizer pada lagu Engkaulah Yang Merebut Hatiku, Gemuruh Deburan Ombak - Cintaku Hanya Untukmu dan Tuhan Tak Pernah Henti. Nama nama tersebut belum termasuk musisi pendukung lainnya yang tercantum berderet panjang pada bagian back cover album. Sementara posisi eksekutif produser dan produser album dipegang oleh anak tertuanya bernama Abietyasakti Ksatria Kinasih.

Pengerjaan album ini di eksekusi secara matang dan penuh perhitungan oleh Ebiet G. Ade dan tim. Saat proses pengerjaan album mendekati akhir, Ebiet G. Ade memutuskan untuk memasukkan lagu baru yang ditujukan khusus kepada para penggemar, penikmat dan pemerhati karya karya beliau selama ini terutama yang tergabung didalam grup MemBers EGA yang bermakna Membumi Bersama Ebiet G. Ade, harapannya lagu ini nantinya dapat dijadikan mars Members EGA, atau semacam lagu kebangsaan grup, lagu tersebut berjudul Menjadi Bara Kebersamaan. Tema lagu ini cukup unik yang membahas orang orang dari berbagai kalangan, atas bawah, kau dan aku, siapa saja, dan dari berbagai belahan dunia manapun namun merasa kuat ikatannya karena dipersatukan oleh hobi atau kesukaan yang sama terhadap lagu lagu Ebiet G. Ade, beliau menyanyikan lagu ini hanya diiringi oleh gitar akustik kesayangannya, hening namun terasa meriah. Lagu ini menjadi bonus istimewa, selain bonus tanda tangan asli disini. Pada versi rilisan regular, album ini hanya berisi delapan lagu pokok saja tanpa memuat lagu  Menjadi Bara Kebersamaan ini lagi.


COVER LUAR:





PENAMPILAN COVER DALAM & BOOKLET:


(terdapat tanda tangan asli dan nomor seri)












........... 
EBIET G. ADE - SERENADE 2013
Produced & published by - EGA Productions
Executive producer/ producer - Abietyasakti K. K

Music arrangement, electric guitars, accoustic guitars, piano, keyboard and synth on '' ENGKAULAH YANG MEREBUT HATIKU, GEMURUH DEBURAN OMBAK - CINTAKU HANYA UNTUKMU and TUHAN TAK PERNAH HENTI'' Credited to - ANDRE DINUTH
String arranged by - ANDRE DINUTH & EBIET G. ADE
Bass - ADITHYA PRATAMA
Drums - AGUNG YUDHA ASMARA
Violin - ALVIN WITARSA, YOHANES HANDOKO PURNOMO
Viola - YACOBUS WIDODO SAKTI HANDOYO
Cello - DIMAWAN
All instrument recorded at - BLACKBEAT STUDIO (engineered by - ANGGI ANGGORO & YUSUF ALBANTANI)
All instrument recorded at - KAKA THE CAT STUDIO (engineered by - ANDRE DINUTH)

Music arrangement, strings arrangement, piano, keyboard and synth on ''SERENADE, BILA KITA IKHLAS, DISUDUT RUMAHMU'' Credited to - IR. PURWACARAKA
Drums - HENTRIESA YULMEDIA
Accoustic & electric guitars - YOES
Violins - YOHANES HANDOKO PURNOMO, DESSY SAPTANI PURI
Cello - DWIPA HANGGANA PRATALA
All instruments recorded at - PURWACARAKA STUDIO (engineered by - VANO)

Piano arrangement & performance on ''MAKA REKATLAH CINTA KITA, TANAH AIR MATA'' Credited to - BYATRIASA PAKARTI LINUWIH
Recorded at SGN Studio (engineered by - ABIETYASAKTI K. KINASIH)
All solo violin in this album arranged & performed by - HENDRI LAMIRI
Redecorate- BROTHERLAND STUDIO (engineered by - ANTHONY SUGIANTO PRAJOGO)
Vocal & accoustic guitar performed by - EBIET G. ADE
Recorded at - BROTHERLAND STUDIO (engineered by - ANTHONY SUGIANTO PRAJOGO)
All song mixed by - EKO SULISTYO at EG SUDIO
Album mastered by - KHO HOK LAIJ at BROTHERLAND STUDIO
Photos taken and enhanced by - ARTHA DAYU
Album cover design by - PRAMBUDI YOGA PERDANA (PERANCANG AKSARA.COM)

EGA PRODUCTIONS
Jln. Ciganjur Raya no. 1
Jakarta Selatan 12630
Telp. 021 7271086
Fax. 021 7863074
management@ebietgade.com

www.ebietgade.com

...........
Tracklist CD:
01  Serenade, Jakarta November 1979
Lagu ini lahir, beberapa waktu setelah saya merasakan sesuatu yang tidak biasa, ketika pertama kali bertemu di rumahnya. Saya yakin itulah pertama kalinya dalam hidup, saya jatuh cinta yang sesungguhnya.
 
02 Di Sudut RumahMu, November 2011
Disempurnakan pada November 2011
 
03 Engkau Yang Merebut Hatiku, Jakarta Februari 1981 
Lagu ini lahir, pada saat saya telah benar benar yakin, bahwa dialah satu satunya wanita yang telah merebut hati saya.
 
04 Bila Kita Ikhlas, Jakarta 1984
 
05 Seperti Deburan Ombak... Cintaku Untukmu, Jakarta, Mei 1980 
Lagu ini lahir, ketika saya mendadak berkunjung ke rumahnya, ia tengah bermain piano, sekilas ia tengadah menatap saya, maka seketika jiwa terasa terbang melayang.
 
06 Tuhan Tak Pernah Henti, Jakarta 1998 
 
07 Maka Rekatlah Cinta Kita, 4 Februari 2007 
Lagu ini lahir, pada saat ulang tahun pernikahan kami yang ke 25. Ritual pagi saya adalah mencium keningnya untuk memperbaharui sel sel cinta kasih kami.
 
08 Tanah Air Mata, Jakarta 1998 
 
09 Bonus track* Menjadi Bara Kebersamaan, Jakarta 2013
 

..................... 
Album Serenade ini di luncurkan pada malam pergantian tahun 2014 bertempat di Saung Angklung Udjo. Rekaman peluncuran album tersebut kemudian didokumentasikan dan dijadikan sebuah album DVD live berisi perform dari BIETcoustic, kawan kawan komunitas MemBers EGA, musik angklung Udjo, dan bagian yang paling dinantikan adalah peluncuran album dan penampilan sang maestro sebagai puncak acara.


 
.................
BERIKUT URAIAN PANJANG YANG DITULIS LANGSUNG OLEH SANG MAESTRO DALAM BOOKLET ALBUM INI:
...................
Siapapun yang sedang jatuh cinta, seluruh jiwa raga, akal fikiran serta logikanya mendadak lumpuh terbelenggu gundah gulana tak berdaya.
 
Apakah ini salah, atau merugikan? Tentu tergantung bagaimana kita meletakkan ketidakberdayaan karena jatuh cinta itu kedalam keranjang fikiran belahan negatif atau positif.
 
Seseorang bisa menjadi sangat produktif dan kreatif, karena hati dan jiwanya dipenuhi bunga bunga cinta yang bermekaran, serta diliputi perasaan berani dalam ketakutan, takut dalam keberanian. Atau bisa sebaliknya, merana berkepanjangan karena seluruh kekuatannya seperti dilucuti, meratap tak henti henti, karena hatinya luka menganga tak terobati
 
Pilihan itu sepenuhnya berada ditangan kita, dan tentu terserah garis keputusan Tuhan Yang Maha Bijaksana
 
Ebiet G. Ade
.....
 
Cinta & Gelora
 
Saya mencoba menuangkan penafsiran yang saya reka sendiri. Memang sangatlah subjektif, tetapi tak mengapa. Dalam urusan cinta, orang boleh, bahkan wajib punya tafsir masing masing. Kalau kita sepakat, juga tak mengapa, setidaknya ini menjadi tambahan koleksi makna.
 
....
Jatuh cinta adalah keadaan tertentu, dimana hati, rasa dan naluri bekerja secara mandiri dan tak terkendali. Nalar menjadi tumpul dan enggan bekerja, ia tak mau lagi bersandar pada logika serta akal, tak berhitung untung rugi, seperti buta dalam terang benderang, tuli dalam hingar bingar, membahagiakan, memabukkan, tetapi sekaligus bisa sangat menyakitkan. Dan masih banyak lagi rasa yang bisa menjadi indikasi seseorang sedang jatuh di peraduan cinta.
 
Siapapun yang sedang jatuh cinta, seluruh jiwa raga, akal fikiran serta logikanya mendadak lumpuh terbelenggu, gundah gulana tak berdaya.
 
Apakah ini salah, atau merugikan? tentu tergantung bagaimana kita meletakkan ketidak berdayaan karena jatuh cinta itu, kedalam keranjang fikiran belahan negatif atau positif.
 
Seseorang bisa menjadi sangat produktif dan kreatif karena hati dan jiwanya dipenuhi bunga bunga cinta yang bermekaran, serta diliputi perasaan berani dalam ketakutan, takut dalam keberanian. Atau  bisa sebaliknya, merana berkepanjangan karena seluruh kekuatannya seperti dilucuti, meratap tak henti henti, karena hatinya luka menganga tak terobati.
 
Pilihan itu sepenuhnya berada ditangan kita, dan tentu terserah garis keputusan Tuhan Yang Maha Bijaksana
 
....
Saya ingin berbagi cerita.
 
Hanya satu kali dalam hidup, ketika tiba tiba saja saya merasakan getaran dahsyat, yang sungguh sangat absurd. Perasaan itu meronta ronta, melambungkan, dan kemudian menenggelamkan saya kedalam samudera sukacita.
 
Ini adalah fase, yang kelak saya yakini sebagai proses alamiah, embrio menuju terbentuknya kesempurnaan kasih sayang dan cinta sejati.
 
Ketika itu,
bulan September tahun 1979
 
Saya bertemu untuk yang kedua kalinya, dengan seorang wanita cantik bernama Yayu Sugianto, saat itu saya berkunjung ke rumahnya di Jakarta. Pada pertemuan pertama, di Bandara Adisucipto Jogja, sebenarnya saya merasakan sesuatu yang menyentak, tetapi karena berlangsung singkat, dan nyaris tidak terjadi dialog maka moment itu lewat begitu saja, hanya menumbuhkan hasrat untuk kelak ingin bertemu kembali.
 
Baru pada perjumpaan yang kedua, sensadi luar biasa itu muncul. Perasaan itu begitu kuat, mengalir, menyeuak, merasuk tak bisa dibendung. Tiba tiba, saya merasa tak mampu mengendalikan diri, rapuh dan gelisah. Apakah ini yang dikatakan dan disebut sebagai jatuh cinta?
 
Lantas harus bagaimanakah saya bersikap? Menyatakan, menyembunyikan, menikmati diam diam? Sungguh, saya tak punya pengalaman apapun yang merujuk pada perasaan seperti ini. Celakanya, pada saat itu tak ada satupun aspek penguat, atau petunjuk yang mendukung kemungkinan, bahwa saya pantas menjadi kekasihnya, atau tanda tanda bahwa kelak ia akan bisa dan mungkin menjadi pendamping hidup saya.
 
Menurut saya, ia sama sekali tidak berada pada frekuensi getar yang sama dengan apa yang saya rasakan. Ia samasekali tidak ada di radius yang memungkinkan untuk meraihnya. Ia seperti jauh diluar jangkauan. Meskipun begitu, tak membuat saya berkecil hati, surut langkah, atau menyerah.
 
Memang akal saya berteriak teriak mengingatkan, bahwa ia terlalu jauh, sulit dan mustahi untuk direngkuh. Tetapi getaran itu begitu kuat, sehingga seolah olah gelombangnya mendorong keberanian dan nyali saya kepuncak, dan kekuatannya mampu menerjang dan mengalahkan apapun yang menghalangi.
 
Saya betul betul kehilangan daya. Saya tak mampu menyingkirkan barang sedetikpun, bayangan wajahnya, senyumnya, suaranya, keceriaan, serta seluruh gerak geriknya. Saya merasa berada dijurang, antara kebahagiaan dan kesedihan tak terkira.
 
Banyak lagu saya, yang bercerita tentang jatuh cinta. Tetapi saya hanya memahami dan mempelajari seluk beluknya melalui literatur, kisah orang lain, novel, cerpen, atau lewat imajinasi. Ketika saya mengalami sendiri, saya begitu takjub dan kehilangan kecerdasan naluriah. Tiba tiba saja, saya menjadi sangat bodoh dan gagap dalam urusan cinta.

Saya tidak mau salah langkah, tetapi dorongan hati tak mau menunggu. Lantas apakah jalan untuk merebut hatinya terbuka dan mudah untuk saya? Tentu saja tidak, saya harus berjuang meraih simpati, membangun kepercayaan, dan akhirnya harus menang dengan kerendahan hati. Berbagai cara saya coba, dan akhirnya usaha saya mulai membuahkan hasil. Perjuangan saya untuk merebut hatinya sangat berliku, begitu banyak kemustahilan yang harus saya patahkan.

Ada satu hal yang mengunci keyakinan saya, bahwa ia diciptakan memang dipersiapkan untuk saya persunting menjadi permaisuri saya. Keyakinan itu saya jadikan azimat. Saya tak pernah muncur setapakpun.

Alhamdulillah, Tuhan mengabulkan doa dan usaha saya. Cinta sejati tak pernah bisa dimanipulasi, jodoh tak bisa ditukar. Saya sangat yakin, ia adalah pasangan sejati dan abadi saya.

Yang paling tau tingkat getaran yang saya rasakan, tentu hanya saya. Lagu lagu cinta yang lahir setelah itu, kebanyakan saya peruntukkan baginya, mempunyai tingkat kedalaman yang sangat tinggi, meskipun tentu saja dengan ukuran subjektif, karena hanya sayalah yang merasakan dan mengalaminya. Saya tidak peduli penilaian orang lain, bagi saya karya yang lahir dari ketulusan hati, maka pada saatnya akan sanggup menembus relung hati.

Dan akhirnya saya mampu membuktikan, bahwa ia memang sudah ditakdirkan untuk menjadi kekasih jiwa saya.

Sekarang ia telah menjadi pendamping hidup saya dalam suka dan duka selama 31 tahun lebih. Setiap pagi, saya selalu mencium keningnya untuk memperbaharui kekuatan cinta, dan Insya Allah akan terus berlanjut sampai akhir hayat kami.

Mungkin ada yang berpendapat bahwa saya terlalu memuja istri saya tercinta, tetapi kenapa tidak? Bukankah ia telah menemani saya selama 31 tahun lebih. Ia berikan cinta kasih yang tulus, melahirkan anak anak yang baik, mengasuh, mendidik dan mengayomi mereka sampai dewasa. Ia selalu dan ada setiap saya memerlukan, saat tekanan datang, ia sigap menjadi tameng bagi saya dan anak anak. Rasanya sangatlah wajar apabila saya meletakkan istri sebagai belahan jiwa, menerima kelebihan dan kekurangannya.

Lagu lagu cinta yang saya rekams ekarang, adalah sebagian dari lagu lagu yang selama ini saya simpan, tentu atas kesepakatan kami berdua. Beberapa lagu, sudah ada yang saya rekam dalam album album sebelumnya. Sebagian yang lain, kami anggap sebagai lagu yang punya nilai historis sangat pribadi. Saya hanya menyanyikan dihadapan istri tercinta dengan tujuan menyegarkan kembali rasa yang memudar, memperbaharui sel sel kasih sayang, dan akhirnya semakin memperkuat ikatan cinta kami.

Belakangan ini mulai terfikir, mengapa tidak kita coba memperdengarkan lagu lagu tadi ke hadapan para penikmat karya karya saya?

Rasanya sudah saatnya, kami berbagi.

Ide awal untuk merekan datang dari istri tercinta. Akhirnya kami sependapat, bahwa dengan merekam lagu lagu cinta kami, tak ada siapapun yang dirugikan, bahkan mungkin, ada manfaat yang bisa dipetik dari kisah perjalanan cinta sejati kami.

Album ini adalah doa.
Album ini adalah sanjungan dan pujian dalam nyanyian
Album ini adalah serenade
 
Inilah album persembahan dari saya untuk Istri tercinta atas kesetiaan, pengorbanan, kasih sayang, serta ujud dari betapa perjalanan cinta yang tulus, telah membentuk kami menjadi keluarga bahagia. Dan bahwa cinta sejati tak mungkin bisa dikelabui, tak mungkin dibendung oleh apapun, siapapun dan sampai kapanpun.

Meskipun album ini, awalnya sangat personal, tetapi ditengah perjalanan, saya mendapat dukungan dari para apresiator pemelihara karya karya saya, sehingga saya memutuskan untuk berbagi, barangkali ada yang bisa dipetik, dari kisah perjalanan kasih sayang saya dengan istri tercinta, mungkin ada serpihan nilai nilai yang bermanfaat, dan bisa dijadikan panduan, teutama untuk anak anak kami tersayang.

Atau setidaknya dengan berbagi, kami bisa memohon doa agar perjalanan cinta kami sampai di penghujung usia, bahkan sampai di akhirat kelak.

Selain lagu lagu cinta, ada beberapa lagu lain yang merupakan pengejawantahan falsafah sederhana nilai nilai keikhlasan dan kebersamaan serta perjalanan ruhani mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Pelajaran kecil ini sebenarnya lebih ingin saya tuturkan untuk anak anak saya.

Akhirnya saya merasa lega dan sangat bahagia, atas dukungan semua fihak, seluruh proses berjalan dengan lancar.

...... 
Terima kasih untuk anak anak yang sangat membanggakan, Abie selaku produser, Yayas yang bermain piano di beberapa lagu. Adera dan Dega yang selalu bertukar fikiran, memberi masukan berharga sesuai dengan kapasitas masing masing. 
 
Terima kasih untuk seluruh musisi yang terlibat dalam pengerjaan album ini. 
 
Terima kasih untuk para sahabat yang tergabung dalam komunitas apresiator karya karya saya, keberadaan komunitas apresiator telah mendorong saya untuk terus berkarya. 
 
Semoga album ini layak dimiliki dan menjadi koleksi yang bernilai untuk para apresiator atau siapapun juga yang memiliki keyakinan bahwa cinta sejati tak akan pudar meskipun digilas waktu..

Jakarta, 04 November 2013
 
Ebiet G. Ade
 
..... 
Terima kasih untuk Istri tercinta, atas ide dan dengan kekuatan cinta, selalu berdoa, mendampingi dengan kesetiaan tak terbatas, kritik yang konstruktif dan terus menerus mendorong terwujudnya album ini.
.....


Salam....

Monday, May 16, 2016

KPJ (berbagai versi rilisan) - Iwan Fals, Anto Baret Dkk (1986)

KPJ (berbagai versi rilisan) - Iwan Fals, Anto Baret Dkk (1986)

Kali ini mencoba mengulas tentang project kerja sama antara album Iwan Fals bersama teman teman KPJ dengan Anto Baret sebagai ketuanya. Album ini dirilis pada penghujung tahun 1985 hingga awal 1986 setelah album Ethiopia. Walaupun sebenarnya sudah banyak yang membahas album ini, setidaknya admin mencoba membahas dari sudut berbeda agar semarak. Nuansa musik balada dengan corak country sangat terasa, kehidupan 'grass root' masyarakat kecil menjadi fokus utama, potret tentang jalanan, perjuangan pengamen, tentang polusi, kegamangan pemuda, cerita cinta kaum jelata, juga cerita pilu keresahan seorang istri yang bersuami seorang bromocorah (penjahat, preman atau orang yang berprofesi di dunia hitam, dan saat itu tengah hangat hangatnya pemerintah membasmi para bromocorah), cinta anak muda yang resah menatap hari depan karena ketidak pastian hidup, penari jalanan yang digilas modernitas dan banyak lagi lainnya.

Musik dan lirik dalam album ini sangat greget, sangat mewakili suara arus bawah, meskipun diracik oleh orang orang yang notabene adalah pengamen jalanan, yang terkadang masih dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Skill mereka sangat mumpuni, terasah oleh kerasnya jalanan dan kuatnya tekad, terbukti lagu lagu di album ini masih relevan untuk dinikmati hingga saat ini, lirik didalamnya masih sangat aktual, bagaimana lagu Kembang Pete yang masih berusaha bercanda disaat hidup terasa getir, sedikit menyentil tentang ongkos biaya berobat ke dokter yang selangit, saat ini setelah berpuluh tahun berlalupun masih tetap begitu, biayanya menyentuh bukan hanya selangit tetapi hingga langit ketujuh, begitulah perumpamaanya.

Ada satu nama disini yang tidak tercantum pada cover yaitu Riana, penyanyi wanita yang ikut membantu bernyanyi di beberapa lagu, juga backing vocal, dan beberapa kelompok KPJ ikut serta sebagai backing vocal, kelemahan cover album pada zaman tersebut kebanyakan memang seperti ini, tidak detail dalam menyebutkan tim yang mendukung proses sebuah album. Selain nama tersebut, album ini secara paripurna dikerjakan oleh Iwan Fals, Herry Lintauw, Anto Baret, Swartato dan Eko Partiteur. Satu lagu di album ini yaitu lagu Penari Jalanan merupakan lagu yang diciptakan oleh Sawung Jabo dan dinyanyikan oleh Herry Lintauw. Dalam album ini Iwan Fals hanya bernyanyi secara penuh ditiga lagu saja dan selebihnya ikut sebagai pendukung belakang, sebagai backing vocal dan bermain gitar.

Pada perkembangan selanjutnya, album ini mengalami beberapa kali ganti cover, tercatat ada tiga kali rilisan yang sangat berbeda bentuknya, antara lain KPJ Merah (sebut saja begitu karena warnanya merah), KPJ Orange (karena warnanya orange) dan KPJ versi sekarang yang banyak beredar. Dari tiga versi edaran tersebut terdapat banyak perbedaan, KPJ Merah dan KPJ Orange masih menampilkan kata sambutan prolog pada covernya. sedangkan KPJ versi sekarang baik box maupun kemasan mika yang di mulai dari era 1990 awal sudah tidak lagi mencantumkan kata pembuka tersebut pada covernya, dan mengalami pemangkasan cover.

Rilisan versi sekarang ini yang paling mudah di temukan, menampilkan nama dan gambar Iwan Fals di cover lebih besar dari pada personil yang lain sebagai daya tarik pembeli, strategi pemasaran untuk mendongkrak angka penjualan album. Foto Iwan Fals untuk versi KPJ Box diambil dari foto satu session untuk cover album Sugali dengan Judo Salmun sebagai fotograpernya. Pada banyak versi rilisan ini, lagu lagu didalamnya sama saja, hanya berubah letak pada setiap versi rilisan. Untuk penata grafis pada masing masing desain ini sayangnya tidak mencantumkan nama pembuatnya, kecuali versi KPJ Orange edaran 1998, di kerjakan oleh Arie Musica yang saat itu juga mengerjakan desain untuk reissue album Frustrasi dan Belum Ada Judul. sehingga total untuk project reissue ini Arie Musica mendapatkan orderan tiga cover dari lima project yang di gagas, termasuk album Orang Gila dan Trahlor yang di kerjakan oleh desainer lain.

Rilisan Pertama 1986 (KPJ Merah)
......................
Album: KPJ Merah
Artist: Iwan Fals Dkk
Kode: MSC 7529
Label: Musica Studio's
Tahun: 1986
Harga (saat rilis): -





.........
Prolog:

Pada hakekatnya kami memang ada, meski terkadang sulit untuk diterima, lantaran keberadaan kami tak secantik musisi lainnya,
Tak apa,
Jelasnya kami akan terus berusaha hadir serta memberi arti dalam telatah musik Indonesia.
Hanya ini yang bisa kami beri, nyanyian-nyanyian yang mengangkat problematik kehidupan sekitar.
Semoga kehadiran kami tidak sia-sia

Salam
Jabat erat dari kami

KELOMPOK PENYANYI JALANAN
.....
Herry Lintauw
Anto Baret
Swartato
Eko Partiteur
Iwan Fals

....
Tracklist:

Side A
01 Serenade
02 Kupaksa Untuk Melangkah
03 Penari Jalanan
04 Warijem & Tukiman
05 Dua Menit Sepuluh Detik

Side B
01 Kembang Pete
02 Krisis Pemuda
03 Sumbang
04 Senandung Istri Bromocorah
05 Kaum Urbanis

Rilisan 1998 (KPJ Orange)
......................
Album: KPJ Orange
Artist: Iwan Fals Dkk
Kode: MSC 8259
Label: Musica Studio's
Tahun: 1998
Harga (saat rilis): 13.000,-





Pada album ini untuk cover dirombak ulang dengan menggabungkan unsur dari KPJ Box dan KPJ Merah, diantaranya foto Iwan Fals diambil dari KPJ versi Box dan foto pada bagian cover dalam diambil dari KPJ Merah, rancangan grafis di kerjakan oleh Arie Musica. Prolog pada versi KPJ Merah juga kembali dituliskan disini. Susunan lagunya untuk versi orange ini sedikit dirubah urutan letak lagunya.

............
Tracklist:

Side A
01 Sumbang
02 Krisis Pemuda
03 Kupaksa Untuk Melangkah
04 Serenade
05 Kaum Urbanis

Side B
01 Kembang Pete
02 Senandung Istri Bromocorah
03 Warijem dan Tukiman
04 Penari Jalanan
05 Dua Menit Sepuluh Detik 

Rilisan 1990an (KPJ versi box)
......................
Album: KPJ versi box
Artist: Iwan Fals Dkk
Kode: MSC 7662
Label: Musica Studio's
Tahun: 1990
Harga (saat rilis): 3.250,-





Sebenarnya untuk rilisan versi box ini banyak versi edaran yang ada, ia dirilis sejak tahun 1990 sampai 2000, dengan tanda yang bisa dilihat dari kode return pada sisi samping kaset. Edaran ini sangat banyak, admin hanya mempunyai dua versi saja dengan kode return disampingnya 12/92 (rilisan 1991) dan 4/01 (rilisan tahun 2000).

...........
Tracklist:

Side A
01 Kembang Pete
02 Kupaksa Untuk Melangkah
03 Senandung Istri Bromocorah
04 Kaum Urbanis
05 Krisis Pemuda

Side B
01 Serenade
02 Sumbang
03 Warijem & Tukiman
04 Penari Jalanan
05 Dua Menit Sepuluh Detik 

Rilisan 2000an (KPJ versi mika)
......................
Album: KPJ versi mika
Artist: Iwan Fals Dkk
Kode: MSC 8628
Label: Musica Studio's
Tahun: 2003
Harga (saat rilis): 12.000,-





Album versi mika ini boleh dikatakan versi yang terbaru, pertama kali dirilis yang juga kebetulan admin beli adalah tahun 2003 dengan kode return 12/04, kemudian yang admin punyai selanjutnya adalah rilisan 2004 dengan kode return 12/05. Sepertinya sampai era kaset habis pada tahun 2013 versi kaset dari album KPJ ini masih terus diproduksi dan dapat ditandai lewat kode return tersebut. Versi ini merupakan kloningan dari KPJ versi box tanpa perubahan yang berarti. Untuk tracklistnya sama dengan yang versi box.

...........
Tracklist:

Side A
01 Kembang Pete
     cipt. Mansur Cherbon/ Iwan Fals/ Anto Baret
02 Kupaksa Untuk Melangkah
     cipt. Anto Baret/ Iwan Fals
03 Senandung Istri Bromocorah
     cipt. Anto Baret
04 Kaum Urbanis
     cipt. Yoyik Lembayung/ Athoq Klobot
05 Krisis Pemuda
     cipt. Anto Baret

Side B
01 Serenade
     Cipt. Antoq Klobot/ Yoyik Lembayung
02 Sumbang
     cipt. Anto Baret/ Iwan Fals
03 Warijem & Tukiman
     cipt. Anto Baret/ Yoyik Lembayung
04 Penari Jalanan
     cipt. Sawung Jabo
05 Dua Menit Sepuluh Detik
     cipt. Iwan Fals


Salam....

Friday, April 7, 2017

Wajib Belajar - Ritta Rubby Adiwidjaja (1985)

Wajib Belajar - Ritta Rubby Adiwidjaja (1985)

Album: Wajib Belajar (Duo Minat)
Artist: Ritta Rubby Adiwidjaja
Kode: MSC 7439
Label: Musica Studio's
Tahun: 1985
Harga (saat rilis): -

Dari sekitar 10 album yang telah di rilis oleh RRH ini, admin baru mempunyai tiga saja, semoga saja di lain waktu bisa ditambah, salah satunya adalah album Wajib Belajar (Duo Minat) ini. Itupun di karenakan karena adanya musisi favorit ikut serta dalam proses penggarapan album didalamnya, Di album ini Iwan Fals bukan hanya sekedar menciptakan lagu tetapi juga ikut bernyanyi pada lagu Serenade ciptaan Remy Sylado yang terletak pada side B urutan lagu terakhir.

Jika di lihat dalam cover albumnya tak ada keterangan apapun tentang keikut sertaan Iwan Fals bernyanyi, hanya ada ucapan terima kasih dalam salam prakata. Mungkin saja ini adalah surprise, sebuah kejutan yang tak di duga. Disinipun Iwan Fals tidak secara gamblang memberikan identitasnya dalam lagu, pada lagu Sebelum Bobo dan Kusut tertulis ciptaan Galang, nama anaknya.

Penata musik untuk album ini masih di pegang oleh Willy Soemantri dengan beberapa nama besar di belakangnya seperti Dodo Zakaria, Suryati Supilin, Yap Chie Kian, Edo Braseros orang yang sering membantu dalam penggarapan album Iwan Fals, Ebiet G. Ade, Franky & Jane dan penyanyi beken lainnya.

Berharap saja album seperti ini di rilis ulang dalam bentuk CD dan di mastering ulang selayaknya. Apalagi untuk album ini tergolong sedikit langka dan harganya juga agak melambung, sehingga tidak semua orang bisa memilikinya. Saya pribadi pun hanya mempunyai yang seperti ini, cover sedikit menyedihkan dengan grepes di sana sini. Untung saja kualitas kasetnya masih prima, audio yang di hasilkan tetap mantap hingga saat ini.




..................
Hatur Nuhun:
Ayah, Ibu Tercinta, Kakak-kakak Tersayang, Mas Willy Cs, Oom Roesmin, Ceu Dinni,  Kang Iwan & Istri, Mas Remy & Istri, Iwan Fals & Yos, Kang Dede, Mbak Uus, Oom & Tante Teri Supena, Oom & Tante Soleh, Oom & Tante Dudi Effendy, Oom & Tante Memen, Bapak & Ibu Kurniadi, Non 'Ntry,
Serta Sahabat-sahabat lain.
Semoga Tuhan membalas kebaikan Anda semua

Wassalam

ttd
Ritta Rubby Adiwidjaja

.........
Pendukung Musik:
Willy Soemantri - Music Director, 6 + 12 Akustik & Electric Guitar, Mandolin, Percusi
Dodo Zakaria - Piano, Keyboard
Sofyan Aldin - Bass
Norman - Drum
Zulkifli - Cello
Yudianto - Block Flute
Suryati Supilin - Violin
Yap Chie Kian - Violin
Edo Braseros - Violin
Didik Sunarno - Flute
Rifa, Vina, Dea, Henny, Sonya, Yadi, Rinna - Koor Anak anak
Uus Hartland - Sebagai Ibu Guru Pada ''Dua Minat''
Nainggolan Sister -  Koor pada lagu ''Anak Tarzan & Siapa Dia''
Robby Lea, Martin M, Minggus M, Coor T - Koor pada lagu ''Sebelum Bobo & Lagu Buat Prajurit''
Roesmin - Penata Suara

...........
Tracklist:

Side A
01 Wajib Belajar (Dua Minat)
     cipt. Jan Hartland & DS Dukat
02 Sebelum Bobo
     cipt. Willy/ Ritta/ Galang
03 Siapa Dia
     cipt. Dede Harris
04 Pesan & Doa
     cipt. Denny A./ Ritta R.
05 Anak Tarzan
     cipt. Wandy & Iwan Abdurahman

Side B
01 Wanita
     cipt. Dinnie Hera S.
02 Kusut
     cipt. Denny A/ Galang
03 Lagu Buat Prajurit
     cipt. Iwan Abdurahman
04 Lagu Senin Pagi
     cipt. Jan Hartland/ Ritta R.
05 Serenade
     cipt. Remy Sylado


Salam...

Friday, October 29, 2021

Album 'Nyanyian Sawah' - Ritta Rubby Hartland (Musica Studio's 1982)

Album 'Nyanyian Sawah' - Ritta Rubby Hartland (Musica Studio's 1982)
 
Album: Nyanyian Sawah
Artist: Ritta Rubby Hartland
Kode: 7233
Label: Musica Studio's
Tahun: 1982
Harga (saat rilis): -
 
Jujur saja, awal mula admin mengenali nama Ritta Rubby Hartland adalah ketika ia berkolaborasi dengan Iwan Fals menyanyikan lagu Serenade karya dari Remy Sylado dalam album Duo Minat atau Wajib Belajar 1985, sekitar awal 2007 saat mula membuat blog di platform legendaris Multiply yang telah gulung tikar pada akhir tahun 2012 silam. Berbekal platform blog separuh media sosial tersebut, admin banyak mengetahui berbagai info tentang album dan cerita lainnya baik tentang musisi kesukaan seperti Iwan Fals, Ebiet G. Ade, maupun musisi lainnya yang baru admin tahu keberadaannya. Banyak sekali ilmu berharga yang bisa diambil oleh admin yang merupakan anak pendatang baru saat itu, karena sangat banyak orang hebat yang tak segan berbagi dalam suasana komunitas guyub dan intens, jika tidak ada Multiply blog admin ini mungkin tidak akan pernah ada.
 
Album ini sendiri merupakan album ketiga dirilis tahun 1982, dengan tema besar yang diangkat yaitu tentang urbanisasi, perpindahan dari desa menuju kota, kemilau kota menyihir banyak orang untuk berduyun duyun datang, dalam lagu Nyanyian Sawah ini yang berisi lirik kerinduan yang dibawakan bergantian antara Ritta Rubby Hartland dan Puput Novel kecil, selaku ibu dan anak yang mengharapkan kembalinya ayah tercinta dari kota untuk kembali ke kampung halaman dan bersama menggarap ladang dan sawah yang terbengkalai, berkumpul bersama, meski hidup sederhana adalah harta yang tak ternilai. Lagu yang telah lama digaungkan namun hingga sekarang masih tetap faktual dengan kenyataan yang ada.

Selain lagu Nyanyian Sawah yang menjadi tema utama, album ini penuh dengan pesan pesan bagus, banyak sisi kehidupan dibahas, tentang alam dan sosial, ketuhanan, cinta kepada orang tua, sedikit menyentil dalam lagu Sandiwara Badut Intelektual, juga tak segan bercerita lucu tentang tokoh Toeti Soemitro yang cantik namun tidak mau sekolah, semuanya semakin terasa spesial karena dibawakan dengan gagahnya lewat suara seorang wanita yang tidak ragu bernyanyi sumbang tentang kenyataan. Aransemen musiknya sendiri digarap oleh Willy Soemantri, musisi yang banyak mengaransir mayoritas album album Ritta Rubby Hartland terutama pada era periode awal. Hetty Koes Endang dalam album ini juga ikut menjadi backing vocal khusus pada lagu Doa Dalam Tembang.

Hingga saat ini album ini belum pernah sekalipun dirilis ulang, terutama dalam bentuk CD, baik kompilasi maupun album asli secara utuh. Saat ini tipis kemungkinan untuk mengharapkan album ini dirilis dalam bentuk CD, tetapi besar kemungkinan dalam bentuk vinyl atau format piringan hitam yang saat ini tengah menjadi tren. Meski kecil kemungkinan dirilis CD, yang sedikit melegakan adalah pada platform digital streaming mayoritas lagu klasik RRH telah ada disana secara lengkap termasuk album ini dengan sound yang bagus.




 
......................
Nyanyian Sawah 1982
Ritta Rubby Hartland
 
Pendukung Musik Ritta Rubby Hartland vol. III:
Willy Soemantri - Music Director/ 6 + 12 Accoustic & Electric Guitar
Amir Katamsi - String Arrangement
Indra Rivai - Piano/ Rhodes 88 STR/ Minimog/ Solina
Sofyan Aldin - Electric Bass Guitar
Norman - Drums
Luluk Purwanto - Biola Solo
Cok Rampal - Banjo/ Mandolin
Yudianto - Hoboe/ Block Flute
Imran M. Hassan - Tenor Sax.
Suriati Supilin - Violins
Yap Chi Kian - Violins
Edo Braseros - Violins
Fauzan - Viola
Zulkifli - Cello
M. Farris - Acordion
Yan Hartland - Harmonica/ Male Vocal
Yana - Backing Vocal
Rusmin - Rec & Mix Engineer
 
Terima kasih kepada Hetty Koes Endang untuk backing vocal - lagu 'Doa Dalam Tembang'

....
Tracklist KASET:
 
Side A
01 Nyanyian Sawah
     cipt. Jan Hartland
     vocal - Ritta Rubby Hartland & Puput Novel
02 Dialog Suami Istri
     cipt. Jan Hartland
     vocal - Ritta Rubby Hartland & Jan Hartland
03 Bandungku Sayang Bandungku Malang
     cipt. Jan Hartland
     vocal - Ritta Rubby Hartland
04 Doa Dalam Tembang
     cipt. Ritta Rubby Hartland
     vocal - Ritta Rubby Hartland
     backing vocal - Hetty Koes Endang
05 Sandiwara Badut Intelektual
     cipt. Jan Hartland/ Yanna Martha
     vocal - Ritta Rubby Hartland
 
Side B
01 Senandung Putus Cinta
     cipt. Jan Hartland
     vocal - Ritta Rubby Hartland
02 Satukan Rohmu Dengan Rohku
     cipt. Yanna Martha
     vocal - Ritta Rubby Hartland
03 Toeti Soemitro
     cipt. Dona Zila
     vocal - Ritta Rubby Hartland
04 Pinta Pada Tuhan
     cipt. Denny Hartland
     vocal - Ritta Rubby Hartland
05 Surat Buat Sahabat
     cipt. Jan Hartland
     vocal - Ritta Rubby Harland
 
 
Salam...