Sunday, January 25, 2015

Serenade (versi Deluxe Edition) - Ebiet G. Ade (EGA Productions 2013)

Serenade (versi Deluxe Edition) - Ebiet G. Ade (EGA Productions 2013)

Album: Serenade
Artist: Ebiet G. Ade 
Kode Nomor Seri: #01166 (untuk setiap album berbeda)
Label: EGA Productions
Tahun: 2013
Harga (saat rilis): Istimewa

Album dari sang maestro Ebiet G. Ade setelah lama tak merilis album sejak tahun 2008, berjudul Serenade yang jika kita coba artikan bermakna ''Musik untuk seseorang yang spesial, melodi lembut dan lirik puitis, romantis'', tentu disini yang spesial yang di maksud adalah istri beliau tercinta Yayu Sugianto dan album ini memang di tujukan khusus sebagai hadiah teruntuk istri tercinta. Pada perkembangan selanjutnya, album ini yang awalnya merupakan album privat akhirnya dirilis juga dengan dorongan dari berbagai pihak termasuk istri dan anak tercinta. Tujuannya tak lain agar semangat positif tersebut bisa tersebar ke seluruh penggemar kemudian sama sama memetik banyak makna yang terkandung di dalamnya, seperti yang tercantum didalam prakata album ini oleh Ebiet G. Ade sendiri ''Meskipun album ini awalnya sangat personal, tetapi ditengah perjalanan, saya mendapat dukungan dari para apresiator pemelihara karya karya saya, sehingga saya memutuskan untuk berbagi, barangkali ada yang bisa dipetik dari kisah perjalanan kasih sayang saya dengan istri tercinta, mungkin ada serpihan nilai nilai yang bermanfaat dan bisa di jadikan panduan, terutama untuk anak anak kami tersayang''. Album yang sangat layak di koleksi, kita layak menyambutnya dengan gembira dan album versi deluxe edition ini dicetak sangat terbatas oleh label EGA Productions dan album ini belum beredar di store manapun. Ini merupakan album indie yang dijual dengan sistem direct, untuk mendapatkannya dipersilahkan untuk memesan kepada manajemen langsung.

Album ini liriknya diciptakan dalam rentang waktu yang beragam, ada yang dari tahun 1979, sepertinya ini merupakan stok lagu lama yang belum sempat dirilis, kemudian 1981, 1984, 1997 sampai dengan periode sekarang. Dialbum ini ada juga beberapa lagu yang dahulu sempat dinyanyikan ketika perform live dan belum sempat dialbumkan, seperti Bila Kita Iklhas, Tuhan Tak Pernah Henti dan Tanah Air Mata, kali ini dihadirkan kembali dengan aransemen baru yang lebih fresh. Kemasan album dibuat sangat spesial seperti sebuah buku tebal, memiliki kesan exclusive, di dalamnya terdapat booklet berisi cerita dibalik album, teks lagu, credit title, foto foto Ebiet G. Ade terbaru, memiliki nomer seri unik pada setiap rilisannya dan satu hal yang paling menarik adalah adanya tanda tangan asli yang dibuat oleh Ebiet G. Ade pada bagian dalam cover album ini.
 
Pengerjaan album ini sebenarnya memakan waktu yang cukup lama, terutama pada materi dasar lagu kemudian baru memasuki proses finishing secara detail pada tahun 2012 hingga 2013. Banyak pihak membantu dalam project ini, seperti teman lama beliau Ir. Purwacaraka yang ikut membantu dalam aransemen musik, aransemen orkestrasi, piano dan keyboard pada lagu Serenade, Bila Kita Ikhlas dan Disudut RumahMu. Kemudian ada nama Hendri Lamiri yang berkontribusi dalam mengaransir dan memainkan solo violin pada setiap lagu didalam album ini. Putri Ebiet G. Ade bernama Byatriasa Pakarti Linuwih juga ikut membantu dengan memainkan keyboardnya pada lagu Maka Rekatlah Cinta Kita dan Tanah Air Mata. Andre Dinuth yang merupakan gitaris The Bakuucakar juga memegang peranan penting dalam album ini, ia mengaransir musik, bermain gitar listrik, gitar akustik, piano, keyboard dan synthesizer pada lagu Engkaulah Yang Merebut Hatiku, Gemuruh Deburan Ombak - Cintaku Hanya Untukmu dan Tuhan Tak Pernah Henti. Nama nama tersebut belum termasuk musisi pendukung lainnya yang tercantum berderet panjang pada bagian back cover album. Sementara posisi eksekutif produser dan produser album dipegang oleh anak tertuanya bernama Abietyasakti Ksatria Kinasih.

Total dalam album ini ada delapan lagu yang dikerjakan secara matang dan penuh perhitungan oleh Ebiet G. Ade. Saat proses pengerjaan album mendekati akhir, Ebiet G. Ade memutuskan untuk memasukkan lagu baru yang ditujukan khusus kepada para penggemar, penikmat dan pemerhati karya karya beliau selama ini terutama yang tergabung didalam grup MemBers EGA yang bermakna Membumi Bersama Ebiet G. Ade, harapannya lagu ini nantinya dapat dijadikan mars Members EGA, atau semacam lagu kebangsaan grup, lagu tersebut berjudul Menjadi Bara Kebersamaan. Tema lagu ini cukup unik yang membahas orang orang dari berbagai kalangan, atas bawah, kau dan aku, siapa saja, dan dari berbagai belahan dunia manapun namun merasa kuat ikatannya karena dipersatukan oleh hobi atau kesukaan yang sama terhadap lagu lagu Ebiet G. Ade, beliau menyanyikan lagu ini hanya diiringi oleh gitar akustik kesayangannya, hening namun terasa meriah. Lagu ini juga menjadi bonus istimewa dalam album ini, selain bonus tanda tangan asli dari beliau. Pada versi rilisan biasa nantinya album ini hanya berisi delapan lagu pokok saja tanpa memuat lagu  Menjadi Bara Kebersamaan ini lagi.


COVER LUAR:







PENAMPILAN COVER DALAM & BOOKLET:



(terdapat tanda tangan asli dan nomor seri)























............ 
EBIET G. ADE - SERENADE 2013
Produced & published by - EGA Productions
Executive producer/ producer - Abietyasakti K. K

Music arrangement, electric guitars, accoustic guitars, piano, keyboard and synth on '' ENGKAULAH YANG MEREBUT HATIKU, GEMURUH DEBURAN OMBAK - CINTAKU HANYA UNTUKMU and TUHAN TAK PERNAH HENTI'' Credited to - ANDRE DINUTH
String arranged by - ANDRE DINUTH & EBIET G. ADE
Bass - ADITHYA PRATAMA
Drums - AGUNG YUDHA ASMARA
Violin - ALVIN WITARSA, YOHANES HANDOKO PURNOMO
Viola - YACOBUS WIDODO SAKTI HANDOYO
Cello - DIMAWAN
All instrument recorded at - BLACKBEAT STUDIO (engineered by - ANGGI ANGGORO & YUSUF ALBANTANI)
All instrument recorded at - KAKA THE CAT STUDIO (engineered by - ANDRE DINUTH)

Music arrangement, strings arrangement, piano, keyboard and synth on ''SERENADE, BILA KITA IKHLAS, DISUDUT RUMAHMU'' Credited to - IR. PURWACARAKA
Drums - HENTRIESA YULMEDIA
Accoustic & electric guitars - YOES
Violins - YOHANES HANDOKO PURNOMO, DESSY SAPTANI PURI
Cello - DWIPA HANGGANA PRATALA
All instruments recorded at - PURWACARAKA STUDIO (engineered by - VANO)

Piano arrangement & performance on ''MAKA REKATLAH CINTA KITA, TANAH AIR MATA'' Credited to - BYATRIASA PAKARTI LINUWIH
Recorded at SGN Studio (engineered by - ABIETYASAKTI K. KINASIH)
All solo violin in this album arranged & performed by - HENDRI LAMIRI
Redecorate- BROTHERLAND STUDIO (engineered by - ANTHONY SUGIANTO PRAJOGO)
Vocal & accoustic guitar performed by - EBIET G. ADE
Recorded at - BROTHERLAND STUDIO (engineered by - ANTHONY SUGIANTO PRAJOGO)
All song mixed by - EKO SULISTYO at EG SUDIO
Album mastered by - KHO HOK LAIJ at BROTHERLAND STUDIO
Photos taken and enhanced by - ARTHA DAYU
Album cover design by - PRAMBUDI YOGA PERDANA (PERANCANG AKSARA.COM)

EGA PRODUCTIONS
Jln. Ciganjur Raya no. 1
Jakarta Selatan 12630
Telp. 021 7271086
Fax. 021 7863074
management@ebietgade.com

www.ebietgade.com

...........
Tracklist CD:
01  Serenade, Jakarta November 1979
Lagu ini lahir, beberapa waktu setelah saya merasakan sesuatu yang tidak biasa, ketika pertama kali bertemu di rumahnya. Saya yakin itulah pertama kalinya dalam hidup, saya jatuh cinta yang sesungguhnya.
 
02 Di Sudut RumahMu, November 2011
Disempurnakan pada November 2011
 
03 Engkau Yang Merebut Hatiku, Jakarta Februari 1981 
Lagu ini lahir, pada saat saya telah benar benar yakin, bahwa dialah satu satunya wanita yang telah merebut hati saya.
 
04 Bila Kita Ikhlas, Jakarta 1984
 
05 Seperti Deburan Ombak... Cintaku Untukmu, Jakarta, Mei 1980 
Lagu ini lahir, ketika saya mendadak berkunjung ke rumahnya, ia tengah bermain piano, sekilas ia tengadah menatap saya, maka seketika jiwa terasa terbang melayang.
 
06 Tuhan Tak Pernah Henti, Jakarta 1998 
 
07 Maka Rekatlah Cinta Kita, 4 Februari 2007 
Lagu ini lahir, pada saat ulang tahun pernikahan kami yang ke 25. Ritual pagi saya adalah mencium keningnya untuk memperbaharui sel sel cinta kasih kami.
 
08 Tanah Air Mata, Jakarta 1998 
 
09 Bonus track* Menjadi Bara Kebersamaan, Jakarta 2013
 

..................... 
Album Serenade ini di luncurkan pada malam pergantian tahun 2014 bertempat di Saung Angklung Udjo. Rekaman peluncuran album tersebut kemudian didokumentasikan dan dijadikan sebuah album DVD live berisi perform dari BIETcoustic, kawan kawan komunitas MemBers EGA, musik angklung Udjo, dan bagian yang paling dinantikan adalah peluncuran album dan penampilan sang maestro sebagai puncak acara.


 
.................
BERIKUT URAIAN PANJANG YANG DITULIS LANGSUNG OLEH SANG MAESTRO DALAM BOOKLET ALBUM INI:
...................
Siapapun yang sedang jatuh cinta, seluruh jiwa raga, akal fikiran serta logikanya mendadak lumpuh terbelenggu gundah gulana tak berdaya.
 
Apakah ini salah, atau merugikan? Tentu tergantung bagaimana kita meletakkan ketidakberdayaan karena jatuh cinta itu kedalam keranjang fikiran belahan negatif atau positif.
 
Seseorang bisa menjadi sangat produktif dan kreatif, karena hati dan jiwanya dipenuhi bunga bunga cinta yang bermekaran, serta diliputi perasaan berani dalam ketakutan, takut dalam keberanian. Atau bisa sebaliknya, merana berkepanjangan karena seluruh kekuatannya seperti dilucuti, meratap tak henti henti, karena hatinya luka menganga tak terobati
 
Pilihan itu sepenuhnya berada ditangan kita, dan tentu terserah garis keputusan Tuhan Yang Maha Bijaksana
 
Ebiet G. Ade
.....
 
Cinta & Gelora
 
Saya mencoba menuangkan penafsiran yang saya reka sendiri. Memang sangatlah subjektif, tetapi tak mengapa. Dalam urusan cinta, orang boleh, bahkan wajib punya tafsir masing masing. Kalau kita sepakat, juga tak mengapa, setidaknya ini menjadi tambahan koleksi makna.
 
....
Jatuh cinta adalah keadaan tertentu, dimana hati, rasa dan naluri bekerja secara mandiri dan tak terkendali. Nalar menjadi tumpul dan enggan bekerja, ia tak mau lagi bersandar pada logika serta akal, tak berhitung untung rugi, seperti buta dalam terang benderang, tuli dalam hingar bingar, membahagiakan, memabukkan, tetapi sekaligus bisa sangat menyakitkan. Dan masih banyak lagi rasa yang bisa menjadi indikasi seseorang sedang jatuh di peraduan cinta.
 
Siapapun yang sedang jatuh cinta, seluruh jiwa raga, akal fikiran serta logikanya mendadak lumpuh terbelenggu, gundah gulana tak berdaya.
 
Apakah ini salah, atau merugikan? tentu tergantung bagaimana kita meletakkan ketidak berdayaan karena jatuh cinta itu, kedalam keranjang fikiran belahan negatif atau positif.
 
Seseorang bisa menjadi sangat produktif dan kreatif karena hati dan jiwanya dipenuhi bunga bunga cinta yang bermekaran, serta diliputi perasaan berani dalam ketakutan, takut dalam keberanian. Atau  bisa sebaliknya, merana berkepanjangan karena seluruh kekuatannya seperti dilucuti, meratap tak henti henti, karena hatinya luka menganga tak terobati.
 
Pilihan itu sepenuhnya berada ditangan kita, dan tentu terserah garis keputusan Tuhan Yang Maha Bijaksana
 
....
Saya ingin berbagi cerita.
 
Hanya satu kali dalam hidup, ketika tiba tiba saja saya merasakan getaran dahsyat, yang sungguh sangat absurd. Perasaan itu meronta ronta, melambungkan, dan kemudian menenggelamkan saya kedalam samudera sukacita.
 
Ini adalah fase, yang kelak saya yakini sebagai proses alamiah, embrio menuju terbentuknya kesempurnaan kasih sayang dan cinta sejati.
 
Ketika itu,
bulan September tahun 1979
 
Saya bertemu untuk yang kedua kalinya, dengan seorang wanita cantik bernama Yayu Sugianto, saat itu saya berkunjung ke rumahnya di Jakarta. Pada pertemuan pertama, di Bandara Adisucipto Jogja, sebenarnya saya merasakan sesuatu yang menyentak, tetapi karena berlangsung singkat, dan nyaris tidak terjadi dialog maka moment itu lewat begitu saja, hanya menumbuhkan hasrat untuk kelak ingin bertemu kembali.
 
Baru pada perjumpaan yang kedua, sensadi luar biasa itu muncul. Perasaan itu begitu kuat, mengalir, menyeuak, merasuk tak bisa dibendung. Tiba tiba, saya merasa tak mampu mengendalikan diri, rapuh dan gelisah. Apakah ini yang dikatakan dan disebut sebagai jatuh cinta?
 
Lantas harus bagaimanakah saya bersikap? Menyatakan, menyembunyikan, menikmati diam diam? Sungguh, saya tak punya pengalaman apapun yang merujuk pada perasaan seperti ini. Celakanya, pada saat itu tak ada satupun aspek penguat, atau petunjuk yang mendukung kemungkinan, bahwa saya pantas menjadi kekasihnya, atau tanda tanda bahwa kelak ia akan bisa dan mungkin menjadi pendamping hidup saya.
 
Menurut saya, ia sama sekali tidak berada pada frekuensi getar yang sama dengan apa yang saya rasakan. Ia samasekali tidak ada di radius yang memungkinkan untuk meraihnya. Ia seperti jauh diluar jangkauan. Meskipun begitu, tak membuat saya berkecil hati, surut langkah, atau menyerah.
 
Memang akal saya berteriak teriak mengingatkan, bahwa ia terlalu jauh, sulit dan mustahi untuk direngkuh. Tetapi getaran itu begitu kuat, sehingga seolah olah gelombangnya mendorong keberanian dan nyali saya kepuncak, dan kekuatannya mampu menerjang dan mengalahkan apapun yang menghalangi.
 
Saya betul betul kehilangan daya. Saya tak mampu menyingkirkan barang sedetikpun, bayangan wajahnya, senyumnya, suaranya, keceriaan, serta seluruh gerak geriknya. Saya merasa berada dijurang, antara kebahagiaan dan kesedihan tak terkira.
 
Banyak lagu saya, yang bercerita tentang jatuh cinta. Tetapi saya hanya memahami dan mempelajari seluk beluknya melalui literatur, kisah orang lain, novel, cerpen, atau lewat imajinasi. Ketika saya mengalami sendiri, saya begitu takjub dan kehilangan kecerdasan naluriah. Tiba tiba saja, saya menjadi sangat bodoh dan gagap dalam urusan cinta.

Saya tidak mau salah langkah, tetapi dorongan hati tak mau menunggu. Lantas apakah jalan untuk merebut hatinya terbuka dan mudah untuk saya? Tentu saja tidak, saya harus berjuang meraih simpati, membangun kepercayaan, dan akhirnya harus menang dengan kerendahan hati. Berbagai cara saya coba, dan akhirnya usaha saya mulai membuahkan hasil. Perjuangan saya untuk merebut hatinya sangat berliku, begitu banyak kemustahilan yang harus saya patahkan.

Ada satu hal yang mengunci keyakinan saya, bahwa ia diciptakan memang dipersiapkan untuk saya persunting menjadi permaisuri saya. Keyakinan itu saya jadikan azimat. Saya tak pernah muncur setapakpun.

Alhamdulillah, Tuhan mengabulkan doa dan usaha saya. Cinta sejati tak pernah bisa dimanipulasi, jodoh tak bisa ditukar. Saya sangat yakin, ia adalah pasangan sejati dan abadi saya.

Yang paling tau tingkat getaran yang saya rasakan, tentu hanya saya. Lagu lagu cinta yang lahir setelah itu, kebanyakan saya peruntukkan baginya, mempunyai tingkat kedalaman yang sangat tinggi, meskipun tentu saja dengan ukuran subjektif, karena hanya sayalah yang merasakan dan mengalaminya. Saya tidak peduli penilaian orang lain, bagi saya karya yang lahir dari ketulusan hati, maka pada saatnya akan sanggup menembus relung hati.

Dan akhirnya saya mampu membuktikan, bahwa ia memang sudah ditakdirkan untuk menjadi kekasih jiwa saya.

Sekarang ia telah menjadi pendamping hidup saya dalam suka dan duka selama 31 tahun lebih. Setiap pagi, saya selalu mencium keningnya untuk memperbaharui kekuatan cinta, dan Insya Allah akan terus berlanjut sampai akhir hayat kami.

Mungkin ada yang berpendapat bahwa saya terlalu memuja istri saya tercinta, tetapi kenapa tidak? Bukankah ia telah menemani saya selama 31 tahun lebih. Ia berikan cinta kasih yang tulus, melahirkan anak anak yang baik, mengasuh, mendidik dan mengayomi mereka sampai dewasa. Ia selalu dan ada setiap saya memerlukan, saat tekanan datang, ia sigap menjadi tameng bagi saya dan anak anak. Rasanya sangatlah wajar apabila saya meletakkan istri sebagai belahan jiwa, menerima kelebihan dan kekurangannya.

Lagu lagu cinta yang saya rekams ekarang, adalah sebagian dari lagu lagu yang selama ini saya simpan, tentu atas kesepakatan kami berdua. Beberapa lagu, sudah ada yang saya rekam dalam album album sebelumnya. Sebagian yang lain, kami anggap sebagai lagu yang punya nilai historis sangat pribadi. Saya hanya menyanyikan dihadapan istri tercinta dengan tujuan menyegarkan kembali rasa yang memudar, memperbaharui sel sel kasih sayang, dan akhirnya semakin memperkuat ikatan cinta kami.

Belakangan ini mulai terfikir, mengapa tidak kita coba memperdengarkan lagu lagu tadi ke hadapan para penikmat karya karya saya?

Rasanya sudah saatnya, kami berbagi.

Ide awal untuk merekan datang dari istri tercinta. Akhirnya kami sependapat, bahwa dengan merekam lagu lagu cinta kami, tak ada siapapun yang dirugikan, bahkan mungkin, ada manfaat yang bisa dipetik dari kisah perjalanan cinta sejati kami.

Album ini adalah doa.
Album ini adalah sanjungan dan pujian dalam nyanyian
Album ini adalah serenade
 
Inilah album persembahan dari saya untuk Istri tercinta atas kesetiaan, pengorbanan, kasih sayang, serta ujud dari betapa perjalanan cinta yang tulus, telah membentuk kami menjadi keluarga bahagia. Dan bahwa cinta sejati tak mungkin bisa dikelabui, tak mungkin dibendung oleh apapun, siapapun dan sampai kapanpun.

Meskipun album ini, awalnya sangat personal, tetapi ditengah perjalanan, saya mendapat dukungan dari para apresiator pemelihara karya karya saya, sehingga saya memutuskan untuk berbagi, barangkali ada yang bisa dipetik, dari kisah perjalanan kasih sayang saya dengan istri tercinta, mungkin ada serpihan nilai nilai yang bermanfaat, dan bisa dijadikan panduan, teutama untuk anak anak kami tersayang.

Atau setidaknya dengan berbagi, kami bisa memohon doa agar perjalanan cinta kami sampai di penghujung usia, bahkan sampai di akhirat kelak.

Selain lagu lagu cinta, ada beberapa lagu lain yang merupakan pengejawantahan falsafah sederhana nilai nilai keikhlasan dan kebersamaan serta perjalanan ruhani mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Pelajaran kecil ini sebenarnya lebih ingin saya tuturkan untuk anak anak saya.

Akhirnya saya merasa lega dan sangat bahagia, atas dukungan semua fihak, seluruh proses berjalan dengan lancar.

...... 
Terima kasih untuk anak anak yang sangat membanggakan, Abie selaku produser, Yayas yang bermain piano di beberapa lagu. Adera dan Dega yang selalu bertukar fikiran, memberi masukan berharga sesuai dengan kapasitas masing masing. 
 
Terima kasih untuk seluruh musisi yang terlibat dalam pengerjaan album ini. 
 
Terima kasih untuk para sahabat yang tergabung dalam komunitas apresiator karya karya saya, keberadaan komunitas apresiator telah mendorong saya untuk terus berkarya. 
 
Semoga album ini layak dimiliki dan menjadi koleksi yang bernilai untuk para apresiator atau siapapun juga yang memiliki keyakinan bahwa cinta sejati tak akan pudar meskipun digilas waktu..

Jakarta, 04 November 2013
 
Ebiet G. Ade
 
..... 
Terima kasih untuk Istri tercinta, atas ide dan dengan kekuatan cinta, selalu berdoa, mendampingi dengan kesetiaan tak terbatas, kritik yang konstruktif dan terus menerus mendorong terwujudnya album ini.
.....


Salam....

2 comments:

Seluruh komentar pada blog ini akan di MODERASI untuk mengantisipasi kemungkinan komentar yang tidak sesuai dengan topik postingan, spam, kata kata kasar, ujaran kebencian dan semacamnya.

Salam..