Saturday, October 27, 2012

Ebiet G. Ade - Asean Pop Song Festival ke 2 (Untuk Anakku Tercinta)

Ebiet G. Ade - Asean Pop Song Festival ke 2 (Untuk Anakku Tercinta)

Album: Karya Cipta Lagu ASEAN POP SONG FESTIVAL ke.2
Artist: Varioust Artist
Kode: PA 1012
Label: Puspita Records
Tahun: 1983
Harga (saat rilis):tak tercantum

Album ini merupakan rangkuman seleksi lagu lagu yang akan dilombakan mewakili Indonesia pada ajang lomba bernyanyi pop tingkat Asean bertajuk Asean Pop Song Festival ke. 2 yang pada saat itu rutin digelar dan memasuki tahun kedua pada tahun 1983. Seperti yang tertera pada cover album ini, terdapat lima gambar bendera peserta yang akan berlomba memperebutkan tempat pertama dalam ajang bergengsi tingkat regional Asean ini, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura dan Philipina, sementara Brunei Darussalam dan Vietnam belum bergabung menjadi anggota Asean pada saat itu dan otomatis belum bisa mengikuti event tahunan ini

Untuk seleksi dalam negeri dan akan diutus ketingkat regional Asean, maka panitia memilih dari seluruh lagu yang masuk menjadi 10 lagu saja dengan tema Song Of Kalpataru, yang bermakna setiap lagu yang masuk harus bertema lingkungan hidup dan berciri khas Indonesia. Hasilnya adalah 10 lagu jagoan dari berbagai pencipta lagu dan penyanyi dengan tema beragam namun masih dalam konteks lingkungan hidup, ada Ebiet G. Ade dengan Untuk Anakku Tercinta, Anton Issudibyo dengan lagu lirik bahasa inggris Song Of Kalpataru, Minggus Tahitu dengan lagu berjudul Kasih, Barce Van Houten dengan lagu Kini T'lah Kumengerti, Is Haryanto dengan lagu Hati Seorang Wanita dan seterusnya.

Khusus untuk lagu yang diciptakan oleh Ebiet G. Ade berjudul Untuk Anakku Tercinta, merupakan lagu baru yang hanya terdapat dalam album ini dan masih bertemakan lingkungan hidup. Lagu ini bercerita tentang nasehat seorang ayah kepada anaknya agar selalu mencintai bangsa dan negaranya, menjaganya agar tetap lestari hingga kapanpun. Ada penggalan lirik ''...didusun ini mestinya bersemi, cintamu..'', bermakna bahwa hidup disebuah desa/ dusun dalam hal ini adalah tanah air tercinta, meski telah jauh kaki mengembara, selalu tanamkan dalam diri kecintaan terhadap tanah air dan bangsa. Sebuah pesan positif yang bisa kita ambil bersama agar selalu mencintai tanah tumpah darah yang menghidupi dan membesarkan kita dengan segenap jiwa.

Album ini hanya berisi daftar lagu dan hanya memuat tiga teks lirik lagu saja, sementara credit title yang paling penting seperti penata musik dan musisi pendukung tidak dicantumkan didalamnya, sehingga kita tidak bisa mengetahui lebih lanjut siapa saja yang ikut berkontribusi didalam album ini. Sebuah hal yang lumrah pada saat itu untuk tidak mencantumkan nama secara detail, namun menjadi masalah pada saat ini karena hal tersebut telah menjadi sejarah dan sangat sulit menemukan data untuk dijadikan cerita secara utuh.










...............
Tracklist:

Side A  
01 Untuk Anakku Tercinta cipt. Ebiet G. Ade voc. Ebiet G. Ade
02 Song of Kalpataru cipt. Anton Issudibyo voc. Grace Simon /Helbras Singers
03 Kasih cipt. Minggus Tahitu voc. Diana Nasution
04 Tegar Diri cipt. Hermawan voc. Rieke Andriati
05 Lembayung Bibir Senja cipt.Chaken M voc. Euis Dariah

Side B
01 Kini T’lah Ku Mengerti cipt. Barce Van Houten Voc. Eddy Silitonga
02 Hati Seorang Wanita cipt. Is Haryanto voc. Jatu Parmawati
03 Kau dan Aku cipt. Prass voc. Dian Anggaeni
04 Tembang Cinta Menjelang Fajar cipt. Pras voc. Hetty Koes Endang
05 Rumah yang Manis cipt. Elsa Siregar voc. Ully Siregar

Untuk Anakku Tercinta

Hening Sepi di sekelilingku 
Hanya terdengar nyanyian angin malam 
Betapa damai tinggal di dusun ini 
Mengalirlah segala getar cinta kasih 
Sesekali inginku ajak engkau datang 
Menikmati rembulan bersinar 
Bening Polos bola matamu 
Membasuh segala luka di dalam jiwa 
Engkau hadir bersama kesegaran 
Seperti salju turun di musim dingin 
Segera engkau dapat dengar nyanyian alam 
Di dusun ini semua indah tenteram 
Cintaku terhadap negeri ini 
Akanku turunkan padamu 
Semburat sinar merah keemasan
Gugusan senja dibatas cakrawala 
Marilah kutunjukkan agung tanah leluhur anakku 
Senyap Bagai dibasuh embun 
Musik pepohonan mengiringi istirah 
Marilah bersamaku pejamkan mata 
Mengembara hanya sekedar pertimbangan 
Kembali dan peluklah tanah pusakamu 
Di dusun ini mestinya bersemi cintamu 
Untuk anakku tercinta  

Salam.....

No comments:

Post a Comment

Seluruh komentar pada blog ini akan di MODERASI untuk mengantisipasi kemungkinan komentar yang tidak sesuai dengan topik postingan, spam, kata kata kasar, ujaran kebencian dan semacamnya.

Salam..