Album: Kantata Takwa Samsara (Pagelaran)
Artist: Setiawan Djody, Iwan Fals, Joki.S, Sawung Jabo, Donny Fatah, Innisisri, Doddy K, Totok Tewel, WS.Rendra, Bonar Sihombing, Tri B Suara, Jazed Yamin
Kode: HPM 0169
Label: AIRO, Musica Studio's & HP Record
Tahun: 1999
Harga (saat rilis): 13.000,-
Album ini adalah rilisan kedua dari album Kantata Takwa Samsara live Senayan 6 Juli 1998 yang dirilis oleh label AIRO Records, terbitan kedua ini di ganti covernya menjadi hitam dengan pagar berduri, semua album dari Kantata, Swami dan Mata Dewa di rilis ulang dengan cover yang seragam dibawah bendera Musica Studio's bekerja sama dengan AIRO dan HP Records. Nama judul albumnya juga dirubah menjadi Kantata Takwa Samsara (Pagelaran)
3 R (RAMAI, RUSUH dan RIBET) adalah kesan yang di dapat setelah mendengarkan album ini. Semua terkover disini, sepertinya konser semacam ini menjadi ajang pelepasan energi kegelisahan bagi para penontonnya dan menjadi tidak terbendung ketika jumlah penonton atau massa yang sangat banyak tersebut secara tak sengaja memantik percikan diantara mereka. Dengar saja bagaimana personel Kantata berusaha menenangkan massa yang mulai kehilangan kendali. Semua personil bersama sama mengerahkan kemampuan untuk mengingatkan penonton agar tetap tenang, disepanjang konser bisa kita menyimak bagaimana penonton sangat kebelet ingin lagu Bento segera dimainkan, dengan santainya Sawung Jabo sebagai pembawa acara cuek menjawab ''Bento, Bento, Bento lagi nungging.....'' Berikut beberapa capture perkataan para personil Kantata yang berusaha untuk memenangkan penonton:
Rendra: "Jangan bikin kacau......kalau mau kedamaian beri kedamaian, jaga Iwan Fals. jaga Sawung Jabo. jaga Setiawan Djody, jaga Kantata Takwa.... Jaga Reformasi damaiii....."
Jabo: "Muke gue lebih serem dari pada mukelo. Tapi kelakuan lo lebih serem dari pada kelakuan gue...."
''Eeiii.. jangan desek desekan, mentri-mentri desek-desekan nyari kursi, lo kaga usah, rakyat itu cinta damai aja..''
''Eeiii.. jangan desek desekan, mentri-mentri desek-desekan nyari kursi, lo kaga usah, rakyat itu cinta damai aja..''
Iwan Fals: "E ee...ee Itu turun tuh, ngga kuat, nanti jatoh, nanti ngga main musik lagi nanti..." Saat penonton mulai beringas menarik narik kabel dan menaiki speaker konser yang berdaya ribuan watt.
Yang lain juga ngomong: "Itu ngga kuat ei....!! kesetrum atau ni roboh...."
Banyak lagi kata kata lainnya, termasuk yang paling nyeleneh seperti ''Ngga jadi presiden ngga PATHEKEN...''
Namun dengan terpaksa pada lagu kesepuluh, rangkaian konser tidak bisa dilanjutkan dikarenakan suasana yang semakin tidak kondusif, seluruh personel Kantata kemudian dilarikan ke tempat yang aman. Tidak semua lagu yang telah direncanakan saat latihan bisa dimainkan saat itu, opsi memilih untuk tidak melanjutkan konser merupakan keputusan berat, jika diteruskan dikhawatirkan terjadi sesuatu yang tidak dikehendaki, karena jumlah massa yang sangat membludak dan semakin tidak terkendali.
Menyimak album ini, admin sangat merasakan seperti benar benar berada ditengah suasana konser yang penuh dengan lautan manusia, album yang admin rekomendasikan bagi mereka yang penasaran dengan kegagahan kelompok musik ini di era paruh 90an. Merinding rasanya mendengar gemuruh suara saat penonton bersama sama menyanyikan BONGKAR, BENTO atau Nyanyian Jiwa, ribuan suara itu terdengar menggema. Kelompok Kantata meskipun telah banyak melaksanakan konser megah, namun untuk rilisan resmi yang bisa kita dapatkan dalam sekeping kaset, hanya album ini saja. Semoga lain kali Airo Record selaku label yang menaungi kelompok legendaris ini berniat untuk merilis series konser Kantata lainnya yang juga tak kalah menarik seperti pagelaran fenomenal Kantata Takwa pertama kali di Std. GBK Jakarta pada tanggal 23 Juni 1990.
Menyimak album ini, admin sangat merasakan seperti benar benar berada ditengah suasana konser yang penuh dengan lautan manusia, album yang admin rekomendasikan bagi mereka yang penasaran dengan kegagahan kelompok musik ini di era paruh 90an. Merinding rasanya mendengar gemuruh suara saat penonton bersama sama menyanyikan BONGKAR, BENTO atau Nyanyian Jiwa, ribuan suara itu terdengar menggema. Kelompok Kantata meskipun telah banyak melaksanakan konser megah, namun untuk rilisan resmi yang bisa kita dapatkan dalam sekeping kaset, hanya album ini saja. Semoga lain kali Airo Record selaku label yang menaungi kelompok legendaris ini berniat untuk merilis series konser Kantata lainnya yang juga tak kalah menarik seperti pagelaran fenomenal Kantata Takwa pertama kali di Std. GBK Jakarta pada tanggal 23 Juni 1990.
.........
SETIAWAN DJODY - Lead guitar, accoustic guitar, vocal
IWAN FALS - Accoustic guitar, harmonika, vocal
JOKI S - Keyboad, vocal
SAWUNG JABO - Accoustic guitar, timpani, vocal
DONNY FATAH - Bass guitar
INNISISRI - Percussion, drum
TOTO TEWEL - Rhytm guitar
DODDY - Vocal
WS. RENDRA - Puisi/ lyric
Executive Producer - SETIAWAN DJODY
Production & distribution - PT. AIRO SWADAYA STUPA
Music director - JOKI S.
Live recording - PARKIR TIMUR SENAYAN
Record Equipment - PT. RAMA AGUNG MUSIC
Mixing - GIN'S STUDIO
Choir - BONAR SIHOMBING ''Tri B Suara''
Orchestra - JAZEED YAMIN 'String Ensemble'
Photography - DARWIS TRIADI, DAUS, JAWA POS
Cover design - SOLOLIKUI
Tracklist:
01. Samsara
02. Bongkar
03. Nocturno
04. Anjing Malam
05. Pangeran Brengsek
06. Balada Pengangguran
07. Kecoa Pembangunan (puisi oleh WS. Rendra)
08. Padamu Negeri
09. Bento
10. Asmaragama
Salam...




kerreeeeeeeeeeeeeen ....
ReplyDelete