Awalnya album ini merupakan rilisan label Jackson Records pada tahun 1980 DISINI, kemudian pada tahun 1986 label tersebut kolaps dan terpaksa tutup. Nasib katalog musik yang ada pada label tersebut sebagian dibeli oleh label Musica Studio's. Pada tahun 1993 label Musica Studio's memutuskan untuk pertama kalinya merilis ulang album album dari label Jackson Records ini, khusus Ebiet G. Ade sendiri album yang dirilis mulai dari volume 1 hingga volume 12 dalam format kaset dengan perubahan total pada desain covernya menjadi seragam bercorak putih DISINI. Awal tahun 2000 album tersebut kembali dirilis ulang untuk kedua kalinya, masih berbentuk sama dengan versi 1993 dengan penambahan cover selongsong luar untuk menampilkan kesan agar lebih klasik dan menarik. Tulisan pada selongsong luar pun ditambah dengan tulisan 'Limited Edition Digital Remastering' yang menandakan bahwa album ini telah mengalami remaster ulang untuk menghasilkan sound yang lebih baik daripada rilisan sebelumnya.
Perkembangan selanjutnya, pada tahun 2006 label Malaysia bernama Music Valley Sdn. Bhd. berminat untuk merilis 12 series album ini untuk area penjualan Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam, mengingat penggemar Ebiet G. Ade dinegara serumpun ini juga tak kalah banyaknya dibandingkan dinegeri sendiri. Dengan mengantongi izin dari pihak Musica Studio's, akhirnya album ini dirilis dan diedarkan dinegara jiran tersebut, hanya saja untuk rilisan label Malaysia ini sepertinya selangkah lebih maju daripada rilisan Indonesia, selain dirilis dalam format kaset ternyata album ini juga dirilis dalam format CD. Entah kenapa hal tersebut bisa terjadi, sementara didalam negeri album ini tidak pernah sekalipun dirilis dalam format CD, yang ada hanya format CD berisi kompilasi lagu lagu terbaik dan kebanyakan berisi lagu lagu yang sama pada setiap albumnya.
Kualitas CD Camellia 3 rilisan Music Valley ini juga tidak bisa dikatakan recehan, sebab sound yang dihasilkan juga lumayan jernih dan full hingga coda pada setiap lagunya. Meskipun begitu untuk mendapatkannya juga bukan hal yang mudah, mengingat di Malaysia juga banyak kolektor pemburu kaset, CD dan PH Ebiet G. Ade yang lebih fanatik daripada di Indonesia, apalagi album ini telah dirilis cukup lama yaitu pada tahun 2006 silam. Harapannya satu saja, untuk di negeri sendiri semoga label Musica Studio's yang memiliki master album ini berniat untuk merilisnya dalam format CD, boxset atau bentuk lainnya yang memudahkan penikmat musik Ebiet G. Ade ini mendapatkan seluruh lagu lagunya dengan kualitas baik. Pada akhir 2019 kemarin pihak Musica Studio's sudah mengawali dengan merilis format PH album Camellia 1, semoga saja tidak terhenti dan bisa berlanjut ke album Ebiet G. Ade lainnya.
Album ini sendiri berisi 10 lagu dengan banyak lagu hits didalamnya, selain Camellia 3 dan Elegi Esok Pagi yang menjadi hits besar, ada lagu bertema cinta lainnya seperti Sepucuk Surat Cinta, Ada Yang Tak Mampu Kulupa dan Untukmu Kekasih. Di album ini juga terdapat kelanjutan tema ketuhanan dalam lagu Hidup IV dan Saksikan Bahwa Sepi yang mencoba mencari makna hidup diantara keriuhan dan kesepian, lagunya sendiri sedikit bernuansa filosofis dan perlu pemaknaan mendalam.
Lagu Lolong sendiri merupakan lagu yang diciptakan Ebiet G. Ade dimasa pengembaraan saat singgah di Pekalongan dirumah sahabatnya bernama E.H. Kertanegara tahun 1976, jadi bukan lolong (melolong_red) melainkan Lolong nama sebuah daerah di Pekalongan yang memiliki pemandangan, wahana dan wisata alam yang mengagumkan. Ebiet G. Ade mencoba mencurahkan lewat lagu, dan ia menyanyikannya dengan iringan dentingan gitar yang ia mainkan sendiri, terasa gagah dan hening. Saat ini di daerah wisata Lolong ini telah ada prasasti Lolong berisi lirik lagu Lolong yang ditanda tangani oleh Ebiet G. Ade sendiri.
Di album ini sendiri, ada dua lagu yang memiliki pesan sosial kuat, lagu pertama adalah Dosa Siapa, Ini Dosa Siapa yang memiliki fokus cerita berupa permintaan maaf orang tua dalam hal ini ibu kandung yang ditujukan kepada anaknya yang masih balita, keceriaan anak, senyum dan binar mata anak tak mampu meredakan keresahan orang tua. Sepertinya dari lirik didalam lagu ini, mengungkapkan bahwa anak ini lahir disaat yang kurang tepat, besar kemungkinan lahir dari sebuah hubungan yang tidak sah sehingga meskipun bayi tersebut memiliki tingkah lucu dan menggemaskan, hal itu tidak mampu membuat hilang gundah kedua orang tuanya yang menderita beban psikologis berat akibat perbuatan dimasa lalunya. Hendaknya lagu ini dijadikan sebuah pembelajaran dan pengingat agar hal tersebut tidak terjadi di lingkungan sekitar, karena konsekuensi yang diterima sangatlah berat.
Lagu bertema sosial kedua di album ini adalah Kalian Dengarkah Keluhanku yang memiliki fokus cerita seorang lelaki yang mencoba mencari rezeki bekerja apa saja, sekedar untuk menghentikan tangis anaknya karena kelaparan dan penderitaan istrinya. Tetapi semua tidak berjalan mudah, karena mungkin saja pria ini dahulu adalah preman dan ketika ia bertobat dan berhenti, masih banyak masyarakat yang tidak mempercayainya, memandang dengan curiga. Disana sini ia mengalami penolakan, padahal ia telah jauh berubah dan tak ingin mengulangi semua kegiatan yang ia lakukan dimasa kelamnya. Dalam renungan ia berfikir, apakah jika terlanjur salah, akan tetap dianggap salah dan tak ada waktu untuk benahi diri, tak ada waktu untuk kembali. Pesan kuat dari Ebiet G. Ade di lagu ini adalah, tetaplah untuk tetap saling bahu membahu, membantu sesama meskipun dari berbagai latar belakang masa lalu yang beragam, agar tercapai sebuah kondisi masyarakat yang damai dan tenteram bersama sama.
Sekedar tambahan info, label Music Valley Sdn. Bhd. ternyata telah tutup beberapa tahun silam, sebuah berita buruk juga bagi para kolektor. Jika saja masih ada label tersebut, tentu masih ada sebuah kemungkinan merilis kembali album album ini dalam format CD. Harapan satu satunya adalah kepada label Musica Studio's sebagai pemegang master saat ini, namun semakin jauh panggang dari api karena maraknya donwload ilegal dan lesunya penjualan fisik yang tidak akan menutupi biaya perilisan sebuah album.
Format CD 'Music Valley Sdn. Bhd. 2006'
....................
Album: Camellia 3
Artist: Ebiet G. Ade
Kode: MVMS 104 CD
Label: Music Valley Sdn. Bhd.
Tahun: 2006
Harga (saat rilis): RM. 16.90
Format KASET 'Music Valley Sdn. Bhd. 2006'
....................
Album: Camellia 3
Artist: Ebiet G. Ade
Kode: MVMS 104 C
Label: Music Valley Sdn. Bhd.
Tahun: 2006
Harga (saat rilis): -
..............................
Prakata:
Dalam gemuruhnya ekspansi musik pop di tanah air, muncul wajah baru yang mengumandangkan kreasi barunya, Ebiet G. Ade si penyair Yogya yang mencoba memusikalisasikan puisi puisinya. Melalui lagu Ebiet yakin bahwa puisi akan lebih komunikatif dan cepat di terima masyarakat. Ternyata suguhan Ebiet lewat album ''Camellia''nya telah memberikan apa yang didambakan publik pop. Kedua albumnya ''Camellia I'' dan ''Camellia II'' telah sukses melampaui kesuksesan album album lainnya yang pernah sukses, yang merupakan rekor dalam sejarah musik pop di tanah air, maka tak heranlah kalau hasil karyanya dapat tembus ke seluruh lapisan masyarakat di tanah air. Dengan konstruksi musik yang mantap, hasil garapan pengaransir muda Billy J Budiardjo telah tercipta warna musik ''khas Ebiet G. Ade''. Kedua anak muda ini memang sulit di pisahkan, saling mengikat dalam karya cipta.
Kini Ebiet kembali datang lewat album barunya ''Camellia III'', kesuksesan yang telah diperolehnya telah menuntut kerja keras agar dapat mempertahankan apa yang telah didapat dengan kreasi yang lebih baik. ''Camellia'' nama yang tak pernah luntur dihati Ebiet. Dalam album inipun Ebiet tetap menggunakan judul yang sama, kenangan saat bersamanya telah di tuangkan Ebiet dalam lagu ''Camellia III''.
Dalam album ini, vocal dan musiknya llebih matang, di tunjang pula dengan puisi yang mantap menggugah. Tidak saja unsur cinta, tapi segi sosial dan agama pun tidak luput dari sudut pandang Eiet. Coba simak lagu ''Kalian Dengarkah Keluhanku ?'' mengisahkan seseorang yang baru kembali dari ''Pengasingan'', demi terhenti tangis anaknya dan keluh ibunya, ia coba tawarkan nama, tapi apa yang di dapat?? semua mata memandangnya curiga, seperti hendak menguliti jiwanya, apakah sudah tak ada lagi tempat baginya? sedangkan Tuhan sang pencipta, dengan sinar mataNya yang lebih tajam dari matahari tak hendak menghukum dan menerima taubat hambaNya. Memang begitulah kenyataannya.
Kisah lainnya, duka seorang ibu atas kehadiran anaknya terlahir menanggung noda. ''Dosa Siapa, Ini Dosa Siapa?'' jawabnya ada di relung hati, begitu tutur Ebiet lewat puisinya. Puisi dan lagu ''Elegi Esok Pagi'' mengingatkan kita pada album perdananya ''Lagu Untuk Sebuah Nama''. Dalam album ini, Ebiet mengutarakan kebosanan bercumbu dengan bayang bayang dan mengharapkan suatu kenyataan bukan hanya mimpi diatas mimpi. Tentunya anda sependapat dengan Ebiet.
Dalam lagu ''Lolong'' warna vocal Ebiet terdengar lebih mantap dan bersih, itupun di akui Ebiet ''Saya puas membawakan lagu Lolong'', dengan hanya di iringi gitar, lagu tersebut menjadi hidup dan syahdu di dengar, khas Ebiet lebih dominan. Begitu pula lagu ''Saksikan Bahwa Sepi'', perpaduan petikan harpa dengan ketukan piano menambah manisnya lagu tersebut. Tidaklah berlebihan kalau dinyatakan bahwa hampir semua lagu di dalam album ini mempunyai keistimewaan dan warna tersendiri, tapi tidak lepas dari ciri khas Ebiet G. Ade
Silahkan anda simak dan nikmati.
....
Puisi dan Lagu oleh - Ebiet G. Ade
Aransemen Musik oleh - Billy JB./ Ebiet G. Ade
Rec. Engineer - Edwin Luna/ Dindo
.......
P. 2006 PT. MUSICA STUDIO'S
C. 2006 MUSIC VALLEY SDN. BHD. (188675D)
11-15, Jalan 5/91, Taman Shamelin Perkasa, 56100 Cheras, Kuala Lumpur.
Tel: 03-92005724, 03-92852149 (10 Lines)
Fax: 03-92871393/ 92817158
Cetakan: AUDIO ART PRESS SDN. BHD. (224773-M)
81, Jalan Hujan Emas 8, Taman Overseas Union, 58200 Kuala Lumpur
.......
Tracklist Album:
01 Elegi Esok Pagi
Yogyakarta, 1980
02 Camellia III
Jakarta, 1976
03 Dosa Siapa, Ini Dosa Siapa
Yogyakarta, 1980
04 Kalian Dengarkah Keluhanku?
Yogyakarta, 1978
05 Sepucuk Surat Cinta
Yogyakarta, 1976
06 Lolong
Pekalongan, 1976
07 Hidup IV
Yogyakarta, 1976
08 Saksikan Bahwa Sepi
Yogyakarta, 1980
09 Ada Yang Tak Mampu Kulupa
Yogyakarta, 1978
10 Untukmu Kekasih
Yogyakarta, 1980
Salam...
Tuan memang benar-benar punyai pengetahuan luas tentang latarbelakang ebiet dan lagu-lagunya, ya...
ReplyDeletesalam pak cik..
Deleteah pak cik terlalu melebihkan, saya sebenarnya suka dengan sejarah beliau menapaki kehidupan, macam cerita sebelum beliau tenar, dan sejarah cerita lagu disebaliknya. mungkin itulah yang membuat saya bisa menulis tentang album ini secara panjang lebar..
tentu masih banyak kekurangan, dan terimakasih sangat pak cik dah berikan album ini kepada saya..
akan saya jaga hingga kapanpun sebagai sejarah dan cindera mata..
salam..