Album ini sebelum dirilis oleh label Malaysia memiliki sejarah panjang, mulai dari pertama kali dirilis oleh label Jackson Record ditahun 1982 ulasannya: DISINI, kemudian master album berpindah kepemilikan kepada Musica Studio's pada sekitaran tahun 1988 dikarenakan label tersebut tutup/ pailit. Tak lama kemudian, pada tahun 1993 label ini mulai merilis ulang album album klasik Ebiet G. Ade dari vol.1 hingga vol.12 dalam bentuk kaset dengan sebelumnya melakukan remastering ulang pada setiap albumnya sehingga sound yang dihasilkan lebih jernih dan berkualitas, rancangan desain covernya juga sedikit diubah dari versi awalnya menjadi seragam putih pada ke 12 albumnya. Memasuki tahun 2000 label Musica Studio's untuk kedua kalinya merilis 12 series album ini dengan bentuk yang sama, namun dengan penambahan cover selonsong luar agar terkesan lebih klasik dan tambahan tulisan 'Digital Remastering' sebagai penanda album ini telah mengalami proses sentuhan ulang dengan sistem digital agar sound yang terdengar lebih maksimal ulasannya: DISINI.
Para penggemar Ebiet G. Ade di negara serumpun seperti Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura sangat banyak jumlahnya, sehingga label rekaman lokal bernama Music Valley Sdn. Bhd saat itu tertarik untuk merilis album series ini untuk diedarkan diwilayah tersebut, sebelumnya label ini hanya mengedarkan kompilasi milik Ebiet G. Ade, seperti album Best Of The Best Ebiet G. Ade dan beberapa kompilasi lainnya. Setelah mendapatkan izin dari label Musica Studio's, dimulailah proses perilisan album ini di Malaysia pada tahun 2006 dengan prototype yang hampir sama dengan versi rilisan Musica Studio's, hanya saja jika didalam negeri album ini hanya dirilis dalam bentuk format kaset saja, maka label Music Valley selangkah lebih maju dengan merilis dalam bentuk kaset dan juga CD. Bisa dikatakan perilisan album ini dalam bentuk CD di Malaysia merupakan satu satunya format CD album yang ada hingga saat ini. Sepertinya dengan kondisi kelesuan nasib penjualan album fisik seperti saat ini, mengharapkan album ini kembali hadir dalam sekeping CD rasanya sangat mustahil, keuntungan yang didapat tidak akan menutupi biaya produksi sebuah album.
Kualitas sound yang dihasilkan dari sekeping CD ini sangat baik, jernih dan semua lagunya hingga akhir coda lagu. Sayangnya album ini telah berstatus langka dan menjadi penghalang besar bagi para penggemar untuk mengumpulkan seluruh albumnya sebagai koleksi, apalagi saat ini label Music Valley Sdn. Bhd. ternyata juga telah tutup operasi, jika masih aktif sepertinya kita masih bisa merekuest untuk merilis album ini. Sementara label Musica Studio's sepertinya masih enggan untuk merilisnya dalam bentuk CD, akhir akhir ini label tersebut lebih memilih merilis ulang berbagai album klasik dalam bentuk LP/ PH, seperti Camellia 1 dan yang terbaru Camellia 2 milik Ebiet G. Ade dan diluar itu ada album Sarjana Muda milik Iwan Fals dalam bentuk LP.
Album ini mengangkat tema tentang Tokoh Tokoh, maksudnya adalah ini merupakan cerita berbagai macam tokoh dalam menghadapi aneka permasalahan kehidupan yang coba Ebiet G. Ade ketengahkan dalam sebuah lagu, harapannya kita sebagai pendengar bisa memberikan solusi agar persoalan dapat diselesaikan dengan baik dan tuntas. Ide tentang tokoh tokoh ini didapatkan Ebiet G. Ade karena dalam keseharian banyak melihat hiruk pikuk, warna dan corak kehidupan dari masing masing pelakunya. Total dari sepuluh lagu ada enam lagu dengan menggunakan kata tokoh ini.
Pada lagu Tokoh I (Nyanyian Siang Dan Malam) lagu ini memiliki pesan tersirat yang kuat, menurut admin ini berkisah tentang seseorang yang memetik kecapi namun sumbang suaranya, suaranya menyayat menikam, kukunya hitam, kasar dan lusuh, sementara disampingnya terdapat sepasang sepatu robek berdebu. Seseorang yang memetik kecapi merupakan pengibaratan seseorang tengah menjalani kehidupan yang penuh perjuangan kemudian ia berhasil menggapai tonggak kehidupan dengan jantan perkasa, sebuah perjuangan berat anak manusia mencari cahaya dalam gelap dan pekatnya kehidupan. Tokoh II (Cerita Suminah Dan Tukang Sapu) memiliki tema yang lebih ringan dengan mengetengahkan cinta sederhana sepasang anak manusia, yang tak dihiasi dengan kemewahan namun terasa agung. Suminah merupakan anak tukang sayur yang jatuh cinta dengan seorang anak muda yang hanya seorang tukang sapu pasar. Disini sebuah pesan kehidupan terbaca jelas, kebahagiaan sejatinya milik semua orang termasuk rakyat kecil yang didapat dengan cara sederhana, tak melulu harus dihiasi gemerlap kepalsuan dunia yang membius.
Tokoh III (Mimpi Mimpi Yang Kandas) masih berkisah sepasang sejoli yang meuntai kasih, namun keduanya dipisahkan oleh jarak, anak jejaka yang merantau dan anak perawan yang menunggu dengan sabar dirumah. Hingga suatu ketika didapati surat dari jejaka tersebut bahwa ia tak sanggup menghadapi kerasnya kehidupan di negeri orang, terbanting keras dibatu cadas dan saat ini ia patah arang. Jejaka tersebut tak sanggup menghadapi permasalahan yang datang menghadang. Sebuah ilustrasi pilu tentang bagaimana kerasnya kehidupan yang sanggup menghantam siapa saja yang akan mewujudkan mimpi mimpi manis didalam hidupnya. Tokoh IV (Tentang Seorang Sahabat) juga masih berkisah tentang cinta, namun dengan persoalan yang berbeda, dilagu ini ada anak muda yang sangat menghormati dan tak ingin menyakiti orang tua dalam hal ini ibunya yang sering memaksakan kehendak kepada anak lelakinya, dengan perlahan anak tersebut kemudian bercerita dengan lemah lembut agar ibu tersebut faham dan tidak merasa tersakiti. Makna kuat yang bisa diambil dalam lagu ini adalah, keharusan untuk menghormati dan tidak menyakiti ibu yang telah mengorbankan segalanya untuk anak anaknya, meskipun terkadang terdapat perbedaan pendapat, sebagai anak tetap harus sopan dan santun dalam mengutarakan ketidak setujuannya.
Tokoh V (Tetes Tetes Do'a Kami) sepertinya ini merupakan untaian do'a yang menjadi lirik lagu oleh Ebiet G. Ade sendiri, dibagian akhir terdapat kalimat 'Padangilah (terangilah) jalan kami berdua', bermakna do sepasang sejoli yang baru menapaki mahligai pernikahan dan mengharapkan penerangan didalam menjalani kehidupan sehingga kebahagiaan selalu datang menghampiri tak henti. Tokoh VI (Seruling Malam) merupakan kelanjutan dari seri Tokoh V, kali ini pasangan tersebut telah dianugerahi buah hati tercinta, harapan sebagai orang tua agar menjadi anak yang berbudi, penuh kebajikan dan menjunjung tinggi harkat kebenaran.
Diluar dari serial tokoh tokoh diatas, satu lagu dari album ini menjadi salah satu hits besar dan menjadi icon tersendiri bagi Ebiet G. Ade yaitu lagu Untuk Kita Renungkan, terilhami dari bencana meletusnya Gunung Galunggung pada tahun 1982 yang banyak mengakibatkan kerugian baik riil maupun materiil. Ebiet G. Ade tidak menyebutkan secara langsung bencana ini didalam lagu, tetapi lebih membahasnya secara umum. Dengan adanya bencana ini ia mengajak kita untuk merenung dan kembali kepadaNya, karena Tuhan begitu dekat dan buatlah ia selalu tersenyum. Lagu ini sering diputar kala bencana datang, sebagai pelipur lara dan pengingat agar kita sebagai manusia kembali kpada Tuhan dan jalan kebenaran. Lagu Untuk Kita Renungkan ini sendiri menjadi trio dengan lagu Ebiet G. Ade lainnya yang memiliki tema senada bersama Berita Kepada Kawan dan Masih Ada Waktu.
Lagu kedua yang bukan serial tokoh namun memiliki kaitan dengan Untuk Kita Renungkan adalah lagu Lakon Anak Anak Bencana, dilagu ini Ebiet G. Ade lebih menitik beratkan pada faktor psikologis anak anak kecil yang terdampak bencana, bagaimana dengan usia yang belum mencukupi kemudian dipaksa untuk memahami apa yang terjadi, kepedihan dan kengerian akibat bencana sedangkan kapasitas didalam kepalanya belum mampu menerjemahkan semuanya, yang ia tahu ia banyak kehilangan orang orang tercinta dan dunia tak lagi sama seperti dahulu. Lagu terakhir adalah Dendang Kita Bersama yang secara tersirat membahas tentang sebuah semangat untuk menjalani kehidupan, dan proses menghargai satu sama lain, setiap orang bebas untuk turut bernyanyi, meskipun sumbang lepas terdengar.
Album ini masih dikomandoi oleh Billy J. Budiardjo sebagai arranger, Dodo Zakaria juga ikut mengaransir satu lagu. Sementara Erwin Gutawa ikut serta secara penuh dalam album ini sebagai pemain bass pada semua lagu didalamnya, beliau memang dikenal sebagai pemain bass handal pada awal kariernya sebelum menjadi komponis dan konduktor kenamaan seperti yang kita kenal saat ini. Pada departemen string juga tidak banyak berubah, seperti masih didukung oleh Suryati Supilin, Yap Cie Kian dan Zulkifli.
Format CD 'Music Valley Sdn. Bhd. 2006'
....................
Album: Camellia 3
Artist: Ebiet G. Ade
Kode: MVMS 107 CD
Label: Music Valley Sdn. Bhd.
Tahun: 2006
Harga (saat rilis): RM. 16.90
Format KASET 'Music Valley Sdn. Bhd. 2006'
....................
Album: Camellia 3
Artist: Ebiet G. Ade
Kode: MVMS 107 C
Label: Music Valley Sdn. Bhd.
Tahun: 2006
Harga (saat rilis): -
.....................
TOKOH-TOKOH
Pada hakekatnya, kita-kita ini adalah Tokoh-tokoh.
Walau hanya sebagai tokoh dalam sekelompok kehidupan kecil atau bahkan hanya dalam kehidupan bathin masing-masing.
Kesimpulan ini saya jadikan titik dasar idea saya dalam album ke VI, yang didalamnya terdapat lagu-lagu dengan berbagai karakter dari Tokoh-tokoh yang ada di sekeliling kita.
Tokoh-tokoh imajiner kita kali ini punya beberapa problema yang layak didengar atau bahkan kita bisa turut membantu berfikir dan kemudian memberi jalan keluar agar persoalan dapat diselesaikan dengan lugas dan tuntas.
Tentu saja sesuai dengan kadar dan derajat pemikiran masing-masing tokoh.
Saya banyak belajar dari Tokoh-tokoh yang ada di sekeliling saya, banyak yang saya petik dari ilustrasi yang hiruk pikuk dari berbagai corak kehidupan dan setapak demi setapak saya meniti, terus meniti.
Terlepas dari segala ungkapan yang saya paparkan diatas, saya berharap bahwa album ke VI ini akan melesat sebagai satu TOKOH.
Ia yang saya bentuk sepenuh hati,
Ia yang saya olah dengan teliti,
Ia yang penuh tantangan.
Alhasil, semoga Tokoh kita ini akan didengar,
Di amati
Di mengerti
Di nikmati dan akhirnya,
Di cintai
Salam manis dari saya
ttd
(Ebiet G. Ade)
....
Lyric dan lagu: Ciptaan Ebiet G. Ade
Aransemen: Billy J. Budiardjo dan Ebiet G. Ade, Nyanyian siang dan malam oleh Dodo Drakhma
Musisi Pendukung:
Billy JB: Music director, giutars pedal, stell guitars
Ebiet G. Ade: Accoustic guitars
Dodo Drakhma: Piano, rhodes
Norman: Drums
Erwin Gutawa: Bass
Yudhianto HP: Oboe, flute clarinet, alto &soprano block flute
Yap Cie Kian, Suryati Supilin, Kwang Cu, Sunardi S: Violin
Zulkifly: Cello
Operator: Kusye Ratuela
Recording Studio: Jackson Recording Studio
Digital Remastering
From Original Master Tapes
Syair Dan Lagu Oleh: Ebiet G. Ade
..........
P. 2006 PT. MUSICA STUDIO'S
C. 2006 MUSIC VALLEY SDN. BHD. (188675D)
11-15, Jalan 5/91, Taman Shamelin Perkasa, 56100 Cheras, Kuala Lumpur.
Tel: 03-92005724, 03-92852149 (10 Lines)
Fax: 03-92871393/ 92817158
Cetakan: AUDIO ART PRESS SDN. BHD. (224773-M)
81, Jalan Hujan Emas 8, Taman Overseas Union, 58200 Kuala Lumpur
..........
Tracklist Album:
01 Untuk Kita Renungkan (jakarta 1982)
02 Dendang Kita Bersama (jakarta 1982)
03 Tentang Seorang Sahabat (Tokoh IV) (jakarta 1982)
04 Cerita Suminah Dan Tukang Sapu (Tokoh II) (jakarta 1982)
05 Nyanyian Siang Dan Malam (Tokoh I) (jakarta, 21 april 1982)
06 Seruling Malam (Tokoh VI) (jakarta 1982)
07 Lakon Anak Anak Bencana (jakarta 1982)
08 Tetes Tetes Doa Kami (Tokoh V) (jakarta, juli 1982)
09 Kapankah Kita Kan Berlabuh (jakarta 1982)
10 Mimpi Mimpi Yang Kandas (Tokoh III) (jakarta 1982)
Salam...
No comments:
Post a Comment
Seluruh komentar pada blog ini akan di MODERASI untuk mengantisipasi kemungkinan komentar yang tidak sesuai dengan topik postingan, spam, kata kata kasar, ujaran kebencian dan semacamnya.
Salam..