Album DEKADE - Chrisye (Musica Studio's 2002)
Dirilis pada tahun 2002, album ini memiliki kesan tersendiri bagi admin yang kala itu sedang memasuki era maba, alunan musik akustik plus orkestra dalam album ini begitu menggugah, ternyata memang tidak main main dalam penggarapannya, totalitas disana sini baik saat dikerjakan musik dasarnya bersama musisi dalam negeri dan dilanjutkan dengan rekaman stringnya di Australia plus mastering album di studio yang paling bergengsi di negara tersebut, bisa dibayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan demi project ini. Label sangat percaya kepada duet Chrisye dan Erwin Gutawa ini, sehingga apapun konsepnya, keduanya merupakan jaminan album yang laris, seperti project sebelumnya macam remake album BPB, album Kala Cinta Menggoda dan diawali dengan album AkustiChrisye.
Meskipun berkonsep album daur ulang atau istilah sekarangnya lagu cover, tetapi Chrisye juga menyelipkan satu lagu baru yang di ciptakan oleh Pongky Jikustik sebagai wakil dari musisi era dekade tahun 2000an dan kini telah menggaung menjadi hits abadi. Pada sampul dalam album ini, dibawah teks lagu disertakan catatan kecil tentang alasan lagu tersebut disertakan dalam setlist. Erwin Gutawa sendiri sebagai produser dan penata musik menjelaskan dalam album ini mengapa memilih lagu dengan banyak corak seperti keroncong, pop, rock n roll dan juga melayu, semua adalah tentang sejarah dan nostalgia perjalanan musik di Indonesia, selanjutnya lagu dalam album ini boleh dibilang eksis pada masanya dan pemilihannya juga memperhitungkan karakter suara Chrisye.
Garapan cover album ini juga dikerjakan dengan sangat baik oleh Arif en De Kinderen, berkesan elegan, tidak mencantumkan foto artis secara langsung pada bagian depan cover, hanya menampilkan warna merah sebagai background utama, kemudian kombinasi warna merah, kuning dan hijau kebiruan dalam satu frame kotak seperti melambangkan jendela ruang dan waktu, pelintas dimensi. Foto artis hanya terdapat pada bagian dalam itupun tidak besar dan berformat hitam putih, seperti mengatakan bahwa ini adalah materi bagus, tidak perlu menjual wajah artisnya secara berlebihan untuk menarik penggemar agar membeli albumnya.
Pertama kali admin tertarik saat sebuah stasiun televisi menanyangkan video klip lagu Kisah Kasih di Sekolah, wah ini lagu kesukaan ayah saya, begitu membatin, lagu pop manis tersebut ternyata telah di remake dengan nuansa sangat berbeda dari sebelumnya. Admin kemudian membeli format kasetnya namun bernasib hilang entah kemana, pada tahun 2012 baru admin membeli format CD album ini, namun sudah tanpa selongsong luar yang mungkin telah hilang oleh pemilik sebelumnya. Sebagai pembeda jika ingin mencari album ini, untuk versi rilisan awal menggunakan cover selongsong luar baik format kaset dan CD, sementara rilisan selanjutnya tidak lagi menggunakan itu dan hologram Musica langsung melekat pada cover dalam.
Rilisan fisik semacam ini di zaman sekarang mungkin sudah tidak banyak yang memilikinya karena kemudahan streaming, namun memiliki album fisiknya memiliki keunggulan seperti credit title, teks lagu, foto foto dan juga keterangan lainnya tentang sebuah proses album, kita bisa menjadi lebih menghargai kehadiran sebuah album yang bisa jadi lahirnya lewat pengorbanan luar biasa dari orang orang yang luar biasa juga, album fisik juga sebagai penanda kepada penggemar sejati yang menghargai karya. Untuk album ini oleh label Musica Studio's telah diposting dengan kualitas HQ pada banyak layanan streaming dan juga pada laman You Tube secara penuh.
Format CD
............
Album: Dekade
Artist: Chrisye
Kode: MSCD 0306
Label: Musica Studio's
Artist: Chrisye
Kode: MSCD 0306
Label: Musica Studio's
Tahun: 2002
Harga (saat rilis): -............
Chrisye - Dekade (1940 - 2002)
Menampilkan - Sophia Latjuba
Penata Musik - Erwin Gutawa
Prakata
Alhamdulillah !! Teriring rasa syukur kehadirat Allah SWT yang telah meridhoi saya menyelesaikan album 'DEKADE' ini. Berawal dari keinginan untuk mengangkat kembali lagu lagu lama dalam era perjalanan musik Indonesia, album ini dirilis sebagai suatu wujud penghargaan dan apresiasi terhadap karya seniman musik tanah air sesuai interpretasi dan kemampuan yang saya miliki. Terima kasih kepada ebrbagai pihak yang telah mendukung lahirnya karya ini, baik dalam proses pengerjaan di Indonesia maupun Australia. Khususnya pihak MUSICA, Erwin Gutawa, Sophia Latjuba, Danny Lisapali dan teman teman pemusik serta berbagai pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Juga bagi para seniman yang telah mengizinkan saya menyanyikan lagu lagu ciptaan mereka dalam album ini. Tak lepas dari segala keterbatasan dan kekurangan dalan penggarapan, semoga upaya menyambung benang perjalanan musik Indonesia ini mampu memperkenalkan kembali lagu lagu tersebut di masa sekarang dan ikut memperkokoh eksistensi karya (musik) anak negeri sendiri.
Terima kasih
Wassalam
CHRISYE
Saya percaya bahwa musik/ lagu yang exist sekarang ini merupakan proses lanjutan dari musik musik yang dibuat sebelumnya, demi memenuhi dahaga atas berlangsungnya proses perjalanan itu, saya mencoba ikut mengembara didalam suatu mesin waktu yang berjalan dari satu dekade ke dekade berikutnya, menyelami dan mengamati kecenderungan musik yang terbentuk akibat penyesuaian budaya dan suasana di masing masing waktunya dan adalah suatu kebahagiaan ketika menemukan nilai keindahan, kesederhanaan, serta keabadian yang tersirat di dalam setiap karya. Album 'DEKADE' ini mungkin bisa bicara mengenai sejarah, nostalgia dan perjalanan musik di Indonesia, seraya mengenalkan keroncong, pop, rock n roll, melayu yang pernah berjaya ditahunnya. Suasana disetiap dekade sangat dihargai, kemajuan teknologi, setting orkestra dan bigband meramunya kembali menjadikan album ini lebih akrab dengan telinga pendengar masa kini di segala kalangan usia. Pemilihan lagu memiliki pertimbangan sebagai lagu yang memang exist pada dekade tersebut dan sesuai dengan karakter suara Chrisye. Sosok Chrisye merupakan cermin kualitas dari kedewasaan, pengalaman dan loyalitas yang tinggi. Terima kasih kepada seluruh musisi dan pendukung, yang turut serta mewujudkan konsep album ini.. Nikmatilah album ini seolah olah sebagai sebuah puzzle yang dapat di temukan kepuasan yang utuh setelah menyatukan bagian bagiannya satu persatu..
Salam
ERWIN GUTAWA
...
Produser Eksekutif - Indrawati Widjaja & Chrisye
Produser & Aransemen Musik - Erwin Gutawa
Studio Rekaman - Musica Studio's, Jakarta
Juru Rekam - Danny Lisapali
Juru Edit Digital (Protools) - Andry Mandera
Studio Rekaman Orchestra & Bigband - Allan Eaton Studio, Melbourne
Juru Rekam - Robin Gray
Studio Mixing - Sing Sing Studio, Melbourne
Penata Rekaman - Guy Gray
Studio Mastering - 301 Studio, Sydney
Juru Mastering - Don Bartley
Kontraktor Orchestra & Bigband - Ron Layton, The Orchestra Maneger
Penyanyi Tamu - Sophia Latjuba
Fotographer - Muhd. Firman/ Concern 324 (Chrisye), Dimas Djayadiningrat (Sophia Latjuba), Dodo (Erwin Gutawa)
Disain Grafis - Arif en DE Kinderen (de_kinderen@yahoo.com)
www.musica-studios.co.id
Chrisye fans club - chrisye@chrisye-online.com
www.chrisyedekade.com
...
Orchestra
Violin - Mary Allison/ kristy Bremner/ Eleanor Bukhshtaber/ Gretta Bull/ Isin Cakmakcioglu/ Peter Fellin/ Deborah Godall/ Trevor Holton/ Lorraine Hook/ Tony Kitchen/ Michael Loftus - Hills/ Rudolf Osadink/ David Shafir
Viola - Simons Collins/ Beth Hemming/ Isabel Morse/ Shani Williams
Cello - David Berlin/ Joan Evans/ Keith Johnson/ Sarah Morse
Contra Bass - Andrew Moon/ Steve Reeves
Flute - Prue David/ Helen Hardy
Oboe - Jeff Crelin
Clarinet - Jonathan Craven
Horns - Russel Davis/ Graeme Evans
Bigband
Saxophone - John Barret/ Suart Byrne/ Martin Corcoran/ Bill Harrower/ Tony Hicks
Trumpet - Danny Madden/ Greg Maundrell/ David Nuedick/ Robert Venier
Trombone - Ian Bell/ John Courtney/ Eric Klay/ Simon Myers
...
Tracklist Album:
01 KANGEN
lagu/ syair - Ahmad Dhani
seq. drum/ bass rhythm/ piano elektrik/ synth. pad - Erwin Gutawa
gitar akustik/ elektrik - Denny Chasmala
'Tak dipungkiri jika Dhani Ahmad (DEWA) merupakan salah satu generasi yang berhasil dengan karya karyanya. Di album ini sengaja ditampilkan salah satu lagu hit pada awal karir Dhani (DEWA) sebagai salah satu wakil dekade 90-an'.
02 SAKURA DALAM PELUKAN
lagu/ syair - Fariz RM
drum - Ronald
bass - Indro
gitar - Tohpati
piano/ seq. perkusi - Erwin Gutawa
violin - Oni Krisnerwinto/ Andi Prima
Penyanyi latar - Uci Gideon Muti
'Tidak banyak pencipta lagu yang punya kemampuan seperti Fariz RM yang berani menyajikan nuansa musik baru dalam karya karyanya pada masa itu. Lagipula banyak lagu lagunya yang nuansanya menjadi ciri tersendiri baginya'.
03 KISAH KASIH DI SEKOLAH
lagu/ syair - Obbie Messakh
piano/synth. pad/ bass fretles - Erwin Gutawa
gitar akustik/ elektrik - Noldy
gitar pedal stell - Garret Costigan
Penyanyi latar - Uci Gideon Muti
Thanks to Eugene
'Lugu dan apa adanya, kesan yang saya poeroleh saat pertama kali mendengar lagu ini. Menampilkan kejujuran Obbie Messakh saat menceritakan dalam sebuah komposisi, sebagaimana tertuang dalam liriknya '..sungguh aneh tapi nyata, takkan kulupa, kisah kasih di sekolah, dengan si dia, tiada masa paling indah, masa masa di sekolah..''.
04 PENGALAMAN PERTAMA
lagu/ syair - A. Rafiq
drum - Uce Hariono
bass - Indro
perkusi latin - Rejos 'The Groove'
tabla - Hussein
gitar akustik/ elektrik - Tohpati
piano & toys percussion - Erwin Gutawa
pennyanyi latar - Uci Gideon Muti
terompet solo - David Neudick
'Irama musik dangdut dengan bunyi gendangnya yang khas dan dinamis selalu menarik eprhatian. Sejak dikenalnya irama ini ditahun 70-an, ada sesuatu yang menarik setiap lagu ini terdengar. Apalagi dengan gaya A. Rafiq yang unik, termasuk busana yang dikenakannya'.
05 Kr. PASAR GAMBIR & STAMBUL ANAK JAMPANG
lagu/ syair - Ismail Marzuki
drum - Uce Hariono
bass - Indro
gitar - Tohpati
perkusi seq. & piano elektrik - Erwin Gutawa
cak & cuk keroncong - Dirno
cello keroncong - Darmanto
gitar keroncong - Bichman
penyanyi latar - Gideon Uci Muti
'Keroncong memiliki usia yang tua dan khas Indonesia. Cara menyanyi yang unik dan bunyi alat (cak cuk, cello, gitar kotekan) yang dipetik menjadikan harmoni yang indah dan memberi suasana (perasaan) khusus. Dari dulu sudah ada obsesi tersendiri setiap kali melihat atau mendengar lagu ciptaan Alm. Bapak. Ismail Marzuki iniu, baik dalam acara musik keroncong di televisi atau dimanapun'.
06 ANGGREK BULAN
lagu/ syair - A. Riyanto
drum/ seq. perkusi/ bas synth./ piano - Erwin Gutawa
gitar akustik/ elektrik - Denny Chasmala
'Alm. Mas A. Riyanto merupakan pencipta yang banyak sekali bercerita tentang cinta. Banyak lagu ciptaannya yang dinyanyikan oleh para penyanyi dalam rentang waktu yang panjang dan direkam berulangkali dengan penyanyi yang berlainan. Seorang 'Legenda' pemusik, pencipta lagu sejati dengan sikap apa adanya yang bisa menghargai karya karya pencipta lain sebagai mana pernah saya alami sendiri'.
07 DARA MANISKU
lagu/ syair - Tonny Koeswoyo
drum - Ronald
piano - Aminoto Kosin
gitar elektrik - Tohpati
seq. bass - Erwin Gutawa
penyanyi latar - Uci Gideon Muti
terompet solo - David Nuedick
'Koes Bersaudara adalah idola bagi saya! Karya karya mereka sangat bagus dan abadi. Meski pada tahun 91 pernah membawakan lagu 'Cintamu Telah Berlalu' dalam album ini saya ingin menyajikan kembali salah satu karya Alm. Mas Tonny Koeswoyo'.
08 DIBAWAH SINAR BULAN PURNAMA
lagu/ syair - R. Maladi
drum - Uce Hariono
piano - Aminoto Kosin
bas - Erwin Gutawa
penyanyi latar - Uci Gideon Muti
'Keindahan lirik dan komposisi lagu Alm. Bapak Maladi ini telah lama tertanam dalam sanubari. Suatu komposisi yang mampu menghanyutkan dan dapat membawa kita ke dalam suasana (alam) yang indah. Saya ingin turut menyajikan keromantisan dan keindahan karya ini untuk di nikmati para pendengar di masa sekarang'.
09 SEPERTI YANG KAU MINTA
lagu/ syair - Pongky Jikustik
drum - Carlo Jikustik
bas - Indro
gitar - Denny Casmala
piano - Erwin Gutawa
'Pada generasi masa kini, banyak pencipta lagu muda yang karyanya bagus dan kreatif. Untuk menampilkan salah satu karya mereka, sosok Pongky boleh di katakan sebagai salah satu pencipta lagu yang dapat mewakili generasi dan dekade sekarang'.
Salam...
Kagum dengan Heri kerana masih menulis, meng-update album album fizikal yang kini kian pupus...
ReplyDeleteya pak cik, sebagai pengisi hari sahaja sebenarnya, melatih diri untuk menulis juga, agar tak stag otak ni hehe..
Deletebenar, kian pupus album fizkal terutama di indonesia, di malaysia sepertinya masih ada jugak saya lihat new release album lama, dan orang pun masih mahu bersusah susah nak beli.
Hahaha lucu banget pas di lagu seperti yang kau minta ternyata yg ngisi drumnya satu band dengan penciptanya, dia sendiri gak sadar katanya kalo lagu ini Pongky Jikustik yg ciptakan nya
ReplyDeleteAda Tohpati, Denny Chasmala dan Ronald gigi paling banyak Tohpati sih paling dominan di album ini
ReplyDeleteLucu banget Pongki Barata gak ngeh kalo temen satu band yang ngisi lagu ciptaannya Pongki Barata sendiri
ReplyDeleteTohpati dan Denny Chasmala lebih banyak ngisinya di album ini