Album 'Balada Wagiman Tua' - Franky Sahilatua (Jackson Records & Tapes 1982)
Album: Balada Wagiman Tua
Artist: Franky Sahilatua
Kode: JR-058206
Label: Jackson Records & Tapes
Tahun: 1982
Harga (saat rilis): -
Artist: Franky Sahilatua
Kode: JR-058206
Label: Jackson Records & Tapes
Tahun: 1982
Harga (saat rilis): -
Ini adalah album pertama Franky Sahilatua yang memberanikan diri untuk tampil solo setelah merilis sekitar lima album dalam format duo Franky & Jane. Dalam album ini Franky Sahilatua bernyanyi sendiri tanpa di backup oleh adiknya, sedikit terasa sunyi karena biasanya duet duo vokal ini menghasilkan harmonisasi yang indah, menghidupkan suasana lagu. Meskipun bernama album solo, namun Franky Sahilatua masih belum berani menulis lirik sendiri, dalam album ini seluruh liriknya di tulis oleh Yudhis sahabatnya yang merupakan seorang penulis ulung. Penata musiknya secara konsep masih secara penuh di pegang oleh Franky Sahilatua dan perwujudannya dibantu oleh Purwatjaraka yang juga ikut bermain Piano dan Rhodes.
Melihat dari judul utama dalam album ini nampaknya Franky Sahilatua ingin mengabarkan sesuatu yang urgent tentang kondisi kekinian yang terjadi ditengah masyarakat, ia tak ingin bersantai bercerita tentang alam dan pedesaan permai atau mengabarkan tentang keadaan kaum papa, dalam album ini suntikan kritik lebih terasa, terutama dalam lagu yang juga diangkat dalam warta utama album ini, berjudul Balada Wagiman Tua, bercerita tentang seseorang yang mencoba merantau, bersama keluarganya ia keluar dari kampungnya ke pulau seberang, setelah sekian lama merantau dan tak mendapatkan hasil, ia sekeluarga memutuskan untuk pulang, namun alangkah terkejutnya ternyata kampungnya telah berubah menjadi lautan luas.
Pada era pembangunan, pemerintah saat itu begitu mengusahakan pembangunan termasuk perencanaan waduk waduk dalam skala mega untuk memenuhi kebutuhan akan pertanian, perikanan dan juga pasokan listrik. Tak jarang pemerintah mengadakan program bedol desa untuk melaksanakan program ini dan bagi yang tidak mendapatkannya maka akan bernasib seperti dalam lagu ini, yang tertegun desanya telah tenggelam karena pembangunan bendungan. Minim informasi pada zaman tersebut juga mengakibatkan antara saudara yang saling berjauhan tidak dapat memberikan khabar antara satu dan lainnya. Kritik dalam lagu ini disampaikan secara tersirat, bahwa pembangunan selain membawa kemajuan, juga memberikan dampak negatif bagi lainnya.
Selain lagu tersebut, ada lagu Keroncong Ibu Pertiwi yang memiliki muatan kritis, menyoroti tentang kekayaan ibu pertiwi yang ternyata belum diberdayakan secara maksimal untuk seluruh rakyat, kemudian ada lagu Keroncong Belasungkawa yang berisi ungkapan keresahan masyarakat tentang kondisi nasib yang semakin tidak jelas, negara tidak hadir untuk mengayomi. Hanya tiga lagu ini saja yang memiliki muatan kritik, masih menyempilkan satu cerita tentang kaum kecil yang bekerja sebagai buruh dalam Diantara Dinding Dinding Beton Dingin, ia berjuang demi orang terkasihnya dirumah.
Sisanya adalah lagu bertema cinta termasuk lagu Nona untuk hits unggulan yang bernuansa country riang, Nyanyian Hutan Pagi juga masih bertema cinta namun berlatarkan alam permai. Dara, Perempuan Itu Berdiri Di Sampingku, Diatas Viaduk Cikapundung juga memiliki tematik cinta yang sama. Yang paling lucu dalam album ini dan merupakan penutup kocak terdapat pada side b lagu terakhir berjudul Mbok Ganjen Tujinem, berkisah tentang orang tua yang tidak sadar usia, mengejar lelaki muda sebagai sasaran cintanya, namun malangnya semua menolak dan kabur.
Album ini belum pernah sekalipun dirilis ulang dalam bentuk CD, saat ini master album ini di miliki oleh Musica Studio's dan bagi yang penasaran mendengarkan secara penuh, album ini telah di posting oleh akun Musica Klasik dalam lama You Tube. Rancangan cover album ini cukup unik dengan memuat foto Franky Sahilatua saat masih kanak kanak, sementara foto ia dewasa seperti mengintip dari samping sambil menenteng gitar. Pada cover dalam terdapat lukisan Pak Wagiman bersama keluarga dan lima anaknya termasuk didalamnya adalah Franky Sahilatua, tengah memandang jauh dari pinggir bendungan, bermuka putus asa. Sayangnya tidak dicantumkan siapa yang melukis cover apik ini.
..............
''...Mereka tertegun melihat desanya kini,....?''
Para Musisi
Album Franky Hubert Sahilatua
Arranger - Purwatjaraka & Franky Sahilatua
Yoseph R. - Bass/ Electric/ Accoustic Guitar/ Mandolin/ Congga
Purwatjaraka - Piano/ Rhodes
Ade S. - Drum
Rully Djohan - Piano/ Jupiter S.
Gum Gum - Banjo/ Harmonica
Franky S. - Accoustic Guitar/ Harmonica
Yudianto - Oboe/ Recorder/ Flute/ Clarinet
Inam - Voices
Violin - Yap Kie Cian/ Suryati S./ Seno/ Edo B./ Rike/ Suyin
Viola - Achmad/ Fauzan
Cello - Zulkifly
Recording Studio - Jackson Recording Studio
Recording Engineer - Rully Djohan/ Irsan/ Kusye
....
Tracklist KASET:
Side A
01 Nona
lirik - Yudhis
03 Desember 1981
02 Nyanyian Hutan Pagi
lirik - Yudhis
31 Oktober 1981
03 Dara
lirik - Yudhis
10 Desember 1981
04 Keroncong Ibu Pertiwi
lirik - Yudhis
21 Oktober - 05 November 1981
05 Balada Wagiman Tua
lirik - Yudhis
31 Oktober 1981
Side B
01 Perempuan Itu Berdiri Disampingku
lirik - Yudhis
Yogya, November 1972
02 Diatas Viaduk Cikapundung
lirik - Yudhis
04 November 1981
03 Keroncong Belasungkawa
lirik - Yudhis
Jakarta, 21 Oktober 1981
04 Diantara Dinding Dinding Beton Dingin
lirik - Yudhis
Jakarta, 26 November 1981
05 Mbok Ganjen Tujinem
lirik - Yudhis
03 Oktober 1981
Salam...
No comments:
Post a Comment
Seluruh komentar pada blog ini akan di MODERASI untuk mengantisipasi kemungkinan komentar yang tidak sesuai dengan topik postingan, spam, kata kata kasar, ujaran kebencian dan semacamnya.
Salam..