Tuesday, June 24, 2025

Album GORO GORO 'Kado Buat Ibu Pertiwi' - Sawung Jabo Dkk. (Joglo Jago Production 1998)

Album GORO GORO 'Kado Buat Ibu Pertiwi' - Sawung Jabo Dkk. (Joglo Jago Production 1998)

Album: Goro Goro "Kado Buat Ibu Pertiwi'
Artist: Sawung Jabo
Kode: -
Label: Joglo Jago Production
Tahun: 1998
Harga (saat rilis): -

Album ini sebenarnya adalah kolaborasi Sawung Jabo dengan sekelompok musisi yang kemudian dinamakan sebagai Goro Goro, jadi Goro Goro adalah nama kelompok musiknya dan Kado Buat Ibu Pertiwi sebagai judul album. Namun tidak salah juga kalau album ini disebut sebagai album Goro Goro, seperti halnya saat menyebut album Geng Gong merujuk kepada kelompok Geng Gong yang hanya menghasilkan satu album bertajuk Not Just Music pada tahun 2000, keduanya merupakan project yang di inisiasi Sawung Jabo. Album ini juga di support penuh dan di fasilitasi oleh Gono Art Studio, kemudian Joglo Jago Production sebagai distributor album yang di edarkan secara indie dan terbatas.

Pemilihan Goro Goro sebagai nama kelompok dan judul album juga memiliki makna kesesuaian dengan kondisi keadaan Ibu Pertiwi yang tengah kacau menuju era Reformasi saat itu, sebagaimana makna Goro Goro dalam pewayangan yang bermakna babak baru, perubahan, perpindahan cerita, keterbukaan atau transparansi. Goro Goro yang dimaksudkan dalam album ini juga sama seperti pesan tersebut, menyikapi banyak perubahan secara cepat saat itu yang kemungkinan kita sendiri tidak sadari, dan petuah untuk tetap tenang didalam kondisi serba kacau, seperti yang termuat dalam prakata yang di buat oleh Jabo bersama Gono, berbunyi '...saat ini kita sedang mengalami goro goro alias pancaroba, hidup bising harus hening, hidup liar jangan kehilangan nalar, merenung sejenak lalu kembali bergerak'.

Tematik yang dibahas memang berfokus kepada apa yang terjadi pada periode 98, terutama pada lagu Jangan Pukul Pakai Senjata, Pukul Saja Dengan Cinta, merupakan tanggapan terhadap garangnya petugas kepada mahasiswa dan warga saat berhadapan di medan demontrasi. Selanjutnya ada lagu Nyanyian Demonstran seperti march berkesan rusuh, tegang dan tak terbendung, resah terbawa dalam album ini. Kemudian ada lagu Goro Goro yang juga di jadikan sebagai judul album dan nama grup, merupakan rangkuman tragedi peristiwa 98, tertulis dengan gamblang pada liriknya, langit terbakar, bumi gonjang ganjing, sayap sayap patah, jiwa jiwa mati gentayangan, dihimpit bayangan menakutkan, sementara setan menari narisangat menggambarkan kondisi chaos kala itu.

Tiga lagu diatas kemudian seakan cocok jika ditutup dengan lagu Sudah Merenungkah Kau Tuan? yang merupakan sindiran pengingat bagi para penguasa sebelum beranjak ke peraduannya, akan tindak tanduknya selama ini yang sudah ia lakukan kepada rakyatnya, banyak orang kesakitan, terkapar, darah darah mengering tertutup debu jalanan, kematian nurani bagi para penguasa yang tidak lagi merasakan cinta kasih dan memahami kenyataan. Seorang pemimpin sejatinya adalah penyelamat, namun tidak banyak yang mau melakukannya.

Total ada empat lagu ini saja yang mempotret kondisi saat itu secara langsung dalam liriknya, selebihnya adalah beragam tematik yang berkisah pencarian jati diri, optimisme, petualangan dalam lagu Kemarin dan Esok karya Rendra, Aku Selalu Menghadang Angin dan Satu Langkah Sejuta Cakrawala. Ada tematik bertema pergolakan batih, amarah yang terpendam dan orang orang yang meninggalkannya sendiri dalam lagu Langit Merah. Lagu Burung Kecil mirip seperti lagu Kesaksian  yang berkisah burung kecil yang di terjang angin, suaranya ditelan udara bising, tak mampu kembali ke sarangnya, burung kecil disini adalah perlambang orang orang kecil yang tertindas, akankah suara gelisah tersebut mampu membangunkan kesadaran untuk peduli kepada sesama.

Semua lagu dalam album ini cukup bernas dan tentu saja faktual dan aktual hingga kini, satu lagu yang cukup menarik perhatian admin ada pada side B kedua dari bawah, berkisah tentang perjalanan batin, tentang makna ketuhanan, tentang siapa kita, liriknya sangat pendek namun bermakna berat, berjudul Tuhan Itu? kata katanya cukup menggantung, mengajak kita berfikir, silahkan saja bagi yang penasaran untuk mendengarkan lewat streaming ataupun langsung ke You Tube. Versi dalam album ini juga di aransemen lebih dahsyat berformat akustik - orkestra dalam album Memasuki Lorong Sunyi tahun 2008.

Musisi yang ikut berkontribusi dalam album ini adalah Oni Krisnerwinto bersama Sa'Unine String Quartet dan kawan kawan. Musiknya sendiri sangat khas Sawung Jabo, kaya akan bebunyian perkusi dan juga string, sangat ekspresif. Sepertinya seluruh album ini sudah ada yang menggunggahnya pada laman You Tube secara penuh, tetapi non official, setidaknya cukuplah sebagai pengobat rasa penasaran bagi yang ingin mendengarkan, mengingat format kasetnya sangat terbatas dan hingga kini belum ada edaran terbaru, baik dalam format digital apalagi edaran fisiknya berupa format  CD maupun vinyl.

Untuk format kaset ini sendiri, setidaknya bagi yang memiliki tentunya sangat beruntung, karena memiliki data aslinya, berupa cover dan juga content di dalamnya berupa credit title dan juga foto unik lainnya, seperti disini menemukan Jabo memakai kaos bertuliskan Ndableg Positif, sebuah perumpamaan yang bermakna berlawanan namun ternyata bisa di gabungkan, ndableg adalah bahasa jawa yang bermakna keras kepala, bandel, ternyata di tangan beliau bisa menjadi kata kata nyentrik menarik, semenarik beliau dalam berkarya. Kualitas pita kaset album ini juga sangat baik menurut admin, masih menghasilkan sound yang sangat baik, tidak terdapat karat meskipun tidak diputar sekian lama, bisa jadi masih memakai pita edaran Maxell atau HDX namun tidak terdapat merek tersebut pada kasetnya.






.......................
Prakata

Kami persembahkan karya ini buat Istri-istri kami. Bulik Tuti Gono dan Suzan Piper tercinta, serta Ibu-ibu tercinta lainnya di seluruh dunia, terutama Ibu Pertiwi.

'Satu Langkah Sejuta Cakrawala', itulah sebenarnya inti dari album Goro Goro ini. Semua kejadian di sekeliling kita, baik yang sudah, yang sedang dan yang akan terjadi, semuanya telah merangsang inspirasi kami untuk melahirkan karya ini.

Saat sekarang ini kita sedang menghadapi Goro Goro alias pancaroba, hidup bising harus hening, hidup liar jangan kehilangan nalar, merenung sejenak lalu kembali bergerak.

Salam sejahtera

Gono - Jabo

....
Goro Goro Berterima kasih kepada:
Tuhan Yang Maha Esa, Gono Art Studio Yogyakarta, Edi Dewani, Japen, Mang'Ami, Ratno, Marni, Joko Multivisi, Manthou's, Felix Blass, Seluruh keluarga besar Joglo Jago, Rendra, Irawan & Arek arek 'Jangan Asem', Ida, Otig, Kurto dan Seluruh Saudara Saudara kami di Bengkel Teater Rendra, Janggan Wiwandoko, Raymond Albion, Agus Dhemit, Gatos Cs, serta semua saja yang telah memberi semangat dan keyakinan kami dari awal sampai lahirnya album ini.
Matur nuwun... DAB !

.....
Ide - Jabo & Gono
Producer - Tutiek Gono
Musik - Sawung Jabo
Tatanan Musik:
Sawung Jabo/ Wanto/ Sa'Unine String Quartet/ Tondi/ Rangkuti/ Eugen Bounty/ Yus/ Dony K.
Operator - Teteng/ Wanto
Tukang Mixing - Kazuo Pontoh - Studio 21 Manthou's CSGK
Menejer - Edi Dewani
Rancang grafis - Raymond Albion
Foto - Raymond Albion & Fajar Apriyanto
Lukisan Cover - Gono (Yogyakarta 1997)

Sawung Jabo - Vokal /guitar
Wanto - Drums/ percussion
Dimawan K.A. - Cello/ percussion
Oni Krisnerwinto - Violin/ percussion
Syahrier Helmy - Violin/ percussion
Surtihadi - Violin/ percussion
Yus - Fretless/ contra bass
Tondi Rangkuti - Guitar
Eugen Bounty - Clarinet
Dony K. - Flute/ saxophone
Backing vocal - GORO GORO

Fans Club: GORO GORO FANS CLUB
'JOGLO JAGO'
Wirosaban Barat UH 6/3, Yogyakarta 55162 Indonesia

....
Tracklist:

Side A

01 Jangan Pukul Pakai Senjata, Pukul Saja Dengan Cinta
Jabo, 13 Mei 1998

02 Nyanyian Demonstran
Jabo, Yogya 13 Mei 1998

03 Goro Goro
Jabo, 17 Juni 1998

04 Kemarin dan Esok
Lirik - Rendra

05 Aku Selalu Menghadang Angin
Jabo, 17 Juni 1998

Side B

01 Sudah Merenungkah Kau Tuan?
Jabo, Yogya 13 Mei 1998

02 Satu Langkah Sejuta Cakrawala
Jabo, Sydney 20 Maret 1998

03 Langit Merah
Jabo

04 Tuhan Itu?
Jabo, Yogya 1976

05 Burung Kecil
Jabo


Salam...

No comments:

Post a Comment

Seluruh komentar pada blog ini akan di MODERASI untuk mengantisipasi kemungkinan komentar yang tidak sesuai dengan topik postingan, spam, kata kata kasar, ujaran kebencian dan semacamnya.

Salam..