Tuesday, March 17, 2026

Dinding Dinding Kota - Elpamas (Logiss Records 1989)

Dinding Dinding Kota - Elpamas (Logiss Records 1989)

Perjalanan kelompok ini boleh di bilang cukup unik, ada dan bergerak karena di sponsori oleh toko bernama Elektronik Payung Mas yang menyediakan berbagai peralatan elektronik, nama toko tersebut kemudian disingkat menjadi Elpamas, dan diputuskan menjadi entitas nama band. Memulai mimpi dengan cara sederhana, tampil di panggung berskala kecil dan juga acara hajatan kampung, semua disikat tanpa pandang bulu. Nyelenehnya lagi mereka ini sebelumnya bermain orkes dangdut dan baru beralih ke musik rock karena saat itu tergoda oleh hadiah dari acara gelaran Festival Rock se-Indonesia besutan Log Zhelebour yang mulai dilaksanakan pada tahun 1984, sebuah acara bergengsi yang akan membuka banyak peluang untuk memasuki industri musik tanah air, terutama jalur rock yang tengah semarak saat itu. Pada tahun pertama pelaksanaan festival ini ditahun 1984 mereka mendapatkan peringkat ketiga, kemudian pada tahun 1985 mereka mendapatkan peringkat pertama dan dipertahankan pada tahun 1986. Moment ini tentunya membuka peluang besar untuk menuju label rekaman dan juga dunia panggung rock. Era ini mereka sangat sibuk dengan berbagai kegiatan, termasuk salah satunya persiapan album perdana yang benar benar dibawah label Logiss Records, tidak seperti  Grassrock yang 'terlepas' memegangnya saat itu, dan baru pada album keempat mereka didapatkan kembali dan rekaman dibawah label ini.

Album ini sengaja di kebut dan di rilis pada tahun 1989, hal ini bukan tanpa alasan, nantinya Elpamas akan menjadi salah satu band pendamping Godbless saat tour panjang kala itu, dengan tajuk Godbless - Tour Raksasa Gudang Garam, dengan banyak tampil di berbagai ajang musik besar kala itu secara tidak langsung Elpamas telah menjelma menjadi ikon musik rock pendatang baru potensial, apalagi dengan materi baru yang fresh dan bukan sekedar materi cover yang dibawakan sebagai repertoarnya, tentunya menjadi nilai tambah dimata pendengar dan calon fans potensial dimasa depan. Apalagi dalam album ini, vokal dari Baruna cukup enak didengar, setelah album ini sayangnya ia keluar dari band ini dan kemudian di gantikan oleh Doddy Keswara aka Doddy Katamsi, kemudian di gantikan lagi oleh Ecky Lamoh, dan ternyata terus berulang, posisi vokalis silih berganti dan tak bertahan lama. Personil tetap yang tidak pernah meninggalkan posisinya meskipun juga sering ngobyek di artis lain adalah Toto Tewel, Edi Darome dan Rush Tato.

Materi lagu dalam album ini sebanyak 9 track dengan tematik yang menyoroti banyak sisi kehidupan, kebanyakan adalah realitas sosial seperti pada track Dinding Dinding Kota ciptaan Tontowi dan lagu oleh Rudi Gagola yang membahas tentang nasib para perantauan yang menjadi kuli kasar di berbagai sudut kota, di paksa tegar disaat rapuh menghimpit, uniknya lagu unggulan ini di letakkan di sisi side B track ke 4. Secara selintas, pada track pertama berjudul Angan Angan ciptaan Areng Widodo berkisah tentang kenangan tentang seseorang yang masih terlupa sementara ia telah jauh pergi. Track kedua berjudul Dunia ciptaan Bobby Diano dan lagu oleh Totok Tewel mengajak kita merenung tentang dunia, meredakan nafsu angkara demi dunia yang lebih damai. Track Semu lirik oleh Giponk dan lagu oleh Didik Sucahyo membahas tentang kebimbangan menunggu kekasih dan kekhawatiran semua akan musnah seperti lamunan. Track keempat berjudul Orang Malam lirik oleh Areng Widodo dan lagu oleh Didik Sucahyo menceritakan tentang kesendirian di tengah kota yang ramai, kebimbangan diri dan proses pencarian jalan menuju kebenaran.

Track pertama pada side B berjudul Anak Durhaka (Brutal) yang merupakan lirik karya Remy Soetansyah dan lagu oleh Didik Sucahyo bercerita tentang anak durhaka yang sering berbuat onar yang sering membuat gempar. Track kedua berjudul Tinggal Landas lirik Bobby Diano dan lagu oleh Didik Sucahyo bercerita tentang sikap optimisme pemuda akan masa depan, admin sangat menyukai lagu lagu penyemangat semacam ini, seperti halnya Kebyar Kebyar milik Gombloh atau Bangunlah Putra Putri Pertiwi milik Iwan Fals. Track ketiga berjudul Tegar lirik oleh Kenny Koeswoyo dan Bambang, lagu oleh Totok Tewel berkisah tentang optimisme ketegaran seseorang dalam menghadapi segala persoalan kehidupan yang mendera, dan tetap memilih maju daripada sekedar meratapi hidup. Kemudian track terakhir sebagai penutup yang merupakan sub judul album ini berjudul Untukmu Generasiku lirik oleh Dollah Gowi dan lagu oleh Didik Sucahyo, masih satu benang merah dengan lagu Tinggal Landas yang memberikan semangat optimisme kepada seluruh warga, bukan hanya pemuda, bumi pertiwi menunggu hasil karya terbaik untuk kemajuan bangsa.

Lirik lirik dalam album ini sangat bernas dan juga memberikan semangat positif bagi yang mendengarnya, garapan musiknya juga sangat baik membungkus menjadi satu kesatuan yang baik, sebagian besar di garap dengan format live recording agar menemukan penjiwaan yang utuh. Sayangnya saat album ini dirilis, nasibnya juga sama dengan album perdana Godbless yang memiliki kemiripan part dengan lagu dari luaran sana, sehingga tentunya ada penggemar yang kecewa. Angka penjualan album ini juga sedikit kurang namun bisa di fahami karena mereka adalah kelompok pendatang baru yang butuh penetrasi lebih jauh agar albumnya tersebar dengan baik. Setidaknya seperti yang admin bahas saat membahas album pertama Godbless, diatas semua persoalan ini, album ini sudah 100% menjadi milik mereka, salah satunya karena faktor lirik yang kuat. Terbukti dimasa depan mereka juga sudah menjelma menjadi salah satu legenda rock yang di miliki negeri ini.

Kesalahan pada album pertama ini kemudian di perbaiki pada album kedua bertajuk Elpamas - Tatto 1991 yang melambungkan hits Pak Tua yang merupakan karya milik Pitat Haeng yang tak lain adalah Iwan Fals, saat itu kelompok ini sering ngumpul di Markas Bengkel Teater Rendra, bahkan Sawung Jabo juga dengan senang hati memberikan lagu dan lirik pada album tersebut. Kelak dari persenyawaan ini, terutama Totok Tewel, Didik Sucahyo dan Edi Darome selalu membackup kelompok Sirkus Barock  baik dalam rekaman maupun panggung. Bahkan Totok Tewel jauh sebelumnya juga sudah diikutsertakan dalam kelompok Swami nan legendaris itu, keberadaannya paling awet dengan di lanjutkan dalam project album Kantata Samsara dan Kantata Revolvere pada era 1999. Side project yang ternyata statusnya mega project ini sedikit banyaknya tentu berpengaruh kepada kelangsungan band, sedikit oleng namun tetap bertahan. Sepanjang karier, album terklasik dari kelompok ini adalah album kedua tersebut, dan lagu terhits berjudul Pak Tua, kemudian ada RSS dari album Negeriku.

Rancangan desain album ini cukup unik dengan foto para personil di balik reruntuhan bangunan, mereka berlima terbingkai kusen jendela yang telah rapuh, selaras dengan nama Dinding Dinding Kota sebagai judul album, foto ini diambil oleh Yoga dari majalah remaja Gadis. Dilanjutkan dengan rancangan grafis oleh  Irawan Saleh yang juga mendesain beberapa cover album Godbless. Pada periode setelahnya, album ini dirilis dalam format CD oleh label Logiss Records, secara lengkap bersama album Elpamas lainnya. Untuk format kaset edisi awal ini, admin tentunya mendapatkan secara second, entah tangan keberapa, namun kualitas kasetnya sangat baik dan terjaga, masih jernih dan tidak terdapat kendala untuk di putar harian meskipun tertulis merek pita BASF - ferro extra, bisa jadi bahan pemilihan album ini berbeda dari BASF kebanyakan yang saat ini telah rontok. Versi format digitalnya saat ini juga telah tersedia di berbagai platform media streaming dan juga YouTube, saat ini semuanya sudah sangat mudah, namun tentunya ada yang hilang, antara lain credit title album pada bagian cover yang tidak disertakan pada edaran format digitalnya, dan itulah tujuan keberadaan blog ini, memuat hal pernak pernik kecil pada cover album.


Format KASET
.................
Album: Dinding Dinding Kota
Artist: Elpamas
Kode: - 
Label: LOGISS Records
Tahun: 1989
Harga KASET (saat rilis): 3.500,-





............
ELPAMAS - DINDING DINDING KOTA
Untukmu Generasiku
P & C 1989

SEKAPUR SIRIH
Sejak menyabet predikat Juara 1 'Festival Rock se-Indonesia '85' versi Log Zhelebour di Surabaya - Malang, Elpamas berpeluang di berbagai Rock Show di tanah air selama hampir 4 tahun.

Mereka membuktikan diri sebagai 'Group Rock Yunior' terbaik saat ini, yang nama kehadirannya diperhitungkan dalam blantika showbiz Indonesia setelah Godbless.

Untuk mengukuhkan keberadaannya dalam kancah musik rock negeri ini, maka dirilislah album perdana mereka yang diberi titel 'Dinding Dinding Kota'. Yang lebih menonjolkan segi musikalitas yang rumit daripada lagu yang ngebeat.

Jangan kaget apabila mutu sound yang dihasilkan agak berbeda dengan album lain. Sebab Elpamas memang ingin menyajikan sesuatu album yang direkam secara 'live' (bersama sama) pada waktu recording, agar penjiwaan terhadap lagu lagunya lebih terungkap dalam live show mereka.

Coba simak dengans eksama, bagaimana kekompakan sebuah grup tangguh yang menghasilkan sebuah album yang patut di miliki pecinta musik di tanah air.

Salam, Logiss Records
Project Officer - Log Zhelebour

.....
Personil Elpamas:
Totok Tewel - Guitar/ Backing Vocal
Baruna - Vocal/ Harmonica
Didik Sucahyo - Bass/ Backing Vocal
Eddy Darome - Keyboard/ Backing Vocal
Rush Tato - Drum/ Percussion

Produksi - Logiss Records
Koordinator - Log Zhelebour
Studio Rec. - Jackson
Sound Engineer - Irsan
Mix. Engineer - Teddy/ Iskandar
Studio Mixing - Billboard/ Jackson
Photographer - Yoga 'Gadis'
Graphic Designer - Irawan Saleh

DJARUM Super - Topnya Kretek Filter

.....
Tracklist

Side A
01 Angan Angan
     lagu - Areng Widodo
     lirik - Areng Widodo
02 Dunia
     lagu - Totok Tewel
     lirik - Bobby Diano
03 Semu
     lagu - Didik Sucahyo
     lirik - Giponk
04 Orang Malam
     lagu - Didik Sucahyo
     lirik - Areng Widodo

Side B
01 Anak Durhaka (Brutal)
     lagu - Didik Sucahyo
     lirik - Remy Soetansyah
02 Tinggal Landas
     lagu - Didik Sucahyo
     lirik - Bobby Diano
03 Tegar
     lagu - Totok Tewel
     lirik - Kenny Koeswoyo/ Bambang
04 Dinding Dinding Kota
     lagu - Rudy Gagola
     lirik - Tontowi
05 Untukmu Generasiku
     lagu - Didik Sucahyo
     lirik - Dollah Gowi


Salam....

No comments:

Post a Comment

Seluruh komentar pada blog ini akan di MODERASI untuk mengantisipasi kemungkinan komentar yang tidak sesuai dengan topik postingan, spam, kata kata kasar, ujaran kebencian dan semacamnya.

Salam..