Album: Renungan Reformasi
Artist: Ebiet G. Ade
Kode: KB - 0066/ ARB 0002
Label: Musica Studio's
Tahun: 1998
Harga (saat rilis): 13.000,-
Ini adalah album kompilasi album Ebiet G. Ade yang dirilis karena terpicu oleh gelombang Reformasi yang bergulir pada tahun 1998. Era baru tersebut banyak melahirkan harapan baru namun ditengah prosesnya banyak berjatuhan korban baik berupa materi maupun hal yang bersifat kejiwaan, penjarahan, dan berbagai aksi brutal lainnya menyertai datangnya zaman tersebut. Keprihatinan ini bisa dipastikan juga membekas dihati seorang Ebiet G. Ade, sehingga meskipun hanya lewat nyanyian beliau ingin memberi sedikit nasehat dan petuah lewat lagu lagunya. Mungkin saja pada saat itu untuk merilis album kondisinya sedang tidak memungkinkan, sehingga hanya album kompilasi inilah yang hadir untuk menenangkan jiwa jiwa yang resah tersebut, kumpulan lagu lagu Ebiet G. Ade dari album lawasnya yang dirangkum dalam sebuah album kompilasi bertajuk Renungan Reformasi, dengan lagu andalannya berjudul Untuk Kita Renungkan.
Cover album ini digarap oleh Arie Musica, bergambar Ebiet G. Ade tengah memalingkan wajah dan menutup sebagian muka dengan tangannya, yang diambil dari album Seraut Wajah rilisan tahun 1990, sebagai penguat ditambahkan potongan koran yang membahas tentang kejadian era 98 seperti tulisan artikel Mahasiswa demo ke DPR. Semua hal tersebut cukup mewakili apa yang terjadi pada era tersebut.
Format album ini untuk saat ini sepertinya sedikit susah untuk menemukannya, terutama dalam format CD, mungkin karena kompilasi ini saat itu kurang populer dibandingkan kompilasi lainnya yang sejenis. Sound yang dihasilkan dari sekeping kaset ini sangat jernih, namun seperti biasa juga, album kompilasi seperti ini mempunyai kelemahan yang sama yaitu pada beberapa lagu tidak sampai penghabisan atau coda, sebenarnya terlalu dipaksakan juga untuk memasukkan 20 lagu dalam sekeping kaset, idealnya memang hanya 18 lagu saja jika format kaset C90.
Cover album ini digarap oleh Arie Musica, bergambar Ebiet G. Ade tengah memalingkan wajah dan menutup sebagian muka dengan tangannya, yang diambil dari album Seraut Wajah rilisan tahun 1990, sebagai penguat ditambahkan potongan koran yang membahas tentang kejadian era 98 seperti tulisan artikel Mahasiswa demo ke DPR. Semua hal tersebut cukup mewakili apa yang terjadi pada era tersebut.
Format album ini untuk saat ini sepertinya sedikit susah untuk menemukannya, terutama dalam format CD, mungkin karena kompilasi ini saat itu kurang populer dibandingkan kompilasi lainnya yang sejenis. Sound yang dihasilkan dari sekeping kaset ini sangat jernih, namun seperti biasa juga, album kompilasi seperti ini mempunyai kelemahan yang sama yaitu pada beberapa lagu tidak sampai penghabisan atau coda, sebenarnya terlalu dipaksakan juga untuk memasukkan 20 lagu dalam sekeping kaset, idealnya memang hanya 18 lagu saja jika format kaset C90.
Tracklist:
Side A
01 Untuk kita renungkan
02 Menjaring matahari
03 Seraut wajah
04 Kalian dengarkah keluhanku?
05 Sketsa rembulan emas
06 Orator (tertera di cover, di kaset lagu HIDUP V)
07 Langit terluka
08 Kontradiksi didalam
09 Kita hanya bidak bidak catur
10 Orang orang terkucil
Side B
01 Dongeng dari negri antah berantah
02 Nasehat pengemis untuk istri dan doa untuk hari esok mereka
03 Pengemis dan tukang copet
04 Lakon anak anak bencana
05 Do'a sepasang petani muda
06 Berita kepada kawan
07 Potret anak harapan
08 Kesaksian anak sampah
09 Opera tukang becak
10 Apakah ada bedanya
Salam...
Saya pernah dengar satu kaset (tidak ingat judul kaset atau lagu) yang tidak lengkap lagunya.
ReplyDeleteSaya tidak suka cara begini dan saya pun heran kenapa pihak rekaman tega berbuat cara begini yang saya kira akan mencacatkan reputasi kaset itu sendiri...
iya benar pak cik, sebenarnya bisa di tandai jika kaset tersebut memuat 20 lagu sudah bisa dipastikan ada beberapa lagu yang tidak sampai selesai.
Deletebenar saya juga tak suka, sebab sangat tak enak jika mendengar lagu tak sampai coda. tapi disini rata rata begitu, jika compiled best, pasti banyak yang tak sampai habis, kecuali compiled kaset yang memuat paling banyak 18an lagu dalam satu kaset.