Friday, January 1, 2016

Badai Pasti Berlalu (Aransemen dan Rekaman Baru) - Chrisye (Musica Studio's 1999)

Badai Pasti Berlalu (Aransemen dan Rekaman Baru) - Chrisye (Musica Studio's 1999)

Album aslinya dirilis sekitar tahun 1977 merupakan soundtrack film dengan judul yang sama diadaptasi dari novel karya Marga T, tak disangka album soundtrack ini meledak dan menjadi hits sepanjang masa melebihi film itu sendiri. Singkatnya setelah 22 tahun kemudian, pada tahun 1999 album tersebut kembali dirilis dengan aransemen baru atas usulan dari label Musica Studio's tempat Chrisye bernaung. Sepasukan musisi berbakat digandeng oleh Erwin Gutawa plus musisi orkestra paling top dari Australia untuk menggarap project album edan edanan ini dan hasilnya sangat menggetarkan, disana sini terdapat sentuhan orkestrasi mewah menyelimuti setiap lagu saling berpadu padan dengan sangat apik. Bisa dipastikan bahwa ini adalah salah satu album favorit admin pribadi yang tak akan bosan untuk dinikmati sepanjang masa.

Meskipun album ini terbilang sukses, dengan totalitas Erwin Gutawa mengerahkan seluruh kemampuannya sebagai arranger, saat album ini dirilis ada juga yang tidak suka dengan versi versi baru BPB ini dengan berbagai macam alasan. Sangat bisa dimengerti karena orang saat itu mungkin terlanjur akrab dengan versi lamanya. Jika berbicara tentang ranah selera, maka hal itu tak akan pernah selesai dibahas. Kita sederhanakan begini saja, bahwa album versi lama merupakan versi klasik, ia tetap elegan dengan keindahan notasi yang revolusioner saat itu dan versi terbaru ini merupakan hasil pengembangan dari versi klasiknya. Tentunya masih ada ikatan kuat di kedua album ini, bahwa aransemen mewah yang digarap Erwin Gutawa ini tak akan ada jika sebelumnya tidak ada album BPB versi klasik yang masih memakai alat musik pokok saja tanpa sentuhan string. Berbicara tentang klasik, perlahan namun pasti album versi garapan Erwin Gutawa ini akhirnya telah menjadi klasik pula, waktulah yang akan menentukan sebuah karya tersebut berkualitas atau tidak.

Album BPB versi baru ini dirilis pada tahun 1999 dalam format kaset dan CD, setelah periode tersebut, album ini sepertinya terus dicetak ulang oleh pihak Musica Studio's, pertama yang admin miliki merupakan rilisan tahun 2008. Jujur pula, bahwa admin mengetahui album indah ini bukan dari versi awalnya, namun dari versi remake ini yang cukup booming kala itu, terutama dengan lagu Cintaku yang meledak abis. Setelah membaca berbagai artikel, admin baru mengetahui bahwa keseluruhan album ini adalah versi terbaru aransemen ulang dari album yang dirilis tahun 1977, tentunya tak ada yang lagu baru ditawarkan disini, hanya menawarkan sebuah permainan musik yang mengagumkan dan penggunaan teknologi mastering terbaik kala itu.
 
Tentang album remake semacam ini, sebenarnya banyak manfaatnya jika album terdahulu kembali dirilis ulang dan ternyata mampu booming kembali. Generasi baru tentunya akan mendengarkan, bagi yang tertarik pastinya mencoba menelusuri, menggali katalog tersebut hingga ke hulunya. Itulah yang terjadi dengan admin pribadi, setelah mendengarkan versi album ini, kemudian berusaha mencari versi album originalnya dan akhirnya menemukan satu rangkaian mengasyikkan antara album pertama dan versi remakenya. Keduanya sama sama indah, versi klasik indah dengan nuansa perjuangan ditengah keterbatasan, versi remake juga indah dengan sentuhan teknologi dan barisan personil yang tidak main main, keduanya mahakarya.


Format CD cetakan awal
.............................
Album: Badai Pasti Berlalu
Artist: Chrisye
Kode CD: MSCD 0234
Label: Musica Studio's
Tahun: 1999
Harga (saat rilis): 45,000,-



 

Format CD cetakan 2008
.............................
Album: Badai Pasti Berlalu
Artist: Chrisye
Kode CD: MSCD 0234
Label: Musica Studio's
Tahun: 2008
Harga (saat rilis): tak tercantum






Format KASET edaran 2008
............................
Album: Badai Pasti Berlalu
Artist: Chrisye
Kode KASET: MSC 8958
Label: Musica Studio's
Tahun: 2008
Harga (saat rilis): 18.000,-





.................................
PRAKATA

''Karya indah terbukti tak pernah lekang dimakan jaman, ia akan tetap dapat memenuhi kebutuhan estetika batin manusia meskipun dinikmati dan diapresiasi berpuluh tahun setelah lahirnya karya tersebut, serta oleh kelompok penikmat yang berbeda''

BADAI PASTI BERLALU (BPB) yang dirilis 1977, dinilai banyak orang sebagai sebuah karya musik yang indah dan abadi. Para pengamat musik menyebutnya sebagai salah satu tonggak musik bahkan pembaharuan musik pop Indonesia. Dan bila kemudian orang juga mempredikati BPB sebagai karya monumental, sungguh saya beruntung dan bersyukur pada Tuhan karena saya berkesempatan terlibat didalamnya.
Imaji yang terlanjur melekat pada BPB itulah yang membuat saya gamang memenuhi permintaan orang orang disekitar saya maupun pihak Musica yang sejak 1995 (setelah saya menggelar konser 'SENDIRI'), tak berhenti mendesak saya untuk merekam ulang lagu lagu BPB. Saat itu, bahkan menjelang akhir 1998 saya cenderung merelakan BPB sebagai sebuah karya yang menjadikan babakan penting dalam sejarah musik Indonesia maupun karir saya.
Ketika akhirnya saya putuskan untuk kembali memproduksi BPB, pijakan saya adalah tuntutan profesi sebagai seniman musik yang merespon harapan para penggemar dan pecinta musik Indonesia. Betapapun disamping Ridho Allah, penggemarlah yang menjadi faktor utama pendukung kelanggengan karir saya.
Disamping itu, tanpa bermaksud meng-klaim diri yang paling berhak, saya tergerak mendokumentasikan salah satu karya musik terindah yang pernah tercipta sebagai wujud apresiasi saya terhadap karya itu sendiri serta persembahan bagi dunia musik Indonesia.
Dan sungguh... saya bangga dan bersyukur pada Tuhan dikaruniai kembali kesempatan yang indah

Wassalam,

Chrisye

....................... 
Prakata Erwin Gutawa:
Dua puluh tahun silam terjadi sebuah peristiwa penting dalam industri musik, yaitu dirilisnya album Badai Pasti Berlalu (BPB). Dengan lagu lagunya yang indah, lirik yang romantis,  ''berkelas'', dan aransemen yang baik, serta merta BPB menyita perhatian bahkan sampai mengubah orientasi cita rasa publik masa itu. BPB pun dicatat sebagai pembaharu dalam industri musik pop. Meski melewati lintasan waktu yang panjang BPB tetap dinikmati pencinta musik.

Saya (pada waktu itu belum serius menjadi ''anak band'') sangat beruntung ikut ''jadi saksi'' kelahiran BPB 1977. BPB yang memang merupakan ''karya spesial'' kemudian menjadi salah satu referensi penting bagi wawasan bermusik saya dan para musisi segenerasi. (Salut dan hormat saya kepada senior senior saya para kreator BPB dan pihak yang terlibat dalam penggarapannya)

Lagi lagi saya mendapat keberuntungan bahkan kehormatan -selang dua puluh tahun setelah peristiwa tersebut- berkesempatan untuk mem-''produce'' ulang lagu lagu BPB. Sesuatu yang sejak lama jadi impian saya (mungkin juga impian para pemusik-produser musik lainnya) menjadi kenyataan.

Tentu saja antusiasme didada begitu menggebu apalagi ini merupakan kerja sama saya yang ke3 dengan Chrisye ''Sang Legenda'' penyanyi dengan timbre suara tiada duanya dan segmentasi audiens yang luas.

Dalam upaya memberikan inteprestasi baru yang sesuai dengan tuntutan jaman, saya amat memperhatikan hal tersebut. Itulah sebabnya saya menawarkan sajian musik yang beragam dalam album ini. Banyak pemusik/ penyanyi dengan latar belakang yang berbeda saya undang untuk menyumbangkan talenta musiknya di album ini.

Sungguh bangga dapat bekerja sama dengan Thomas ''GIGI'', Ronald ''dr.PM'', Eddy Kemput ''Grass Rock'', Bujana ''GIGI'', Andi Rianto, Bintang, Youngky Suwarno, Gerri Herb, Yusuf Ony, Henry Lamiri serta teman teman lama saya, Si ''Pintar'' Aminoto Kosin, Uce (engga kerasa udah 18 tahun, ce!), Indro dan Tohpati. Mereka adalah pemusik terdepan di industri musik saat ini.

Ingin rasanya saya dapat membagi perasaan hati yang berbunga bunga dari mendengar aroma klasikal yang megah (kala paduan suara Improptu mengisi lagu Badai Pasti Berlalu), yang tradisional lewat permainan Erizal (saluang, serunai), Jalu (kendang, jembe, rebana), Husein (tabla), sampai kefasihan Pak Misnan melantunkan cengkok dangdut melalui sulingnya.

Saya tetap menyimpan kerinduan untuk dapat bekerja sama lagi dengan ''the one & only lady rocker'' Nicky Astria, Aning Katamsi (hormat saya untuk pilihan kamu menekuni seroisa), penyanyi keroncong/ langgam senior dengan kemampuan teknik yang prima Ibu Waljinah serta The Victorian Philharmonic Orchestra - Australia (...mungkin enggak ya, bisa kerja bareng lagi dengan kalian?)

Dari hati yang terdalam, saya ucapkan terimakasih kepada bakat bakat besar diatas yang membuat musik saya serasa menjad lebih indah.
Hasil akhir album Badai Pasti Berlalu ini pastinya akan jauh dari harapan saya seandainya pihak Musica keberatan mengakomodasi semua tuntutan kreativitas, ide dan ekspresi musikal saya. Terimakasih banyak untuk Musica atas kesepakatan pandangan dalam menyikapi produksi ini sebagai sebuah ''produk spesial'' (hari gini...). Apa yang diberikan untuk saya dan album ini mestinya layak menjadi persembahan bagi dunia musik Indonesia.
Dengan sepenuh cinta dan toleransi, telah saya curahkan segenap kemampuan musikal saya demi mempersembahkan sebuah karya bagi masyarakat pecinta musik.

Semoga berkenan

Oktober 1999
......................
PRODUKSI
Produser eksekutif - INDRAWATI WIDJAJA
Konsep & produksi album - ERWIN GUTAWA, CHRISYE & PT. Musica Studio's
Produser dan aransemen musik - ERWIN GUTAWA
Studio rekam - Musica Studio Jakarta
Juru rekam - DANNY LISAPALY
Studio rekam untuk orkestra - ALLAN EATON STUDIO
Juru rekam untuk orkestra - ROBIN GRAY
Studio penata rekaman - SING SING STUDIO, MELBOURNE AUSTRALIA
Penata rekaman - GUY GRAY
Pembantu penata rekaman - DAVID COULTHARD GARK
Studio pemitaan induk - 301 Studio, SYDNEY AUSTRALIA
Juru pemitaan induk - DON BARTLEY
Koordinator pelaksana & produksi rekaman - BASS Production
Desain sampul - GAURI NASUTION
Kontraktor orkestra - RON LAYTON, The Orchestra Manager
Konduktor orkestra - BRETT KELLY

MUSISI ORKESTRA
THE VICTORIAN PHILHARMONIC ORCHESTRA AUSTRALIA
BIOLA - Gretta Bull, Eleanor Bush, Isin Cakmakcioglu, Julia de Jonghe, Mark Drummond, Peter Fellin, Deborah Goodall, Shelley Heath, Anne Hickey, Christine Johnson, Leon La Gruta, Michael Loftus - Hills, Robert Macindoe,  Ellen Mentiplay, Wojciech Statkiewitcz, Meredith Thomas, George Wi.
VIOLA ALTO - Danielle Arcaro, Simon Collins, Jenny Curl, Alison Feiner, Beth Hemming, Rosia Pasteur.
CELLO - Keith Johnson, Gerald Keuneman, Sarah Morse, Andre Taylor.
BASS - Sylvia Hosking, Adrew Moon.
FLUTE - Prue Davis, John Jones.
OBOE - Jeff Crellin.
CLARINET - Ian Morgan
HORN - Linda Hewett, Geoff Lierse.
TROMBON - Eric Klay, Ken Mc Climont.
HARPA - Julie Raines
PERKUSI - Robert Clarke

PADUAN SUARA - IMPROPTU (Anne, Sisca, Lucy, Cathy, Sophie, Joyce, Benny, Donny, Ferry, Adam, Harland, Stanley, Alpian.

Tracklist:

01 CINTAKU Cipt. Eros Djarot/ Debby Nasution
Drum - Gerry Herb
Gitar bass - Indro
Gitar akustik/ listrik - Tohpati ''bontot''
Kibor, drum & loop perkusi - Erwin Gutawa
Loop drum & perkusi - Aminoto kosin
Biola - Henri Lamiri
Penyanyi latar - Nidya, Lea, Gideon

02 MEREPIH ALAM Cipt. Eros Djarot/ Chrisye
Drum - Uce Hariono
Gitar bass - Indro
Gitar akustik/ listrik - Eddy Kemput
Kibor - Erwin Gutawa
Biola - Henri Lamiri
Penyanyi latar - Nidya, Lea, Gideon

03 SEMUSIM Cipt. Eros Djarot
Suling - Misnan
Tabla - Husen
Gitar bass - Bintang
Kibor, loop perkusi, program drum - Erwin Gutawa
Penyanyi duet - Waljinah

04 MERPATI PUTIH Cipt. Eros Djarot
Drum - Uce Hariono
Bass gitar tanpa fret - Bintang
Gitar akustik/ listrik - Tohpati ''Bontot''
Kibor - Erwin Gutawa
Klarinet - Eugene
French horn - Irianto
Orkestra - The Victorian Philharmonic Orchestra
Arr. orkestra - Erwin Gutawa

05 KHAYALKU Cipt. Eros Djarot/ Debby Nasution
Drum - Ronald ''dr.PM''
Gitar bass - Thomas
Gitar akustik/ elektrik - Eddy Kemput
Kibor - Erwin Gutawa
Penyanyi duet - Nicky Astria

06 BAJU PENGANTIN Cipt. Eros Djarot
Piano - Erwin Gutawa
Orkestra - The Victorian Philharmonic Orchestra
Arr. orkestra - Erwin Gutawa

07 SERASA Cipt. Eros Djarot/ Chrisye
Drum & timbales - Uce Hariono
Gitar bass - Indro
Gitar akustik/ listrik - Tohpati ''Bontot''
Loop perkusi - Aminoto Kosin
Kibor - Erwin Gutawa
Biola - Oni Krisnerwinto
Penyanyi latar - Nidya, Lea, Gideon, Boy

08 ANGIN MALAM Cipt. Eros Djarot/ Debby Nasution
Piano akustik - Andi Rianto
Gitar akustik - Eddy Kemput
Gitar bass - Erwin Gutawa
Orkestra - The Victorian Philharmonic Orchestra
Arr. orkestra - Erwin Gutawa

09 PELANGI Cipt. Eros Djarot
Drum - Ronald ''dr.PM''
Sentizer bass - Youngky Suwarno
Piano akustik - Andi Rianto
Kibor - Erwin Gutawa
Gitar akustik/ elektrik - Eddy Kemput
Orkestra - The Victorian Philharmonic Orchestra
Arr. orkestra - Erwin Gutawa

10 MATAHARI Cipt. Eros Djarot
Kendang, jembe, dumbek, rebana - Jalu P.
Bass gitar - Yusuf
Sitar - Dewa Bujana
Paduan suara - Improptu
Arr. paduan suara - Erwin Gutawa
Kibor & bunyi bunyian etnik (gamelan, suling, kecrek) - Erwin Gutawa
Penyanyi duet - Aning Katamsi

11 BADAI PASTI BERLALU Cipt. Eros Djarot
Kibor, program drum & perkusi - Erwin Gutawa
Saluang & serunai - Erizal
Paduan suara - Improptu
Penyanyi Latar - Nidya, Lea, Gideon, Boy




Salam...

2 comments:

  1. tak pernah dengar lagunya. mungkin tak popular di Malaysia...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya. mungkin saja tak populer disana pak cik.
      tetapi Chrisye termasuk salah satu legenda musik di Indonesia.
      Jika pak cik penasaran, coba saja mendengarkan dengan mendownload beberapa lagunya hehe..

      Delete

Seluruh komentar pada blog ini akan di MODERASI untuk mengantisipasi kemungkinan komentar yang tidak sesuai dengan topik postingan, spam, kata kata kasar, ujaran kebencian dan semacamnya.

Salam..