Tuesday, January 5, 2016

Single 'Orator' feat L'Alphalpha (full band) - Ebiet G. Ade (2015)

Single 'Orator' feat L'Alphalpha (full band) - Ebiet G. Ade (2015)

Album: Frekuensi Perangkap Tikus volume 2
Artist: Various Artist
Kode: -
Label: Indonesian Corruption Watch
Tahun: 2015
Harga (saat rilis): 40.000,-




''APA SIH YANG TIDAK DIKORU SI?
SEMUA DICU I, SEMUA DICOL NG
M LING ADA DI MANA-MANA
DI DALAM RUMAH RUMAH''


Begitulah prakata yang terdapat pada awal album yang dirilis ICW dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi pada 9 Desember lalu, ungkapan yang bernada sedikit kesal tersebut menyoroti penyakit korupsi yang tak ada habisnya di negeri ini, bahkan kian hari semakin merajalela, menghabiskan segala yang ada album. Kompilasi ini berisi tentang lagu lagu yang mengajak kepada kesadaran masyarakat luas terhadap budaya anti korupsi, mengingatkan kembali betapa sangat berbahayanya penyakit yang satu ini.

Album ini merupakan seri kedua dari album Frekuensi Perangkap Tikus yang dirilis pada tahun 2013 lalu, pada volume kedua ini yang masih memiliki tema sama, yaitu semangat melawan korupsi, musisi kebanggan admin ternyata ikut serta tanpa banyak gembar gembor sebelumnya dalam kompilasi ini, siapa lagi kalau bukan Ebiet G. Ade. Ia dalam project ini berkolaborasi dengan band indie bernama L'Alphalpha yang didalamnya juga terdapat putrinya yang bernama Byatriasa Ega atau biasa dipanggil Yayas sebagai anggota personel band, selain bermain keyboard Yayas juga merangkap sebagai vokalis/ backing vocal didalam kelompok ini.

Ebiet G. Ade dalam album ini tidak membawakan lagu baru, tetapi mengolah kembali lagu lama yang mungkin jika bukan pemerhati lagu lagu beliau maka tidak akan familiar mendengar lagu ini, lagu tersebut berjudul Orator terdapat di album Langkah Berikutnya dirilis pada tahun 1982. Pada versi asli lagu ini hanya menggunakan gitar akustik saja, kemudian dalam project kali ini dirubah dengan konsep full band, diawali dengan gebukan drum yang bersemangat dan kemudian disambut dengan koor yang bersemangat pula. Aransemen musiknya menurut admin sangat fresh dan sangat kental dengan nuansa dan semangat indie, Yayas mempermanis lewat suara merdunya pada backing vokal. Pada bagian lirik ada sedikit perubahan dari versi originalnya, yaitu pada kata-kata ''Kota'' dirubah menjadi menjadi ''Negeri'' sehingga makna yang disampaikan menjadi lebih luas, bukan hanya mencakup satu kota saja namun telah melingkupi seluruh negeri, sangat pas sekali untuk dijadikan mars perlawanan pemberantasan korupsi dan juga seluruh tindakan kesewenang wenangan.

Setidaknya bagi kita yang menikmati sekeping album ini, bahwa musik juga sangat efektif untuk menyampaikan pesan positif selain sebagai fungsi hiburan tentunya. Mengingatkan dan menyadarkan kembali bahwa korupsi adalah penyakit ganas yang bisa menumbangkan sebuah bangsa, ini merupakan tugas kita bersama dalam mengawasi dan mengontrol agar seluruh tindak kesewenangan bisa ditumpas habis sampai keakar akarnya.












..................................
Frekuensi Perangkap tikus hadir kembali; tentunya album musik ini tidak bisa langsung menangkap perampok uang rakyat. Album ini tidak bisa juga seketika mempelantingkan tradisi bohong parah yang licin. Tapi lagu pun bisa didengarkan agar optimisme tetap berjalan: kita jaga diri ini untuk terhindar dari hasrat curang dan terus kikis korupsi di sekitar kita.

Mengawal hari yang penuh jenuh/ Besar rasa penat/ Yang diserap dalam sukma/ Yang kerap terusik/ Dengan tilikan harian/ Gelimang harta bersanding malang/ Jelata dan harta yang makin timpang/ Berat rasa/ Mengharapkan/ Hidup yang tenteram/ Singkir ketamakan/ Isi nuranimu/ Jiwa kan terasa lebih lega/ Berkuranglah beban/ Langkah kan meringan/ Melalui hidup kan lebih senang/ Lapang.../ Mungkin tak seberapa punyaku/ Namun kelak tak kan terkejar/ Oleh akibat dan celaka perbuatan/ Cobalah cari kesejukan hati/ Dalam sanubari/ Tangguhkan prinsipmu/ Terbanyak bukan sandaran hidup ini/ Singkir ketamakan/ Isi nuranimu/ Jiwa kan terasa lebih lega/ Hidup dengan lapang/ Lapang...

Lirik lagu Jirapah yang ditulis oleh Mar Galo ini, dimainkan dengan musik yang tenang, bisa jadi penggambaran yang jernih betapa nikmatnya hidup tanpa culas, terlebih pada uang. Ini untuk generasi siapapun -angkatan lama sampai lusa- makanya kompilasi ini mengundang para musisi dari rentetan usia yang lebar: dari PSP, Ebiet G. Ade, SORE hingga L'Alphalpha. Selain juga mengingatkan tentang culunnya martabat dan betapa kita akan merugikan sangat banyak orang akibat perilaku korupsi yang dampaknya gampang merentet, baik untuk dimulai dari lingkungan terdekat, keluarga dan sahabat.

Karenanya proyek ini melibatkan musisi-musisi dengan hubungan keluarga ataupun antar sahabat lama; Jirapah beranatomi suami-istri Ken dan Mar bersama teman-teman baik mereka. Indie Art Wedding adalah sejoli laki-bini Cholil dan Irma. Ebiet yang attitude dan suara yang klasik itu, kali ini merekam bersama putrinya di kelompok musik L'Alphalpha (pada 1981, Ebiet menadakan syairnya: Sejak kemarin di negeri ini telah penuh dengan kekotoran/ Bau bangkai tanpa terlihat mayat, bau wangi tanpa ada kembang).

Ada pula abang-adik bervokal paten, Anda dan Bonita, serta duo saudara kandung yang bermain keras, The Experience Brothers. Sedangkan grup Pancaran Sinar Petromaks dan White Shoes & The Couples Company sama sama berisikan persahabatan masing-masing dari kampus dan angkatan yang berbeda. Dan para personil SORE adalah kawan sepermainan dengan durasi jalinan pertemanan yang panjang dan dalam.

Pemilihan ini sebagai gambaran, sebagai tawaran pesan, sekali lagi; mengikis gejala korupsi mulai dari lingkungan yang terdekat. Selain memang kreasi musik mereka yang kami pikir perlu hadir disini (adalah proyek kolaborasi yang kami sendiri tidak tahu persis bagaimana hasil akhirnya hingga semua lagu akhirnya terkumpul), agar album ini dapat mendekati tujuannya; terdengar mantap, mengena.

Upayakan hidup beserta jujur. Tidak lestarikan bokis.
Salam,

Harlan Broer
Jakarta, November 2015
 

........................... 
Eksekutif produser - Indonesian Corruption Watch
Koordinator - Adan Topan Husodo
Koordinator divisi kampanye - Tama S. Langkuh 
Project officer - Sigit Wijaya 
Didukung oleh - DANIDA 
Produser - Harlan Boer 
Gambar sampul - Motulz 
Ilustrasi komik strip dan desain grafis - Unggul Kardjono 
Puisi dan prakata - Harlan Boer 
Mastering - Dimas Martokoesoemo
Judul album Frekuensi Perangkap Tikus - Harlan Boer & Herry Sutresna

Lagu Orator pertama kali muncul pada album Ebiet G. Ade ''Langkah Berikutnya'' (Jackson Records, 1982)
Untuk lirik dan informasi rinci tentang Frekuensi Perangkap Tikus volume 2 silahkan kunjungi www.antikorupsi.org

ICW
Copyrights & publication 2015
IINDONESIAN CORRUPTION WATCH
jl. Kalibata Timur IV/D No. 6 Jakarta Selatan 12740
Tel: +6221.7901885 +6221.7994015 Fax: +6221.7994005
Email: info@antikorupsi.org
Twitter: @antikorupsi @sahabatICW
Facebook: Sahabat ICW

............
Tracklist CD:
01 LAPANG - Jirapah
02 CORENG ARANG - SORE
03 BUKAN ANDALAN - Indie Art Wedding

04 ORATOR - Ebiet G. Ade & L'Alphalpha
Kita adalah sepasukan burung garuda jantan
yang hendak merebut kota dari cengkeraman kaum munafik

hm... loba dan tamak
Seharian kuku-kuku kita telah tajam diasah
bakal merobek topeng-topeng manis,
kedok dari kebusukan dan kelicikan

hm....... segera hentikan
Sejak kemarin di NEGERI ini telah penuh dengan kekotoran
Bau bangkai tanpa terlihat mayat, bau wangi tanpa ada kembang
Buktikanlah bahwa kemerdekaan bukan hanya sebuah sandiwara
Bersaksilah bahwa kemerdekaan benar-benar telah jadi milik kita

Kita mencoba jadi seperangkat alat untuk membasmi
tikus dan rayap, nyamuk dan lalat,
semua pengkhianat di tanah ini, hm di negeri ini

Sejak kemarin di NEGERI ini telah penuh dengan kekotoran
Bau bangkai tanpa terlihat mayat, bau wangi tanpa ada kembang
Buktikanlah bahwa kemerdekaan bukan hanya sebuah sandiwara
Bersaksilah bahwa kemerdekaan benar-benar telah jadi milik kita


05 DANA EXPRESS - White Shoes & The Couples Company
06 TETANGGA GUE - Orkes Moral Pancaran Sinar Petromaks
07 LIHAT SINI - The Experience Brothers
08 NN - Anda & Bonita
09 DI PUTUSAN - SORE


Salam...

2 comments:

  1. beruntung tuan kerana miliki lagu duet Ebiet yang rare ini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. CD Album ini baru saja rilis desember kemarin ini, jadi belum rare.
      Hanya satu lagu saja, sebagai album penyokong anti korupsi..

      Delete

Seluruh komentar pada blog ini akan di MODERASI untuk mengantisipasi kemungkinan komentar yang tidak sesuai dengan topik postingan, spam, kata kata kasar, ujaran kebencian dan semacamnya.

Salam..