Yogyakarta (Jogjakarta dalam ejaan lama) merupakan kota yang penuh kenangan bagi banyak orang, termasuk juga bagi seorang legenda bernama Ebiet G. Ade. Ia memang berasal dari daerah kecil bernama Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara, namun sejak ia belia telah akrab dengan kota Yogyakarta. Diawali dengan masa SMP dan SMA kemudian secara intensif memutuskan bergabung dengan komunitas seniman disana setelah setamat SMA hingga kemudian menjelma menjadi seorang superstar, ia tetap berada di Yogyakarta pada periode awal. Layaknya Gatot Kaca dengan Kawah Candradimuka, dikota inilah beliau ditempa, banyak cerita bermula dari sini seperti merintis karier sejak belia dengan tampil dijalanan kemudian tampil didepan publik lebih luas, bersenyawa dengan banyak teman teman komunitas seniman lainnya seperti Emha Ainun Najib. Eko Tunas dan Eha Kertanegara menjajal panggung demi panggung, beberapa diantaranya bahkan tidak mendapatkan honor ataupun ditinggal penonton, ada juga kisah teman satu kos yang sangat peduli dengan tanpa pamrih memaksa Ebiet G. Ade untuk rekaman dan kemudian menempuh jarak Jogja-Jakarta dengan kereta api demi menawarkan demo tersebut kepada setiap label rekaman. Berjuta rasa baik susah maupun senang, semua dijalani dan Jogja secara tidak langsung membentuk sosok kepribadian Ebiet G. Ade seperti saat ini.
Dan ketika Ebiet G. Ade telah mendapatkan semuanya, menjadi seorang penyanyi yang sukses dan tentunya berlimpahnya materi, pada saat moment suatu ketika ia harus kembali kekota Yogyakarta demi suatu kepentingan, ia merasakan hal seperti dejavu saat memasuki gerbang kota Yogyakarta sehingga mengilhami terciptanya lagu Yogyakarta ini dan kemudian masuk di album Sketsa Rembulan Emas tahun 1988/1989. Beruntung saja, mayoritas pada lagu lagu Ebiet G. Ade pada bagian bawah liriknya selalu tertulis tanggal dan lokasi tempat lirik tersebut diciptakan, pada album Sketsa Rembulan Emas tertulis: Yogyakarta 1986. Jika dirunut kebelakang itu adalah periode album Isyu yang digarap pada tahun 1986/1987 atau bahkan mungkin merupakan bagian dari album tersebut namun urung dimasukkan. Lagu Yogyakarta sendiri hanya dibawakan bersama iringan gitar yang dimainkan oleh Ebiet G. Ade sendiri dengan cara digenjreng, bukan dipetik sebagaimana lazimnya. Bisa jadi karena lagu ini merupakan pengalaman emosional personal, maka lebih cocok dengan iringan gitar akustik saja tanpa adanya tambahan instrumen lain.
Lagu Yogyakarta tersebut kemudian dijadikan sebagai lagu unggulan dan ditambahkan lagu lagu hits Ebiet G. Ade lainnya sehingga terciptalah album kompilasi ini. Perancang grafis album ini yang sayangnya tidak tercantum namanya pada cover, berusaha menampilkan kesan Yogyakarta pada covernya dengan ikon 'Plengkung Kuning' yang merupakan pintu gerbang masuk menuju Keraton Yogyakarta, sementara Ebiet G. Ade berdiri memakai jaket seolah olah tengah berada didepan gerbang tersebut sebagai cover depan dan pada cover belakang beliau seperti tengah duduk bersantai di dalam lingkungan keraton diatas sebuah sofa. Kedua foto Ebiet G. Ade di album ini diambil dari foto yang terdapat dalam album Bahasa Langit rilisan tahun 2001, kemudian di padu padankan dengan foto suasana lingkungan keraton sehingga jadilah cover unik semacam ini.
Album ini dirilis dalam format kaset dan CD, untuk format kaset memuat 20 lagu dengan pembagian masing masing berisi 10 lagu pada setiap sisinya, sementara format CD hanya memuat 14 lagu saja. Baik format kaset maupun CD menurut pengamatan admin sama sama menghasilkan sound yang jernih, meskipun pada beberapa lagu pada format kasetnya tidak memuat lagu hingga coda/ penghabisan, beruntung saja pada format CD semua lagu dimasukkan secara utuh. Pemangkasan seperti itu adalah hal biasa karena keterbatasan daya tampung pada pitanya. Format CD untuk album kompilasi ini sedikit langka, format kaset masih mudah ditemukan hingga saat ini namun juga tidak banyak, mungkin pengaruh saat itu kompilasi ini kurang bisa bersaing dengan banyak judul kompilasi sejenis lainnya. Pada situs YouTube album ini juga sudah diposting secara lengkap.
Format CD
..................
Album: Yogyakarta
Artist: Ebiet G. Ade
Kode: ARD 0116
Label: ARS Record/ Musica Studio's
Tahun: 2006
Harga (saat rilis): 35.000,-
Tracklist CD:
01 Yogyakarta
02 KepadaMu Aku Pasrah
03 Untuk Kita Renungkan
04 Berita Kepada Kawan
05 Dimanakah Matahariku
06 Titip Rindu Buat Ayah
07 Lolong
08 Jakarta I
09 Langit Terluka
10 Ayah Aku Mohon Maaf
11 Khilaf
12 2 Menit Ini Mistery
13 Seruling Malam (Tokoh VI)
14 Orang Orang Terkucil
Format KASET
..................
Album: Yogyakarta
Artist: Ebiet G. Ade
Kode: ARS 0724
Label: ARS Record/ Musica Studio's
Tahun: 2006
Harga (saat rilis): 18.000,-
Tracklist KASET:
Side A
01 Yogyakarta
02 KepadaMu Aku Pasrah
03 Untuk Kita Renungkan
04 Berita Kepada Kawan
05 Dimanakah Matajariku
06 Titip Rindu Buat Ayah
07 Lolong
08 Jakarta I
09 Langit Terluka
10 Nasehat Pengemis Untuk Istri Dan Doa Untuk Hari Esok Mereka
Side B
01 Ayah Aku Mohon Maaf
02 Jakarta II
03 Khilaf
04 Pengemis Dan Tukang Copet
05 2 Menit Ini Mistery
06 Hidup IV
07 Berjalan Di Hutan Cemara
08 Cita Cita Kecil Si Anak Desa
09 Seruling Malam (Tokoh VI)
10 Orang Orang Terkucil
*semua lagu ciptaan Ebiet G. Ade
Salam...
No comments:
Post a Comment
Seluruh komentar pada blog ini akan di MODERASI untuk mengantisipasi kemungkinan komentar yang tidak sesuai dengan topik postingan, spam, kata kata kasar, ujaran kebencian dan semacamnya.
Salam..