Ini adalah album kedua milik Ebiet G. Ade yang dirilis dibawah label sendiri bernama EGA Records bertajuk Sketsa Rembulan Emas pada sekitar tahun 1989 dengan lagu unggulan 'Sketsa Rembulan Emas' yang menampilkan Eet Sjahranie bermain gitar akustik di lagu ini, berkisah tentang kegamangan Ebiet G. Ade dalam melihat polah para pemimpin dunia yang sepertinya menutup mata, tidak peduli dengan berbagai bencana seperti peperangan dan kelaparan yang tengah terjadi saat itu. Hanya doa yang bisa diucapkan semoga para pemimpin dunia tersebut disadarkan dan kembali pada fungsinya untuk menjaga percaturan dunia agar terwujud dunia yang penuh dengan kedamaian, tenteram dan sejahtera.
Kemudian lagu yang berhasil menanjak menjadi hits besar adalah 'Masih Ada Waktu' yang terilhami dari tragedi kecelakaan tabrakan kereta api di Bintaro pada tanggal 19 0ktober 1987, dan saat admin memposting album ini ternyata secara tak sengaja memiliki kesamaan tanggal dan bulan kejadian tragedi tersebut yang telah berlalu sekitar 28 tahun silam. Isi lagunya tidak secara langsung menyoroti bencana kereta api tersebut, lebih mengajak untuk merenungi semua bencana yang menimpa, agar dapat dipetik hikmahnya dan hendaknya kita selalu mensyukuri setiap kesempatan dan waktu yang telah diberikanNya, mumpung masih diberi waktu marilah segera bersujud.
Selain dua lagu diatas, banyak lagi lagu didalam album ini yang memiliki pesan mendalam, seperti tema cinta dalam lagu Kalian Boleh Coba, tema persahabatan dalam lagu Yang Terluka, tema yang membahas pergulatan bathin dalam lagu Haruskah Aku Menyerah, Nyanyian Burung Dan Pepohonan dan Ada Sisa Sisa Suara, tema sosial dalam lagu Aku Pasrah Kepada Kebenaran dan tema nasionalisme dalam lagu Huru Hara. Penata musik dialbum ini masih tetap setia di gawangi oleh maestro Billy J. Budiardjo dibantu oleh musisi yang telah biasa mendukung Ebiet G. Ade pada album terdahulu seperti Suryati Supilin, Yudhianto dan Edo Braseros.
Lagu Masih Ada Waktu bersama lagu Berita Kepada Kawan dan Untuk Kita Renungkan saat ini telah menjadi trio lagu klasik paling populer. Hasil karya epik milik Ebiet G. Ade ini jika diperhatikan sepertinya saling memiliki keterkaitan namun ternyata tidak, ia hanya memiliki kemiripan tema lagu dan melodi diantara ketiganya, admin pribadi saat menyanyikannya terkadang terpeleset dari satu lagu ke lagu lainnya tanpa disadari.
Selain dua lagu diatas, banyak lagi lagu didalam album ini yang memiliki pesan mendalam, seperti tema cinta dalam lagu Kalian Boleh Coba, tema persahabatan dalam lagu Yang Terluka, tema yang membahas pergulatan bathin dalam lagu Haruskah Aku Menyerah, Nyanyian Burung Dan Pepohonan dan Ada Sisa Sisa Suara, tema sosial dalam lagu Aku Pasrah Kepada Kebenaran dan tema nasionalisme dalam lagu Huru Hara. Penata musik dialbum ini masih tetap setia di gawangi oleh maestro Billy J. Budiardjo dibantu oleh musisi yang telah biasa mendukung Ebiet G. Ade pada album terdahulu seperti Suryati Supilin, Yudhianto dan Edo Braseros.
Lagu Masih Ada Waktu bersama lagu Berita Kepada Kawan dan Untuk Kita Renungkan saat ini telah menjadi trio lagu klasik paling populer. Hasil karya epik milik Ebiet G. Ade ini jika diperhatikan sepertinya saling memiliki keterkaitan namun ternyata tidak, ia hanya memiliki kemiripan tema lagu dan melodi diantara ketiganya, admin pribadi saat menyanyikannya terkadang terpeleset dari satu lagu ke lagu lainnya tanpa disadari.
Versi reissued digital remastering ini dirilis pada tahun 2001 dengan tambahan cover selongsong luar agar telihat lebih klasik dan elegan. Pada tahun 1993 oleh label Musica Studio's album Ebiet G. Ade ini dirilis ulang sebanyak 9 seri hingga album Isyu, baru ditahun 2001 keseluruhan album klasik hingga album 12 dirilis ulang, termasuk album ini. Pada tahun 1993 dapat difahami mengapa album ini tidak disertakan dalam versi rilisan ulangnya, bisa jadi karena stok dipasaran masih mudah ditemukan. Kualitas sound yang dihasilkan sangat baik. Rilisan awal album ini dirilis oleh label EGA Records bekerja sama dengan label Harpa Records dan Atlantic Records sebagai distributornya.
Format KASET rilisan 2001
...................
Album: Sketsa Rembulan Emas
Artist: Ebiet G. Ade
Kode: ARS 0356
Label: Musica Studio's
Tahun: 2001
Harga (saat rilis): 15.000,-
..................................
Lirik, lagu & produser - EBIET G. ADE
Music director/ arranger - BILLY J. BUDIARJO
Operator/ sound engineer - RUDRA, FENDER
Recording studio - GRAHA INTI NADA (GIN)
Sketsa lukisan sampul - ERMAN SADIN
Desain grafis - BOEDI SOESATIO
Fans adress - RADIO GANESHA JL. SILIWANGI 41 BANDUNG
MUSISI PENDUKUNG:
Drums - HERRY
Bass - UCE F. TEKOL, OMDY
Violins - SURYATI SUPILIN, SUDOMO S, INTAN KUSUMAWATI, EDO BRASEROS
Cello - ZULKIFLI ARIFIN, DHARMADI S.
Flute/ oboe - YUDHIANTO
Electric/ acoustic piano, keyboard - BILLY J. BUDIARJO
Acoustic gitar - EBIET G. ADE
Lead acc. guitar (dalam reff lagu Sketsa Rembulan Emas) - EET SJAHRANIE
Tracklist:
Side A
01 Masih Ada Waktu (jakarta, 1987)
02 Sketsa Rembulan Emas (jakarta, 1987)
03 Kalian Boleh Coba (jakarta, 1988)
04 Yang Terluka (jakarta, 1987)
05 Haruskah Aku Menyerah (jakarta, 1986)
Side B
01 Yogyakarta (yogyakarta, 1986)
02 Aku Pasrah Kepada Kebenaran (jakarta. 1986)
03 Nyanyian Burung Dan Pepohonan (jakarta, 1986)
04 Huru Hara (jakarta, 1987)
05 Ada Sisa Sisa Suara (jakarta, 1986)
Salam...
No comments:
Post a Comment
Seluruh komentar pada blog ini akan di MODERASI untuk mengantisipasi kemungkinan komentar yang tidak sesuai dengan topik postingan, spam, kata kata kasar, ujaran kebencian dan semacamnya.
Salam..