Tuesday, March 29, 2016

Format CD dan KASET album 'Langkah Berikutnya' - Ebiet G. Ade (Malaysia Press 2006)

Format CD dan KASET album 'Langkah Berikutnya' - Ebiet G. Ade (Malaysia Press 2006)

Setelah tetralogi Camellia, Ebiet G. Ade memutuskan meninggalkan semua tentang Camellia dan seluruh cerita kesuksesannya, Kali ini mengambil judul 'Langkah Berikutnya' sebagai judul untuk album volume kelimanya, bermakna sebuah langkah baru yang benar benar baru tanpa mengandalkan kesuksesan cerita dari album sebelumnya. Sebenarnya menurut beliau lagu Camellia itu telah ia ciptakan hingga seri keenam atau ketujuh, namun hanya hingga seri keempat saja yang memiliki judul sama, untuk seri kelima hingga seterusnya, lagu tersebut diputuskan dirubah menjadi judul lainnya.

Khusus untuk CD album Langkah Berikutnya ini merupakan rilisan label Malaysia bernama Music Valley Sdn Bhd. dengan mengambil lisensi dari Musica Studio's selaku pemilik master dan label yang merilis album Ebiet G. Ade versi putih ''Remastering'' ditahun 1993 dan 2000. Album ini di Indonesia hanya dirilis ulang dalam format kasetnya saja oleh label Musica Studio's pada tahun 1993 dan tahun 2000, ulasan lengkap album rilisan Musica Studio's tersebut ada DISINI, untuk rilisan Malaysia ia ternyata selangkah lebih maju, label lokal tersebut selain merilis dalam format kaset, ia juga merilisnya dalam format CD.

Dari album ini lagu Senandung Pucuk Pucuk Pinus berhasil melesat menjadi sebagai salah satu ikon hits signature milik Ebiet G. Ade, lagunya sendiri memiliki ajakan kepada kita sebagai pendengar untuk meresapi alam yang sangat sederhana, bersahaja dalam keanggunannya, lagu ini merupakan hasil perenungannya ketika mengunjungi daerah wisata alam dikawasan Mega Mendung pada tahun 1980. Dalam album ini ada juga lagu bertema personal berjudul Kado Kecil Buat Istri yang ditujukan untuk sang istri tercinta bernama Yayu Sugianto sebagai tanda cinta, doa dan juga harapan. Mereka berdua saat itu baru saja melangsungkan pernikahan pada awal Februari 1982.
 
Selanjutnya ada lagu bertema menarik yang mencoba merekam kejadian tenggelamnya kapal Tampomas II akibat terbakar dari sisi berbeda dalam lagu Sebuah Tragedi 1981, secara khusus Ebiet G. Ade tidak menyebut tragedi tersebut secara langsung dalam lagunya, namun lebih menyoroti kepada sisi humanisme tentang sosok nakhoda yang bertanggung jawab bernama Abdul Rivai. Ia berusaha berjuang semampunya dalam menyelamatkan awak dan penumpang kapal hingga pada detik detik terakhir kapal terbakar dan kemudian perlahan tenggelam, sang nakhoda pun karena dedikasinya bahkan tak sempat menyelamatkan dirinya sendiri demi memastikan keselamatan orang lain. Garapan lagunya sendiri sangat mewakili kondisi yang ada, dimulai dengan intro orkestrasi cepat seperti menyimbolkan sebuah kepanikan besar, perlahan kemudian surut dan digantikan dengan suara denting gitar akustik meneduhkan, seakan menyiratkan badai kepanikan telah berhenti.
 
Tema kebangsaan tak lupa juga disertakan dalam album ini, semangat nasionalisme dan kepedulian terhadap bangsa tertuang dalam lagu berjudul Orator, lagu sederhana yang hanya diiringi oleh dentingan gitar oleh beliau sendiri ini bercerita tentang ajakan untuk berjuang bersama dalam membasmi tikus dan rayap penggerogot setiap sendi kehidupan, melawan kaum munafik, penghianat, orang orang bermuka manis, namun disebaliknya memiliki niat busuk dan licik, yang bakal menghancurkan keutuhan sebuah bangsa.

Kejujuran dalam berkarya merupakan prinsip utama yang dipegang oleh Ebiet G. Ade, sehingga wajar saja jika kita sebagai pendengar juga ikut terlarut didalam setiap alunan lagu lagunya. Seperti dalam lagu Potret Hitam Putih yang diciptakan beliau pada tahun 1979 di Yogyakarta saat berumur 24 tahun. Bercerita tentang keresahan seorang pemuda yang memikul beban berat, setelah lepas SMA terpaksa hidup dijalanan, menggantungkan cita citanya pada keheningan malam, sementara teman teman seusianya telah menamatkan jenjang perkuliahan, sementara ia masih harus berkutat dengan permasalahan sehari hari, ia dipaksa untuk kuat menahan semua beban yang ada, menentang arus yang deras, dalam kegalauan ia tetap berusaha menghibur diri dengan bernyanyi, bersenandung tentang apa saja. Ternyata lagu ini merupakan benar benar curahan keresahan hati Ebiet G. Ade sendiri yang tengah gamang kala itu dengan segala problema yang menderanya. Sangat luar biasa, lagu ini merupakan perwakilan rasa dari jutaan anak muda diluar sana yang tengah berjuang dalam meraih mimpi mimpi masa depannya.
 
Keseluruhan lirik dan lagu dialbum ini merupakan ciptaan Ebiet G. Ade, sebagai penata musik masih dipercayakan kepada Billy J. Budiardjo dan kemudian dibantu oleh sederet nama nama besar lainnya sebagai musisi pendukung. Sound yang dihasilkan dari sekeping CD ini sangat jernih dan layak koleksi, bisa jadi karena sesuai dengan keterangan yang tertera pada belakang cover album ini, tertulis Digital Remastering from Original Master Tapes, bermakna album ini melalui proses mastering kembali dengan menggunakan teknologi digital yang diambil dari master tape aslinya. Harapannya, semoga label Musica Studio's selaku pemilik master memiliki niat untuk kembali merilisnya dalam format CD seperti ini atau dalam versi cover kaset rilisan awalnya. Sedih saja rasanya melihat kenyataan bahwa di negara lain album ini telah dirilis, sementara dirumah sendiri album ini belum pernah dihadirkan sekalipun dengan bentuk seperti ini.
 
 
Format CD
............
Album: Langkah Berikutnya
Artist: Ebiet G. Ade
Kode: MVMS 106 CD
Label: Music Valley Sdn. Bhd.
Tahun: 2006
Harga (saat rilis): RM 16.90



 
Format KASET
............
Album: Langkah Berikutnya
Artist: Ebiet G. Ade
Kode: MVMS 106 C
Label: Music Valley Sdn. Bhd.
Tahun: 2006
Harga (saat rilis): RM 9.90




 
............................
P. 2006 PT. MUSICA STUDIO'S
C. 2006 MUSIC VALLEY SDN. BHD. (188675D)
11-15, Jalan 5/91, Taman Shamelin Perkasa, 56100 Cheras, Kuala Lumpur.
Tel: 03-92005724, 03-92852149 (10 Lines)
Fax: 03-92871393/ 92817158
Cetakan: Audio Art Press Sdn. Bhd. (224773-M)
81, Jalan Hujan Emas 8, Taman Over Seas Union, 58200 Kuala Lumpur

*syair dan lagu oleh EBIET G. ADE

DIGITAL REMASTERING
FROM ORIGINAL MASTER TAPES
 
........

Prakata:

Sependek apapun sebuah langkah
Ia akan sangat berarti

Saya tengah mencoba melangkah
Sambil tetap berpegangan
Pada satu tonggak kecil

Sekecil apapun tonggak
Yang saya pancangkan
Ia tetap sebuah tonggak
Yang sangat berarti

Saya akan tetap setia menjaganya
Saya akan tetap setia berpegang padanya
Ia adalah sebuah pionir,
Ia adalah sebuah cita-cita
Ia harus diabadikan

Doa anda adalah suluh semangat saya
Cinta anda adalah pendorong,
Langkah berikutnya.

Salam,

Ebiet G. Ade

.............
Puisi & Lagu: Ebiet G. Ade
Penata Musik: Billy JB & Ebiet G. Ade
Musisi Pendukung:
Jimmy Manoppo - Drums
Utje F. Tekol - Bass
Addie MS - Keyboard
Dodo Drakhma - Keyboard
Yap Cie Kian, Suryati Supilin, Suyin, Edo - Violin
Zulkifly - Cello
Embong Rahardjo - Flute

Recording Studio - Jackson Recording Studio's (musik dasar, vocal, string, section, percussion)
Rec. Engineer - Rully Djohan Cs
Mixdown: Cinema Audio, Manila Philipina by Edwin Luna

............. 
Tracklist Album:
 
01 Senandung Pucuk Pucuk Pinus
     Megamendung, Maret 1980
02 Nyanyian Cinta Satu Ketika
     Jakarta 1980
03 Yang Telah Selesai
     Jakarta 1980
04 Dzaffin
     Pekalongan 1969
05 Kado Kecil Buat Istri
     Jakarta 1981
06 Orator
     Megamendung, Maret 1981
07 Biduk Telah Sarat Dan Kutambatkan
     Yogyakarta 1978
08 Sebuah Tragedi 1981
     Jakarta 1981
09 Potret Hitam Putih
     Yogyakarta 1979
10 Hidup V
     Yogyakarta 1980
 

Salam...

No comments:

Post a Comment

Seluruh komentar pada blog ini akan di MODERASI untuk mengantisipasi kemungkinan komentar yang tidak sesuai dengan topik postingan, spam, kata kata kasar, ujaran kebencian dan semacamnya.

Salam..