Salah satu album klasik di awal karier Chrisye sebelum masuk label Musica Studio's, setelah era Guruh Gipsy dan sebelum rilisnya album BPB 1977. Meskipun direkam sebelum era BPB 1977, namun perilisannya baru dimulai pada tahun 1978 setelah album BPB meledak, dan Pramaqua tanpa fikir panjang langsung menerima master album ini untuk diedarkan, sebagai penebus atas gagalnya label Pramaqua dalam negosiasi mengedarkan album BPB 1977 kala itu. Konsep album ini, seperti yang diungkapkan Yockie S. (atau dibeberapa album disebut Jockie S.) selaku konseptornya yaitu 'kain lembut diatas batu cadas' yang bermakna musik art rock membalut suara Chrisye yang lembut, suara halus dan merdu berbalut dengan aransemen rock, sesuatu yang berlawanan namun tetap saling melengkapi, hasil dari kerja sama tersebut bisa disimak dalam album ini. Sebuah album abadi yang masih mantap dinikmati meskipun telah melewati beberapa dekade.
Disini Jockie S. selaku konseptor bekerja sama dengan James F. Sundah yang melejitkan lagu ''Lilin Lilin Kecil'' di ajang LCLR Prambors 1977, beliau memberikan tiga lirik ciptaannya yaitu Jeritan Seberang, Mesin Kota dan Jurang Pemisah yang juga di pakai sebagai judul album. Selanjutnya ada satu lagu ciptaan Temmy Lesanpura dan Theodore KS. Di album ini Chrisye hanya bertugas sebagai penyanyi bintang tamu dan pemain bass, pada beberapa lagu juga dibantu Ian Antono pada gitar dan Teddy Sudjaya pada drum.
Disini Jockie S. selaku konseptor bekerja sama dengan James F. Sundah yang melejitkan lagu ''Lilin Lilin Kecil'' di ajang LCLR Prambors 1977, beliau memberikan tiga lirik ciptaannya yaitu Jeritan Seberang, Mesin Kota dan Jurang Pemisah yang juga di pakai sebagai judul album. Selanjutnya ada satu lagu ciptaan Temmy Lesanpura dan Theodore KS. Di album ini Chrisye hanya bertugas sebagai penyanyi bintang tamu dan pemain bass, pada beberapa lagu juga dibantu Ian Antono pada gitar dan Teddy Sudjaya pada drum.
Desain cover album ini sendiri sedikit nyeleneh dari cover album kebanyakan, menampilkan sepasang sepatu berbahan kain/ kets butut, admin sendiri pernah membaca disuatu catatan pada blog pribadi Jockie Suryoprayogo, cerita pastinya sedikit lupa, namun intinya kira kira seperti ini bahwa dahulu cover kaset biasanya bergambar wajah penyanyi secara dominan, nah album ini inginnya berbeda, kemudian ada gambar poster sepatu butut terpampang di salah satu studio, seorang teman kemudian menyarankan bagaimana gambar sepatu butut itu saja sebagai covernya, Jockie Suryoprayogo awalnya kaget namun kemudian mengiyakan. Dan memang album ini malah menjadi ikonik, klasik dengan rancangan cover yang mungkin hingga kini masih tergolong menjadi salah satu cover dengan rancangan grafis bergaya unik.
Rilisan ulang berupa kaset dan CD pada tahun 2004 telah mengalami beberapa perubahan dari bentuk awal seperti sound yang lebih baik karena telah mengalami remastering ulang di studio bergengsi di Studio 301, Sydney, Australia, pada bagian covernya juga dikuatkan dengan keterangan tambahan 'Newly Digitally Remastered From The Original Master Tapes'. Kemudian pada rancangan covernya telah mengalami perubahan besar dari versi rilisan awalnya yang dikerjakan ulang oleh Lesin tanpa mengurangi bentuk awalnya, seperti perbaikan desain pada bagian cover dalam album dan penambahan teks lagu. Secara bentuk rilisan 2004 ini terasa lebih berkelas dan elegan dari versi rilisan awalnya.
Rilisan ulang berupa kaset dan CD pada tahun 2004 telah mengalami beberapa perubahan dari bentuk awal seperti sound yang lebih baik karena telah mengalami remastering ulang di studio bergengsi di Studio 301, Sydney, Australia, pada bagian covernya juga dikuatkan dengan keterangan tambahan 'Newly Digitally Remastered From The Original Master Tapes'. Kemudian pada rancangan covernya telah mengalami perubahan besar dari versi rilisan awalnya yang dikerjakan ulang oleh Lesin tanpa mengurangi bentuk awalnya, seperti perbaikan desain pada bagian cover dalam album dan penambahan teks lagu. Secara bentuk rilisan 2004 ini terasa lebih berkelas dan elegan dari versi rilisan awalnya.
Format Kaset rilisan Awal 1978
..........................................................
Album: Jurang Pemisah
Artist: Chrisye & Jockie S.
Kode: P. 023
Label: Pramaqua
Tahun: 1978
Harga (saat rilis): -
............
Aransemen lagu - Yockie
Penata suara - Stanley/ Yockie
Rekaman suara - Irama Mas
Produksi - PT. Pramaqua
Terimakasih untuk Yan Antono dan Teddy S dalam lagu lagu: Putri Malam, Dia, Mesin Kota
Format Kaset rilisan 2004
..........................................................
Album: Jurang Pemisah
Artist: Chrisye & Jockie S.
Kode: APC AQM 22-4 P9135
Label: Pramaqua
Tahun: 2004
Harga (saat rilis): -
Format CD rilisan 2004
..........................................................
Album: Jurang Pemisah
Artist: Chrisye & Jockie S.
Kode: APC AQM 22-2
Label: Pramaqua
Tahun: 2004
Harga (saat rilis): -
................
Music director - Yockie
Guest star - Chrisye
Aransemen lagu - Yockie
Penata suara - Stanley/ Yockie
Studio rekaman - Irama Mas
Desain cover - Lesin
Produksi - PT. Pramaqua
Distribusi dan pemasaran - PT. Aquarius Musikindo
Studio mastering - Studio 301
Mastering - Don Bartley
Sonic solution - David Macquarie
Mastering & sonic solution supervision - Iman S
Terimakasih untuk Ian Antono dan Teddy Sudjaya dalam lagu lagu Putri Malam, Dia dan Mesin Kota
..................
Tracklist:
01 Jeritan Seberang vocal Chrisye
Cipt. James F. Sundah
02 Jurang Pemisah vocal Chrisye
Cipt. Yockie/ James F. Sundah
03 Sirna vocal Chrisye
Cipt. Yockie
04 Mesin Kota vocal Chrisye
Cipt. Yockie/ James F. Sundah
05 Putri Malam vocal Chrisye
Cipt. Yockie/ Temmy Lesanpura
06 Dendam vocal Chrisye
Cipt. Yockie
07 Gerutu Menggerutu vocal Yockie
Cipt. Yockie
08 Harapan vocal Yockie
Cipt. Yockie
09 Dia vocal Chrisye
Cipt. Yockie/ Theodore KS
Salam...
No comments:
Post a Comment
Seluruh komentar pada blog ini akan di MODERASI untuk mengantisipasi kemungkinan komentar yang tidak sesuai dengan topik postingan, spam, kata kata kasar, ujaran kebencian dan semacamnya.
Salam..