Album: Barang Antik
Artist: Iwan Fals
Kode: MSC 7405
Label: Musica Studio's
Tahun: 1984
Harga (saat rilis): -
Album yang lahir untuk menjawab pertanyaan dari beberapa gelintir orang tentang bisakah seorang Iwan Fals menyanyikan lagu milik orang lain, karena memang selama periode 1981 album Sarjana Muda sampai 1984 album Sugali, Iwan Fals lebih banyak menyanyikan lagu sendiri dan kalaupun beberapa diantaranya ada lagu ciptaan orang lain, temanya pasti bukan tentang tema cinta kebanyakan. Departemen musik untuk album ini dibantu oleh Willy Soemantri sebagai penata musik dan beberapa nama yang terkenal seperti Dodo Zakaria dan Jelly Tobing
Iwan Fals di album ini hanya menyertakan satu lagu ciptaannya berjudul Jangan Bicara iringan musiknya hanya memakai gitar dan harmonikanya saja, tetapi sangat cukup untuk mewakili dirinya dalam album ini, bahwa ia masih tetap concern dengan berbagai permasalahan sosial kehidupan yang terjadi, meskipun saat ini ia dialbum ini tengah menyanyikan lagu orang lain, lagunya sendiri memiliki lirik yang lumayan pedas dan suaranya sangat menggelegar penuh aura kemarahan yang tertahan melihat berbagai ketimpangan yang ada.
Untuk lagu unggulan berjudul Barang Antik ciptaan Diat, sepertinya masih senada dengan lirik buatan Iwan Fals sendiri, berkisah tentang nasib oplet tua yang masih beroperasi berjuang melawan modernitas, banyak angkutan umum yang lebih bagus dan terhitung lebih moderen kala itu seperti bis kota, mikrolet dan bajaj. Kemudian lagu Sunatan Massal ciptaan Chilung Ramali yang pada album sebelumnya menciptakan lirik Sugali, cukup sukses dibawakan oleh Iwan Fals, liriknya bercerita tentang keriuhan bahagia sunatan massal dengan berbagai sudut angle pengambilan tema, lagu inipun tak ada beda rasanyanya dengan lagu lain ciptaan Iwan Fals sendiri.
Kemudian yang sedikit berbeda ada lagu Tante Lisa berkisah tentang janda muda yang hot, ia tak mau kalah dengan gadis remaja dalam hal apapun dan hobi bergonta ganti pasangan, matanya langsung melirik tajam ketika melihat ada pemuda kaya, sebuah potret yang masih aktual hingga saat ini, liriknya ditulis oleh Dama Gaok, sahabat lama Iwan Fals, yang nantinya berkolaborasi dengan Maman Piul, bertiga mereka mengerjakan album Kereta Tua - Lancar pada tahun 1986.
Selebihnya adalah lagu bertema cinta ciptaan musisi lainnya, dalam album ini ada lagu cinta berjudul Kumenanti Seorang Kekasih yang diciptakan oleh Yoesyono, yang juga berhasil meledak menjadi hits dalam album ini, kemudian pada era awal tahun 2000 lagu ini kembali diaransemen ulang menjadi lebih fresh dan dengan kualitas sound yang lebih keren, lagu tersebut berhasil mencuat menjadi hits untuk kedua kalinya bersama lagu Entah yang terdapat pada album bertajuk Best Of The Best Iwan Fals 'aransemen 2000', sebuah album yang menandai kembalinya Iwan Fals ke industri musik dari pertapaan panjang tanpa merilis album solo sejak tahun 1994.
Ada khabar terbaru tentang lagu Nyanyianmu yang merupakan ciptaan Yosi, cukup unik sebab label Musica sempat mencari cari siapa sosok ini, hingga membuat pengumuman di surat kabar, untuk datang ke kantor mengsmbil royalti, tetapi nihil. Belakangan Iwan kemudian mengakui bahwa itu adalah dia, Yosi merupakan akronim dari Yos & Iwan, tak lain adalah dia dan istrinya. Alasannya mengapa memakai inisial itu, karena ia merasa tidak pede dengan lirik lagu cinta receh tersebut, dan ia juga sebenarnya dalam rangka penasaran, karena di era itu tematik lagu cinta seperti itu tengah subur, dan ia tertantang untuk membuat lagu senada, tetapi tetap dengan ciri khas yang ia miliki. Dan hasilnya lagu ini juga cukup up dan menjadi hits.
Album ini juga dari tahun 1990an hingga akhir era kaset sekitar tahun 2013 masih terus dirilis ulang dalam bentuk kaset, tetapi cover dengan bentuk seperti ini hanya ada dalam versi rilisan pertamanya, desain covernya lebih panjang dengan memuat foto Iwan Fals sedang duduk diatas peti, telanjang dada melihat ke arah samping, kemudian adanya tambahan credit title catatan para musisi pendukung yang ikut berkontribusi di album ini. Pada rilisan selanjutnya sangat disayangkan desain dalam yang seperti ini tak ada lagi, dipangkas dengan hanya menyisakan teks lagu saja, mungkin saja label memiliki pemikiran lain, salah satunya mungkin penghematan kertas.
NB: Pada format PH (Piringan Hitam) yang bertujuan sebagai promo ke radio radio terdapat lagu dengan judul ''Luka'' diciptakan oleh Iwan Fals, tapi entah mengapa tidak dimasukkan juga dalam format kaset ini, padahal tujuan PH tersebut dibuat adalah promo ke radio radio sehingga di dengar oleh publik dan kemudian khalayak berkeinginan untuk membeli format kasetnya. Untuk saat ini, lagu Luka sudah di unggah di laman You Tube, meskipun unggahan perseorangan, bukan dari label resminya, setidaknya ini menjadi penyemangat bagi label untuk merilis lagu lagu atau materi unreleased milik Iwan Fals ini, yang tentunya sangat banyak tersimpan di gudang arsip label.
..............................
Pendukung Musik:
Willy Soemantri - Penata musik, 6 + 12 accoustic & electric guitar, banjo, percussion
Dodo Zakaria - Electric piano, keyboard
Sofyan Aldin - Bass
Jelly Tobing - Drums pada lagu ''Asmara & Pancaroba'' dan ''Salah Siapa''
Zainuri - Drums
Luluk Purwanto - Biola
Dama G - Banjo pada lagu ''Oplet Tua'', back vocal
Iwan Fals - Harmonika, Accoustic guitar pada lagu ''Onani/ Jangan Bicara''
Rusmin/ Gerry - Juru rekam
Rusmin - Penata suara
Grafis - Boedi Soesatio
Photographer - Judo Salmun
Tracklist:
Side A
01 Barang Antik cipt. Diat
02 Kumenanti Seorang Kekasih cipt. Yoesyono
03 Sunatan Massal cipt. Chilung Ramali
04 Jangan Bicara cipt. Iwan Fals
05 Asmara & Pancaroba cipt. Jaya Susanto
Side B
01 Tante Lisa cipt. Dama G.
02 Salah Siapa cipt. Richard Kyoto
03 Nyanyianmu cipt. Yosi
04 Jalan Yang Panjang Berliku cipt. Tommy & Marie
05 Neraka Yang Asik cipt. Willy & Tommy
Salam..





No comments:
Post a Comment
Seluruh komentar pada blog ini akan di MODERASI untuk mengantisipasi kemungkinan komentar yang tidak sesuai dengan topik postingan, spam, kata kata kasar, ujaran kebencian dan semacamnya.
Salam..