Thursday, September 1, 2016

Camellia 1 - Ebiet G. Ade (Jackson Records 1979)

Camellia 1 - Ebiet G. Ade (Jackson Records 1979)

Album: Camellia 1
Artist: Ebiet G. Ade 
Kode: -
Label: Jackson Records & Tapes
Tahun: 1979
Harga (saat rilis): - 

Pada postingan sebelumnya juga telah membahas album ini dalam versi CD Rilisan Malaysia dan versi kaset rilisan ulang Musica Studio's pada tahun 1993 dan 2000 + ulasan lebih mendetail dari album ini ada DISINI, kali ini khusus mengulas versi rilisan awal oleh label Jackson Records & Tapes pada tahun 1979, karena bagaimanapun juga rilisan awal mempunyai unsur historis yang tinggi, apalagi ditambah dengan fakta bahwa rilisan awal ini mempunyai ketahanan yang baik meski telah berpuluh tahun dirilis, pita kasetnya juga masih menghasilkan sound yang sangat jernih hingga saat ini. Ditambah lagi album ini memiliki rancangan cover yang sangat jauh berbeda dengan versi rilisan ulangnya, pada bagian dalam cover terdapat beberapa foto Ebiet G. Ade muda, pada rilisan ulang gambar gambar tersebut sudah tidak disertakan kembali.

Ini merupakan album pertama Ebiet G. Ade dengan memakai Camellia I sebagai judulnya, nantinya album ini akan berseri hingga album Camellia 4, Sebuah album tetralogi yang mungkin baru Ebiet G. Ade saja yang bisa melakukannya saat itu, bahkan mungkin hingga saat ini. Pada album pertama ini, seluruh lagu lagunya berhasil membekas dihati masyarakat, dan Lagu Untuk Sebuah Nama menjadi hits besar yang melambungkan nama Ebiet G. Ade diseluruh penjuru negeri. Semua itu setimpal dengan perjuangan yang telah dilalui oleh beliau dan kawan kawan dalam memperjuangkan Ebiet G. Ade agar masuk dapur rekaman hingga suara beliau terdengar diseluruh penjuru negeri, banyak lika liku yang telah dilalui, mulai ditolak oleh label rekaman, kemudian komentar yang tak sewajarnya oleh produser ketika mendengar demo albumnya, seperti ''...Ini nyanyi apa ceramah..??'', Setelah berupaya tanpa berputus asa, akhirnya demo rekaman tersebut didengar oleh pemilik label Jackson Records & Tapes bernama Jackson Arif, dan label tersebut setuju untuk mengedarkan lagu lagu yang tak biasa itu, dan waktu juga yang membuktikan bahwa lagu yang tak biasa tersebut berhasil menjadi aikon baru di industri musik tanah air bahkan hingga saat ini.





..............................
Prakata:

   Ebiet G. Ade lahir pada 21 April 1955 di Wonodadi sebuah desa dikawasan Banyumas yang letaknya 12 Km dari Banjarnegara, sekarang menetap di Jakarta.
   Jelas apa yang ingin dijangkau Ebiet lewat album perdananya ini tiada lain adalah komunikasi dalam kemanusiaan dan keindahan. Sungguh karya musik dan sekaligus lirik-lirik yang di ciptakannya memiliki sesuatu energi segar bagi pembaharuan dan kemajuan blantika musik tanah air kita.
   'Tak ada jalur definitif dalam warna musik saya ! Terserah saja mau dimasukkan dalam jenis apa musik garapan saya ini' demikian kata Ebiet. Sebab begitulah kadang-kadang pencipta lagu tak tahu masuk jenis apa atau jalur mana karya ciptaannya itu. Yang cukup bisa di fahami adalah bahwa Ebiet mecoba menyodorkan konsep musikalisasi pusis yang serba komplit dalam penggarapannya.
   Secara polos Ebiet menerangkan bahwa pada awalnya ia lebih tertarik dengan bidang puisi. Dan baru kemudian ia menganggap bahwa puisi akan terasa lebih terasa komunikatif serta berdaya jangkau luas kalau dimusikalisasikan. Untuk pertama kalinya ditahun 1974 Ebiet mencoba muncul untuk menyanyikan puisi karya ''Emha Ainun Nadjib'' berjudul ''Kubakar Cintaku''
   ''Saya tidak mau disebut sebagai penyanyi!'' begitu ucap Ebiet. ''Saya punya cita-cita untuk sukses sebagai penyair yang senang musik dan nyanyi'' katanya menegaskan. Ketika diadakan pertemuan para seniman di Yogyakarta, Ebiet muncul dengan menyanyikan sebuah lagu yang mengambil lirik dari puisi karya penyair Amerika terkemuka Emily Dickinson.
   Kota-kota yang pernah menjadi pertunjukkan solonya antara lain Yogyakarta, Pekalongan dan Surabaya. Ebiet yang bersahabat  dengan tokoh musik terkemuka Leo Kristi dikatakan sebagai memiliki suara mirip Jose Feliciano. 'Dia bukan penyanyi favorit saya, kalau benar suara saya mirip Jose Feliciano hal itu hanya sebagai kebetulan saja' ucap Ebiet. Lantas musisi mana yang menjadi idolanya? 'Mereka yang saya senangi adalah Bob Dylan, John Denver dan Joan Baez!'
   Musik yang diciptakan Ebiet melalui lagu-lagunya terasa memiliki warna country modern, sekalipun disana sini terlihat juga unsur pop, rock, boogie, folk sampai kesentuhan klasik juga ia munculkan. Ebiet pernah ikut kursus gitar dengan tokoh kenamaan Kusbini.
   Disini Ebiet memainkan gitar akustik dan harmonika. Thema keimanan berusaha ditonjolkan Ebiet dalam banyak puisi dan lagu-lagunya. 'Itulah sebabnya saya sangat terkesan oleh sastrawan penyair Subagyo Sastrowardoyo. Karya-karya puisinya mengungkapkan hubungan dengan ketuhanan. Dan secara jujur saya pernah mengalami keresahan dalam menilai ketuhanan ini. Tapi semakin saya jauh terasa semakin hampa, dan akhirnya saya kembali meyakini keimanan yang semakin mantap !' ucap Ebiet yang muslim itu.
   Itulah sekelumit tentang Ebiet yang memiliki kemampuan besar untuk maju dan memajukan dunia musik pop Indonesia yang mulai nampak cerah dan menaik dalam cita rasa. Dan karya album perdana-nya ini memiliki momentum yang cukup meyakinkan..
..

..............
Syair & Lagu - Ebiet G. Ade
Para Pendukung Musik:
Billy JB - Music Director, Electric Guitar, Bass Guitar, Accoustic Guitar, Mellotron
Dodo - Accoustic Piano, String/ Mellotron, Synthesizer
Opop - Drums
Ebiet G. Ade - Accoustic Guitar, Harmonica
Suryati Supilin - Biola
Zulkifly - Cello
Sutanto - Flute
Rully - Recording Engineering

Fans Adress
Ebiet G. Ade
C/O Jackson Records & Tapes
PO. BOX 1090 JKT Kota


Tracklist:

Side A
01 Lagu Untuk Sebuah Nama (yogyakarta, nov 1977)
02 Camellia I (oktober 1976)
03 Pesta (yogyakarta, 1978)
04 Nasehat Pengemis Untuk Istri Dan Doa Untuk Hari Esok Mereka (yogyakarta, 1977)
05 Dia Lelaki Ilham Dari Sorga (yogyakarta, 30 sept 1978)

Side B
01 Jakarta I (20 oktober 1978)
02 Hidup I (februari 1977)
03 Hidup II (yogyakarta, februari 1977)
04 Berjalan Di Hutan Cemara (desember 1977)
05 Episode Cinta Yang Hilang (yogyakarta, desember 1978)


Salam...

No comments:

Post a Comment

Seluruh komentar pada blog ini akan di MODERASI untuk mengantisipasi kemungkinan komentar yang tidak sesuai dengan topik postingan, spam, kata kata kasar, ujaran kebencian dan semacamnya.

Salam..