Thursday, April 30, 2026

Kaset 'Suka/ Kau' - Nicky Astria (HP Record & Blackboard Ind. 1998)

Kaset 'Suka/ Kau' - Nicky Astria (HP Record & Blackboard Ind. 1998)

Album: Suka/ Kau
Artist: Nicky Astria
Kode: IND-949
Label: HP Record & Blackboard
Tahun: 1998
Harga (saat rilis): 12.000,-

Formula album ini masih memiliki racikan yang sama dengan album Negeri Khayalan - Nicky Astria 1995 baik dari segi penata musik, pencipta lirik maupun para barisan musisi pendukungnya, meskipun begitu terdapat beberapa nama baru yang muncul pada beberapa lagu, seperti adanya Johnny Sahilatua yang ikut berkontribusi memberikan lagu ciptaannya berjudul Jalan Panjang, juga memainkan akustik gitar dan keyboard, cukup menarik karena pada album Negeri Khayalan, sang kakak juga ikut sebagai komposer di lagu Karena Ketulusan, selain itu Johnny Sahilatua mengajak Totok Tewel mengisi elektrik gitar dan menggaet maestro Billy J. Budiardjo untuk mengisi bagian string. Kemudian ada Anang yang memberikan lagu berjudul Satu Hati, digarap di studionya sendiri bersama Punky, Edi Kemput dan Budhi Haryono.

Dalam album ini kembali mengetengahkan karya dari Ly, Baiduri dan Yusak berjudul Kau sebagai nomor unggulan, yang sebelumnya berhasil melejitkan lagu Mengapa menjadi hits. Perbedaan antara keduanya adalah, lagu Kau memang benar benar di kerjakan oleh musisi pendukung dan di rekam di Malaysia secara penuh, berbeda dengan lagu mengapa yang di kerjakan dan di rekam seutuhnya di dalam negeri. Musisi Ian Antono juga masih membantu dalam album ini, tetapi hanya dua track saja sebagai penata musik dan dua track lagi sebagai player pada karya Yockie Suryoprayogo. Terdapat dua lagu yang di kerjakan oleh Pay, satu lagu lirik oleh Rustam, dalam dua lagu ini nama para musisi pendukung tidak di cantumkan secara lengkap, bisa jadi formasinya masih sama persis dengan lagu Negeri Khayalan yang juga digarap olehnya.

Tematik yang ditawarkan kali ini seluruhnya berkisah tentang cinta, tidak ada yang mengangkat isu besar seperti Negeri Khayalan dari album sebelumnya, lazimnya pasti ada setidaknya satu lagu yang mengangkat isu sosial didalamnya. Sebenarnya Nicky Astria memiliki peluang bagus membawakan lagu dengan tematik seperti ini, apalagi di balut dengan nada nada rock nan gahar plus suaranya yang tinggi melengking, pesan yang ingin di sampaikan langsung diterima dengan baik, seperti halnya saat membawakan lagu berjudul Uang, atau pada album setelah ini dengan lagu Jangan Ada Angkara. Bisa jadi ini hanya soal momentum saja, trend saat itu memang tengah hits lagu cinta slow rock yang melenakan, album ini mampu mencetak hits besar seperti Suka, Kau dan Kupeluk Sepi.

Saat dirilis album ini juga dicetak dalam format CD, namun dengan jumlah yang tidak banyak karena memiliki segmen pembeli yang terbatas dan berharga sekitar tiga kali lipat dari format kasetnya, akibatnya album ini dalam format CD sangat langka dan berharga lumayan jika ingin memilikinya saat ini, kondisi ini justru berbalik jika dibandingkan dengan edaran CD versi edaran Malaysia yang ternyata tidak semahal edaran dalam negeri dan masih mudah di temukan hingga saat ini, dirilis oleh label Insistech Musicland Sdn. Bhd. Malaysia pada sekitaran tahun 2005. Untuk versi edaran dalam negeri sepertinya hanya mengalami satu kali periode perilisan saja dan belum pernah mengalami reissue hingga akhir periode rilisan fisik. Saat ini secara penuh, album ini sudah tersedia di berbagai platform  layanan streaming musik.  






................
Suka - Kau - Nicky Astria

Terima kasih Nicky untuk:
Tuhan YME atas segala rahmat serta bakat yang telah diberikan, album ini salah satu bukti kebesaranMu, Mamay dan Obit, ini semua untuk kalian, Pak Hadi Soenyoto dan Istri yang masih memberi kepercayaan, Denny MR untuk pertemanannya selama dua belas tahun (Gile Lu !), Mas Ian Antono & Mbak Titiek Saelan (Bongkar Terus !), Mas Joeckie Suryoprayogo, Mas Youngky Soewarno, Mas Andi Julias, Anang, Pay Slank (Kemana Aja Ente ?), Johnny Sahilatua, dan seluruh musisi pendukung yang tak sempat Nicky tulis.

Vita, Firdaus Fadlil, Arieasona untuk disain covernya, teman teman wartawan media cetak, radio, dan TV, staf HP Record, Terima kasih khusus Nicky untuk seluruh penggemar yang tetap setia.

Cuma ini yang bisa Nicky persembahkan untuk kalian semua, sekali lagi TERIMA KASIH !

....
Executive Producer - Hadi Soenyoto
Producer - HP Record
Distributor - Blackboard Ind.
Recorded at - Ariesta/ Hijau/ Syncro

.....
Tracklist:

Side A

01 Kau
Lirik - Ly/ Baiduri/ Yusak
Arr. - Ly/ Samad Lesthayned
Bass - Bong
Keyboard - Raja Iskandar
Studio - Singro Malaysia

02 Suka
Lagu - Ian Antono
Lirik - Ian Antono/ Ali Akbar
Arr. - Ian Antono
Gitar - Ian Antono
Drummer - Yaya Moektio
Keyboard - Harry Anggoman
Bass - Ian Antono
Studio - Ariesta
Mixing - Ian Antono/ Ferry

03 Jalan Panjang
Lagu/ Lirik/ Arr./ Keyboard/ Akustik Gitar - Johnny Sahilatua
Drummer - Rudy
Elektrik Gitar - Totok Tewel
Bass - Yoseph R.
String - Billy J. Budiardjo
Studio - Ariesta
Mixing - Ferry

04 Satu Hati
Lagu/ Lirik - Anang
Arr. - Pungky/ Anang
Gitar - Edi Kemput
Drummer - Budi Haryono
Bass - Bintang Indriarto
Keyboard - Pungky
Studio - Hijau/ Ariesta
Mixing - Ferry

05 Tak Terlintas
Lagu/ Lirik/ Arr. - Pay

Side B

01 Kupeluk Sepi
Lagu/ Arr./ Gitar/ Bass - Ian Antono
Lirik - Ian Antono/ Ali Akbar
Drummer - Yaya Moektio
Keyboard - Harry Anggoman
Studio - Ariesta
Mixing - Ian Antono/ Fery

02 Aku Dan Cintaku
Lagu/ Lirik/ Arr./ Keyboard - Jocky S. Prayogo
Gitar - Ian Antono
Bass - Ian Antono
Drummer - Yaya Moektio
Studio - Ariesta
Mixing - Ferry

03 Inikah Cinta
Lagu/ Lirik - Andy Julias/ Ipey
Drum - Ganesh
Gitar/ Programmer - Andy Satrio
Bass - Henry
Keyboard - Andy Irawan/ Andy Julias
Arr. - Andi Julias
Mixing - Andy Ayunir

04 Ketika Rinduku
Lagu/ Arr./ Keyboard - Jocky S. Prayogo
Lirik - Ali Akbar
Gitar/ Bass - Ian Antono
Drummer - Yaya Moektio
Studio - Ariesta
Mixing - Ferry

05 Semua Berganti
Lagu/ Lirik - Pay/ Rustam

Salam...

Tuesday, March 17, 2026

Dinding Dinding Kota - Elpamas (Logiss Records 1989)

Dinding Dinding Kota - Elpamas (Logiss Records 1989)

Perjalanan kelompok ini boleh di bilang cukup unik, ada dan bergerak karena di sponsori oleh toko bernama Elektronik Payung Mas yang menyediakan berbagai peralatan elektronik, nama toko tersebut kemudian disingkat menjadi Elpamas, dan diputuskan menjadi entitas nama band. Memulai mimpi dengan cara sederhana, tampil di panggung berskala kecil dan juga acara hajatan kampung, semua disikat tanpa pandang bulu. Nyelenehnya lagi mereka ini sebelumnya bermain orkes dangdut dan baru beralih ke musik rock karena saat itu tergoda oleh hadiah dari acara gelaran Festival Rock se-Indonesia besutan Log Zhelebour yang mulai dilaksanakan pada tahun 1984, sebuah acara bergengsi yang akan membuka banyak peluang untuk memasuki industri musik tanah air, terutama jalur rock yang tengah semarak saat itu. Pada tahun pertama pelaksanaan festival ini ditahun 1984 mereka mendapatkan peringkat ketiga, kemudian pada tahun 1985 mereka mendapatkan peringkat pertama dan dipertahankan pada tahun 1986. Moment ini tentunya membuka peluang besar untuk menuju label rekaman dan juga dunia panggung rock. Era ini mereka sangat sibuk dengan berbagai kegiatan, termasuk salah satunya persiapan album perdana yang benar benar dibawah label Logiss Records, tidak seperti  Grassrock yang 'terlepas' memegangnya saat itu, dan baru pada album keempat mereka didapatkan kembali dan rekaman dibawah label ini.

Album ini sengaja di kebut dan di rilis pada tahun 1989, hal ini bukan tanpa alasan, nantinya Elpamas akan menjadi salah satu band pendamping Godbless saat tour panjang kala itu, dengan tajuk Godbless - Tour Raksasa Gudang Garam, dengan banyak tampil di berbagai ajang musik besar kala itu secara tidak langsung Elpamas telah menjelma menjadi ikon musik rock pendatang baru potensial, apalagi dengan materi baru yang fresh dan bukan sekedar materi cover yang dibawakan sebagai repertoarnya, tentunya menjadi nilai tambah dimata pendengar dan calon fans potensial dimasa depan. Apalagi dalam album ini, vokal dari Baruna cukup enak didengar, setelah album ini sayangnya ia keluar dari band ini dan kemudian di gantikan oleh Doddy Keswara aka Doddy Katamsi, kemudian di gantikan lagi oleh Ecky Lamoh, dan ternyata terus berulang, posisi vokalis silih berganti dan tak bertahan lama. Personil tetap yang tidak pernah meninggalkan posisinya meskipun juga sering ngobyek di artis lain adalah Toto Tewel, Edi Darome dan Rush Tato.

Materi lagu dalam album ini sebanyak 9 track dengan tematik yang menyoroti banyak sisi kehidupan, kebanyakan adalah realitas sosial seperti pada track Dinding Dinding Kota ciptaan Tontowi dan lagu oleh Rudi Gagola yang membahas tentang nasib para perantauan yang menjadi kuli kasar di berbagai sudut kota, di paksa tegar disaat rapuh menghimpit, uniknya lagu unggulan ini di letakkan di sisi side B track ke 4. Secara selintas, pada track pertama berjudul Angan Angan ciptaan Areng Widodo berkisah tentang kenangan tentang seseorang yang masih terlupa sementara ia telah jauh pergi. Track kedua berjudul Dunia ciptaan Bobby Diano dan lagu oleh Totok Tewel mengajak kita merenung tentang dunia, meredakan nafsu angkara demi dunia yang lebih damai. Track Semu lirik oleh Giponk dan lagu oleh Didik Sucahyo membahas tentang kebimbangan menunggu kekasih dan kekhawatiran semua akan musnah seperti lamunan. Track keempat berjudul Orang Malam lirik oleh Areng Widodo dan lagu oleh Didik Sucahyo menceritakan tentang kesendirian di tengah kota yang ramai, kebimbangan diri dan proses pencarian jalan menuju kebenaran.

Track pertama pada side B berjudul Anak Durhaka (Brutal) yang merupakan lirik karya Remy Soetansyah dan lagu oleh Didik Sucahyo bercerita tentang anak durhaka yang sering berbuat onar yang sering membuat gempar. Track kedua berjudul Tinggal Landas lirik Bobby Diano dan lagu oleh Didik Sucahyo bercerita tentang sikap optimisme pemuda akan masa depan, admin sangat menyukai lagu lagu penyemangat semacam ini, seperti halnya Kebyar Kebyar milik Gombloh atau Bangunlah Putra Putri Pertiwi milik Iwan Fals. Track ketiga berjudul Tegar lirik oleh Kenny Koeswoyo dan Bambang, lagu oleh Totok Tewel berkisah tentang optimisme ketegaran seseorang dalam menghadapi segala persoalan kehidupan yang mendera, dan tetap memilih maju daripada sekedar meratapi hidup. Kemudian track terakhir sebagai penutup yang merupakan sub judul album ini berjudul Untukmu Generasiku lirik oleh Dollah Gowi dan lagu oleh Didik Sucahyo, masih satu benang merah dengan lagu Tinggal Landas yang memberikan semangat optimisme kepada seluruh warga, bukan hanya pemuda, bumi pertiwi menunggu hasil karya terbaik untuk kemajuan bangsa.

Lirik lirik dalam album ini sangat bernas dan juga memberikan semangat positif bagi yang mendengarnya, garapan musiknya juga sangat baik membungkus menjadi satu kesatuan yang baik, sebagian besar di garap dengan format live recording agar menemukan penjiwaan yang utuh. Sayangnya saat album ini dirilis, nasibnya juga sama dengan album perdana Godbless yang memiliki kemiripan part dengan lagu dari luaran sana, sehingga tentunya ada penggemar yang kecewa. Angka penjualan album ini juga sedikit kurang namun bisa di fahami karena mereka adalah kelompok pendatang baru yang butuh penetrasi lebih jauh agar albumnya tersebar dengan baik. Setidaknya seperti yang admin bahas saat membahas album pertama Godbless, diatas semua persoalan ini, album ini sudah 100% menjadi milik mereka, salah satunya karena faktor lirik yang kuat. Terbukti dimasa depan mereka juga sudah menjelma menjadi salah satu legenda rock yang di miliki negeri ini.

Kesalahan pada album pertama ini kemudian di perbaiki pada album kedua bertajuk Elpamas - Tatto 1991 yang melambungkan hits Pak Tua yang merupakan karya milik Pitat Haeng yang tak lain adalah Iwan Fals, saat itu kelompok ini sering ngumpul di Markas Bengkel Teater Rendra, bahkan Sawung Jabo juga dengan senang hati memberikan lagu dan lirik pada album tersebut. Kelak dari persenyawaan ini, terutama Totok Tewel, Didik Sucahyo dan Edi Darome selalu membackup kelompok Sirkus Barock  baik dalam rekaman maupun panggung. Bahkan Totok Tewel jauh sebelumnya juga sudah diikutsertakan dalam kelompok Swami nan legendaris itu, keberadaannya paling awet dengan di lanjutkan dalam project album Kantata Samsara dan Kantata Revolvere pada era 1999. Side project yang ternyata statusnya mega project ini sedikit banyaknya tentu berpengaruh kepada kelangsungan band, sedikit oleng namun tetap bertahan. Sepanjang karier, album terklasik dari kelompok ini adalah album kedua tersebut, dan lagu terhits berjudul Pak Tua, kemudian ada RSS dari album Negeriku.

Rancangan desain album ini cukup unik dengan foto para personil di balik reruntuhan bangunan, mereka berlima terbingkai kusen jendela yang telah rapuh, selaras dengan nama Dinding Dinding Kota sebagai judul album, foto ini diambil oleh Yoga dari majalah remaja Gadis. Dilanjutkan dengan rancangan grafis oleh  Irawan Saleh yang juga mendesain beberapa cover album Godbless. Pada periode setelahnya, album ini dirilis dalam format CD oleh label Logiss Records, secara lengkap bersama album Elpamas lainnya. Untuk format kaset edisi awal ini, admin tentunya mendapatkan secara second, entah tangan keberapa, namun kualitas kasetnya sangat baik dan terjaga, masih jernih dan tidak terdapat kendala untuk di putar harian meskipun tertulis merek pita BASF - ferro extra, bisa jadi bahan pemilihan album ini berbeda dari BASF kebanyakan yang saat ini telah rontok. Versi format digitalnya saat ini juga telah tersedia di berbagai platform media streaming dan juga YouTube, saat ini semuanya sudah sangat mudah, namun tentunya ada yang hilang, antara lain credit title album pada bagian cover yang tidak disertakan pada edaran format digitalnya, dan itulah tujuan keberadaan blog ini, memuat hal pernak pernik kecil pada cover album.


Format KASET
.................
Album: Dinding Dinding Kota
Artist: Elpamas
Kode: - 
Label: LOGISS Records
Tahun: 1989
Harga KASET (saat rilis): 3.500,-





............
ELPAMAS - DINDING DINDING KOTA
Untukmu Generasiku
P & C 1989

SEKAPUR SIRIH
Sejak menyabet predikat Juara 1 'Festival Rock se-Indonesia '85' versi Log Zhelebour di Surabaya - Malang, Elpamas berpeluang di berbagai Rock Show di tanah air selama hampir 4 tahun.

Mereka membuktikan diri sebagai 'Group Rock Yunior' terbaik saat ini, yang nama kehadirannya diperhitungkan dalam blantika showbiz Indonesia setelah Godbless.

Untuk mengukuhkan keberadaannya dalam kancah musik rock negeri ini, maka dirilislah album perdana mereka yang diberi titel 'Dinding Dinding Kota'. Yang lebih menonjolkan segi musikalitas yang rumit daripada lagu yang ngebeat.

Jangan kaget apabila mutu sound yang dihasilkan agak berbeda dengan album lain. Sebab Elpamas memang ingin menyajikan sesuatu album yang direkam secara 'live' (bersama sama) pada waktu recording, agar penjiwaan terhadap lagu lagunya lebih terungkap dalam live show mereka.

Coba simak dengans eksama, bagaimana kekompakan sebuah grup tangguh yang menghasilkan sebuah album yang patut di miliki pecinta musik di tanah air.

Salam, Logiss Records
Project Officer - Log Zhelebour

.....
Personil Elpamas:
Totok Tewel - Guitar/ Backing Vocal
Baruna - Vocal/ Harmonica
Didik Sucahyo - Bass/ Backing Vocal
Eddy Darome - Keyboard/ Backing Vocal
Rush Tato - Drum/ Percussion

Produksi - Logiss Records
Koordinator - Log Zhelebour
Studio Rec. - Jackson
Sound Engineer - Irsan
Mix. Engineer - Teddy/ Iskandar
Studio Mixing - Billboard/ Jackson
Photographer - Yoga 'Gadis'
Graphic Designer - Irawan Saleh

DJARUM Super - Topnya Kretek Filter

.....
Tracklist

Side A
01 Angan Angan
     lagu - Areng Widodo
     lirik - Areng Widodo
02 Dunia
     lagu - Totok Tewel
     lirik - Bobby Diano
03 Semu
     lagu - Didik Sucahyo
     lirik - Giponk
04 Orang Malam
     lagu - Didik Sucahyo
     lirik - Areng Widodo

Side B
01 Anak Durhaka (Brutal)
     lagu - Didik Sucahyo
     lirik - Remy Soetansyah
02 Tinggal Landas
     lagu - Didik Sucahyo
     lirik - Bobby Diano
03 Tegar
     lagu - Totok Tewel
     lirik - Kenny Koeswoyo/ Bambang
04 Dinding Dinding Kota
     lagu - Rudy Gagola
     lirik - Tontowi
05 Untukmu Generasiku
     lagu - Didik Sucahyo
     lirik - Dollah Gowi


Salam....

Saturday, February 28, 2026

Anak Rembulan (Peterson) - Grassrock (Zodiac Record/ Atlantic Records 1990)

Anak Rembulan (Peterson) - Grassrock (Zodiac Record/ Atlantic Records 1990)

Kelompok Grassrock merupakan nama legendaris, tercatat sebagai macan festival yang telah menjelajah berbagai panggung baik besar dan kecil sejak 1984, fokus utama mereka dengan selalu mengikuti ajang rutin festival yang dibesut oleh Log Zhelebour, karena ajang tersebutlah yang banyak menyedot perhatian penggemar musik terutama musik keras di seantero negeri, sehingga jika mampu meraih penghargaan atau mendapatkan nominasi maka dipastikan perhatian penikmat musik dan terutama para produser musik juga akan tertuju kepada mereka, jalan menuju industri musik dan dunia rekaman semakin terbuka lebar.

Singkatnya ats perjuangan mereka, ditahun 1985 mereka mendapatkan juara ketiga dan Rere mendapatkan gelar drummer terbaik, tahun 1986 mereka meraih juara pertama dan Rere tetap di urutan pertama sebagai the best drummer, moment ini mereka juga mendapatkan tawaran menggiurkan dari Log Zhelebour yaitu mengiringi Godbless tour di 10 Kota di Indonesia. Ditahun 1987 mereka juga mendapatkan nominasi saat mengikuti Festival Rock yang diadakan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga, antara lain Rere mendapatkan gelar drummer terbaik dan Mandow mendapatkan gelar keyboardist terbaik.

Setelah periode ini mereka sudah berada di atas angin, selalu mendapatkan juara maupun gelar personal dalam setiap festival yang diikuti, meskipun begitu mereka tetap tidak melupakan cita cita awal untuk merilis album rekaman. Uniknya mereka tidak merilis album dibawah label dan asuhan Log Zhelebour, tetapi justru dibawah bimbingan Ian Antono, bisa jadi hal ini berawal dari moment saat Grassrock mengiringi Godbless tour di tahun 1986 tersebut. Secara otomatis album ini merupakan produk dari Komunitas WAM (Wadah Artis dan Musisi Indonesia) dan Bengkel Musik Gong (BMG) yang merupakan gagasan dan isiasi dari Ian Antono dalam menyatukan dan wadah silaturahmi seluruh Artis dan Musisi Indonesia. Perilisan album ini juga didukung oleh Gudang Garam.

Sebagai pembuka dan melihat antusias pendengar, Grassrock diikutsertakan dalam album kompilasi Rock Kemanusiaan pada tahun 1989 dengan lagu berjudul Prasangka dan ternyata mendapatkan reaksi positif, pintu semakin terbuka. Garapan musik dan lirik dari album debut ini boleh di katakan jempolan, rock keras nan mempesona. Mengetengahkan sosok Peterson sebagai Anak Rembulan sebagai pembahasan utama dan kemudian dijadikan sebagai judul album, tentang sosok seorang preman yang ternyata juga memiliki sisi kebaikan yang orang lain tidak ketahui. Liriknya  dibuat oleh Remmy Soetansyah bersama Dayan sang vokalis. Remmy Soetansyah juga menulis lirik untuk lagu Sepenggal Dusta, kemudian Selamat Pagi Tragedi. Teman lama Didieth Shaksana yang merupakan bassis dari Big Phanzer juga turut memberikan lirik  di lagu Langkah Langkah, Sabung Ayam dan Kenyataan.

Mayoritas lagu didalam album ini merupakan usaha mereka sendiri kecuali beberapa nama tersebut diatas, terutama dari sisi penulisan lagu dan garapan aransemen, peran Ian Antono sebagai produser juga besar disini dengan memberikan saran artistik dalam setiap prosesnya, ia cukup ketat dalam menetapkan standar musik dan lirik. Dikutip dari artikel Tabloid Citra, 18 Desember 1990, mereka hanya memiliki waktu pengerjaan kurang dari sebulan dan menghabiskan waktu di studio sebanyak 20 shift. Beruntung saja materinya sebagian besar sudah selesai saat jamming di Surabaya, dan mereka hanya tinggal mengerjakannya saja di Studio Musica dan Jackson.

Hasil perjuangan mereka kemudian dapat kita nikmati saat ini sebagai salah satu album rock klasik yang melewati batas dan waktu. Sayangnya album ini tidak begitu mendapatkan perhatian dari pemilik maupun para personilnya, mereka dengan cepat berlari meninggalkan album ini, beberapa sukses menjadi session player seperti Rere dan Eddi Kemput. Saat label Rabon Sick Records (RSR) ingin merilis ulang album ini dalam bentuk CD dan kaset, didapatilah kenyataan bahwa master album ini telah hilang, raib tak tahu dimana rimbanya. Album master piece setingkat mereka saja mengalami kejadian seperti ini, apalagi sekelas band receh, dan hal ini terjadi pada mayoritas band dan artis, terutama pada era lawas.

Akhirnya label RSR dengan kegigihannya mampu merilis ulang album ini dan menghadirkannya dalam format kaset dan CD pada sekitaran Maret 2020, dengan cara convert dari source kaset yang sekiranya memiliki kualitas audio yang masih bagus. Menurut admin sudah sangat baik kualitas audio dari edaran label ini, mengingat mereka juga bukan label besar, semangat dan cinta yang berlebih menjadi motor penggerak utama mereka dalam usaha merilis album album ini. Untuk edaran RSR akan admin bahas pada postingan mendatang. Untuk format kaset edaran awal ini, kualitas sound yang dihasilkan masih sangat stabil dan baik, tidak terlalu banyak karat atau jamur yang menempel pada kepingan pitanya.

Format KASET
........
Album: Anak Rembulan (Peterson)
Artist: Grassrock
Kode: ARI 10652
Label: Atlantic Records/ Zodiac Record
Tahun: 1990
Harga (saat rilis): 4.000,-






..............
Grassrock - Anak Rembulan (Peterson)

Ketulusan Kami...
Barangkali, ini sebuah hasil karya yang telah melibatkan waktu
Tidak saja hari atau bulan, tapi tahun.
Melibatkan semangat dan kesungguhan.
Baru ini yang dapat kami genggam, yang kemudian kami suguhkan
Kepada kawan dan sobat dimanapun berada,

Berkat kemurahan Tuhan Yang Maha Esa, album perdana kami dapat terselesaikan,
Album 'Anak Rembulan' ini, dengan segala kerendahan hati,
Ingin ikut mengisi keramaian permusikan di negeri kita yang makin marak,

Tidak lupa terima kasih kami kepada seluruh guruku yang telah turut mewujudkan album yang kami cintai ini.

......
Terima kasih teramat sangat kepada:
Bapak Drs. Soedito & Ibu Lily Soedito, Bapak R. S. Aziz, Mama Leiha, Mas Ian Antono, Mbak Titik Saelan Antono, Mas Ndol (Studio 410), Iskandar, Bapak & Ibu Sofyan Ali, Mas Jimmy oto, Bapak Rudi RAM, Mas Donny Prass, Yaya (Monitor Operator RAM), Bimbim Slank & seluruh personil Slank, Mimi Alqamar & Nyonya Keke Alqamar, Hans Miller Banuerah, Remmy Soetansyah, Didieth Shaksana, Fajar Budiman, Rudy Suherman, Theodore KS, Marcell, Ratna, Feny, Atik, Awan Pink Yani. 

Terima kasih juga kepada:
The Best Crew: Pa' Toto, Agenk, Djonet, mBing, Ozzy, Kcho.
ex. Grass Player: Harto, Karnoto, Harry, Arief, Hadyanto, Wedhayanti, Minel (Alumni Grassrock), Fans Rock Indonesia, Semua rekan rekan wartawan dan sahabat sahabat kami yang telah banyak membantu dari awal hingga terselesainya album perdana Grassrock.

......
Rere - Drum (Yamaha YD 9000, Slingerland, Zildjian)
Eddie Kemput - Guitar (Gibson, Fender Stratocaster, Kramer, Yamaha Ovation)
Yudhie Ajie - Bass (Steinberger, GHS String Double Ball, Steinberger String)
Mandow - Keyboards (D 50 Rolland, JX 8p Rolland, S50 Rolland, M I Korg)
Dayan Zmach - Vocals
Zoul Zusuf - Vocals
Backing Vocals - All Musician

Executive Producer - Jimmy Doto
Producer - Ian Antono
Produced by - Zodiac Record
Album Coordinator - Ian Antono
Studio - Musica Studio's, Jackson Studio
Sound Engineer/ Mixed by - Ian Antono, Irsan
Ass. Sound Engineer - Yaya, Wawan, Karsito, Sawal
Graphic Design - Wikky Martakusumah
Photographer - Firman Ichsan

Gong Graphic Studio
Wadah Artis dan Musisi Indonesia (WAM)
Gudang Garam - Pria Punya Selera

.....
Fans Club:
PO. BOX. 729/JKTF 11101

.....
Tracklist ALBUM:

Side A

01 Anak Rembulan Peterson
Vocal - Dayan Zmach
Lagu - Eddy Kemput
Lirik - Remmy Soetansyah/ Dayan Zmach

02 Khayal
Vocal - Dayan Zmach
Lagu - Eddy Kemput
Lirik - Mandow/ Rere/ Dayan

03 Selamat Pagi Tragedi
Vocal - Zoul Yusuf
Lagu - Awan Pink
Lirik - Remmy Soetansyah

04 Langkah Langkah
Vocal - Dayan Zmach/ Zoul Yusuf
Lagu - Grassrock
Lirik - Didieth Shaksana

Side B

01 Sepenggal Dusta
Vocal - Dayan Zmach/ Zoul Yusuf
Lagu - Mandow/ Eddy Kemput/ Dayan
Lirik - Remmy Soetansyah

02 Sabung Ayam
Vocal - Zoul Yusuf
Lagu - Dayan Zmach
Lirik - Didieth Shaksana

03 Murka
Vocal - Dayan Zmach/ Zoul Yusuf
Lagu - Eddy Kemput
Lirik - Dayan Zmach

04 Kenyataan
Vocal - Zoul Yusuf
Lagu - Grassrock
Lirik - Didieth Shaksana

05 Lepaskan
Vocal - Dayan Zmach
Lagu - Dayan Zmach
Lirik - Dayan Zmach


Salam...

Thursday, January 29, 2026

CD Sandiwara Cinta versi reissue 2016 - Nike Ardilla (Music Plus/ ARS Records 2016)

CD Sandiwara Cinta versi reissue 2016 - Nike Ardilla (Music Plus/ ARS Records 2016)

Postingan kali ini masih berkaitan dengan unggahan sebelumnya yang membahas tentang album Sandiwara Cinta milik Nike Ardilla dalam format kaset dan CD edaran awal, khusus kali membahas versi terbaru, rilisan keduanya alias versi reissue yang di rilis oleh label ARS Records pada sekitaran tahun 2016 silam, rasanya baru kemarin tetapi ternyata sudah satu dekade lamanya. Perilisan album ini tak lain karena demand yang tinggi bahkan terhadap semua katalog Nike Ardilla sehingga label mencoba peruntungan untuk merilis ulang, di mulai dari album Sandiwara Cinta ini pada tahun 2016. Penyebabnya saat itu adalah versi edaran awal yang admin bahas pada postingan sebelumnya, disini: Album Sandiwara Cinta - Nike Ardilla 1995 versi awal sudah sangat langka dan berharga fantastis, semakin lama semakin naik harganya, butuh effort dan juga dana yang lumayan untuk mendapatkannya.

Usaha perilisan ulang ini bukan usaha yang pertama, pada periode sebelumnya di tahun 2005 juga telah dimulai dengan merilis ulang CD Tinggallah Kusendiri dan sangat sukses di pasaran, publik terutama fans Nike Ardilla tentunya berharap banyak dengan adanya usaha ini, setidaknya mendekati edaran awalnya. Kelompok NAFC yang merupakan komunitas penggemar Nike Ardilla saat itu sangat mendukung dan berkomunikasi intens dengan label dalam rangka usaha perilisan ini, nantinya juga ikut mendistribusikan lewat jaringan penggemarnya, selain label sendiri juga mendistribusikannya ke gerai musik. Singkat cerita album ini akhirnya di lepas ke pasaran dengan harga sekitar seratus ribu rupiah plus bonus poster yang lumayan besar dan keren menurut admin pribadi, hanya saja permasalahan kemudian timbul, yaitu pada bagian cover depan dicetak hanya dua lembar saja dari yang semula berjumlah sekitar lima tekukan, dan pada bagian belakang space dibiarkan kosong putih begitu saja, tanpa memuat teks lagu, kualitas cetakannya juga terasa sangat kejar tayang sekali, pudar dan tidak detail, sangat jauh dari harapan.

Hal ini tentu saja membuat penggemar terutama kelompok NAFC bertanya tanya, dan label kemudian merespons cepat, mengganti cover depan tersebut dengan cara scan langsung dari versi edaran awal, sehingga boleh dapat di katakan versi perbaikan ini sudah sangat mirip, tetapi tetap saja kalah dari sisi detail ketajaman gambar. Jika diperhatikan dengan teliti, terdapat detail yang sedikit mengganggu pada cover, yang bisa jadi hal ini tidak pernah terjadi pada rilisan sebelumnya. Pada versi panjang ini cover depan memang benar benar scanan mentah tanpa retouch, semisal menyamakan logo label dengan mengganti MSC dengan ARD, agar sama dengan cover belakang dan kepingan discnya. Selintas mungkin tidak masalah, namun detail kecil semacam ini perlu, meskipun keduanya adalah label dari pemilik yang sama. Semua harus seragam dengan memutuskan apakah memakai label MSC atau ARD pada setiap sisi albumnya agar selaras.

Selain perbedaan panjang cover antara versi satu dan versi kedua edaran 2016 ini, terdapat juga beberapa perbedaan warna sebagai cirinya, versi satu cover pendek lebih ke dominasi warna hijau tua kebiruan dan sedikit lebih buram, versi kedua cover scanan lebih ke dominasi warna hijau terang kekuningan, lebih cerah dan secara tampilan terasa lebih baik. Jika pada bagian depan cover murni scanan tanpa retouch, ternyata pada bagian cover dalam di sisi teks lagu ada mengalami sedikit sentuhan, seperti pada tulisan Nike Ardillla di sepanjang bawah teks lagu telah ditulis ulang menggunakan font berbeda dari sebelumnya dan terdapat foto Nike Ardilla di ujung cover. Sementara untuk back cover pada bagian belakang mika untuk versi satu dan versi scanan masih sama persis, berwarna hijau terang.

Tibalah untuk pembahasan yang paling utama, yaitu persoalan kualitas sound dari album reissue ini. Setelah admin dengarkan dan amati dan kemudian juga dengan mendiskusikan bersama teman yang memiliki pemahaman, maka didapatkan kesimpulan bahwa sound album ini tidak buruk namun juga tidak sebaik edaran awalnya. Pada CD edaran 1995 jika kita memutar dengan volume yang sama, sound yang keluar dari CD edisi awal terdengar sedikit lebih kecil namun terasa utuh, bulat dan sangat detail. Untuk edaran reissue ini kualitas volumenya terdengar lebih besar namun detail soundnya sedikit kurang, terasa ada sember atau berbunyi pecah pada beberapa lagu, plus ada sedikit desis seperti bunyi rippingan dari kaset, sepertinya terlupa untuk di retouch, kemudian antara satu track dengan track lainnya tidak memiliki volume sama rata. 

Kejadian ini sebenarnya bisa dihindari, apalagi hubungan antara label dan komunitas NAFC sudah terjalin dengan sangat baik. Label hanya tinggal menanyakan kepada komunitas, adakah yang  memiliki album edaran awalnya untuk dijadikan master, ini adalah cara paling logis sebagai shorcut mencari source master album ini secara cepat, alias dengan cara copy CD saja dari edaran awalnya. Mengingat master asli album ini telah terbakar dalam tragedi kerusuhan 1998 silam, sehingga label tidak perlu bersusah payah dalam mencari source sumber lain yang ternyata tidak jelas kualitasnya. Setelah CD master tersebut didapatkan, label tinggal me-remastering ulang dan memperbanyak, kerja pun beres, dan yang pasti adalah kualitas sound sama dengan versi edaran awal. Mungkin saja label terlupa untuk melakukan itu, dan sudah terlanjur naik cetak dengan jumlah copy yang tentu saja sangat banyak. Dari hati penggemar pasti ada rasa kecewa, berharap rilisan ini seperti edaran awal atau setidaknya mendekati, selayaknya edaran ulang CD Tinggallah Kusendiri pada tahun 2005 silam, antara cover dan isi sama sama berkualitas prima. 

Beruntungnya hanya album ini saja yang bernasib seperti itu. Saat Musica Studio's secara penuh kembali menangani master album Nike Ardilla dan kemudian memulai project merilis dalam format fisik seperti CD dan vinyl, kesalahan fatal ini sudah dihindari. Sehingga kemungkinan rasa ketidakpuasan fans bisa di minimalisir, dan hal itu itu cukup terbukti dari umpan balik positif kepada label. Project dimulai dari album Bintang Kehidupan pada tahun 2020, Biarkan Cintamu Berlalu 2021 dan Matahariku pada 2022, kualitas sound yang di hasilkan sudah cukup baik dan memenuhi harapan fans secara umum, juga pada kualitas desain cover yang semakin lebih baik. Setelah sekian lama, baru pada Desember 2021 album ini menyusul dirilis dalam format piringan hitam atau vinyl, berjarak lima tahun dari rilisan format CD reissue ini. Selain dalam format fisik, album ini juga tersedia dalam format digital yang disebar pada berbagai platform layanan streaming musik termasuk laman You Tube.

Format CD reissue versi 1
.......
Album: Sandiwara Cinta
Artist: Nike Ardilla
Kode: ARD 0279
Label: Music Plus & ARS Records
Tahun: 2016
Harga (saat rilis): 100.000,-





Format CD reissue versi 2
.......
Album: Sandiwara Cinta
Artist: Nike Ardilla
Kode: ARD 0279
Label: Music Plus & ARS Records
Tahun: 2016
Harga (saat rilis): 100.000,-





...............
Nike Ardilla - Sandiwara Cinta reissue 2016
ARS Records 2016
ARD 0279

....
Tracklist Album:
01 Sandiwara Cinta
     cipt Deddy Dores
02 Deru Debu
     cipt. Dwiki Dharmawan
03 Kau Bukan Untukku
     cipt. Erens F. Mangalo
04 Sanggupkah Aku
     cipt. Dadang S. Manaf
05 Cintaku Suci
     cipt. Yonnie Dores
06 Menyibak Tirai Kelabu
     cipt. Deddy Dores
07 Bila
     cipt. Teddy Riadi
08 Pudar
     cipt. Harry Minggoes
09 Bayang Dirimu
     cipt. Jati
10 Menanti Kejujuran
     cipt. Ian Antono/ Fajar Budiman


Salam....

Saturday, December 27, 2025

Album Sandiwara Cinta - Nike Ardilla (Music Plus/ Musica Studio's 1995)

Album Sandiwara Cinta - Nike Ardilla (Music Plus/ Musica Studio's 1995)

Kehadiran blog ini tidak terasa sudah berusia sekitar 13 tahun, tetapi baru sekarang memulai untuk mereview album album milik Nike Ardilla, penyebabnya karena admin merasa belum memiliki pengetahuan dan katalog yang cukup, sehingga perlu di endapkan sekian lama. Setelah dirasa cukup maka dicobalah untuk mengulasnya, hal lain yang menguatkan admin untuk terus adalah nama nama para musisi pendukung dalam setiap album Nike Ardilla ternyata beberapa sudah ada dalam daftar label blog, jadi sekalian saja. Beruntungnya dalam perjalanan ini, admin banyak menemukan sahabat musik yang senang saling berbagi info, salah satunya adalah seorang teman yang sayangnya tidak mau disebutkan namanya disini, memberikan detail para musisi yang berkontribusi dalam album ini secara full lengkap, meskipun begitu dia berpesan bahwa ini juga berdasarkan kira kira, seperti dari karakter sound alat maupun lewat pola sirkel yang ia pelajari selama ini, semisal Pay jika memiliki project pasti membawa Thomas dan Ronald, terkadang plus Indra Q. Atau jika lingkaran Teddy Riadi biasanya membawa gitaris Dongky. Intinya tidak dijamin 100 %, tetapi minimal 75 % mendekati, nanti bagi pembaca yang mengetahui boleh kroscek dan menambahkan info pada kolom komentar dibawah, setidaknya ini rintisan karena belum pernah dibahas secara mendetail di postingan manapun.

Album ini sendiri dirilis pada bulan Februari 1995, dengan persiapan sepanjang tahun 1994 disela kesibukan yang sangat padat. Album yang sebenarnya menyimpan pilu mendalam, karena tak lama setelah dirilis, pada bulan Maret beliau berpulang akibat kecelakaan. Admin sendiri masih berusia 12 tahun kala itu, namun memori itu begitu kuat membekas, meskipun berada di desa yang jauh dari hingar bingar kota. Saat itu berita tersebar begitu cepat dan di wartakan secara massiv dan kontinu di media cetak dan elektronik, hal ini tentunya memantik rasa penasaran khalayak ramai, salah satunya dengan album terbaru yang baru saja dirilis ini. Hasilnya adalah angka penjualan album menjadi melonjak drastis, secara data tercatat sekitar 6 juta copy, tetapi admin menebak, jumlah album yang terjual pasti lebih dari angka tersebut. Bukan hanya album ini saja yang mengalami lonjakan pembeli, tetapi album album lama Nike Ardilla yang lain juga mengalami hal serupa, belum termasuk poster dan pernak pernik lainnya.

Isi lagu dalam album ini tidak perlu di bahas lagi, yang pasti berisi hits abadi legendaris, sangat juara dan layak disimak. Karakter suara Nike Ardilla itu luwes, enak untuk dibawakan kemana saja, tidak hanya tematik bertema slow, tetapi juga masuk untuk lagu yang kental nuansa rock, seperti dalam album ini track berjudul Sanggupkah Aku, atau bahkan akustikan santai seperti di lagu Bila dan Bayang Dirimu. Tetapi di luar itu semua, admin memberi perhatian penuh kepada lagu Menanti Kejujuran yang sangat ikonik Achmad Albar, dan sepertinya jika ada penyanyi lain membawakannya, akan susah lepas dari bayang bayang sang empu aslinya ini, tetapi di tangan seorang Nike Ardilla ternyata lagu ini menjadi bebas dan sepenuhnya menjadi karakter miliknya, lebih renyah dan enteng, berkesan anak muda kekinian, cocok di nyanyikan remaja, bukan lagi rock berat yang sepertinya di khususkan bagi orang dewasa, dan hebatnya masih memakai aransemen yang kurang lebih sama persis, hal ini berlaku pula dengan lagu Panggung Sandiwara yang ia bawakan. Dari dua lagu ini dapat di tarik kesimpulan bahwa artis ini sangat istimewa baik bakat maupun feelingnya, dan kemudian memang  terbukti, ada beberapa lagu lain yang di cover oleh beliau memang memiliki ciri tersendiri dan khas. Ia mampu membawa suasana segar terhadap hits abadi meskipun tanpa merubah jauh dari aransemen awalnya.

Rancangan desain covernya dikerjakan oleh Arie Musica yang kelak merubah namanya menjadi Arie Productions, covernya sangat artistik, berwarna sekitar aquamarine blue, menampilkan sesuatu yang berbeda, yaitu Nike Ardilla dengan rambut pendek model bob berponi samping, mematahkan ikon sebelumnya yang selalu identik dengan rambut panjang indah melambangkan keanggunan. Kemasan cover di rancang lumayan panjang, format CD hingga 5 lekukan, sementara kaset mencapai 7 lekukan, dengan cover sepanjang ini sebenarnya sangat cukup ruang untuk menulis credit title para pendukung musik, produser dan juga juru foto, namun hal itu urung dilakukan, bisa jadi ada pertimbangan lain yang tentunya kita tidak ketahui, sementara pada album album sebelumnya tradisi tersebut tetap dilaksanakan. Album ini dirilis dalam format kaset dan juga CD, kualitas sound dari kedua format ini sama sama masih terjaga dengan baik, terkhusus untuk format CD detail soundnya sangat terasa. Sayangnya detail bagus pada format CD ini tidak diteruskan pada CD Sandiwara Cinta versi reissue tahun 2016 silam, khusus untuk versi rilisan ulang ini, admin akan bahas plus minusnya secara khusus pada postingan setelah ini.

Postingan ini juga sekaligus untuk memperingati ulang tahun Nike Ardilla yang ke 50 tahun, ia lahir pada 27 Desember 1975 dan tepat hari ini 27 Desember 2025, tepat setengah abad lamanya. Meninggalkan warisan luar biasa, ia masih terus menghibur dan menghiasi hari hari kita dengan suara lembutnya. Semoga apa yang telah ia perbuat menjadi ladang kebaikan dan amalnya selalu mengalir untuk beliau di alam sana, juga untuk para musisi pendukung lainnya yang telah berpulang. Banyak pelajaran berharga untuk kita petik bersama dari perjalanannya dalam memperjuangkan cita, berkarya, untuk kemudian akhirnya menginspirasi sesama dan meninggalkan warisan berharga, jejaknya setiap saat bisa di gali dan di pelajari bagi generasi kedepan sebagai inspirasi. Ia telah melewati batas rentang waktu, bukan hanya sekedar penyanyi, aktris atau apapun itu, statusnya telah berubah menjadi legenda, tak berlebihan rasanya jika apa yang pernah di ucapkan legenda rock dunia Freddie Mercury juga layak kita disematkan kepadanya, berbunyi: '...I won't be a rock star, I will be a legend'.

Format CD
.......
Album: Sandiwara Cinta
Artist: Nike Ardilla
Kode: MSCD 0061
Label: Music Plus & Musica Studio's
Tahun: 1995
Harga (saat rilis): 20.000,-





Format KASET
.......
Album: Sandiwara Cinta
Artist: Nike Ardilla
Kode: MPR 0009
Label: Music Plus & Musica Studio's
Tahun: 1995
Harga (saat rilis): 6.500,-




..................
Nike Ardilla - Sandiwara Cinta
cipt. Deddy Dores

Urusan design - Arie Musica

....
Tracklist Album:
01 Sandiwara Cinta
     cipt Deddy Dores
02 Deru Debu
     cipt. Dwiki Dharmawan
03 Kau Bukan Untukku
     cipt. Erens F. Mangalo
04 Sanggupkah Aku
     cipt. Dadang S. Manaf
05 Cintaku Suci
     cipt. Yonnie Dores
06 Menyibak Tirai Kelabu
     cipt. Deddy Dores
07 Bila
     cipt. Teddy Riadi
08 Pudar
     cipt. Harry Minggoes
09 Bayang Dirimu
     cipt. Jati
10 Menanti Kejujuran
     cipt. Ian Antono/ Fajar Budiman

........
Analisis para Pendukung Musik:

SANDIWARA CINTA
Arranger/ keyboard - Indra Q.
Gitar - Pay
Bass - Thomas
Drum - Ronald
Backing vocal - Noor Bersaudara

DERU DEBU
Arranger/ keyboard - Dwiki Dharmawan
Drum - Gilang Ramadhan
Gitar akustik - Dwiki Dharmawan
Gitar Elektrik - Donny Suhendra
Bass - Indra Lesmana
(Personil Krakatau)

KAU BUKAN UNTUKKU
Arranger/ keyboard/ drum programming - Baliyanto WK.
Gitar - Mus Mujiono
Bass - Thomas

SANGGUPKAH AKU
Arranger/ keyboard - Indra Q.
Gitar - Pay
Bass - Thomas
Drum - Ronald
Backing vocal - Noor Bersaudara

CINTAKU SUCI
Arranger/ keyboard - Yonni Dores
Gitar - Pay
Drum - Ronald
Bass - Thomas

MENYIBAK TIRAI KELABU
Arranger/ keyboard/ bass - Deddy Dores
Drum - Rere
Gitar - Pay
Backing vocal - Noor Bersaudara

BILA
Arranger/ keyboard - Teddy Riadi
Gitar akustik - Dongky
Perkusi - Budhi Haryono

PUDAR
Arranger/ keyboard - Andy Ayunir
Gitar - Opick Bayou
Drum - Ronald
Bass - Thomas

BAYANG DIRIMU
Arranger/ keyboard - Teddy Riadi
Gitar - Dewa Budjana
Drum - Ronald
Bass - Thomas

MENANTI KEJUJURAN
Keyboard - Indra Q.
Gitar - Pay
Bass - Thomas
Drum - Ronald


Salam...