Ada dua versi rilisan Musica Studio's album Camellia 1 yaitu versi tahun 1993 dan dilanjutkan dengan versi rilisan kedua tahun 2000 dengan penambahan cover selongsong luar, secara umum baik rilisan pertama maupun kedua memiliki kesamaan bentuk, meskipun terdapat sedikit perbedaan pada jenis font tulisan pada cover depannya, kemudian detail gambar pada terbitan tahun 1993 lebih jelas dari pada rilisan tahun 2000. Baik rilisan awal maupun rilisan setelahnya tidak memiliki perbedaan berarti pada kualitas sound yang dihasilkan. Rilisan awal dari album Camellia I ini adalah tahun 1979 dengan label yang menaunginya adalah Jackson Records & Tapes, kemudian label tersebut tutup pada tahun 1987 dan Musica Studio's membeli seluruh katalog musiknya, itulah mengapa label ini bisa merilis album ini kembali dengan format yang sedikit dibedakan dari versi awal agar memiliki ciri khas.
Dari album perdana ini, lagu yang berhasil menjadi hits besar dan menjadi ikon beliau, selain Camellia I itu sendiri, adalah lagu Lagu Untuk Sebuah Nama yang berkisah tentang seseorang yang jatuh cinta namun lebih memilih untuk memendam daripada berjuang untuk mengungkapkannya. Lagu selanjutnya yang berhasil mencuri perhatian lebih dari lagu lainnya adalah lagu yang berjudul sedikit panjang dari lagu kebanyakan yaitu Nasehat Pengemis Untuk Istri Dan Doa Untuk Hari Esok Mereka, lagu yang dibuat pada tahun 1977 pada saat Ebiet G. Ade berusia 22 tahun ini berkisah tentang ketabahan sepasang suami istri dalam menjalani setiap ketentuan yang telah ditetapkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, dan tak hentinya terus berdoa agar mendapatkan kemudahan dan secercah harapan baru dihari esok.
Lagu lagu lainnya dialbum ini meskipun mungkin tidak menjadi hits besar, namun kesemuanya merupakan ungkapan jujur Ebiet G. Ade dalam menuangkan semua yang terlihat dan terasa olehnya sehingga sangat menyentuh setiap relung nurani kita yang mengangkat berbagai tema ketuhanan, sosial, cinta dan juga problema kehidupan seperti lagu Jakarta 1, Hidup I dan Hidup II, Berjalan Dihutan Cemara, Episode Cinta Yang Hilang, Pesta, dan Dia Lelaki Ilham Dari Sorga.
Album ini juga dirilis oleh label Music Valley Sdn. Bhd. Malaysia dengan menggunakan lisensi dari label Musica Studio's. Rilisan Music Valley ini lebih maju selangkah daripada rilisan dalam negeri karena selain dirilis dalam format kaset, juga dirilis dalam format CD, sesuatu yang belum pernah terjadi dinegeri ini, bahkan hingga saat ini.
Dari album perdana ini, lagu yang berhasil menjadi hits besar dan menjadi ikon beliau, selain Camellia I itu sendiri, adalah lagu Lagu Untuk Sebuah Nama yang berkisah tentang seseorang yang jatuh cinta namun lebih memilih untuk memendam daripada berjuang untuk mengungkapkannya. Lagu selanjutnya yang berhasil mencuri perhatian lebih dari lagu lainnya adalah lagu yang berjudul sedikit panjang dari lagu kebanyakan yaitu Nasehat Pengemis Untuk Istri Dan Doa Untuk Hari Esok Mereka, lagu yang dibuat pada tahun 1977 pada saat Ebiet G. Ade berusia 22 tahun ini berkisah tentang ketabahan sepasang suami istri dalam menjalani setiap ketentuan yang telah ditetapkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, dan tak hentinya terus berdoa agar mendapatkan kemudahan dan secercah harapan baru dihari esok.
Lagu lagu lainnya dialbum ini meskipun mungkin tidak menjadi hits besar, namun kesemuanya merupakan ungkapan jujur Ebiet G. Ade dalam menuangkan semua yang terlihat dan terasa olehnya sehingga sangat menyentuh setiap relung nurani kita yang mengangkat berbagai tema ketuhanan, sosial, cinta dan juga problema kehidupan seperti lagu Jakarta 1, Hidup I dan Hidup II, Berjalan Dihutan Cemara, Episode Cinta Yang Hilang, Pesta, dan Dia Lelaki Ilham Dari Sorga.
Album ini juga dirilis oleh label Music Valley Sdn. Bhd. Malaysia dengan menggunakan lisensi dari label Musica Studio's. Rilisan Music Valley ini lebih maju selangkah daripada rilisan dalam negeri karena selain dirilis dalam format kaset, juga dirilis dalam format CD, sesuatu yang belum pernah terjadi dinegeri ini, bahkan hingga saat ini.
Format KASET rilisan 1993
...........................
Album: Camellia 1
Artist: Ebiet G. Ade
Kode: MSC 7876
Label: Musica Studio's
Tahun: 1993
Harga (saat rilis): 4.500,-
Format KASET rilisan 2000
...................
Album: Camellia 1
Artist: Ebiet G. Ade
Kode: ARS 0280
Label: Musica Studio's
Tahun: 2000
Harga (saat rilis): 15.000,-
..............................
Prakata:
Ebiet G. Ade lahir pada 21 April 1955 di Wonodadi sebuah desa dikawasan Banyumas yang letaknya 12 Km dari Banjarnegara, sekarang menetap di Jakarta.
Jelas apa yang ingin dijangkau Ebiet lewat album perdananya ini tiada lain adalah komunikasi dalam kemanusiaan dan keindahan. Sungguh karya musik dan sekaligus lirik-lirik yang di ciptakannya memiliki sesuatu energi segar bagi pembaharuan dan kemajuan blantika musik tanah air kita.
'Tak ada jalur definitif dalam warna musik saya ! Terserah saja mau dimasukkan dalam jenis apa musik garapan saya ini' demikian kata Ebiet. Sebab begitulah kadang-kadang pencipta lagu tak tahu masuk jenis apa atau jalur mana karya ciptaannya itu. Yang cukup bisa di fahami adalah bahwa Ebiet mecoba menyodorkan konsep musikalisasi pusis yang serba komplit dalam penggarapannya.
Secara polos Ebiet menerangkan bahwa pada awalnya ia lebih tertarik dengan bidang puisi. Dan baru kemudian ia menganggap bahwa puisi akan terasa lebih terasa komunikatif serta berdaya jangkau luas kalau dimusikalisasikan. Untuk pertama kalinya ditahun 1974 Ebiet mencoba muncul untuk menyanyikan puisi karya ''Emha Ainun Nadjib'' berjudul ''Kubakar Cintaku''
''Saya tidak mau disebut sebagai penyanyi!'' begitu ucap Ebiet. ''Saya punya cita-cita untuk sukses sebagai penyair yang senang musik dan nyanyi'' katanya menegaskan. Ketika diadakan pertemuan para seniman di Yogyakarta, Ebiet muncul dengan menyanyikan sebuah lagu yang mengambil lirik dari puisi karya penyair Amerika terkemuka Emily Dickinson.
Kota-kota yang pernah menjadi pertunjukkan solonya antara lain Yogyakarta, Pekalongan dan Surabaya. Ebiet yang bersahabat dengan tokoh musik terkemuka Leo Kristi dikatakan sebagai memiliki suara mirip Jose Feliciano. 'Dia bukan penyanyi favorit saya, kalau benar suara saya mirip Jose Feliciano hal itu hanya sebagai kebetulan saja' ucap Ebiet. Lantas musisi mana yang menjadi idolanya? 'Mereka yang saya senangi adalah Bob Dylan, John Denver dan Joan Baez!'
Musik yang diciptakan Ebiet melalui lagu-lagunya terasa memiliki warna country modern, sekalipun disana sini terlihat juga unsur pop, rock, boogie, folk sampai kesentuhan klasik juga ia munculkan. Ebiet pernah ikut kursus gitar dengan tokoh kenamaan Kusbini.
Disini Ebiet memainkan gitar akustik dan harmonika. Thema keimanan berusaha ditonjolkan Ebiet dalam banyak puisi dan lagu-lagunya. 'Itulah sebabnya saya sangat terkesan oleh sastrawan penyair Subagyo Sastrowardoyo. Karya-karya puisinya mengungkapkan hubungan dengan ketuhanan. Dan secara jujur saya pernah mengalami keresahan dalam menilai ketuhanan ini. Tapi semakin saya jauh terasa semakin hampa, dan akhirnya saya kembali meyakini keimanan yang semakin mantap !' ucap Ebiet yang muslim itu.
Itulah sekelumit tentang Ebiet yang memiliki kemampuan besar untuk maju dan memajukan dunia musik pop Indonesia yang mulai nampak cerah dan menaik dalam cita rasa. Dan karya album perdana-nya ini memiliki momentum yang cukup meyakinkan.
....
Syair & Lagu - Ebiet G. Ade
Para Pendukung Musik:
Billy JB - Music Director, Electric Guitar, Bass Guitar, Accoustic Guitar, Mellotron
Dodo - Accoustic Piano, String/ Mellotron, Synthesizer
Opop - Drums
Ebiet G. Ade - Accoustic Guitar, Harmonica
Suryati Supilin - Biola
Zulkifly - Cello
Sutanto - Flute
Rully - Recording Engineering
Tracklist:
Side A
01 Lagu Untuk Sebuah Nama (yogyakarta, nov 1977)
02 Camellia I (oktober 1976)
03 Pesta (yogyakarta, 1978)
04 Nasehat Pengemis Untuk Istri Dan Doa Untuk Hari Esok Mereka (yogyakarta, 1977)
05 Dia Lelaki Ilham Dari Sorga (yogyakarta, 30 sept 1978)
Side B
01 Jakarta I (20 oktober 1978)
02 Hidup I (februari 1977)
03 Hidup II (yogyakarta, februari 1977)
04 Berjalan Di Hutan Cemara (desember 1977)
05 Episode Cinta Yang Hilang (yogyakarta, desember 1978)
Salam...






No comments:
Post a Comment
Seluruh komentar pada blog ini akan di MODERASI untuk mengantisipasi kemungkinan komentar yang tidak sesuai dengan topik postingan, spam, kata kata kasar, ujaran kebencian dan semacamnya.
Salam..