Album ini merupakan vesi rilisan ulang yang diterbitkan oleh label Musica Studio's dalam 12 seri, berisi album album klasik milik Ebiet G. Ade yang berada dilabel Jackson Records dan EGA Records. Kali ini kesemua covernya mengalami penyeragaman menjadi warna dominan putih. Rilisan awal dirilis pada tahun 1993 kemudian pada awal tahun 2000 album ini kembali dirilis ulang dengan bentuk yang sama namun dengan penambahan cover pembungkus luar agar terkesan lebih eksklusif.
Album ini adalah serial terakhir dari album Ebiet G. Ade dengan menggunakan nama Camellia, keterangan tersebut bisa dibaca langsung lewat prakata yang tertera dalam cover album ini, untuk album selanjutnya Ebiet G. Ade akan memutuskan memakai nama lain sebagai judul album. Mungkin ini sebuah penyegaran ide bagi Ebiet G. Ade pribadi agar tidak mengalami ketergantungan, karena sekuel album Camellia sendiri telah sampai volume ke empat, sebuah rekor tersendiri bagi beliau dan industri musik tanah air kala itu dan mungkin belum terpecahkan hingga saat ini. Meskipun begitu masih banyak penggemar diluar sana yang masih penasaran menantikan kelanjutan album Camellia ini dan berharap bukan hanya berhenti pada volume empat ini saja.
Sebenarnya kita bisa menebak kelanjutan dari Camellia setelah berhenti divolume ke IV, dialbum ini ada lagu Dua Menit Ini Mistery, sebuah lagu dengan lirik pendek berdurasi dua menit yang menceritakan kedukaan atas kematian seseorang, jika dihubungkan dengan lagu Camellia IV akan terasa korelasinya. Bisa saja itu awalnya adalah Camellia V yang kemudian dirubah judulnya menjadi nama lain.
Dari Camellia I hingga IV kita bisa menyimak perjalan kehidupan seseorang yang mungkin begitu dekat dengan kita, yang akhirnya hanya kematian yang mampu memisahkan. Sebuah tetralogi dengan ending sangat sedih, apalagi di lagu Camellia IV ini sangat menonjolkan kesan tersebut melalui dentingan piano yang berpadu dengan orkestrasi megah didalamnya, pada bagian coda lagu ada suara biola yang seakan menirukan suara angin menggulung diantara awan hitam diatas langit, aura yang bisa kita tangkap adalah kesedihan dan suasana mencekam. Kita patut mengacungi jempol kepada Billy JB. sebagai arranger berhasil menginterpretasikan apa yang Ebiet G. Ade inginkan, sehingga lagu dahsyat ini bisa tercipta. Dan lagu Camellia IV ini pun berhasil melejit menjadi hits besar bersama beberapa lagu lainnya yang memiliki tema cinta dialbum ini seperti Nyanyian Rindu, Seberkas Cinta Yang Sirna dan Senandung Jatuh Cinta.
Dialbum ini juga terdapat salah satu hits besar yang menjadi ikon beliau yaitu lagu Titip Rindu Buat Ayah, yang berisi kerinduan seorang anak kepada orang orang terkasih dikampung halaman termasuk ayahanda tercinta, namun situasi sangat tidak memihak karena kehidupannya dirantau sangat jauh dari kata bahagia. Lagu ini khusus diaransemen oleh R. Tony Suwandi dan merupakan proyek kerjasama pertama bersama Ebiet G. Ade yang menuai sukses besar.
Sisanya adalah lagu lagu yang memiliki tema religius seperti lagu KepadaMu Aku Pasrah, tema lingkungan yang menyoroti kemarau panjang selama 14 bulan dalam lagu Doa Sepasang Petani Muda, tema yang mengulas kota besar dengan segala pesonanya sehingga menarik minat para pengadu nasib dari desa dilagu Jakarta II. Terakhir ada lagu cinta yang ditujukan untuk seseorang dalam Nyanyian Pendek Buat Anak Manis Berambut Panjang.
Album ini proses pengerjaannya dilakukan secara total dari awal hingga akhir proses akhir seperti mixing dan mastering dilakukan dinegara Philipina, bertempat di Cinema Audio yang merupakan studio bergengsi di Asia Tenggara saat itu. Label Jackson Records sangat antusias dan tidak setengah setengah dalam memfasilitasi proses rekaman album ini yang memakan biaya yang tidak sedikit. Dialbum ini seluruh musiknya dimainkan oleh musisi Philipina dengan pengarah dan penata musik oleh Billy JB. dan Ebiet G. Ade.
Sebenarnya kita bisa menebak kelanjutan dari Camellia setelah berhenti divolume ke IV, dialbum ini ada lagu Dua Menit Ini Mistery, sebuah lagu dengan lirik pendek berdurasi dua menit yang menceritakan kedukaan atas kematian seseorang, jika dihubungkan dengan lagu Camellia IV akan terasa korelasinya. Bisa saja itu awalnya adalah Camellia V yang kemudian dirubah judulnya menjadi nama lain.
Dari Camellia I hingga IV kita bisa menyimak perjalan kehidupan seseorang yang mungkin begitu dekat dengan kita, yang akhirnya hanya kematian yang mampu memisahkan. Sebuah tetralogi dengan ending sangat sedih, apalagi di lagu Camellia IV ini sangat menonjolkan kesan tersebut melalui dentingan piano yang berpadu dengan orkestrasi megah didalamnya, pada bagian coda lagu ada suara biola yang seakan menirukan suara angin menggulung diantara awan hitam diatas langit, aura yang bisa kita tangkap adalah kesedihan dan suasana mencekam. Kita patut mengacungi jempol kepada Billy JB. sebagai arranger berhasil menginterpretasikan apa yang Ebiet G. Ade inginkan, sehingga lagu dahsyat ini bisa tercipta. Dan lagu Camellia IV ini pun berhasil melejit menjadi hits besar bersama beberapa lagu lainnya yang memiliki tema cinta dialbum ini seperti Nyanyian Rindu, Seberkas Cinta Yang Sirna dan Senandung Jatuh Cinta.
Dialbum ini juga terdapat salah satu hits besar yang menjadi ikon beliau yaitu lagu Titip Rindu Buat Ayah, yang berisi kerinduan seorang anak kepada orang orang terkasih dikampung halaman termasuk ayahanda tercinta, namun situasi sangat tidak memihak karena kehidupannya dirantau sangat jauh dari kata bahagia. Lagu ini khusus diaransemen oleh R. Tony Suwandi dan merupakan proyek kerjasama pertama bersama Ebiet G. Ade yang menuai sukses besar.
Sisanya adalah lagu lagu yang memiliki tema religius seperti lagu KepadaMu Aku Pasrah, tema lingkungan yang menyoroti kemarau panjang selama 14 bulan dalam lagu Doa Sepasang Petani Muda, tema yang mengulas kota besar dengan segala pesonanya sehingga menarik minat para pengadu nasib dari desa dilagu Jakarta II. Terakhir ada lagu cinta yang ditujukan untuk seseorang dalam Nyanyian Pendek Buat Anak Manis Berambut Panjang.
Album ini proses pengerjaannya dilakukan secara total dari awal hingga akhir proses akhir seperti mixing dan mastering dilakukan dinegara Philipina, bertempat di Cinema Audio yang merupakan studio bergengsi di Asia Tenggara saat itu. Label Jackson Records sangat antusias dan tidak setengah setengah dalam memfasilitasi proses rekaman album ini yang memakan biaya yang tidak sedikit. Dialbum ini seluruh musiknya dimainkan oleh musisi Philipina dengan pengarah dan penata musik oleh Billy JB. dan Ebiet G. Ade.
Format KASET rilisan 1993
....................
Album: Camellia 4
Artist: Ebiet G. Ade
Kode: MSC 7889
Label: Musica Studio's
Tahun: 1993
Harga (saat rilis): 4.500,-
Format KASET rilisan 2000
....................
Album: Camellia 4
Artist: Ebiet G. Ade
Kode: ARS 0283
Label: Musica Studio's
Tahun: 2000
Harga (saat rilis): 15.000,-
....................
Album: Camellia 4
Artist: Ebiet G. Ade
Kode: ARS 0283
Label: Musica Studio's
Tahun: 2000
Harga (saat rilis): 15.000,-
Prakata:
Warna vokal, lirik dan lagu Ebiet G. Ade sudah begitu dikenal para penggemar musik di negeri ini dan sekaligus menjadi ciri khas yang tidak dipunyai oleh penyanyi lain. Setidaknya, Ebiet telah memberikan andil yang cukup besar untuk memajukan cita rasa musik pop Indonesia.
Seperti pada album ''Camellia III'', lagu-lagu yang ada pada kaset inipun proses rekamannya dilakukan di luar negeri yaitu di studio ''Cinema Audio'', Manila Philipina. Para pengiring musiknya pun dari negara tetangga tersebut yang diperkuat oleh Billy Y. Budiarjo (music director) dan Ebiet sendiri pada gitar akustik.
Musisi Philipina yang mendukung lagu-lagu ciptaan Ebiet ini sudah terbilang kawakan di negerinya. Mereka pernah mengiringi top artis Philipina berkaliber internasional seperti Freddy Aguilar. Sebagian besar dari lagu-lagu yang terdapat pada album ini merupakan hasil ciptaan Ebiet di tahun 1980, yang terlama adalah ''Camellia IV (1976)''. Ini membuktikan bahwa judul ''Camellia'' dalam empat serie itu bukanlah sekedar mengada ada. Ebiet sudah jauh sebelumnya menciptakan lagu-lagu dengan judul nama kekasihnya yang telah tiada itu, dan ''Camellia'' yang sekarang merupakan yang terakhir. Jelasnya, untuk rekaman-rekaman berikutnya (Insya Allah) akan menggunakan judul yang lain.
Diharapkan, dengan pengalaman yang kedua kalinya rekaman di studio rekaman dengan musisi luar negeri yang sama, dapat mencapai hasil lebih sempurna lagi. Silahkan anda nilai sendiri !.
Dua lagu di album ini yaitu ''Titip Rindu Buat Ayah'' dan ''Seberkas Cinta Yang Sirna'' sudah pernah di bawakan Ebiet dalam acara ''Telerama'' TVRI tahun 1980, diperkirakan akan menjadi hit !.
Thema cinta nampaknya mendominir rekaman Ebiet yang ke empat ini dan di tandai pula oleh satu lagu dengan puisi terpendek ''Dua Menit Ini Mistery'' dan merupakan lagu ciptaannya yang terbaru (akhir 1980). Isi liriknya begitu mencekam, interprestasinya mungkin masih ada hubungannya dengan ''Camellia''...
Hanya Ebiet yang tahu...
...
Puisi & Lagu - Ebiet G. Ade
Aransemen Musik - Billy JB & Ebiet G. Ade
Aransemen Musik/ Lagu ''Titip rindu buat Ayah'' oleh R. Tony Suwandi
Rec. Engineer - Edwin Luna
Album ini di rekam di Philipina yaitu di ''Cinema Audio'' Manila dan para pengiring musiknya pun dari negara Philipina dengan arahan dari Billy JB dan Ebiet sendiri
Tracklist:
Side A
01 Nyanyian Rindu (buat pm, agustus, 1980)
02 Camellia IV (requim) (februari, 1976)
03 Titip Rindu Buat Ayah (jakarta, juni 1979)
04 Nyanyian Pendek Buat Anak Manis Berambut Panjang (agustus 1980)
05 KepadaMu Aku Pasrah (yogyakarta, juli 1978)
Side B
01 Jakarta II (mei 1980)
02 Dua Menit Ini Mistery (november 1980)
03 Doa Sepasang Petani Muda (yogyakarta 1979- kemarau 14 bulan)
04 Seberkas Cinta Yang Sirna (medio desember 1979)
05 Senandung Jatuh Cinta (buat pm, agustus 1980)
Salam...







No comments:
Post a Comment
Seluruh komentar pada blog ini akan di MODERASI untuk mengantisipasi kemungkinan komentar yang tidak sesuai dengan topik postingan, spam, kata kata kasar, ujaran kebencian dan semacamnya.
Salam..