Sunday, August 23, 2026

Yang Kunanti - Inka Christie (Musica Studio's 1995)

Yang Kunanti - Inka Christie (Musica Studio's 1995)

Album: Yang Kunanti
Artist: Inka Christie
Kode: MSC 7989
Label: Musica Studio's
Tahun: 1995
Harga (saat rilis): 6.000,-

Tidak semua album Inka Christie admin mengikuti secara intens, awalnya hanya memiliki album kompilasi Best Of The Best Inka Christie 2005 saja, dan kemudian setelah ditelusuri lebih lanjut, para musisi pendukung dibelakangnya, ternyata sebagian besar nama tersebut terdapat didalam tag labels blog ini, jadi sekalian sajalah, diputuskan untuk didalami dan dilanjut sebagai bahan postingan blog juga, mengingat credit title dan catatan kecil dalam album ini sebagian besar belum di tulis secara lengkap di blog manapun, setidaknya bisa menjadi bahan tambahan bacaan bagi yang tidak memiliki album fisiknya, dan syukur jika ada yang termotivasi, tergerak untuk memiliki format album fisiknya. Karena dizaman sekarang, akses kepada lagu tidak terbatas, sementara akses mendapatkan informasi album terkadang sangat sulit jika tidak memiliki album fisiknya.

Pada album ketiga ini, semua musisi dan pencipta lagu berasal dari dalam negeri, Ithinx yang sebelumnya juga selalu ikut serta, kali ini menciptakan lagu Yang Kunanti, dan dijadikan sebagai judul album dan lagu unggulan, lagu ini cukup menggaung dan berhasil melejit menjadi hits besar nan abadi dari album ini, dengan Teddy Riadi sebagai penata musiknya. Para pendukung musik pada beberapa lagu tercatat merupakan formasi lama dari album Gambaran Cinta 1991, yaitu pada lagu Mencari Jalan Pulang dan Anak Bara, bisa jadi ini adalah stok lagu lama yang belum dirilis. Hanya pada tiga track saja yang dicatatkan secara utuh nama nama musisi pendukung dibelakangnya, sisanya hanya nama penata musiknya saja, tanpa ada tambahan apapun, nama tersebut adalah Ronald dengan dua lagu, Teddy Riadi satu lagu dan Indra Q dengan total tiga lagu.

Sayang saja, jika para pembantu penata musik ini tidak dicatatkan dengan jelas, karena pada beberapa kasus ada karakter yang mirip sehingga jika tidak membaca credit title didalamnya, maka ditakutkan akan terjadi salah tafsir, seperti siapa yang memainkan gitar pada lagu Yang Kunanti, terasa sangat familiar dan khas dengan pola permainan dari Pay Burman, tetapi ternyata yang bermain adalah Dongki yang juga memiliki pola permainan yang kurang lebih sama, untung saja dilagu ini dimuatkan secara komplit, sehingga misinformasi tidak terjadi. Permasalahannya ada pada enam lagu lainnya, terutama Indra Q yang biasanya jika terdapat project semacam ini ia selalu memilih tandem Thomas, Ronald dan juga Pay, apalagi Ronald juga mengaransir dua lagu dalam album ini, apakah mereka juga memakai tim yang sama? Bagi yang memiliki info, boleh tambahkan di kolom komentar dibawah ini. Sementara Teddy Riadi kemungkinan memakai tim yang sama dengan saat ia menggarap project lagu bersama Franky Sahilatua.

Kemasan cover album ini digarap dengan sangat menarik, berkesan kontemporer dengan menabrak idiom yang ada, menggabungkan huruf besar dan kecil, tebal dan tipis tersusun secara acak namun terlihat segar, seperti tidak beraturan diantara foto yang ada. Konsep ini dirancang oleh Dik Doank yang saat itu masih sangat muda dengan membawa banyak ide ide segar saat menggarap artwork cover album. Admin hanya mempunyai versi kasetnya saja, seandainya format CD juga sepanjang ini, maka keindahan cover tersebut dipastikan lebih memanjakan mata, terasa megah dan luas. Sayangnya, sang empunya album malah lupa menuliskan prakata ucapan terima kasih pada album ini. Kualitas pita dari album ini masih tergolong sangat baik, masih menghasilkan output audio yang stabil dan jernih, khas dari label Musica Studio's. Sementara untuk format streaming digitalnya sudah dapat dinikmati di platform manapun dengan sangat mudah.





.................
Inka Christie - Yang Kunanti

Pimpro - Rummy Aziez
Penata Vocal - Heirrie Buchaery
Mixed by - Heirrie Buchaery/ Danny Lisapaly
Sound Engineered - Ronald Parinsi/ Kang Maman
Photo & Design - Dik Doank

...
Tracklist Album:

Side A
01 Yang Kunanti
     cipt. Ithinx
     Teddy Riadi - Penata Musik/ Keyboards
      Heirrie Buchaery - Bass Guitar
      Dongki - Gitar Akustik & Listrik
      Kamal - Drums
      Noor Bersaudara - Vokal Latar
02 Mencari Jalan Pulang
     cipt. Heirrie Buchaery/ Dossy Iskandar
     Heirrie Buchaery - Penata Musik/ Bass Guitar
     Iwang noorsaid - Piano/ Synthesizer
     Jerry Soedianto - Guitar Listrik
     Uce Hariono - Drums
     Three's - Vocal Latar
03 Cinta Pertama
     cipt. Lody Hinonaung
     Musik - Ronald
04 Nirwana
     cipt. Daeng Jamal Purba
     Musik - Teddy Riadi

Side B
01 Cukuplah
     cipt. Dede Anwar Poetra
     Musik - Indra Q.
02 Bicaralah
     cipt. Tedjo Melawai/ Andy Hidayat
     Musik - Ronald
03 Terbawa Angin
     cipt. Irman S. A.
     Musik - Indra Q.
04 Anak Bara
     cipt. Heirrie Buchaery/ Dossy Iskandar
     Heirrie Buchaery - Penata Musik/ Bass Guitar/ Vokal Latar
     Iwang Noorsaid - Piano/ Synthesizer
     Jerry Soedianto - Guitar Listrik
05 Kenyataan Cinta
     cipt. Dadang S. Manaf
     Musik - Indra Q.


Salam...

Sunday, July 12, 2026

CD The Best Of - Iwan Fals (Nirwana Record 1995)

CD The Best Of - Iwan Fals (Nirwana Record 1995)

Album: The Best Of
Artist: Iwan Fals
Kode: NCD 940607
Label: Nirwana Record
Tahun: 1995
Harga (saat rilis): -

Perilisan album bertajuk kompilasi kumpulan lagu terbaik milik Iwan Fals ini merupakan project kedua setelah perilisan ulang album Orang Gila dalam format CD untuk pertama kalinya oleh label Nirwana Record, label lokal dari Surabaya tetapi produknya telah merambah secara nasional, sebagai label lokal posisinya cukup kuat dan tetap bertahan hingga sekarang, bahkan label ini termasuk terdepan dalam usaha perilisan ulang album lokal dalam negeri berbentuk CD pada pertengahan dekade 90an, disaat mayoritas CD kala itu merupakan import dan berisi lagu lagu asing. Suatu langkah yang tergolong baru kala itu, karena banyak album lokal hanya tersedia dalam format kaset saja tanpa ada pilihan format lainnya.

Perilisan album kompilasi ini jika dilihat dari kode album ini yaitu NCD 940607, cukup berdekatan dengan perilisan album Orang Gila yang memiliki kode NCD 940605, berjarak dua nomor saja, begitu juga dengan kode DYNTARRA pada kepingan cakramnya, pada album ini tertulis 20432 sementara Orang Gila 20430. Kualitas audio yang dihasilkan dari album ini boleh dibilang lumayan, namun masih terasa sedikit datar. Isi didalamnya memuat gabungan beberapa lagu Iwan Fals dari album Belum Ada Judul, Frustrasi dan juga single Terminal milik label Harpa Records ditambah album Mata Dewa dan Kantata Takwa dari label Airo Records, dengan total track berjumlah 12 lagu.

Rancangan desain cover album ini formatnya masih sama dengan versi CD album Orang Gila, yaitu kertas glossy berjumlah dua lekukan saja, tanpa teks lagu maupun tambahan tulisan apapun pada bagian dalamnya, cover depan menggunakan wajah Iwan Fals dari album Belum Ada Judul 1992 bercorak hitam putih bergaris garis, meskipun dengan gambar yang sama, album ini masih cukup menarik perhatian dan terasa klasik. Pada cover belakang hanya memuat track lagu saja, berikut keterangan lagu, tetapi terdapat beberapa kesalahan, seperti lagu Kantata Takwa, Mata Dewa, Belum Ada Judul, Mereka Ada Dijalan, Frustasi, Imitasi dan Coretan Dinding tertulis dari 'group Swami', sehingga tidak akurat. Kepingan CD masih berupa tulisan dan belum terdapat gambar, dan pada masa tersebut memang seperti ini lazimnya.




................
The Best Of Iwan Fals
Under License of - Harpa Records
NCD 940607

....
Tracklist:
01 Kantata Taqwa
     cipt. Iwan Fals/ S. Djody/ Jockie
     vocal - Iwan Fals
02 Mata Dewa
     cipt. Iwan Fals/ S. Djody
     vocal - Iwan Fals
03 Belum Ada Judul
     cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals
04 Mereka Ada Dijalan
     cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals
05 Frustasi
     cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals
06 Besar Dan Kecil
     cipt. Iwan Fals/ Naniel
     vocal - Iwan Fals
07 Rajawali
     cipt. Jabo/ Iwan Fals/ Jockie/ Rendra
     vocal - Iwan Fals
08 Imitasi
     cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals
09 Terminal
     cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals/ Franky S.
10 Coretan Dinding
     cipt. Iwan Fals/ Mahesa Ibrahim
     vocal - Iwan Fals
11 Nona
     cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals
12 Aku Disini
     cipt. Iwan Fals
     vocal - Iwan Fals

Salam...

Sunday, June 28, 2026

Album volume 7 'Rumah Kecil, Pinggir Sungai' - Franky & Jane (Jackson Records 1984)

Album volume 7 'Rumah Kecil, Pinggir Sungai' - Franky & Jane (Jackson Records 1984)

Album: Rumah Kecil, Pinggir Sungai
Artist: Franky & Jane
Kode: JR 118409
Label: Jackson Records & Tapes
Tahun: 1984
Harga (saat rilis): -

Series ketujuh ini sekaligus menjadi album penutup dari duo ini berada di label Jackson Recods, bukan karena sebuah permasalahan, tetapi dikarenakan label tersebut bangkrut dan terpaksa tutup operasional pada sekitaran tahun 1986, dua tahun jaraknya dari periode perilisan album ini. Sesuatu yang tidak disangka, bagaimanapun juga merupakan musibah bagi orang orang yang tergantung hidupnya dari keberlangsungan, juga dari fans pembeli setia produk label ini. Franky Sahilatua justru mengambil momen ini dengan mendirikan label rekaman sendiri bernama Ken Project yang kemudian cukup berhasil dengan berbagai rilisan album baik solo maupun duet duo ini, sistemnya cukup maju selangkah saat itu dengan memiliki semua master yang ada, dan label yang dititipi untuk berjualan hanya sebagai distributor saja.

Album ini sendiri di dukung oleh barisan musisi yang mumpuni, Yoseph R. dan Gum Gum yang sebelumnya mendukung di album 6 juga masih ikut serta disini. Nama baru yang ikut serta ada Bagoes AA yang memainkan keyboard, string, juga aransemen di beberapa lagu, plus memberikan satu lirik berjudul  Pagiku Tersenyum, dan terdapat kejutan berupa suaranya muncul di lagu Koran, duet bersama Franky, kemudian ada Yaya Moektio sebagai penabuh drum secara penuh, sementara Teddy Riadi yang nantinya banyak ikut menata musik milik Franky, disini ia belum memainkan peran pentingnya, ia hanya bermain perkusi saja bersama Ading.

Tematik lagunya sebagian besar masih memiliki genre country, tetapi mulai sedikit merambah pop, terutama di lagu Koran dan Pagiku Tersenyum, bisa jadi karena adanya Bagoes AA dalam project ini, sehingga bagaimanapun juga karakter musik aslinya masih dapat dikenali meskipun tidak mendominasi. Dalam album ini para barisan musisi yang memainkan string juga tercatat cukup banyak dan beberapa diantaranya merupakan nama nama lama yang memiliki jam terbang tinggi di bidang masing masing. Penata grafis untuk album ini dikerjakan oleh Lesin yang juga melukis duo ini dan kemudian digunakan sebagai sampul depan, berkesan klasik.

Beragam persoalan ditawarkan dalam album ini sebagai bahan perenungan, namun yang menjadi perhatian penuh adalah lirik dalam album ini semua di tulis oleh Franky Sahilatua sendiri, kecuali Koran yang di tulis oleh Djayus dan Pagiku Tersenyum oleh Bagoes AA. Setelah sekian lama, bisa jadi ia belajar dengan keras bagaimana menulis sebuah lirik dengan baik, kemudian menemukan momentumnya di album ini dan secara mandiri menghadirkan lirik plus lagu yang benar benar lahir dari alam pemikirannya sendiri, sehingga terasa lebih personal dan juga nyambung secara emosional, ia merasakan dan melakukan sendiri proses kedua penciptaan tersebut, komplit.

Tematik persoalan yang diangkat diantaranya adalah lagu yang dijadikan sebagai judul album berjudul Rumah Kecil, Pinggir Sungai yang justru ditulis oleh Franky di Bintaro, berisi kerinduan akan alam desa yang teduh dan malam hanya menyisakan keheningan saat pintu rumah tetangga telah tertutup, bahkan daun jatuh hanyut di aliran sungai pun nampak indah dimata. Track kedua Nyanyian Anak Jalanan memuat persoalan fenomena sosial tentang anak jalanan yang kesehariannya harus berjuang bertahan melewati hari, berjualan koran, berjualan kaki lima, membersihkan sepatu, sementara yang lain ada juga yang merokok, berjoget seperti bajingan kecil calon preman dimasa depan.

Banyak lagu Franky meskipun  berkisah tematik percintaan, tetapi tetap dibalut oleh nuansa alam yang kental, seperti track ketiga berjudul Bulan Tenggelam tentang kisah cinta yang sedih, nuansa yang terbangun saat mendengar lagu ini tergambar seperti itu, dalam imajinasi terbentuk seorang gadis tengah sakit, ia tengah terbaring dan angin dari beranda menghembus rambutnya, sementara kekasih berada disampingnya, terasa sejuk namun perih. Begitu juga dengan track kelima berjudul Seperti Daun Jatuh yang berisi penyesalan, terkadang cinta menjadi lebih indah setelah sang kekasih pergi, disini ia tetap menggunakan idiom idiom alam yang dekat dengan pendengar, kemudian menjelma sebagai sebuah ilustrasi hidup dalam fikiran, juga dengan lagu Gadisku dan Jendela Yang Berembun.

Track berjudul Koran yang dibawakan duet bersama Bagoes AA, bercerita tentang koran yang saat itu merupakan salah satu alat komunikasi terdepan dalam mengabarkan berbagai macam berita paling aktual saat itu, setiap orang kala itu membutuhkan koran demi mengetahui berita terbaru. Lagu Ketika Pulang menceritakan seseorang yang telah lama tidak pulang ke kampung halaman, ia sangat merasakan perbedaan jauh antara keduanya, kota penuh kebisingan dan desa penuh kesunyian, di kota ia tak bahagia tetapi di desa ia tidak memiliki pilihan. Track terakhir berjudul Orang Orang Dusun berkisah tentang duka petani desa yang didera banyak persoalan, tanaman tumbuh merana, sisa panen tidak seberapa, sang petani hanya mampu meratapi kesedihan dirumahnya masing masing tanpa sesiapa peduli.





..............
Franky & Jane vol.7 - Rumah Kecil, Pinggir Sungai

Bagoes AA. - Music Arrangements:
'Bulan Tenggelam, Gadisku, Pagiku Tersenyum, Koran'
String Arrangements/ All Keyboards/ Effects

Franky Sahilatua - Music Arrangements/ Guitars
Yoseph R. - Electric Bass/ Guitars/ Lyra Bell
Yaya M. - Drums
Gum Gum - Banjo/ Harmonica/ Ukulele
Yudianto - Flute/ Oboe/ Block Flute

Violins - Jap Tji Kien/ Suryati Supilin/ Edo Braseros/ Tjan Kuang Tju
Cello - Zulkifli Arifin
Percussion - Ading/ Teddy Riadi

Irsan - Recording Engineer
Alpha One - Duplicating
Lesin - Illustration & Graphic Design
Jackson Recording Studio - Recording Studio

Fans Adress
Jackson Records Tapes
P.O. BOX 1090 JKT. Kota

....
Tracklist:

Side A
01 Rumah Kecil, Pinggir Sungai
     cipt. Franky Sahilatua
02 Nyanyian Anak Jalanan
     cipt. Franky Sahilatua
03 Bulan Tenggelam
     cipt. Franky Sahilatua
04 Koran (dengan Bagoes AA.)
     cipt. Djayus
05 Seperti Daun Jatuh
     cipt. Franky Sahilatua

Side B
01 Gadisku
     cipt. Franky Sahilatua
02 Pagiku Tersenyum
     cipt. Bagoes AA.
03 Jendela Yang Berembun
     cipt. Franky Sahilatua
04 Ketika Pulang
     cipt. franky sahilatua
05 Orang Orang Dusun
     cipt. Franky Sahilatua


Salam...

Wednesday, May 27, 2026

Album Format CD 'Pantulan Cita 1981' - Chrisye (Reissue Musica Studio's 2004)

Album Format CD 'Pantulan Cita 1981' - Chrisye (Reissue Musica Studio's 2004)

Album: Pantulan Cita
Artist: Chrisye
Kode: MSCD 0252
Label: Musica Studio's
Tahun: 2004
Harga (saat rilis): 35.000,-

Album inilah yang memiliki status penjualan paling tidak menggembirakan di sepanjang karier Chrisye, album keempat di label Musica Studio's ini ditanggapi dingin di pasar dan tidak menghasilkan hits apapun, Chrisye cukup gamang karena pada album keduanya bertajuk Percik Pesona 1979 juga mengalami hal yang sama, tetapi masih terdapat satu atau dua hits yang mengudara, kali ini benar benar zonk, padahal angin segar sempat hadir dengan laris manisnya album ketiga berjudul Puspa Indah 1980, yang merupakan album soundtrack dari film berjudul sama. Dalam buku Sebuah Memoar Musikal karya Alberthiene Endah 2007, Chrisye mengungkapkan bahwa ia mulai melihat bayang bayang kritis, dan juga sempat mempertanyakan kebersamaan bersama Yockie sebagai tandemnya selama ini, ia harus kembali mencari warna musik yang bisa mendobrak, hal yang tidak mudah karena Yockie juga terkenal keras, memiliki konsep pemikiran sendiri terhadap project mereka bersama yang terkadang tidak sejalan antar keduanya, untuk sementara Chrisye memilih mengalah.

Dalam album ini, peran Chrisye masih seperti biasa, memainkan gitar bassnya untuk seluruh lagu, tetapi ia hanya menciptakan satu lagu untuk lirik Pantulan Cita karya Harry Sabar yang kemudian dijadikan sebagai judul album. Isi keseluruhan lagu dalam album ini sebenarnya tidak semua bernuansa keras, hanya track Perkasa Manusia yang sedikit kencang dan terasa nuansa progresif rock. Memang faktor luck saja yang belum menyertai kehadiran album ini, selain itu sepertinya di tahun tahun era tersebut persaingan dalam industri musik cukup sengit, sehingga butuh lagu dengan hook kuat untuk mengangkat album pada posisi teratas. Menurut admin, lagunya cukup asik untuk disimak, apalagi pada periode awal ini Chrisye masih memainkan bass dan terkadang juga gitar, sementara pada era setelahnya, ia sepenuhnya hanya take vocal saja, jadi bagi penikmat karya karya beliau, untuk melihat sosok Chrisye secara utuh, semuanya dapat dilihat dari album album periode awal ini, totalitasnya sungguh luar biasa, apalagi selalu dapat dipastikan jika setelah merilis sebuah album, ia  selalu dipastikan jatuh sakit setelahnya karena drop karena kurang istirahat.

Okelah, untuk nasib penjualan album ini mungkin tidak sebagus album lainnya, tetapi bagi admin, rancangan cover album ini sungguh cantik, bersama album Percik Pesona, keduanya berada di posisi teratas dengan cover paling estetik di sepanjang kariernya. Apalagi dengan disain logo tulisan Chrisye karya Gari Nasution yang bergaya ala logo rock band klasik, logo ini kembali tampil disini setelah sebelumnya muncul pertama kali di sampul Percik Pesona yang juga sama sama bernasib 'kurang laku' dipasaran. Desain sampulnya sendiri dikerjakan oleh Ayik Soegeng yang sebelumnya juga mendesain album fenomenal berjudul Guruh Gipsy, cover bergambar seperti puzzle ini memang benar benar di garap menjadi puzzle yang sebenarnya, prosesnya foto Chrisye di tempel pada sehelai kayu lapis dan kemudian dipotong menggunakan gergaji kecil. Pada cover edisi kasetnya terdapat empat foto puzzle berurutan dari versi acak hingga tersusun rapi, sementara untuk format CD ini hanya memuat tiga gambar saja dan tidak berurutan, yaitu terdapat pada sampul depan, sampul dalam dan sampul belakang.

Album ini diedarkan pertama kali dalam format CD pada tahun 2004, setelah bertahun lamanya sejak tahun 1981, sayangnya untuk cover depan hanya berjumlah dua lembar saja, sehingga desain awal yang terdapat pada format kasetnya tidak dapat di masukkan sepenuhnya disini, seperti empat potong puzzle bergambar wajah chrisye yang di letakkan secara berurutan. Secara visual, kualitas cetakan album ini memiliki detail yang baik, meskipun dicetak hanya menggunakan kertas dua lembar saja, begitu juga dengan kepingan CD didalamnya yang masih memiliki kode D.TARRA. Secara audio, detail sound yang dihasilkan sangat baik, era tersebut label ini memang tengah berada di puncak, baik teknologi mapun teknisinya, berpuluh tahun berlalu setelahnya, kualitas album ini tetap terasa tak terkalahkan. Bagi pembaca yang tidak memiliki album ini secara fisik, layanan digital streaming telah memudahkan segalanya, silahkan bagi yang penasaran untuk mencoba mendengarkan di berbagai platform layanan streaming, terutama untuk menyimak sosok utuh Chrisye dimasa awal kariernya, sebagai vokalis, sekaligus pemain instrumen musik.





...........
Chrisye - Pantulan Cita 1981

Para Pendukung:
Yockie - Keyboard
Chrisye - Vocal/ Bass
Jerry - Electric/ Accoustic Guitar
Yaya M. - Drum/ Percussion

Indah Sukotjo - Backing vocal dalam 'Tragedi Badai'

Semua lirik ditulis oleh Yockie
Kecuali lagu Sentuhanmu, Kala Mega Kian Mendung dan Pantulan Cita
oleh Harry Sabar
Aransemen - Yockie

Fotografi & Pengarah Artistik - Nova Penta
Perancang Grafis - Ayik Soegeng
Disain Logo - Gauri Nasution

.....
Tracklist Album:
01 Kencana
     lirik - Yockie
     lagu - Yockie
02 Sentuhanmu
     lirik - Harry Sabar
     lagu - Jerry/ Yockie
03 Desah Kalbu
     lirik - Yockie
     lagu - Yockie
04 Kala Mega Kian Mendung
     lirik - Harry Sabar
     lagu - Harry Sabar
05 Tragedi - Instrumentalia
     lagu - Jerry/ Yockie
06 Tragedi Badai
     lirik - Yockie
     lagu - Jerry/ Yockie
07 Putri Ayu
     lirik - Yockie
     lagu - Yockie
08 Perkasa Manusia
     lirik - Yockie
     lagu - Yockie
09 Hening
     lirik - Yockie
     lagu - Yockie
10 Pantulan Cita
     lirik - Harry Sabar
     lagu - Chrisye

Salam..

Thursday, April 30, 2026

Kaset 'Suka/ Kau' - Nicky Astria (HP Record & Blackboard Ind. 1998)

Kaset 'Suka/ Kau' - Nicky Astria (HP Record & Blackboard Ind. 1998)

Album: Suka/ Kau
Artist: Nicky Astria
Kode: IND-949
Label: HP Record & Blackboard
Tahun: 1998
Harga (saat rilis): 12.000,-

Formula album ini masih memiliki racikan yang sama dengan album Negeri Khayalan - Nicky Astria 1995 baik dari segi penata musik, pencipta lirik maupun para barisan musisi pendukungnya, meskipun begitu terdapat beberapa nama baru yang muncul pada beberapa lagu, seperti adanya Johnny Sahilatua yang ikut berkontribusi memberikan lagu ciptaannya berjudul Jalan Panjang, juga memainkan akustik gitar dan keyboard, cukup menarik karena pada album Negeri Khayalan, sang kakak juga ikut sebagai komposer di lagu Karena Ketulusan, selain itu Johnny Sahilatua mengajak Totok Tewel mengisi elektrik gitar dan menggaet maestro Billy J. Budiardjo untuk mengisi bagian string. Kemudian ada Anang yang memberikan lagu berjudul Satu Hati, digarap di studionya sendiri bersama Punky, Edi Kemput dan Budhi Haryono.

Dalam album ini kembali mengetengahkan karya dari Ly, Baiduri dan Yusak berjudul Kau sebagai nomor unggulan, yang sebelumnya berhasil melejitkan lagu Mengapa menjadi hits. Perbedaan antara keduanya adalah, lagu Kau memang benar benar di kerjakan oleh musisi pendukung dan di rekam di Malaysia secara penuh, berbeda dengan lagu mengapa yang di kerjakan dan di rekam seutuhnya di dalam negeri. Musisi Ian Antono juga masih membantu dalam album ini, tetapi hanya dua track saja sebagai penata musik dan dua track lagi sebagai player pada karya Yockie Suryoprayogo. Terdapat dua lagu yang di kerjakan oleh Pay, satu lagu lirik oleh Rustam, dalam dua lagu ini nama para musisi pendukung tidak di cantumkan secara lengkap, bisa jadi formasinya masih sama persis dengan lagu Negeri Khayalan yang juga digarap olehnya.

Tematik yang ditawarkan kali ini seluruhnya berkisah tentang cinta, tidak ada yang mengangkat isu besar seperti Negeri Khayalan dari album sebelumnya, lazimnya pasti ada setidaknya satu lagu yang mengangkat isu sosial didalamnya. Sebenarnya Nicky Astria memiliki peluang bagus membawakan lagu dengan tematik seperti ini, apalagi di balut dengan nada nada rock nan gahar plus suaranya yang tinggi melengking, pesan yang ingin di sampaikan langsung diterima dengan baik, seperti halnya saat membawakan lagu berjudul Uang, atau pada album setelah ini dengan lagu Jangan Ada Angkara. Bisa jadi ini hanya soal momentum saja, trend saat itu memang tengah hits lagu cinta slow rock yang melenakan, album ini mampu mencetak hits besar seperti Suka, Kau dan Kupeluk Sepi.

Saat dirilis album ini juga dicetak dalam format CD, namun dengan jumlah yang tidak banyak karena memiliki segmen pembeli yang terbatas dan berharga sekitar tiga kali lipat dari format kasetnya, akibatnya album ini dalam format CD sangat langka dan berharga lumayan jika ingin memilikinya saat ini, kondisi ini justru berbalik jika dibandingkan dengan edaran CD versi edaran Malaysia yang ternyata tidak semahal edaran dalam negeri dan masih mudah di temukan hingga saat ini, dirilis oleh label Insistech Musicland Sdn. Bhd. Malaysia pada sekitaran tahun 2005. Untuk versi edaran dalam negeri sepertinya hanya mengalami satu kali periode perilisan saja dan belum pernah mengalami reissue hingga akhir periode rilisan fisik. Saat ini secara penuh, album ini sudah tersedia di berbagai platform  layanan streaming musik.  






................
Suka - Kau - Nicky Astria

Terima kasih Nicky untuk:
Tuhan YME atas segala rahmat serta bakat yang telah diberikan, album ini salah satu bukti kebesaranMu, Mamay dan Obit, ini semua untuk kalian, Pak Hadi Soenyoto dan Istri yang masih memberi kepercayaan, Denny MR untuk pertemanannya selama dua belas tahun (Gile Lu !), Mas Ian Antono & Mbak Titiek Saelan (Bongkar Terus !), Mas Joeckie Suryoprayogo, Mas Youngky Soewarno, Mas Andi Julias, Anang, Pay Slank (Kemana Aja Ente ?), Johnny Sahilatua, dan seluruh musisi pendukung yang tak sempat Nicky tulis.

Vita, Firdaus Fadlil, Arieasona untuk disain covernya, teman teman wartawan media cetak, radio, dan TV, staf HP Record, Terima kasih khusus Nicky untuk seluruh penggemar yang tetap setia.

Cuma ini yang bisa Nicky persembahkan untuk kalian semua, sekali lagi TERIMA KASIH !

....
Executive Producer - Hadi Soenyoto
Producer - HP Record
Distributor - Blackboard Ind.
Recorded at - Ariesta/ Hijau/ Syncro

.....
Tracklist:

Side A

01 Kau
Lirik - Ly/ Baiduri/ Yusak
Arr. - Ly/ Samad Lesthayned
Bass - Bong
Keyboard - Raja Iskandar
Studio - Singro Malaysia

02 Suka
Lagu - Ian Antono
Lirik - Ian Antono/ Ali Akbar
Arr. - Ian Antono
Gitar - Ian Antono
Drummer - Yaya Moektio
Keyboard - Harry Anggoman
Bass - Ian Antono
Studio - Ariesta
Mixing - Ian Antono/ Ferry

03 Jalan Panjang
Lagu/ Lirik/ Arr./ Keyboard/ Akustik Gitar - Johnny Sahilatua
Drummer - Rudy
Elektrik Gitar - Totok Tewel
Bass - Yoseph R.
String - Billy J. Budiardjo
Studio - Ariesta
Mixing - Ferry

04 Satu Hati
Lagu/ Lirik - Anang
Arr. - Pungky/ Anang
Gitar - Edi Kemput
Drummer - Budi Haryono
Bass - Bintang Indriarto
Keyboard - Pungky
Studio - Hijau/ Ariesta
Mixing - Ferry

05 Tak Terlintas
Lagu/ Lirik/ Arr. - Pay

Side B

01 Kupeluk Sepi
Lagu/ Arr./ Gitar/ Bass - Ian Antono
Lirik - Ian Antono/ Ali Akbar
Drummer - Yaya Moektio
Keyboard - Harry Anggoman
Studio - Ariesta
Mixing - Ian Antono/ Fery

02 Aku Dan Cintaku
Lagu/ Lirik/ Arr./ Keyboard - Jocky S. Prayogo
Gitar - Ian Antono
Bass - Ian Antono
Drummer - Yaya Moektio
Studio - Ariesta
Mixing - Ferry

03 Inikah Cinta
Lagu/ Lirik - Andy Julias/ Ipey
Drum - Ganesh
Gitar/ Programmer - Andy Satrio
Bass - Henry
Keyboard - Andy Irawan/ Andy Julias
Arr. - Andi Julias
Mixing - Andy Ayunir

04 Ketika Rinduku
Lagu/ Arr./ Keyboard - Jocky S. Prayogo
Lirik - Ali Akbar
Gitar/ Bass - Ian Antono
Drummer - Yaya Moektio
Studio - Ariesta
Mixing - Ferry

05 Semua Berganti
Lagu/ Lirik - Pay/ Rustam

Salam...

Tuesday, March 17, 2026

Dinding Dinding Kota - Elpamas (Logiss Records 1989)

Dinding Dinding Kota - Elpamas (Logiss Records 1989)

Perjalanan kelompok ini boleh di bilang cukup unik, ada dan bergerak karena di sponsori oleh toko bernama Elektronik Payung Mas yang menyediakan berbagai peralatan elektronik, nama toko tersebut kemudian disingkat menjadi Elpamas, dan diputuskan menjadi entitas nama band. Memulai mimpi dengan cara sederhana, tampil di panggung berskala kecil dan juga acara hajatan kampung, semua disikat tanpa pandang bulu. Nyelenehnya lagi mereka ini sebelumnya bermain orkes dangdut dan baru beralih ke musik rock karena saat itu tergoda oleh hadiah dari acara gelaran Festival Rock se-Indonesia besutan Log Zhelebour yang mulai dilaksanakan pada tahun 1984, sebuah acara bergengsi yang akan membuka banyak peluang untuk memasuki industri musik tanah air, terutama jalur rock yang tengah semarak saat itu. Pada tahun pertama pelaksanaan festival ini ditahun 1984 mereka mendapatkan peringkat ketiga, kemudian pada tahun 1985 mereka mendapatkan peringkat pertama dan dipertahankan pada tahun 1986. Moment ini tentunya membuka peluang besar untuk menuju label rekaman dan juga dunia panggung rock. Era ini mereka sangat sibuk dengan berbagai kegiatan, termasuk salah satunya persiapan album perdana yang benar benar dibawah label Logiss Records, tidak seperti  Grassrock yang 'terlepas' memegangnya saat itu, dan baru pada album keempat mereka didapatkan kembali dan rekaman dibawah label ini.

Album ini sengaja di kebut dan di rilis pada tahun 1989, hal ini bukan tanpa alasan, nantinya Elpamas akan menjadi salah satu band pendamping Godbless saat tour panjang kala itu, dengan tajuk Godbless - Tour Raksasa Gudang Garam, dengan banyak tampil di berbagai ajang musik besar kala itu secara tidak langsung Elpamas telah menjelma menjadi ikon musik rock pendatang baru potensial, apalagi dengan materi baru yang fresh dan bukan sekedar materi cover yang dibawakan sebagai repertoarnya, tentunya menjadi nilai tambah dimata pendengar dan calon fans potensial dimasa depan. Apalagi dalam album ini, vokal dari Baruna cukup enak didengar, setelah album ini sayangnya ia keluar dari band ini dan kemudian di gantikan oleh Doddy Keswara aka Doddy Katamsi, kemudian di gantikan lagi oleh Ecky Lamoh, dan ternyata terus berulang, posisi vokalis silih berganti dan tak bertahan lama. Personil tetap yang tidak pernah meninggalkan posisinya meskipun juga sering ngobyek di artis lain adalah Toto Tewel, Edi Darome dan Rush Tato.

Materi lagu dalam album ini sebanyak 9 track dengan tematik yang menyoroti banyak sisi kehidupan, kebanyakan adalah realitas sosial seperti pada track Dinding Dinding Kota ciptaan Tontowi dan lagu oleh Rudi Gagola yang membahas tentang nasib para perantauan yang menjadi kuli kasar di berbagai sudut kota, di paksa tegar disaat rapuh menghimpit, uniknya lagu unggulan ini di letakkan di sisi side B track ke 4. Secara selintas, pada track pertama berjudul Angan Angan ciptaan Areng Widodo berkisah tentang kenangan tentang seseorang yang masih terlupa sementara ia telah jauh pergi. Track kedua berjudul Dunia ciptaan Bobby Diano dan lagu oleh Totok Tewel mengajak kita merenung tentang dunia, meredakan nafsu angkara demi dunia yang lebih damai. Track Semu lirik oleh Giponk dan lagu oleh Didik Sucahyo membahas tentang kebimbangan menunggu kekasih dan kekhawatiran semua akan musnah seperti lamunan. Track keempat berjudul Orang Malam lirik oleh Areng Widodo dan lagu oleh Didik Sucahyo menceritakan tentang kesendirian di tengah kota yang ramai, kebimbangan diri dan proses pencarian jalan menuju kebenaran.

Track pertama pada side B berjudul Anak Durhaka (Brutal) yang merupakan lirik karya Remy Soetansyah dan lagu oleh Didik Sucahyo bercerita tentang anak durhaka yang sering berbuat onar yang sering membuat gempar. Track kedua berjudul Tinggal Landas lirik Bobby Diano dan lagu oleh Didik Sucahyo bercerita tentang sikap optimisme pemuda akan masa depan, admin sangat menyukai lagu lagu penyemangat semacam ini, seperti halnya Kebyar Kebyar milik Gombloh atau Bangunlah Putra Putri Pertiwi milik Iwan Fals. Track ketiga berjudul Tegar lirik oleh Kenny Koeswoyo dan Bambang, lagu oleh Totok Tewel berkisah tentang optimisme ketegaran seseorang dalam menghadapi segala persoalan kehidupan yang mendera, dan tetap memilih maju daripada sekedar meratapi hidup. Kemudian track terakhir sebagai penutup yang merupakan sub judul album ini berjudul Untukmu Generasiku lirik oleh Dollah Gowi dan lagu oleh Didik Sucahyo, masih satu benang merah dengan lagu Tinggal Landas yang memberikan semangat optimisme kepada seluruh warga, bukan hanya pemuda, bumi pertiwi menunggu hasil karya terbaik untuk kemajuan bangsa.

Lirik lirik dalam album ini sangat bernas dan juga memberikan semangat positif bagi yang mendengarnya, garapan musiknya juga sangat baik membungkus menjadi satu kesatuan yang baik, sebagian besar di garap dengan format live recording agar menemukan penjiwaan yang utuh. Sayangnya saat album ini dirilis, nasibnya juga sama dengan album perdana Godbless yang memiliki kemiripan part dengan lagu dari luaran sana, sehingga tentunya ada penggemar yang kecewa. Angka penjualan album ini juga sedikit kurang namun bisa di fahami karena mereka adalah kelompok pendatang baru yang butuh penetrasi lebih jauh agar albumnya tersebar dengan baik. Setidaknya seperti yang admin bahas saat membahas album pertama Godbless, diatas semua persoalan ini, album ini sudah 100% menjadi milik mereka, salah satunya karena faktor lirik yang kuat. Terbukti dimasa depan mereka juga sudah menjelma menjadi salah satu legenda rock yang di miliki negeri ini.

Kesalahan pada album pertama ini kemudian di perbaiki pada album kedua bertajuk Elpamas - Tatto 1991 yang melambungkan hits Pak Tua yang merupakan karya milik Pitat Haeng yang tak lain adalah Iwan Fals, saat itu kelompok ini sering ngumpul di Markas Bengkel Teater Rendra, bahkan Sawung Jabo juga dengan senang hati memberikan lagu dan lirik pada album tersebut. Kelak dari persenyawaan ini, terutama Totok Tewel, Didik Sucahyo dan Edi Darome selalu membackup kelompok Sirkus Barock  baik dalam rekaman maupun panggung. Bahkan Totok Tewel jauh sebelumnya juga sudah diikutsertakan dalam kelompok Swami nan legendaris itu, keberadaannya paling awet dengan di lanjutkan dalam project album Kantata Samsara dan Kantata Revolvere pada era 1999. Side project yang ternyata statusnya mega project ini sedikit banyaknya tentu berpengaruh kepada kelangsungan band, sedikit oleng namun tetap bertahan. Sepanjang karier, album terklasik dari kelompok ini adalah album kedua tersebut, dan lagu terhits berjudul Pak Tua, kemudian ada RSS dari album Negeriku.

Rancangan desain album ini cukup unik dengan foto para personil di balik reruntuhan bangunan, mereka berlima terbingkai kusen jendela yang telah rapuh, selaras dengan nama Dinding Dinding Kota sebagai judul album, foto ini diambil oleh Yoga dari majalah remaja Gadis. Dilanjutkan dengan rancangan grafis oleh  Irawan Saleh yang juga mendesain beberapa cover album Godbless. Pada periode setelahnya, album ini dirilis dalam format CD oleh label Logiss Records, secara lengkap bersama album Elpamas lainnya. Untuk format kaset edisi awal ini, admin tentunya mendapatkan secara second, entah tangan keberapa, namun kualitas kasetnya sangat baik dan terjaga, masih jernih dan tidak terdapat kendala untuk di putar harian meskipun tertulis merek pita BASF - ferro extra, bisa jadi bahan pemilihan album ini berbeda dari BASF kebanyakan yang saat ini telah rontok. Versi format digitalnya saat ini juga telah tersedia di berbagai platform media streaming dan juga YouTube, saat ini semuanya sudah sangat mudah, namun tentunya ada yang hilang, antara lain credit title album pada bagian cover yang tidak disertakan pada edaran format digitalnya, dan itulah tujuan keberadaan blog ini, memuat hal pernak pernik kecil pada cover album.


Format KASET
.................
Album: Dinding Dinding Kota
Artist: Elpamas
Kode: - 
Label: LOGISS Records
Tahun: 1989
Harga KASET (saat rilis): 3.500,-





............
ELPAMAS - DINDING DINDING KOTA
Untukmu Generasiku
P & C 1989

SEKAPUR SIRIH
Sejak menyabet predikat Juara 1 'Festival Rock se-Indonesia '85' versi Log Zhelebour di Surabaya - Malang, Elpamas berpeluang di berbagai Rock Show di tanah air selama hampir 4 tahun.

Mereka membuktikan diri sebagai 'Group Rock Yunior' terbaik saat ini, yang nama kehadirannya diperhitungkan dalam blantika showbiz Indonesia setelah Godbless.

Untuk mengukuhkan keberadaannya dalam kancah musik rock negeri ini, maka dirilislah album perdana mereka yang diberi titel 'Dinding Dinding Kota'. Yang lebih menonjolkan segi musikalitas yang rumit daripada lagu yang ngebeat.

Jangan kaget apabila mutu sound yang dihasilkan agak berbeda dengan album lain. Sebab Elpamas memang ingin menyajikan sesuatu album yang direkam secara 'live' (bersama sama) pada waktu recording, agar penjiwaan terhadap lagu lagunya lebih terungkap dalam live show mereka.

Coba simak dengans eksama, bagaimana kekompakan sebuah grup tangguh yang menghasilkan sebuah album yang patut di miliki pecinta musik di tanah air.

Salam, Logiss Records
Project Officer - Log Zhelebour

.....
Personil Elpamas:
Totok Tewel - Guitar/ Backing Vocal
Baruna - Vocal/ Harmonica
Didik Sucahyo - Bass/ Backing Vocal
Eddy Darome - Keyboard/ Backing Vocal
Rush Tato - Drum/ Percussion

Produksi - Logiss Records
Koordinator - Log Zhelebour
Studio Rec. - Jackson
Sound Engineer - Irsan
Mix. Engineer - Teddy/ Iskandar
Studio Mixing - Billboard/ Jackson
Photographer - Yoga 'Gadis'
Graphic Designer - Irawan Saleh

DJARUM Super - Topnya Kretek Filter

.....
Tracklist

Side A
01 Angan Angan
     lagu - Areng Widodo
     lirik - Areng Widodo
02 Dunia
     lagu - Totok Tewel
     lirik - Bobby Diano
03 Semu
     lagu - Didik Sucahyo
     lirik - Giponk
04 Orang Malam
     lagu - Didik Sucahyo
     lirik - Areng Widodo

Side B
01 Anak Durhaka (Brutal)
     lagu - Didik Sucahyo
     lirik - Remy Soetansyah
02 Tinggal Landas
     lagu - Didik Sucahyo
     lirik - Bobby Diano
03 Tegar
     lagu - Totok Tewel
     lirik - Kenny Koeswoyo/ Bambang
04 Dinding Dinding Kota
     lagu - Rudy Gagola
     lirik - Tontowi
05 Untukmu Generasiku
     lagu - Didik Sucahyo
     lirik - Dollah Gowi


Salam....

Saturday, February 28, 2026

Anak Rembulan (Peterson) - Grassrock (Zodiac Record/ Atlantic Records 1990)

Anak Rembulan (Peterson) - Grassrock (Zodiac Record/ Atlantic Records 1990)

Kelompok Grassrock merupakan nama legendaris, tercatat sebagai macan festival yang telah menjelajah berbagai panggung baik besar dan kecil sejak 1984, fokus utama mereka dengan selalu mengikuti ajang rutin festival yang dibesut oleh Log Zhelebour, karena ajang tersebutlah yang banyak menyedot perhatian penggemar musik terutama musik keras di seantero negeri, sehingga jika mampu meraih penghargaan atau mendapatkan nominasi maka dipastikan perhatian penikmat musik dan terutama para produser musik juga akan tertuju kepada mereka, jalan menuju industri musik dan dunia rekaman semakin terbuka lebar.

Singkatnya ats perjuangan mereka, ditahun 1985 mereka mendapatkan juara ketiga dan Rere mendapatkan gelar drummer terbaik, tahun 1986 mereka meraih juara pertama dan Rere tetap di urutan pertama sebagai the best drummer, moment ini mereka juga mendapatkan tawaran menggiurkan dari Log Zhelebour yaitu mengiringi Godbless tour di 10 Kota di Indonesia. Ditahun 1987 mereka juga mendapatkan nominasi saat mengikuti Festival Rock yang diadakan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga, antara lain Rere mendapatkan gelar drummer terbaik dan Mandow mendapatkan gelar keyboardist terbaik.

Setelah periode ini mereka sudah berada di atas angin, selalu mendapatkan juara maupun gelar personal dalam setiap festival yang diikuti, meskipun begitu mereka tetap tidak melupakan cita cita awal untuk merilis album rekaman. Uniknya mereka tidak merilis album dibawah label dan asuhan Log Zhelebour, tetapi justru dibawah bimbingan Ian Antono, bisa jadi hal ini berawal dari moment saat Grassrock mengiringi Godbless tour di tahun 1986 tersebut. Secara otomatis album ini merupakan produk dari Komunitas WAM (Wadah Artis dan Musisi Indonesia) dan Bengkel Musik Gong (BMG) yang merupakan gagasan dan isiasi dari Ian Antono dalam menyatukan dan wadah silaturahmi seluruh Artis dan Musisi Indonesia. Perilisan album ini juga didukung oleh Gudang Garam.

Sebagai pembuka dan melihat antusias pendengar, Grassrock diikutsertakan dalam album kompilasi Rock Kemanusiaan pada tahun 1989 dengan lagu berjudul Prasangka dan ternyata mendapatkan reaksi positif, pintu semakin terbuka. Garapan musik dan lirik dari album debut ini boleh di katakan jempolan, rock keras nan mempesona. Mengetengahkan sosok Peterson sebagai Anak Rembulan sebagai pembahasan utama dan kemudian dijadikan sebagai judul album, tentang sosok seorang preman yang ternyata juga memiliki sisi kebaikan yang orang lain tidak ketahui. Liriknya  dibuat oleh Remmy Soetansyah bersama Dayan sang vokalis. Remmy Soetansyah juga menulis lirik untuk lagu Sepenggal Dusta, kemudian Selamat Pagi Tragedi. Teman lama Didieth Shaksana yang merupakan bassis dari Big Phanzer juga turut memberikan lirik  di lagu Langkah Langkah, Sabung Ayam dan Kenyataan.

Mayoritas lagu didalam album ini merupakan usaha mereka sendiri kecuali beberapa nama tersebut diatas, terutama dari sisi penulisan lagu dan garapan aransemen, peran Ian Antono sebagai produser juga besar disini dengan memberikan saran artistik dalam setiap prosesnya, ia cukup ketat dalam menetapkan standar musik dan lirik. Dikutip dari artikel Tabloid Citra, 18 Desember 1990, mereka hanya memiliki waktu pengerjaan kurang dari sebulan dan menghabiskan waktu di studio sebanyak 20 shift. Beruntung saja materinya sebagian besar sudah selesai saat jamming di Surabaya, dan mereka hanya tinggal mengerjakannya saja di Studio Musica dan Jackson.

Hasil perjuangan mereka kemudian dapat kita nikmati saat ini sebagai salah satu album rock klasik yang melewati batas dan waktu. Sayangnya album ini tidak begitu mendapatkan perhatian dari pemilik maupun para personilnya, mereka dengan cepat berlari meninggalkan album ini, beberapa sukses menjadi session player seperti Rere dan Eddi Kemput. Saat label Rabon Sick Records (RSR) ingin merilis ulang album ini dalam bentuk CD dan kaset, didapatilah kenyataan bahwa master album ini telah hilang, raib tak tahu dimana rimbanya. Album master piece setingkat mereka saja mengalami kejadian seperti ini, apalagi sekelas band receh, dan hal ini terjadi pada mayoritas band dan artis, terutama pada era lawas.

Akhirnya label RSR dengan kegigihannya mampu merilis ulang album ini dan menghadirkannya dalam format kaset dan CD pada sekitaran Maret 2020, dengan cara convert dari source kaset yang sekiranya memiliki kualitas audio yang masih bagus. Menurut admin sudah sangat baik kualitas audio dari edaran label ini, mengingat mereka juga bukan label besar, semangat dan cinta yang berlebih menjadi motor penggerak utama mereka dalam usaha merilis album album ini. Untuk edaran RSR akan admin bahas pada postingan mendatang. Untuk format kaset edaran awal ini, kualitas sound yang dihasilkan masih sangat stabil dan baik, tidak terlalu banyak karat atau jamur yang menempel pada kepingan pitanya.

Format KASET
........
Album: Anak Rembulan (Peterson)
Artist: Grassrock
Kode: ARI 10652
Label: Atlantic Records/ Zodiac Record
Tahun: 1990
Harga (saat rilis): 4.000,-






..............
Grassrock - Anak Rembulan (Peterson)

Ketulusan Kami...
Barangkali, ini sebuah hasil karya yang telah melibatkan waktu
Tidak saja hari atau bulan, tapi tahun.
Melibatkan semangat dan kesungguhan.
Baru ini yang dapat kami genggam, yang kemudian kami suguhkan
Kepada kawan dan sobat dimanapun berada,

Berkat kemurahan Tuhan Yang Maha Esa, album perdana kami dapat terselesaikan,
Album 'Anak Rembulan' ini, dengan segala kerendahan hati,
Ingin ikut mengisi keramaian permusikan di negeri kita yang makin marak,

Tidak lupa terima kasih kami kepada seluruh guruku yang telah turut mewujudkan album yang kami cintai ini.

......
Terima kasih teramat sangat kepada:
Bapak Drs. Soedito & Ibu Lily Soedito, Bapak R. S. Aziz, Mama Leiha, Mas Ian Antono, Mbak Titik Saelan Antono, Mas Ndol (Studio 410), Iskandar, Bapak & Ibu Sofyan Ali, Mas Jimmy oto, Bapak Rudi RAM, Mas Donny Prass, Yaya (Monitor Operator RAM), Bimbim Slank & seluruh personil Slank, Mimi Alqamar & Nyonya Keke Alqamar, Hans Miller Banuerah, Remmy Soetansyah, Didieth Shaksana, Fajar Budiman, Rudy Suherman, Theodore KS, Marcell, Ratna, Feny, Atik, Awan Pink Yani. 

Terima kasih juga kepada:
The Best Crew: Pa' Toto, Agenk, Djonet, mBing, Ozzy, Kcho.
ex. Grass Player: Harto, Karnoto, Harry, Arief, Hadyanto, Wedhayanti, Minel (Alumni Grassrock), Fans Rock Indonesia, Semua rekan rekan wartawan dan sahabat sahabat kami yang telah banyak membantu dari awal hingga terselesainya album perdana Grassrock.

......
Rere - Drum (Yamaha YD 9000, Slingerland, Zildjian)
Eddie Kemput - Guitar (Gibson, Fender Stratocaster, Kramer, Yamaha Ovation)
Yudhie Ajie - Bass (Steinberger, GHS String Double Ball, Steinberger String)
Mandow - Keyboards (D 50 Rolland, JX 8p Rolland, S50 Rolland, M I Korg)
Dayan Zmach - Vocals
Zoul Zusuf - Vocals
Backing Vocals - All Musician

Executive Producer - Jimmy Doto
Producer - Ian Antono
Produced by - Zodiac Record
Album Coordinator - Ian Antono
Studio - Musica Studio's, Jackson Studio
Sound Engineer/ Mixed by - Ian Antono, Irsan
Ass. Sound Engineer - Yaya, Wawan, Karsito, Sawal
Graphic Design - Wikky Martakusumah
Photographer - Firman Ichsan

Gong Graphic Studio
Wadah Artis dan Musisi Indonesia (WAM)
Gudang Garam - Pria Punya Selera

.....
Fans Club:
PO. BOX. 729/JKTF 11101

.....
Tracklist ALBUM:

Side A

01 Anak Rembulan Peterson
Vocal - Dayan Zmach
Lagu - Eddy Kemput
Lirik - Remmy Soetansyah/ Dayan Zmach

02 Khayal
Vocal - Dayan Zmach
Lagu - Eddy Kemput
Lirik - Mandow/ Rere/ Dayan

03 Selamat Pagi Tragedi
Vocal - Zoul Yusuf
Lagu - Awan Pink
Lirik - Remmy Soetansyah

04 Langkah Langkah
Vocal - Dayan Zmach/ Zoul Yusuf
Lagu - Grassrock
Lirik - Didieth Shaksana

Side B

01 Sepenggal Dusta
Vocal - Dayan Zmach/ Zoul Yusuf
Lagu - Mandow/ Eddy Kemput/ Dayan
Lirik - Remmy Soetansyah

02 Sabung Ayam
Vocal - Zoul Yusuf
Lagu - Dayan Zmach
Lirik - Didieth Shaksana

03 Murka
Vocal - Dayan Zmach/ Zoul Yusuf
Lagu - Eddy Kemput
Lirik - Dayan Zmach

04 Kenyataan
Vocal - Zoul Yusuf
Lagu - Grassrock
Lirik - Didieth Shaksana

05 Lepaskan
Vocal - Dayan Zmach
Lagu - Dayan Zmach
Lirik - Dayan Zmach


Salam...